ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
bagaimana akidah Muhammadiyah?
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 16:54 WIB
bagaimana akidah Muhammadiyah?

Pertanyaan

  • Bagaimana akidah Muhammadiyah?

Jawaban

  • Definisi akidah dalam rumusan Tarjih. "Akidah adalah pokok-pokok ajaran agama yang harus diyakini oleh umat Islam sebagai konsekuensi atas keimanannya. Secara ringkas, persoalan akidah ini terangkum dalam rukun iman yang berjumlah enam." — Fatwa 02 2018 Hukum Merayakan Hut Republik Indonesia (2018)

  • Inti akidah Muhammadiyah adalah tauhid murni. "Akidah Islam dalam pemahaman Muhammadiyah adalah tegaknya tauhid yang murni, hidup dan menjiwai gerak dan langkahnya dalam berbagai dimensi." Muhammadiyah di sini dinyatakan sebagai "gerakan dakwah berpegang teguh pada akidah Islam, bersumber pada Al-Quran dan Sunnah", dan Al-Quran serta Sunnah dipahami "dengan mengedepankan peran akal (rasionalitas) serta diikuti oleh kedalaman qalb (hati nurani)" — Fikih Muhammadiyah Bagian O Manhaj (tahun tidak tercatat dalam naskah).

  • Rumusan MKCH butir ke-3 dan ke-4. Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan (1) Al-Qur'an dan (2) Sunnah Rasul, "dengan menggunakan akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam". Bidang garapnya empat: akidah, akhlak, ibadah, muamalah duniawiyah. Khusus akidah: "Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya akidah Islam yang murni, bersih dari gejala-gejala kemusyrikan, bid'ah dan khurafat, tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam." — Fatwa 29 2014 Muhammadiyah Tidak Bertarekat (2014); rumusan sama diulang dalam Fatwa Pandangan Muhammadiyah Tentang Syiah Hti Dan Tarekat Revisi (2021).

  • Soal sifat Allah: tidak membatasi dengan bilangan. Ditanya apakah Muhammadiyah condong ke pembagian tauhid Ibnu Taimiyah atau sifat 20 Asy'ariyah, Tarjih menjawab: "Dalam hal ini Muhammadiyah tidak condong kepada pendapat yang mana pun, dan tidak pula menyalahkannya karena Muhammadiyah memiliki manhaj sendiri dalam memahami persoalan akidah. Muhammadiyah meyakini bahwa tauhid yang harus diyakini adalah harus berdasarkan kepada dalil yang jelas dari Al-Qur'an dan hadis bahwa Allah adalah Zat yang mencipta, memelihara, disembah, memiliki sifat dan nama. Pandangan Muhammadiyah terhadap sifat Allah tidak menetapkan atau membatasi dengan jumlah dan bilangan angka tertentu kecuali ada dalil yang menunjukkan akan hal tersebut." — Fatwa 25 2022 Beberapa Masalah Tauhid (2022)

  • Tuhan tidak diserupakan dengan makhluk. "sifat Allah dan sifat makhluk-Nya adalah berbeda. Kalaupun ada kesamaan, maka itu hanya sama dari segi bahasa, dan bukan pada substansi dan kapasitasnya." Aliran Musyabbihah (menyerupakan Allah dengan makhluk) dan Mujassimah (menganggap Allah berjisim) dinilai salah. — Fatwa 05 2013 Perbedaan Antara Tuhan Dan Makhluk (disidangkan 2012, terbit 2013)

  • HPT Kitab Iman menetapkan syarat kepercayaan yang benar: "jangan ada sesuatu yang mengurangi keangungan dan keluhuran Tuhan, dengan mempersamakan-Nya dengan makhluk", dan bila ada lafal yang kesan pertamanya mengarah ke sana, "wajiblah orang mengabaikan makna yang tersurat dan menyerahkan tafsir arti yang sebenarnya kepad Allah ... atau dengan takwil yang berdasarkan alasan-alasan yang dapat diterima." — Kitab Iman

Dalil

  • Landasan tauhid dan kemutlakan Allah:

    لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْئٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

    "Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat." (QS. asy-Syura [42]: 11) — Fatwa 05 2013 Perbedaan Antara Tuhan Dan Makhluk

  • Landasan menolak amalan ibadah tanpa tuntunan (dipakai Tarjih untuk menjelaskan mengapa Muhammadiyah tidak bertarekat):

    عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ. [مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ]

    "Diriwayatkan dari 'Aisyah ra., Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa yang membuat-buat hal baru dalam urusan (ibadah) yang tidak ada dasar hukumnya, maka ia tertolak." (Muttafaqun 'alaih) — Fatwa 29 2014 Muhammadiyah Tidak Bertarekat

  • Hadis Jibril tentang rukun iman: "Ialah bahwa engkau percaya akan Allah, Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, Hari Kemudian dan percaya akan takdir baik dan takdir buruk" (HR. Muslim) — Kitab Iman

Catatan

  • Perkembangan lintas naskah: 2012/2013 menegaskan kemutlakan perbedaan sifat Allah dan makhluk; 2014 dan 2021 merumuskan bidang akidah lewat MKCH butir 3–4; 2018 memberi definisi akidah sebagai pokok-pokok ajaran agama yang terangkum dalam rukun iman; 2022 menegaskan Muhammadiyah tidak mengikuti pembagian bilangan sifat tertentu. Keempatnya sejalan, bukan saling menggantikan.
  • Konsekuensi praktis yang dinyatakan naskah: karena ibadah harus ada tuntunannya, Muhammadiyah tidak mengamalkan praktik tarekat seperti ratib, wirid/syair beriring rebana, gerakan menari, dan pengaturan nafas berisi zikir tertentu — "karena tidak ada tuntunannya" (Fatwa 29 2014 Muhammadiyah Tidak Bertarekat). Naskah 2021 juga memuat kriteria Tarjih tentang paham yang dinilai keluar dari koridor Islam, antara lain keyakinan bahwa hanya Nabi Muhammad yang maksum (terjaga dari dosa), kekhalifahan diserahkan kepada musyawarah umat, tidak mengkultuskan sahabat, dan menerima al-Sunnah al-Maqbulah (sunnah yang diterima) sebagai sumber ajaran.

Kesimpulan

  • Akidah Muhammadiyah adalah tauhid yang murni yang hidup dan menjiwai seluruh gerak persyarikatan; pokok-pokoknya terangkum dalam rukun iman enam; bersumber pada Al-Qur'an dan Sunnah dengan penggunaan akal; bersih dari kemusyrikan, bid'ah, dan khurafat, tanpa mengabaikan toleransi; serta tidak membatasi sifat Allah dengan bilangan atau membatasi diri pada satu aliran teologis tertentu, tetapi bersandar pada dalil.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.