ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
Bagaimana aqidah resmi muhammadiyah
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 16:57 WIB
Bagaimana aqidah resmi muhammadiyah

Pertanyaan

  • Bagaimana aqidah resmi Muhammadiyah?

Jawaban

  • Aqidah dalam khazanah Tarjih tidak dirumuskan sebagai satu "matan" pendek tersendiri, melainkan bertumpu pada Kitab Iman dalam HPT Jilid 1 — naskah pokok yang menjadi rujukan, lalu diperjelas dan diperluas oleh fatwa-fatwa tematik pada tahun-tahun sesudahnya. Dasarnya dinyatakan tegas: "Inilah pokok-pokok 'aqidah yang benar terdapat dalam quran dan hadits yang dikuatkan oleh pemberitaan-pemberitaan yang mutawattir" — Kitab Iman.

  • Rukun iman. HPT Kitab Iman membuka dengan hadis Jibril; Nabi saw. menjawab pertanyaan tentang iman: "Ialah bahwa engkau percaya akan Allah, Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, Hari Kemudian dan percaya akan takdir baik dan takdir buruk" (Hadis riwayat Muslim) — Hpt Jilid 1 Kitab Iman. Urutan pembahasan HPT mengikuti enam pokok itu: iman kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari kemudian, dan qadla'-qadar.

  • Iman kepada Allah. Dinyatakan: "Wajib kita percaya akan Allah Tuhan kita. Dialah Tuhan yang sebenarnya, yang menciptakan segala sesuatu dan Dialah yang pasti adanya, Dialah yang pertama tanpa permulaan dan yang akhir tanpa penghabisan. Tiada sesuatu yang menyamaiNya. Yang Esa tentang ketuhananNya, sifat-sifatNya dan perbuatanNya" — Hpt Jilid 1 Kitab Iman.

  • Batas akal (Tanbih/Perhatian). HPT menegaskan: "Allah tidak menyuruh kita membicarakan hal-hal yang tidak tercapai oleh akal dalam hal kepercayaan. Sebab akal manusia tidak mungkin mencapai pengertian tentang Dzat Allah dan hubunganNya dengan sifat-sifat yang ada padaNya" — Hpt Jilid 1 Kitab Iman. Juga: alam "dijadikan oleh Allah dari ketidakadaan dan mempunyai sifat akan punah".

  • Identitas manhaj. Muhammadiyah menempatkan diri dalam pengertian Ahlus Sunnah wal Jamaah, yakni "Islam itu tidak lain bersendikan kepada Al-Quran As Sunnah Rasul saw. serta Jamaah Islam yang berpegang kepada Al-Quran dan Sunnah Rasul saw." — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Aqidah. Ditegaskan pula bahwa "Soal-soal yang berhubungan dengan aqidah (kepercayaan) harus didasarkan kepada dalil-dalil yang mutawatir" — Aqidah.

Perkembangan lintas tahun:

  • Kitab Iman (HPT Jilid 1) — naskah pokok; memuat pokok-pokok aqidah beserta ayat dan hadis penguatnya — Hpt Jilid 1 Kitab Iman dan versi naskah lengkapnya Kitab Iman.

  • Fatwa 05/2013 (Perbedaan antara Tuhan dan Makhluk) — memperjelas konsep tauhid al-asma' wa al-shifat (tauhid nama dan sifat Allah): "Allah tidak diserupai oleh seorang pun dari makhluk-Nya". Aliran Musyabbihah (menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk) dan Mujassimah (menganggap Allah berjisim) dinyatakan "jelas salah". Kesimpulannya: "sifat Allah dan sifat makhluk-Nya adalah berbeda. Kalaupun ada kesamaan, maka itu hanya sama dari segi bahasa, dan bukan pada substansi dan kapasitasnya" — Fatwa 05 2013 Perbedaan Antara Tuhan Dan Makhluk.

  • Fatwa 12/2018 (20 Sifat Allah) — menjawab pertanyaan tentang hujjah "20 sifat": sifat-sifat itu "telah masuk di dalam al-asmaa' al-husna", sehingga "baik sifat maupun nama Allah itu sama dan tidak ada batasan terhadap keduanya, karena Allah itu Maha Mutlak tanpa adanya batasan" — Fatwa 12 2018 20 Sifat Allah.

  • Fatwa 25/2022 (Beberapa Masalah Tauhid) — menegaskan bahwa HPT Kitab Iman "telah tercakup keterangan tentang tauhid rububiyah dan uluhiyah, tercakup pula keterangan tentang sifat-sifat Allah"; karena itu "Muhammadiyah sejatinya telah mengakomodir pendapat ulama" dan tidak diklaim mengikuti satu silsilah tauhid tertentu secara eksklusif. Soal hadis Allah turun ke langit dunia, fatwa menyebut para ulama sepakat atas substansi hadisnya, tetapi berbeda pendapat soal maknanya (makna hakikat, atau dimaknai turunnya rahmat dan keberkahan) — Fatwa 25 2022 Beberapa Masalah Tauhid.

  • Tanya Jawab Agama 3 (Masalah Aqidah) — memuat definisi iman: menurut bahasa "tashdieg" (membenarkan), menurut istilah "membenarkan Rasul tentang apa saja yang didatangkan dari Tuhannya"; serta penjabaran bahwa kesempurnaan iman meliputi keteguhan hati, ucapan lisan, dan amal anggota — Tanya Jawab Agama 3 Masalah Aqidah.

Dalil

  • QS. asy-Syura (42): 11 — لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْئٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ ... "Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat" — Fatwa 05 2013 Perbedaan Antara Tuhan Dan Makhluk.

  • QS. al-Ikhlas (112): 1–4 — قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ۝ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ۝ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۝ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ("Katakanlah: Dialah Yang Maha Esa, Allahlah pusat permohonan, Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak sesuatu yang menyamaiNya") — dikutip HPT sebagai penguat iman kepada Allah — Hpt Jilid 1 Kitab Iman.

  • Hadis Jibril tentang rukun iman, riwayat Muslim — Hpt Jilid 1 Kitab Iman.

Catatan

  • Aqidah Muhammadiyah di sini disajikan dari naskah yang berhasil dibaca: HPT Kitab Iman, Tanya Jawab Agama 1 dan 3, serta Fatwa 05/2013, 12/2018, dan 25/2022. Rincian teknis teologis (misalnya pembahasan panjang tentang 'Arsy dalam Fatwa 25/2022) belum seluruhnya saya baca bagian per bagian, sehingga uraian di atas tidak dimaksudkan sebagai rangkuman lengkap seluruh naskah.

Kesimpulan

  • Aqidah resmi Muhammadiyah adalah aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah yang bersumber kepada Al-Qur'an dan Sunnah yang mutawatir: enam rukun iman sebagaimana hadis Jibril, tauhid dalam ketuhanan, sifat, dan perbuatan Allah, penegasan bahwa tidak ada sesuatu pun yang menyamai-Nya (sehingga sifat Allah berbeda dari sifat makhluk), serta penegasan bahwa hakikat Dzat Allah di luar jangkauan akal manusia. Rumusannya yang paling pokok ada dalam Kitab Iman HPT Jilid 1, diperjelas oleh fatwa-fatwa 2013, 2018, dan 2022.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format
Hari ini, jam 16:59 WIB
Muhammadiyah lebih dekat dengan aqidah salafiyahatau aqidah Asy'ariah?

Pertanyaan

  • Muhammadiyah lebih dekat dengan aqidah salafiyah atau aqidah Asy'ariah?

Jawaban

  • Pertanyaan ini persis pernah diajukan kepada Majelis Tarjih, dan jawabannya tegas: tidak condong ke salah satunya. Fatwa 25/2022 menulis:

    "Dalam hal ini Muhammadiyah tidak condong kepada pendapat yang mana pun, dan tidak pula menyalahkannya karena Muhammadiyah memiliki manhaj sendiri dalam memahami persoalan akidah." — Fatwa 25 2022 Beberapa Masalah Tauhid

  • Fatwa itu menjawab pertanyaan yang redaksinya hampir sama dengan pertanyaan Anda: "Sementara imam Asy'ari menggolongkan ke sifat 20. Muhammadiyah ke mana condongnya ustadz?" Setelah menjelaskan kedua silsilah, Tarjih menegaskan: "Muhammadiyah meyakini bahwa tauhid yang harus diyakini adalah harus berdasarkan kepada dalil yang jelas dari Al-Qur'an dan hadis bahwa Allah adalah Zat yang mencipta, memelihara, disembelih, memiliki sifat dan nama. Pandangan Muhammadiyah terhadap sifat Allah tidak menetapkan atau membatasi dengan jumlah dan bilangan angka tertentu kecuali ada dalil yang menunjukkan akan hal tersebut."

  • Identitas yang dipakai arsip bukan "salafiyah" atau "Asy'ariyah", melainkan "Ahlus Sunnah wal Jamaah" — dan itu pun didefinisikan secara longgar: "Islam itu tidak lain bersendikan kepada Al-Quran As Sunnah Rasul saw. serta Jamaah Islam yang berpegang kepada Al-Quran dan Sunnah Rasul saw." Karena itu "Muhammadiyah tidak bisa lain kecuali juga termasuk pengertian Ahli Sunnah wal Jamaah" — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Aqidah.

Perkembangan lintas tahun:

  • Tanya Jawab Agama 1 (Masalah Aqidah) — paling awal; menegaskan identitas Ahlus Sunnah wal Jamaah sebagaimana kutipan di atas, dan mengarahkan pembaca ke HPT (Himpunan Putusan Tarjih) sebagai rujukan tuntunan Muhammadiyah — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Aqidah.

  • Fatwa 05/2013 (Perbedaan antara Tuhan dan Makhluk) — menolak dua aliran yang menyimpang, bukan memilih salah satu dari dua kubu yang Anda sebut: "aliran Musyabbihah (antropomorfisme)… menyamakan sifat-sifat Allah dengan sifat-sifat manusia (makhluk). Ada pula aliran Mujassimah (korporalisme) yang beranggapan bahwa Allah berjisim (bertubuh) seperti halnya manusia… Aliran-aliran tersebut jelas salah". Landasannya Tauhid al-Asma' wa al-Shifat: "Allah tidak diserupai oleh seorang pun dari makhluk-Nya" — Fatwa 05 2013 Perbedaan Antara Tuhan Dan Makhluk.

  • Fatwa 12/2018 (20 Sifat Allah) — justru merangkul khazanah Asy'ariyah tanpa menjadikannya identitas: 20 sifat itu "sesungguhnya telah masuk di dalam al-asmaa' al-husna, sehingga dengan kata lain 20 sifat tersebut termasuk al-asmaa' al-husna… baik sifat maupun nama Allah itu sama dan tidak ada batasan terhadap keduanya, karena Allah itu Maha Mutlak tanpa adanya batasan" — Fatwa 12 2018 20 Sifat Allah.

  • Fatwa 25/2022 (Beberapa Masalah Tauhid) — naskah paling baru dan paling langsung menjawab. Dijelaskan bahwa "kalangan ulama salaf memahami tauhid dengan 3 (tiga) bagian, yaitu tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah… dan tauhid asma' wash-shifat. Pembagian ini disandarkan kepada Ibnu Taimiyah. Sementara itu, di kalangan Asy'ariyah, dikenal pula pembagian Sifat Allah menjadi 20 sifat". Lalu dinyatakan HPT Kitab Iman (Keputusan Kongres Muhammadiyah ke-18 di Solo, 1929) "sejatinya telah mengakomodir pendapat ulama di atas" — memuat tauhid rububiyah dan uluhiyah sekaligus keterangan sifat-sifat Allah — Fatwa 25 2022 Beberapa Masalah Tauhid.

  • Cara membaca dua aliran itu. Fatwa 25/2022 juga mencatat bahwa dalam memahami hadis sifat, "Sebagian ulama memahami bahwa dalil itu wajib diimani dan tidak perlu memberikan interpretasi apa pun… ini adalah pendapat mayoritas ulama salaf dan sebagian mutakallimin. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa untuk memahami suatu teks diperlukan takwil" — dan keduanya disajikan tanpa dipilih salah satu — Fatwa 25 2022 Beberapa Masalah Tauhid.

  • Pola umumnya konsisten. Sejak Tanya Jawab Agama sampai Fatwa 2022, Tarjih menempatkan Muhammadiyah bukan sebagai pengikut satu aliran teologis, melainkan sebagai gerakan yang merujuk langsung ke Al-Qur'an dan Sunnah: "Muhammadiyah tak mendasarkan pengamalan agama sebagaimana pengamalan aliran-aliran di atas, tetapi Muhammadiyah mengajak untuk beramal agama sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan As Sunnah Nabawiyah" — Tanya Jawab Agama 2 Masalah Shalawat Dan Tasawuf.

Dalil

  • QS. asy-Syura (42): 11 — لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْئٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ — "Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat" — Fatwa 05 2013 Perbedaan Antara Tuhan Dan Makhluk.

  • QS. al-A'raf (7): 180 — وَلِلهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا — "Hanya milik Allah asmaa al-husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa al-husna itu" — Fatwa 12 2018 20 Sifat Allah.

  • Hadis riwayat al-Bukhari (2736) tentang 99 nama Allah — إِنَّ لِلهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا… مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الجَنَّةَ — Fatwa 12 2018 20 Sifat Allah.

Catatan

  • Dalam bagian arsip yang berhasil saya telusuri, tidak ada halaman yang menyatakan Muhammadiyah "mengikuti Asy'ariyah" atau "mengikuti salafiyah" sebagai identitas. Yang ada adalah pernyataan eksplisit "tidak condong kepada pendapat yang mana pun" beserta pengakuan bahwa unsur-unsur kedua tradisi itu terakomodasi dalam HPT Kitab Iman. Karena itu, menyimpulkan "Muhammadiyah lebih dekat ke X" tidak dapat saya dasarkan pada naskah; yang dapat dikatakan adalah sebagaimana dikutip di atas. Penelusuran ini juga belum mencakup seluruh naskah yang mungkin relevan, misalnya bagian-bagian lain Fatwa 25/2022 dan naskah Manhaj Tarjih 2026.

Kesimpulan

  • Menurut naskah Tarjih, Muhammadiyah tidak menyatakan diri lebih dekat kepada salafiyah maupun Asy'ariyah, dan tidak menyalahkan keduanya. Muhammadiyah menyatakan memiliki manhaj sendiri: merujuk langsung kepada Al-Qur'an dan hadis, tidak membatasi jumlah sifat Allah dengan bilangan tertentu kecuali ada dalilnya, dan mengidentifikasi diri sebagai Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam pengertian Al-Qur'an dan Sunnah. Unsur tauhid rububiyah-uluhiyah-asma wa sifat maupun pembagian 20 sifat sama-sama diakui terakomodasi dalam HPT Kitab Iman.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.