Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 10:08 WIB

Kalau salat di pesawat, kiblatnya ikut arah hidung pesawat atau arah Ka'bah yang terus bergeser?

☝️ Pertanyaan:

🔹 Kalau salat di pesawat, kiblatnya mengikuti arah hidung pesawat atau terus disesuaikan dengan arah Ka'bah yang bergeser?

✨️ Jawaban:

🔹 Kewajiban menghadap kiblat itu asalnya mutlak. Keputusan Tarjih Ke-27 Pedoman Hisab Muhammadiyah Bab II Arah Kiblat menegaskan: "Berdasarkan ayat-ayat al-Quran maupun hadis di atas, para ulama sepakat bahwa menghadap ke Baitullah hukumnya wajib bagi orang yang melakukan salat." — Keputusan Tarjih Ke 27 Pedoman Hisab Muhammadiyah Bab Ii Arah Kiblat

🔹 Namun untuk salat di dalam kendaraan yang sedang berjalan, HPT memberi ketentuan khusus. Naskah KITAB SHALAT BAGIAN 09 TUNTUNAN SALAT LIMA WAKTU menyatakan:

"Orang yang salat dalam pesawat, kereta api atau angkutan umum yang sedang berjalan, maka ketika mulai salat cukup menghadap sesuai dengan arah kursinya dalam kendaraan itu dan salat menghadap ke arah mana pun sesuai duduknya. Hal itu karena menyerongkan duduk di atas kursi hanya untuk menghadap ke kiblat adalah menyulitkan dan ini tidak sejalan dengan asas pelaksanaan agama yang memberi kemudahan. Nabi saw sendiri terkadang salat di atas kenderaannya mengikuti arah ke mana kendaraan itu menghadap." — Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu

🔹 Jadi rumusan "ikut arah hidung pesawat" itu tidak persis redaksi naskahnya. Yang ditetapkan naskah adalah: cukup menghadap sesuai arah kursi tempat ia duduk, dan salat menghadap ke arah mana pun sesuai duduknya, karena memaksa menyerong di kursi dinilai menyulitkan.

🔹 Untuk kapal laut, naskah yang sama memberi ketentuan yang lebih ketat, dan ini perlu dibedakan dari kasus pesawat:

"Orang yang sedang naik kapal laut dan hendak salat (jika arah kiblat diketahui), maka hendaklah ketika memulai salat menghadap ke kiblat sesuai dengan perintah umum menghadap kiblat dalam salat seperti dikutip di atas. Kemudian apabila kapal berbelok saat orang itu sedang mengerjakan salat, maka ia tidak perlu membetulkan arahnya lagi. Artinya ia tetap salat dengan terus menghadap ke arah semula meskipun kapalnya telah berbelok haluan. Ia tidak perlu membelokkan arah berdirinya karena penumpang tidak tahu bahwa kapal itu membelok dan berapa besar (berapa derajat) belokannya, dan itu tentu akan menyulitkan sementara agama itu asasnya adalah kemudahan." — Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu

🔹 Mengenai arah yang "terus bergeser" selama perjalanan, naskah tidak memerintahkan pembetulan arah di tengah salat; yang dinyatakan justru sebaliknya — "ia tidak perlu membetulkan arahnya lagi".

🔹 Bila memungkinkan berhenti, itu yang diutamakan:

"Orang yang menaiki kendaraan pribadi atau menyewa kendaraan yang dapat diatur pemberhentiannya apabila hendak salat, maka ia hendaknya berhenti dan mencari tempat salat seperti di masjid atau di musala yang terdapat di SPBU dan mengerjakan salat secara normal, yaitu menghadap ke kiblat. Akan tetapi apabila ia sangat terburu-buru, misalnya hendak mengejar keberangkatan kereta api atau pesawat di mana tidak cukup waktu untuk berhenti, maka ia salat dalam kendaraan dengan cara seperti terdahulu." — Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu

📚 Dalil:

🔹 Perintah menghadap Masjidil Haram:

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى ٱلسَّمَآءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَىٰهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُۥ

"Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya." [QS al-Baqarah (2): 144] — Keputusan Tarjih Ke 27 Pedoman Hisab Muhammadiyah Bab Ii Arah Kiblat

🔹 Hadis Anas ibn Mālik yang dikutip sebagai dasar keringanan pada kendaraan:

ﻋَﻦْ أَﻧَﺲِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﻗَﺎلَ ﻛَﺎنَ رَﺳُﻮلُ اﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳَﻠَّﻢَ إِذَا أَرَادَ أَنْ ﻳُﺼَﻠِّﻲَ ﻋَﻠَﻰ رَاﺣِﻠَﺘِﻪِ ﺗَﻄَﻮُّﻋًﺎ اﺳْﺘَﻘْﺒَﻞَ اﻟْﻘِﺒْﻠَﺔَ ﻓَﻜَﺒَّﺮَ ﻟِﻠﺼَّﻼَةِ ﺛُﻢَّ ﺧَﻠَّﻰ ﻋَﻦْ رَاﺣِﻠَﺘِﻪِ ﻓَﺼَﻠَّﻰ ﺣَﻴْﺜُﻤَﺎ ﺗَﻮَﺟَّﻬَﺖْ ﺑِﻪِ

"Dari Anas Ibn Mālik [diriwayatkan] bahwa ia berkata: Adalah Rasulullah saw apabila hendak mengerjakan salat sunat di atas kendaraannya beliau menghadap ke kiblat, lalu bertakbir untuk salat kemudian melepaskan kendaraan (unta)-nya (membiarkannya berjalan), kemudian terus salat ke arah mana kendaraannya menuju [HR Aḥmad]." — Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu

✍️ Catatan:

🔹 Naskah HPT ini tidak memerinci bagaimana bila di dalam pesawat justru tersedia ruang dan waktu untuk menghadap kiblat dengan tepat; yang dibahas adalah salat di kursi kendaraan yang sedang berjalan.

🔹 Perlu dibedakan dua hal: (a) apa yang tertulis dalam putusan — cukup menghadap arah kursi bagi pesawat/kereta/angkutan umum, dan tidak membetulkan arah bila kapal berbelok; (b) rumusan "ikut arah hidung pesawat" — itu bukan redaksi naskah, melainkan cara pembaca menyimpulkan.

🔹 Fatwa 34 tahun 1998 tentang Arah Kiblat yang Benar membahas penentuan sudut arah kiblat secara hisab untuk tempat yang menetap seperti masjid (misalnya Kotagede 24°42′, Prambanan 24°40′, Wonosari 24°42′), bukan kiblat dalam kendaraan yang bergerak — Fatwa 34 1998 Arah Kiblat Yang Benar.

🔹 Arsip yang berhasil saya telusuri tidak mencantumkan tahun untuk naskah Kitab Shalat Bagian 09 dan Keputusan Tarjih Ke-27, sehingga pertumbuhan posisi lintas tahun tidak dapat saya tunjukkan untuk dua naskah itu.

🔹 Untuk kasus perjalanan yang rumit (misalnya salat fardu berjamaah di pesawat, atau waktu salat melewati beberapa zona), sebaiknya dikonsultasikan kepada Majelis Tarjih.

✅️ Kesimpulan:

🔹 Bukan "mengikuti hidung pesawat" sebagai prinsip, dan bukan pula membetulkan arah terus-menerus. Ketentuan HPT: ketika mulai salat di pesawat/kereta/angkutan umum yang berjalan, cukup menghadap sesuai arah kursi; selama kendaraan berbelok, arah tidak perlu dibetulkan. Jika ada kesempatan berhenti dan salat menghadap kiblat secara normal, itulah yang diutamakan.

💎 Sumber:

🔹 Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu (Bagian 33, 34, 36, 38 — tahun tidak tercatat pada arsip)

🔹 Keputusan Tarjih Ke 27 Pedoman Hisab Muhammadiyah Bab Ii Arah Kiblat (Keputusan Tarjih Ke-27, Bab II Arah Kiblat)

Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.

Sajikan dalam Format

Hari ini, jam 11:31 WIB

Buat jawab ringkas

☝️ Pertanyaan:

🔹 Salat di pesawat: kiblat ikut arah hidung pesawat atau mengikuti Ka'bah yang bergeser?

✨️ Jawaban:

🔹 Keduanya bukan rumusan naskahnya. HPT menetapkan: ketika mulai salat di pesawat, kereta, atau angkutan umum yang sedang berjalan, "cukup menghadap sesuai dengan arah kursinya dalam kendaraan itu dan salat menghadap ke arah mana pun sesuai duduknya," karena menyerongkan duduk di kursi hanya untuk menghadap kiblat dinilai menyulitkan, sedangkan asas pelaksanaan agama adalah kemudahan.

🔹 Saat kendaraan berbelok di tengah salat, arah tidak perlu dibetulkan. Untuk kapal laut naskah menyatakan: "apabila kapal berbelok saat orang itu sedang mengerjakan salat, maka ia tidak perlu membetulkan arahnya lagi... Ia tidak perlu membelokkan arah berdirinya karena penumpang tidak tahu bahwa kapal itu membelok."

🔹 Bila ada kesempatan berhenti, itu yang diutamakan: berhenti dan salat menghadap kiblat secara normal; salat di kendaraan baru ditempuh bila memang tidak cukup waktu.

📚 Dalil:

🔹 قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى ٱلسَّمَآءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَىٰهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُۥ — "Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya." (QS al-Baqarah: 144) — Keputusan Tarjih Ke 27 Pedoman Hisab Muhammadiyah Bab Ii Arah Kiblat

🔹 Hadis Anas ibn Mālik: Nabi saw bila hendak salat sunat di atas kendaraannya menghadap kiblat lalu bertakbir, kemudian membiarkan kendaraannya berjalan dan terus salat ke arah mana kendaraannya menuju [HR Aḥmad] — Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu

✍️ Catatan:

🔹 "Ikut arah hidung pesawat" bukan redaksi sumber, melainkan cara pembaca menyimpulkan. Naskah juga tidak memerinci kasus bila di pesawat tersedia ruang dan waktu untuk menghadap kiblat secara tepat.

✅️ Kesimpulan:

🔹 Cukup menghadap sesuai arah kursi saat memulai salat; tidak perlu membetulkan arah terus-menerus selama kendaraan berbelok. Berhenti dan salat menghadap kiblat tetap yang diutamakan bila memungkinkan.

💎 Sumber:

🔹 Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu

🔹 Keputusan Tarjih Ke 27 Pedoman Hisab Muhammadiyah Bab Ii Arah Kiblat

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format

Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.

Kalau salat di pesawat, kiblatnya ikut arah hidung pesawat atau arah Ka'bah yang terus bergeser? — ChatHPT