Pertanyaan
- Apakah Muhammadiyah memiliki tuntunan doa sebelum dan sesudah makan dan minum?
Jawaban
- Ya. Tarjih menetapkan tuntunan doa makan–minum, namun menilai lemah (dha'if) lafal doa yang lazim diajarkan di sekolah/masyarakat, lalu memberi alternatif yang dalilnya kuat.
- Doa sebelum makan yang biasa dipakai — "Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa 'adzaaban naar, bismillah" — menurut Fatwa Tarjih tahun 2012 bersumber dari hadis yang sangat lemah: dalam sanadnya ada rawi Muhammad bin Abi Zu'aizi'ah yang dilemahkan oleh al-Bukhari, Abu Nu'aim al-Ashfahani, Ibnu Hibban, Abu Hatim ar-Razi, Ibnu Abi Hatim, dan al-Maqdisi; riwayat Malik dalam al-Muwaththa' pun bersifat mauquf (hanya sampai 'Urwah, tidak sampai Nabi saw.).
- Penggantinya adalah hadis shahih riwayat al-Bukhari–Muslim:
عَنْ عُمَرَ بْنَ أَبِي سَلَمَةَ ... فَقَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا غُلَامُ سَمِّ اللهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
"…Wahai ghulam, bacalah Bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang dekat denganmu." (HR. al-Bukhari)
- Cukup dengan "بسم الله" atau lengkap "بسم الله الرحمن الرحيم". Bila lupa di awal, saat ingat membaca:
بِسْمِ اللهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
"Bismillah untuk awal dan akhirnya." (HR. Abu Dawud)
- Doa sesudah makan yang lazim — "Alhamdulillahi ladzii ath'amanaa wa saqaanaa wa ja'alanaa muslimin" — juga dinilai dha'if pada ketiga jalurnya (Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah) karena ada rawi majhul, mubham, mudallis, dan laisa bihujjah. Alternatif yang shahih menurut fatwa yang sama:
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي كَفَانَا وَأَرْوَانَا غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلَا مَكْفُورٍ
HR. al-Bukhari dari Abu Umamah; atau
الْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلَا مُوَدَّعٍ وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا
Atau cukup "Alhamdulillah", berdasarkan sabda Nabi saw.: "Sesungguhnya Allah sangat ridha kepada seorang hamba yang makan satu suapan kemudian memuji-Nya dan minum satu teguk air kemudian ia memuji-Nya." (HR. Muslim dari Anas bin Malik). Boleh juga doa riwayat at-Tirmidzi (hasan): "Alhamdulillahi ladzii ath'amanii haadzaa wa razaqaniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwah".
- Boleh langsung mengutip Fatwa Tarjih 02/2012:
"Hendaknya seseorang beralih dari suatu yang lemah menuju yang terkuat, dari suatu yang diperselisihkan kualitasnya menuju sesuatu yang tidak diperselisihkan (al-khuruj min al-khilaf mustahabbun: keluar dari suatu yang diperselisihkan sangat dicintai/diutamakan)."
Dalil
- Hadis basmalah sebelum makan (HR. al-Bukhari) dan hadis lupa basmalah (HR. Abu Dawud) — Fatwa 02 2012 Do A Sebelum Dan Sesudah Makan Sdh Dicek Ulang Oleh A 56h
- Hadis hamdalah sesudah makan (HR. al-Bukhari dari Abu Umamah; HR. Muslim dari Anas; HR. at-Tirmidzi) — Fatwa 02 2012 Do A Sebelum Dan Sesudah Makan Sdh Dicek Ulang Oleh A 56h
- Soal bacaan bismillah saat mulai makan, Tanya Jawab Agama 1 menegaskan hadis "segala perkara berguna yang tidak dimulai dengan bismillahirrahmanirrahim terputus dari barakah" dinilai dha'if oleh as-Suyuthi, tetapi menurut penelitian as-Salawy dengan qarinah lain mencapai hasan, dan "dalam qarar Majlis Tarjih Hadis ini telah diterima dalam istidlal". Naskah juga menyatakan: "Masalah bacaan sebelum makan, tidak dijelaskan bacaan itu apakah lengkap atau hanya Bismillah saja. Dengan kata yang umum, sebutlah nama Allah." — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Makanan
Catatan
- Naskah yang berhasil saya telusuri secara tegas membahas makan dan minum. Sebagai contoh doa lain yang diajarkan Nabi saw., Fatwa 02/2012 hanya menyebut adanya doa sebelum dan sesudah tidur serta doa masuk dan keluar kamar kecil, tanpa merinci lafalnya; rincian lafalnya tidak saya temukan dalam bagian naskah yang dibaca. Tarjih juga memiliki buku Tuntunan Dzikir dan Doa Menurut Putusan Tarjih Muhammadiyah yang dirujuk dalam jawaban-jawaban Tarjih — Tuntunan Dzikir Dan Doa.
- Fatwa 2012 juga menegaskan sikap praktisnya: "Memberikan solusi yang terkuat tanpa menghujat atau menyalahkan pihak lain yang masih menggunakannya." Sejak 2012 tidak saya temukan naskah Tarjih yang merevisi ketetapan ini.
Kesimpulan
- Ada tuntunan doa sebelum dan sesudah makan–minum. Doa sebelum: bismillah (boleh dilengkapi bismillahirrahmanirrahim), dengan tangan kanan dan mengambil yang terdekat; bila lupa: bismillah awwalahu wa akhirahu. Doa sesudah: Alhamdulillah atau salah satu lafal shahih di atas. Lafal "Allahumma baarik lanaa…" dan "Alhamdulillahi ladzii ath'amanaa wa saqaanaa wa ja'alanaa muslimin" dinilai lemah oleh Tarjih dan diganti dengan yang lebih kuat.
Sumber
- Fatwa 02 2012 Do A Sebelum Dan Sesudah Makan Sdh Dicek Ulang Oleh A 56h (Fatwa Tarjih No. 02 Tahun 2012, disidangkan 22 Zulhijjah 1433 H / 18 November 2012)
- Tanya Jawab Agama 1 Masalah Makanan (Tanya Jawab Agama 1, bagian "Bacaan Mulai Makan")
- Tuntunan Dzikir Dan Doa
Wallahu a'lam bish-shawab.