Mohon maaf, itu bukan bidang saya. Yang saya punya adalah arsip Himpunan Putusan Tarjih dan fatwa-fatwa Majelis Tarjih. Silakan tanyakan apa saja dari situ — hukum, dalil, atau bagaimana Tarjih sampai pada kesimpulannya.
Pertanyaan
- Pandangan Muhammadiyah tentang teologis (akidah/tauhid). Karena pertanyaannya terpotong, jawaban ini saya fokuskan pada bangunan teologi dalam arsip Tarjih.
Jawaban
-
Akidah sebagai tegaknya tauhid yang murni. Dalam Manhaj Tarjih dirumuskan: "Muhammadiyah adalah gerakan dakwah berpegang teguh pada akidah Islam, bersumber pada Al-Quran dan Sunnah. Akidah Islam dalam pemahaman Muhammadiyah adalah tegaknya tauhid yang murni, hidup dan menjiwai gerak dan langkahnya dalam berbagai dimensi." Di halaman yang sama Al-Quran dan Sunnah dipahami "dengan mengedepankan peran akal (rasionalitas) serta diikuti oleh kedalaman qalb (hati nurani)" — Fikih Muhammadiyah Bagian O Manhaj. Tajdidnya dirumuskan dua arah: "a. Pemurnian; b. Peningkatan, pengembangan, modernisasi", dengan dimensi pertama "Pemurnian akidah dan ibadah, serta pembentukan akhlak al-Karimah" (halaman yang sama).
-
Allah tidak diserupakan dengan makhluk. Fatwa 05/2013 menegaskan, "Dalam konsep Tauhid al-Asma' wa al-Shifat, Allah tidak diserupai oleh seorang pun dari makhluk-Nya," dan menolak aliran Musyabbihah (menyamakan sifat Allah dengan sifat makhluk) serta Mujassimah (beranggapan Allah berjisim) — Fatwa 05 2013 Perbedaan Antara Tuhan Dan Makhluk. Kesimpulannya: "sifat Allah dan sifat makhluk-Nya adalah berbeda. Kalaupun ada kesamaan, maka itu hanya sama dari segi bahasa, dan bukan pada substansi dan kapasitasnya."
-
Soal sifat 20, Muhammadiyah tidak membatasinya. Fatwa 12/2018 menyatakan 20 sifat itu "telah masuk di dalam al-asmaa' al-husna", lalu menyimpulkan "baik sifat maupun nama Allah itu sama dan tidak ada batasan terhadap keduanya, karena Allah itu Maha Mutlak tanpa adanya batasan" — Fatwa 12 2018 20 Sifat Allah.
-
Soal silsilah tauhid, Muhammadiyah tidak bertaqlid pada satu aliran. Fatwa 25/2022 (disidangkan 13 Mei 2022) menjelaskan dua pembagian yang beredar: kalangan salaf membagi tauhid menjadi tiga (rububiyah, uluhiyah, asma' wash-shifat) yang disandarkan kepada Ibnu Taimiyah, sedangkan kalangan Asy'ariyah membagi sifat Allah menjadi 20. Jawabannya: "Dalam hal ini Muhammadiyah tidak condong kepada pendapat yang mana pun, dan tidak pula menyalahkannya karena Muhammadiyah memiliki manhaj sendiri dalam memahami persoalan akidah... Pandangan Muhammadiyah terhadap sifat Allah tidak menetapkan atau membatasi dengan jumlah dan bilangan angka tertentu kecuali ada dalil yang menunjukkan akan hal tersebut" — Fatwa 25 2022 Beberapa Masalah Tauhid.
-
Perkembangan lintas tahun. Posisi ini konsisten dan berjenjang: (a) 1929 — HPT Kitab Iman, Keputusan Kongres Muhammadiyah ke-18 di Solo, memuat pokok keimanan (iman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari Kemudian, Qadla dan Qadar), dengan keterangan Allah sebagai al-Ilah al-Haq, al-Khaliq, wajib al-wujud, qidam dan baqa, mukhalafatu lil-hawaditsi, wahdaniyah; dan pada bagian Tanbih ditegaskan "Allah tidak memerintahkan untuk membicarakan hal-hal yang tidak tercapai oleh akal dalam hal akidah, sebab akal manusia tidak mungkin mengetahui tentang Zat Allah" — Hpt Jilid 1 Kitab Iman; (b) 2013 — penegasan tanzih (penyucian Allah dari keserupaan dengan makhluk); (c) 2018 — 20 sifat tidak membatasi; (d) 2022 — tidak condong ke salah satu silsilah dan menegaskan HPT Kitab Iman "sejatinya telah mengakomodir pendapat ulama di atas", mencakup tauhid rububiyah, uluhiyah, dan sifat-sifat Allah. Jadi fatwa 2022 tidak merevisi yang lama, melainkan menjelaskan dan memperluasnya.
-
Contoh penerapan pada ayat dan hadis yang sering dipersoalkan. Tentang "Allah bersama kamu di mana saja kamu berada" (QS al-Hadid: 4), fatwa 2022 menyimpulkan: "kebersamaan Allah dengan hamba-Nya di atas bukan bermakna Allah membersamai hamba-Nya di berbagai tempat, melainkan merupakan Kemahakuasaan Allah mengawasi dan mengetahui seluruh amal perbuatan hamba-Nya di mana pun berada." Tentang hadis turun ke langit dunia, disebutkan bahwa "Para ulama sepakat tentang substansi hadis sahih di atas... Namun ada perbedaan pendapat mengenai makna kata 'turun'", lalu mengutip Imam an-Nawawi bahwa sebagian ulama menerimanya tanpa takwil dan sebagian mentakwilkan — Fatwa 25 2022 Beberapa Masalah Tauhid.
Dalil
-
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat" — QS. asy-Syura (42): 11 — Fatwa 05 2013 Perbedaan Antara Tuhan Dan Makhluk -
وَلِلهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ
"Hanya milik Allah asmaa al-husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa al-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya" — QS. al-A'raf (7): 180 — Fatwa 12 2018 20 Sifat Allah -
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ...
"Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, Tuhan kami Tabaraka wa Ta'ala turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir..." [H.R. al-Bukhari dan Muslim, lafal milik Muslim] — Fatwa 25 2022 Beberapa Masalah Tauhid
Catatan
- Jawaban ini dibatasi pada apa yang tertulis dalam naskah Tarjih yang berhasil saya baca (HPT Kitab Iman, Fatwa 05/2013, 12/2018, 25/2022, dan Manhaj Tarjih). Bila yang Anda maksud "teologis" adalah tema tertentu — misalnya teologi bencana, qada dan qadar, atau asma wa sifat — sebutkan temanya agar dapat saya telusuri naskahnya.
Kesimpulan
- Teologi Muhammadiyah berdiri di atas tauhid yang murni bersumber Al-Quran dan Sunnah: menolak penyerupaan Allah dengan makhluk, tidak membatasi jumlah sifat Allah, dan tidak bertaqlid kepada satu silsilah/aliran mana pun karena memiliki manhaj sendiri.
Sumber
- Hpt Jilid 1 Kitab Iman (1929, Keputusan Kongres Muhammadiyah ke-18 Solo)
- Fikih Muhammadiyah Bagian O Manhaj
- Fatwa 05 2013 Perbedaan Antara Tuhan Dan Makhluk (2013)
- Fatwa 12 2018 20 Sifat Allah (2018)
- Fatwa 25 2022 Beberapa Masalah Tauhid (2022)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.