Urutan do'a versi muhammadiyah
☝️ Pertanyaan:
🔹 Bagaimana urutan doa (dzikir dan doa) sesudah shalat menurut Muhammadiyah?
✨️ Jawaban:
🔹 Tuntunan resmi Tarjih memuat urutan ini dalam HPT Kitab Zikir dan Doa, Bab III (Matan Dzikir dan Doa Sesudah Shalat Fardhu). Urutannya sebagai berikut:
- Istighfar 3× — اَسْتَغْفِرُ اللهَ (Astaghfirullaah) [3×]
- Allahumma antas-salaam — اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَاَلْإِكْرَامِ (Allaahumma antas-Salaam, wa minkas-salaam, tabaarakta yaa Dzal-jalaali wal-ikraam)
- Tahlil panjang — Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, biyadihil khairu yuhyii wa yumiit wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir, laa hawla wa laa quwwata illaa billaah, laa ilaaha illallaah, wa laa na'budu illaa iyyaah, lahun-ni'matu wa lahul-fadhlu, wa lahuts-tsanaa'ul hasan, laa ilaaha illallaahu mukhlishiina lahud-diin walau karihal-kaafiruun.
- Allaahumma laa maani'a limaa a'thaita wa laa mu'thiya limaa mana'ta…
- Ayat al-Kursi (Allaahu laa ilaaha illa huwal-hayyul-qayyuum… wa huwal-'aliyyul-'adziim)
- Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik (Ya Allah, tolonglah aku untuk berzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik kepada-Mu)
- Tasbih 33×, Tahmid 33×, Takbir 33×, lalu disempurnakan dengan Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir
- Allaahumma innii a'uudzu bika minal jubni wa a'uudzu bika an uradda ilaa ardzalil-'umuri wa a'uudzu bika min fitnatid-dunya wa a'uudzu bika min 'adzaabil-qabri (berlindung dari sifat pengecut, usia pikun, fitnah dunia, dan siksa kubur)
- Al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas
🔸 Tambahan khusus dua waktu:
🔹 Sesudah Subuh, setelah bacaan nomor 1 dan 2, ditambah tahlil (Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah…) 10× dan Allaahumma ajirnii minan-naar 7×.
🔹 Sesudah Maghrib, setelah bacaan nomor 1 dan 2, ditambah tahlil 10× dan Allaahumma innii as'alukal-jannah, Allaahumma ajirnii minan-naar 7×.
🔸 Urutan di dalam berdoa itu sendiri (adab doa): memuji/mengagungkan Allah → bershalawat kepada Nabi saw → baru menyampaikan permohonan. Dasarnya sabda Nabi saw: "Apabila seseorang di antaramu berdoa, hendaklah ia mulai dengan mengagungkan dan memuji Tuhan yang Maha Agung dan Maha Perkasa, kemudian bershalawat untuk Nabi SAW, kemudian setelah itu berdoa dengan doa yang dikehendaki" (HR Ashabus Sunan, lafal Abu Dawud).
⚠️ Catatan penting: Naskah yang sama menegaskan, "Bacaan zikir dan doa di atas tidak wajib dibaca seluruhnya dan tidak harus berurutan (tertib)." Jadi daftar di atas adalah tuntunan yang berasal dari hadis-hadis Nabi saw, bukan rangkaian wajib yang mengikat urutannya.
⚠️ Mengenai berdoa (permohonan) setelah rangkaian dzikir itu, Tarjih menegaskan hal itu bukan bid'ah, bahkan dianjurkan, dan mengangkat tangan termasuk adabnya.
📚 Dalil:
🔹 عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنْصَرِفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ اللهَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ قَالَ: اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَاَلْإِكْرَامِ — "Adalah Rasulullah SAW, apabila selesai melaksanakan shalatnya beristighfar kepada Allah tiga kali, kemudian mengucapkan: Allaahumma antas-Salaam…" (HR at-Tirmidzi, dinilai hasan sahih)
🔹 Dari Abu Hurairah: barang siapa bertasbih 33×, bertahmid 33×, bertakbir 33× (berjumlah 99), lalu menyempurnakan seratus dengan Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah…, maka dosanya diampuni meskipun sebanyak buih di laut (HR Muslim dan Ahmad)
🔹 Dari Abdur-Rahman bin Ghanm, tentang tahlil 10× sesudah Maghrib dan Subuh sebelum beranjak dari tempat shalat (HR Ahmad)
🔹 "Barang siapa membaca ayat al-Kursi sesudah shalat wajib, dia berada dalam perlindungan Allah hingga shalat berikutnya" (at-Thabarani) — Kitab Zikir Doa
✍️ Perkembangan lintas tahun:
🔹 1999 — Fatwa tentang bid'ah dan sunnah hasanah sudah menyebut rangkaian zikir sesudah shalat dengan bacaan dan urutan tertentu sebagai sesuatu yang berdasar hadis (istighfar 3×, Allahumma anta salaam, tahlil, Allahumma laa maani'a…, lalu tasbih–tahmid–takbir 33×). Fatwa 18 1999 Bid Ah Sunnah Hasanah Dan Sunnah Sayyiah
🔹 2025 — Tanya Jawab Agama menegaskan kembali bahwa berdoa setelah shalat wajib, termasuk sambil mengangkat tangan, bukan bid'ah, dengan merujuk buku Tuntunan Dzikir dan Doa Menurut Putusan Tarjih Muhammadiyah. Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib
🔹 Tidak ada perubahan posisi: urutan dan dasar hukumnya konsisten, hanya penegasan yang semakin eksplisit pada 2025.
⚠️ Beberapa lafal Arab dalam salinan naskah (khususnya doa nomor 8) tampak mengalami gangguan cetak/OCR, sehingga saya cantumkan dalam transliterasi Latin sesuai naskah; untuk lafal persisnya silakan merujuk HPT Kitab Zikir dan Doa atau buku Tuntunan Dzikir dan Doa terbitan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
✅️ Kesimpulan:
🔹 Urutan versi Muhammadiyah: istighfar 3× → Allahumma antas-salaam → tahlil panjang → Allahumma laa maani'a… → ayat al-Kursi → Allahumma a'innii… → tasbih/tahmid/takbir 33× + tahlil penyempurna → doa perlindungan dari sifat pengecut, pikun, fitnah dunia, dan siksa kubur → al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas; dengan tambahan khusus Subuh dan Maghrib, lalu ditutup dengan doa permohonan (didahului pujian dan shalawat) sambil mengangkat tangan. Sifatnya tuntunan, tidak wajib seluruhnya dan tidak harus berurutan.
💎 Sumber:
🔹 Kitab Zikir Doa (HPT Kitab Zikir dan Doa, Bab III–IV)
🔹 Fatwa 18 1999 Bid Ah Sunnah Hasanah Dan Sunnah Sayyiah (1999)
🔹 Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib (2025)
Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.
Naskah yang dirujuk
KITAB SHALAT BAGIAN 02 CARA SHALAT WAJIBKITAB ZIKIR DOA
Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib
Fatwa 18 1999 Bid ah, Sunnah Hasanah dan Sunnah Sayyiah
Fatwa 09 2018 Doa Setelah Khutbah Pertama Shalat Jumat
Tanya Jawab Agama 5 Shalat
Tuntunan Dzikir dan Doa
Fatwa 20 2014 Doa sesudah Shalat Tarawih
Sajikan dalam Format
Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.

