Khutbah Jumat Bulan Rabiul Awal 1448 H
Meneladani Nabi Muhammad saw: Rahmat bagi Semesta Alam
الْـحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْـحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Khutbah Pertama
-
Tema: Bulan Rabiul Awal — Bulan Kelahiran Sang Pembawa Rahmat
-
Para jamaah Jumat rahimakumullah,
Kita saat ini berada di bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah. Bulan ini amat istimewa karena di dalamnya, tepatnya pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah, lahirlah seorang manusia agung yang mengubah peradaban dunia: Nabi Muhammad saw, penutup para nabi dan rasul, pembawa risalah Islam, rahmat bagi seluruh alam.
Sebagaimana firman Allah SWT:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
"Dan tiadalah Kami mengutusmu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya [21]: 107)
Kelahiran Nabi saw bukan sekadar peristiwa sejarah yang dikenang seremonial belaka. Lebih dari itu, kelahiran beliau adalah titik balik peradaban manusia — dari zaman jahiliah menuju cahaya Islam. Maka sudah sepantasnya kita memanfaatkan bulan yang mulia ini untuk merenungkan dan memperbanyak meneladani akhlak serta perjuangan beliau.
- Peringatan Maulid Nabi dalam Pandangan Tarjih Muhammadiyah
Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah telah memberikan fatwa mengenai penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi saw. Dalam fatwa nomor 34 tahun 2009, dinyatakan bahwa pada prinsipnya Tim Fatwa belum pernah menemukan dalil tentang perintah menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi saw, dan belum pernah pula menemukan dalil yang melarang penyelenggaraannya. Oleh sebab itu, perkara ini termasuk dalam perkara ijtihadiyah — tidak ada kewajiban sekaligus tidak ada larangan untuk melaksanakannya. — Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi Saw
Dalam Tanya Jawab Agama jilid 4 juga ditegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi termasuk perkara ijtihadiyah yang dapat didekati dengan ijtihad istishlahi, yaitu ijtihad yang didasarkan pada kemaslahatan (maslahah mursalah). — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hari Peringatan
Maka bagi masyarakat Muslim yang memandang perlu menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi saw, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh:
-
Pertama, peringatan itu harus mengandung manfaat untuk kepentingan dakwah Islam, meningkatkan iman dan takwa, serta mencintai dan meneladani sifat, perilaku, kepemimpinan, dan perjuangan Nabi Muhammad saw. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan cara menyelenggarakan pengajian atau acara lain yang berisi kisah-kisah keteladanan Nabi saw.
-
Kedua, peringatan itu harus dijauhkan dari perbuatan-perbuatan yang dilarang agama, seperti bid'ah yang bertentangan dengan tuntunan, unsur syirik, serta pujian dan pemujaan yang berlebihan kepada Nabi saw. Sebagaimana sabda beliau dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim:
عَنْ عُمَرَ يَقُوْلُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ لَا تُطْرُوْنِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ.
"Janganlah kamu memberi penghormatan (memuji/memuliakan) kepada saya secara berlebihan sebagaimana orang Nasrani yang telah memberi penghormatan (memuji/memuliakan) kepada Isa putra Maryam. Saya hanya seorang hamba Allah, maka katakan saja hamba Allah dan Rasul-Nya." (HR. al-Bukhari dan Muslim) — Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi Saw
-
Ketiga, apabila peringatan Maulid Nabi tidak dapat dihindarkan dari hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama, seperti menjurus kepada kemusyrikan, maksiat, dan kemunkaran, maka peringatan Maulid Nabi sebaiknya tidak perlu diadakan. — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hari Peringatan
-
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Inti dari bulan Rabiul Awal bukanlah pada seremonialnya, melainkan pada seberapa jauh kita mampu meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah saw dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab [33]: 21) — Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi Saw
Mari kita isi bulan Rabiul Awal ini dengan:
- Memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi saw dengan cara yang benar
- Mempelajari sirah nabawiyah untuk mengambil pelajaran
- Mengamalkan sunnah-sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari
- Meneladani akhlak beliau: jujur, amanah, sabar, pemaaf, dan penyayang
- Mendakwahkan nilai-nilai Islam dengan cara yang santun sebagaimana dicontohkan Nabi saw
Dalil
-
QS. Al-Ahzab [33]: 21 — "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu..."
-
QS. Al-Anbiya [21]: 107 — "Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam."
-
Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim — Larangan memuji Nabi secara berlebihan.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua
الْـحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
- Jamaah Jumat yang berbahagia,
Pada kesempatan khutbah yang kedua ini, mari kita renungkan bersama: Apa yang paling penting dari kelahiran Nabi Muhammad saw bagi kita?
Rasulullah saw tidak sekadar lahir, beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dalam hadis yang masyhur, beliau bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)
Maka ukuran kecintaan kita kepada Nabi saw bukanlah pada seberapa meriah peringatan yang kita adakan, melainkan pada seberapa jauh akhlak dan perilaku kita mencerminkan ajaran beliau. Seorang yang benar-benar mencintai Nabi saw akan berusaha meneladani beliau dalam setiap aspek kehidupan: dalam ibadah, dalam muamalah, dalam akhlak, dan dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam.
- Muhammadiyah dan Penghayatan terhadap Nabi saw
Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar makruf nahi munkar senantiasa mengajak umat untuk kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah yang maqbulah (dapat diterima sebagai dalil). Dalam konteks bulan Rabiul Awal, yang ditekankan adalah esensi dari risalah kenabian, yaitu:
- Mengenal Allah (makrifatullah) — Nabi saw mengajak manusia untuk menyembah Allah semata, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.
- Meneladani akhlak Nabi (uswah hasanah) — Mengamalkan sunnah-sunnah beliau dalam kehidupan nyata, bukan sekadar simbol dan seremonial.
- Berdakwah dengan hikmah — Menyebarkan kebaikan dengan cara yang bijaksana, sebagaimana dicontohkan Nabi saw.
Allah SWT berfirman:
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang lebih baik." (QS. An-Nahl [16]: 125)
- Jamaah yang dirahmati Allah,
Di penghujung khutbah ini, marilah kita mengambil beberapa pelajaran dari bulan Rabiul Awal:
-
Pertama, peringatan kelahiran Nabi saw adalah perkara ijtihadiyah. Jika kita melaksanakannya, pastikan isinya adalah hal-hal yang baik: pengajian, tadabur Al-Qur'an, kajian sirah, dan kegiatan yang meningkatkan keimanan. Jauhkan dari hal-hal yang bertentangan dengan syariat.
-
Kedua, yang lebih utama dari sekadar memperingati adalah meneladani. Nabi saw adalah uswatun hasanah — teladan terbaik dalam seluruh aspek kehidupan. Amalkan akhlak beliau dalam keseharian.
-
Ketiga, jadikan momen bulan Rabiul Awal sebagai waktu untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw dengan cara mengikuti sunnahnya, menghidupkan nilai-nilai ajarannya, dan mendakwahkan Islam yang rahmatan lil 'alamin.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kemampuan untuk mencintai Nabi-Nya dengan cinta yang sejati, bukan sekadar di bibir tetapi tercermin dalam amal perbuatan. Semoga kita semua dikumpulkan bersama beliau di telaga al-Kautsar kelak. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Catatan
Pandangan mengenai peringatan Maulid Nabi saw dalam khutbah ini didasarkan pada Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi saw (2009) dan Tanya Jawab Agama Jilid 4 Masalah Hari Peringatan. Tidak terdapat putusan Tarjih yang mewajibkan atau mengharamkan peringatan Maulid secara mutlak; hukumnya dikembalikan pada pertimbangan kemaslahatan dan isi kegiatannya.
Sumber
- Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi Saw (2009)
- Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hari Peringatan
- Tanya Jawab Agama 1 Masalah Hari Hari Besar Islam
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ، وَوَحِّدْ صُفُوفَهُمْ عَلَى الْحَقِّ وَالْهُدَى. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Wallahu a'lam bish-shawab.