Buakan konsep khutbah Jum'at tidak banyak isi tulisan arabanya baik hadis maupun ayat Al-Qur'an. Buatlah konsep dengan judul tentang waktu yang terlalu berharga
KONSEP KHUTBAH JUM'AT
"Waktu yang Terlalu Berharga"
Disusun sebagai naskah siap dibawakan, dengan porsi teks Arab sengaja dibuat sedikit; dalil-dalil lain ditampilkan dalam terjemahan.
KHUTBAH PERTAMA
Pembuka (hamdalah, syahadah, salawat)
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ.
"Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya."
Ma'asyiral muslimin, jamaah Jum'at yang dirahmati Allah,
Dalam rangkaian khutbah yang singkat ini, izinkan saya mengajak kita semua merenungi sebuah tema yang sering kita ucapkan, namun jarang kita sadari harganya: waktu. Waktu adalah modal yang paling adil dibagikan Allah kepada setiap manusia, tetapi sekaligus paling cepat hilang tanpa terasa. Setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali, dan tidak ada seorang pun yang bisa membelinya kembali dengan harta apa pun.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Nabi Muhammad saw. pernah mengingatkan kita tentang dua nikmat besar yang justru banyak dilupakan manusia. Beliau bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
"Dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang." (HR. al-Bukhari, at-Turmudzi, Ibnu Majah, dan Ahmad) — Fatwa 04 Nikmat Dunia Dan Akhirat
Betapa banyak dari kita yang baru menyadari mahalnya waktu ketika ia sudah nyaris habis. Ketika badan masih sehat, kita menunda amal. Ketika waktu masih lapang, kita menunda kebaikan. Padahal keduanya adalah pemberian, bukan hak milik yang bisa ditawar.
Jamaah Jum'at yang berbahagia,
Dalam Al-Qur'an, Allah menyinggung penyesalan orang yang terlambat menggunakan waktunya. Ia berkata di saat ajalnya tiba:
"Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh." (QS. al-Munafiqun (63): 10) — Fatwa 11 2019 Sedekah Makanan Setelah Shalat Jumat
Ayat ini bukan sekadar kisah. Ia adalah peringatan bagi kita yang masih diberi kesempatan hari ini. Sebab waktu tidak dapat ditunda, dimajukan, atau dimundurkan barang sesaat pun. Allah menegaskan bahwa kehidupan ini adalah ujian: siapa di antara kita yang paling baik amalnya (QS. al-Mulk (67): 2). Maka dunia ini bukan tujuan, melainkan tempat beramal. Dunia adalah tempat beramal saleh; siapa saja yang selama hidupnya banyak melakukan amal saleh, niscaya Allah akan memberikan balasan surga baginya (QS. an-Nahl (16): 97) — Keputusan 229 2026 Fikih Takziah Dan Kematian 02 Bab I Kesadaran Terhadap Kemati
Hadirin yang dirahmati Allah,
Teladan terbaik dalam menghargai waktu adalah Rasulullah saw. Beliau terkenal sebagai pribadi yang sangat disiplin dan sangat menjaga waktu, terutama dalam mengerjakan shalat-shalat wajib. Beliau membagi waktunya sedemikian rupa sehingga ada waktu untuk tidur, ada waktu untuk beribadah, ada waktu untuk istirahat, dan seterusnya. Beliau pun pernah menegur sahabat yang ingin menandingi ibadah beliau dengan berpuasa setiap hari dan bangun setiap malam untuk beribadah — karena keseimbangan hidup itulah yang beliau contohkan (Fatwa 48 2004 Kesehatan Rasulullah Saw).
Dari sini kita belajar dua hal. Pertama, waktu yang berharga harus dikelola, bukan dibiarkan mengalir tanpa arah. Kedua, menjaga kesehatan adalah bagian dari cara kita menghargai waktu, sebab badan yang sehat adalah sarana beramal. Karena itu, seseorang dituntut memelihara kesehatan, dan bila sakit ia wajib berobat menurut kemampuannya dengan cara yang benar — sebab ikhtiar manusia itu suatu keharusan yang tidak boleh dilalaikan, sementara batas umur tetap menjadi ketentuan Allah (Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Sesudah Shalat).
Jamaah Jum'at yang dirahmati Allah,
Mari kita renungkan: berapa banyak waktu kita habis untuk hal yang tidak bernilai? Berapa banyak kesempatan beramal yang kita tunda dengan kata "nanti"? Padahal kata "nanti" adalah kata yang paling sering menipu manusia.
Maka mulai hari ini, mari kita isi waktu dengan yang bermanfaat: menegakkan shalat pada waktunya, memperbanyak dzikir dan doa, menuntut ilmu, bekerja dengan jujur, membantu sesama, dan berbakti kepada orang tua. Waktu yang kita pakai untuk kebaikan tidak akan pernah sia-sia.
Penutup khutbah pertama:
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. al-Ahzab (33): 56) — Fatwa 26 2014 Khutbah Jumat Berbahasa Indonesia
[Khatib duduk sejenak]
KHUTBAH KEDUA
Pembuka:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ.
Ma'asyiral muslimin, jamaah Jum'at yang dirahmati Allah,
Setiap khutbah yang tidak memuat syahadat di dalamnya ibarat tangan yang terpotong — demikianlah peringatan Nabi saw. dalam riwayat Ahmad. Maka jagalah tauhid dalam hati, lisan, dan perbuatan kita, sebab itulah pondasi seluruh amal.
Hadirin yang berbahagia,
Kita telah mendengar bahwa waktu adalah nikmat yang paling cepat lenyap. Karena itu, izinkan saya menutup khutbah ini dengan tiga hal yang bisa kita amalkan:
Pertama, jadikan setiap waktu shalat sebagai batas disiplin harian kita. Rasulullah saw. sangat menjaga waktu shalat; maka janganlah kita menunda shalat karena pekerjaan atau kesibukan dunia.
Kedua, isi waktu luang dengan amal yang bermanfaat, sebab waktu luang adalah nikmat yang banyak disia-siakan manusia. Sekecil apa pun amal yang kita kerjakan dengan ikhlas, tidak ada yang terlewat dari catatan Allah.
Ketiga, jangan menunda kebaikan. Sedekah, ilmu yang bermanfaat, dan mendidik anak menjadi anak saleh adalah amal yang pahalanya tidak terputus, bahkan setelah kita meninggal dunia (Tanya Jawab Agama 2 Masalah Janazah). Inilah cara kita memuliakan waktu yang telah Allah titipkan.
Doa penutup:
Ya Allah, jadikanlah sisa umur kami penuh dengan amal yang Engkau ridhai. Berilah kami kesehatan dan waktu luang yang Engkau jadikan jalan menuju kebaikan. Bimbinglah kami agar tidak menunda amal, tidak menyia-nyiakan waktu, dan tidak tertipu oleh kesenangan yang hanya sesaat. Ya Allah, terimalah amal kami, ampunilah dosa kami, dan kumpulkanlah kami bersama orang-orang yang Engkau cintai.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
"Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
Penutup:
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ. إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ.
[Khatib menutup dengan ajakan mendirikan shalat dan imam memimpin iqamah]
📚 Sumber yang dipakai
- 🔹 Fatwa 04 Nikmat Dunia Dan Akhirat (2007) — hadis "dua kenikmatan: kesehatan dan waktu luang"
- 🔹 Fatwa 48 2004 Kesehatan Rasulullah Saw (2004) — kedisiplinan Rasulullah saw. dan pembagian waktunya
- 🔹 Keputusan 229 2026 Fikih Takziah Dan Kematian 02 Bab I Kesadaran Terhadap Kemati (2026, Keputusan PP Muhammadiyah No. 229/KEP/1.0/B/2026) — dunia tempat beramal saleh; kematian tidak dapat ditunda
- 🔹 Fatwa 11 2019 Sedekah Makanan Setelah Shalat Jumat (2019) — QS. al-Munafiqun (63): 10
- 🔹 Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Sesudah Shalat — umur sebagai ketentuan Allah dan kewajiban ikhtiar menjaga kesehatan
- 🔹 Tanya Jawab Agama 2 Masalah Janazah — tiga amal yang tidak terputus pahalanya
- 🔹 Fatwa 26 2014 Khutbah Jumat Berbahasa Indonesia (2014) — fungsi khutbah: tandzir (peringatan), tausiyah (nasihat), tadzkir (penyadaran), tabsyir (kabar gembira); bagian pembuka (hamdalah, syahadah, salawat) tetap berbahasa Arab
- 🔹 Fatwa 18 2003 Beberapa Persoalan Tentang Imam Dan Khutbah Jum At Sm No 22 2003 (2003) — rukun khutbah pertama dan kedua sama; ayat yang biasa dibaca dalam khutbah (Ali Imran 3:102, an-Nisa 4:1, al-Ahzab 33:70); khutbah panjang dengan shalat singkat bukan bid'ah
- 🔹 Fatwa 20 2016 Ceramah Sebelum Khutbah Jumat (2016) — tata cara Jum'at mengikuti praktik Nabi saw.
- 🔹 Tanya Jawab Agama 4 Masalah Shalat Jumat — khutbah merupakan rangkaian shalat Jum'at
✍️ Catatan penyusunan
- 🔸 Sesuai permintaan, porsi teks Arab dibuat seminimal mungkin: hanya bagian pembuka khutbah (hamdalah, syahadah, salawat), satu hadis pendek, dan beberapa kutipan singkat. Dalil lainnya disampaikan dalam terjemahan.
- 🔸 Bagian pembuka khutbah tetap menggunakan bahasa Arab mengikuti contoh Nabi saw., sementara isi khutbah dapat disampaikan dalam bahasa yang mudah dipahami jamaah — sebagaimana ditegaskan dalam Fatwa 26 2014 Khutbah Jumat Berbahasa Indonesia.
- 🔸 Kutipan ayat QS. al-Mulk (67): 2, QS. an-Nahl (16): 97, dan QS. al-Munafiqun (63): 10 diambil dari naskah khazanah yang dibaca; teks Arab yang ditampilkan hanya sebatas yang termuat dalam sumber yang telah dibaca.
✅️ Kesimpulan
🔹 Waktu adalah nikmat yang paling cepat berlalu dan paling banyak dilupakan manusia; karena itu ia harus diisi dengan amal saleh, dijaga dengan disiplin ibadah, dan tidak ditunda-tunda, sebab ajal tidak dapat dimajukan maupun dimundurkan.
Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.
Naskah yang dirujuk
Fatwa 04 Nikmat Dunia dan AkhiratWirid
Fatwa 48 2004 kesehatan rasulullah saw
Amal shalih
Fatwa 26 2014 Khutbah Jumat Berbahasa Indonesia
Fatwa 18 2003 beberapa persoalan tentang imam dan khutbah jum at (SM No 22 2003)
Fatwa 20 2016 Ceramah Sebelum Khutbah Jumat
Tanya Jawab Agama 4 Masalah Shalat Jumat
Fatwa 11 2019 Sedekah Makanan Setelah Shalat Jumat
Amal saleh
Keputusan 229 2026 Fikih Takziah dan Kematian 02 Bab I Kesadaran Terhadap Kematian
Tanya Jawab Agama 3 Masalah Shalat Jumat
Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Sesudah Shalat
Sajikan dalam Format
Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.

