Pertanyaan
- Apa hukumnya makan tanpa membaca doa (basmalah) terlebih dahulu?
Jawaban
- Arsip Tarjih tidak memuat ketetapan hukum yang menyatakan makan tanpa basmalah itu haram atau berdosa. Yang termuat adalah tuntunan agar makan dimulai dengan menyebut nama Allah, disertai keterangan bahwa bila lupa, basmalah dibaca saat ingat.
- Naskah paling lama (Tanya Jawab Agama 1, Masalah Makanan) menjawab pertanyaan "Bismillahirrahmanirrahim atau Bismillah saja?" dengan: "Masalah bacaan sebelum makan, tidak dijelaskan bacaan itu apakah lengkap atau hanya Bismillah saja. Dengan kata yang umum, sebutlah nama Allah". Ini keterangan tentang dalilnya, bukan penetapan hukum boleh-tidaknya meninggalkannya.
- Fatwa 02/2012 (Majelis Tarjih, disidangkan 22 Zulhijjah 1433 H / 18 November 2012) menegaskan tuntunan yang dipakai: "Hadis tersebut menjelaskan bahwa jika seseorang ingin makan hendaknya menggunakan tangan kanan seraya membaca basmalah, lalu mengambil makanan dari hidangan yang terdekat dengan dirinya."
- Untuk yang lupa, Fatwa 2012 menuntunkan: "Apabila seseorang lupa membaca 'basmalah' sebelum makan, maka ia dapat membacanya pada saat ia ingat di waktu makan."
- Fatwa 2012 juga menilai lafal doa sebelum makan yang populer diajarkan di sekolah — "Allahumma baarik lana fiimaa razaqtana wa qinaa 'adzaaban naar, bismillah" (riwayat Ibn as-Sunni) — sebagai hadis lemah (dha'if): "memang benar bahwa hadis tentang doa sebelum dan sesudah makan seperti yang bapak tanyakan di atas termasuk kategori hadis lemah (dha'if)", karena dalam sanadnya ada Muhammad bin Abi Zu'aizi'ah yang dinilai lemah oleh para imam ahli hadis. Karena itu Tarjih mengalihkan ke tuntunan yang sahih, yaitu cukup basmalah.
Dalil
- عَنْ عُمَرَ بْنَ أَبِي سَلَمَةَ يَقُولُ كُنْتُ غُلَامًا فِي حَجْرِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا غُلَامُ سَمِّ اللهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
"Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: 'Wahai Ghulam, bacalah Bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.'" (HR. al-Bukhari) — Fatwa 02 2012 Do A Sebelum Dan Sesudah Makan Sdh Dicek Ulang Oleh A 56h - عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرْ اسْمَ اللهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللهِ تَعَالَى فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
"Apabila salah seorang di antara kalian makan maka ucapkanlah nama Allah Ta'ala, jika lupa membacanya pada permulaan makan, maka bacalah (saat teringat), 'Bismillah awwalahu wa âkhirahu'." (HR. Abu Dawud; menurut Fatwa 2012 hadis ini shahih dan jalurnya saling menguatkan) — Fatwa 02 2012 Do A Sebelum Dan Sesudah Makan Sdh Dicek Ulang Oleh A 56h - Riwayat Umar bin Abu Salamah dan riwayat Aisyah di atas juga menjadi dasar dalam Tanya Jawab Agama 1: "Hadis riwayat Abu Dawud dan At Tirmidzy dari Aisyah, memberi gambaran pentingnya membaca nama Allah (juga tidak disebutkan secara lengkap) pada awal mulai makan, dan kalau lupa pada awalnya masih juga dianjurkan membaca nama Allah itu." — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Makanan
Catatan
- Perkembangan lintas naskah: Tanya Jawab Agama 1 hanya membahas lafal mana yang dipakai (bismillah atau bismillahirrahmanirrahim) dan menyatakan dalilnya tidak merinci panjang-pendeknya bacaan; Fatwa 02/2012 memperjelas dengan menilai kelemahan hadis doa "Allahumma baarik lana…" dan menetapkan basmalah — cukup "bismillah" atau lebih lengkap "bismillahirrahmanirrahim" — sebagai tuntunan yang bersumber dari hadis sahih, serta menuntunkan bacaan saat lupa. Keduanya tidak saling bertentangan.
- Karena persoalan ini menyangkut lafal dan tata cara, tarjih tetap memperlakukan bacaan basmalah sebagai yang dituntunkan; kesenyapan naskah mengenai sanksi bagi yang meninggalkannya bukan dasar untuk menetapkan hukum boleh. Arsip yang berhasil saya telusuri tidak memuat ketetapan hukum tersendiri atas kasus meninggalkan basmalah secara sengaja.
Kesimpulan
- Makan tanpa membaca doa tetap sah makanannya, tetapi yang dituntunkan Tarjih adalah memulai makan dengan basmalah dan tangan kanan; bila lupa di awal, baca "Bismillah awwalahu wa âkhirahu" saat ingat. Lafal panjang "Allahumma baarik lana…" dinilai bersumber dari hadis lemah dan sebaiknya ditinggalkan.
Sumber
- Fatwa 02 2012 Do A Sebelum Dan Sesudah Makan Sdh Dicek Ulang Oleh A 56h (2012)
- Tanya Jawab Agama 1 Masalah Makanan (Tanya Jawab Agama 1, Masalah Makanan — bagian "Bacaan Mulai Makan")
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sajikan dalam Format