cara menjelas ke orang awam tentang muhammadiyah agar mereka tertarik
Pertanyaan:
🔹 Cara menjelaskan Muhammadiyah kepada orang awam agar mereka tertarik.
Jawaban:
🔹 Dalam arsip Tarjih, identitas Muhammadiyah dirumuskan secara ringkas dan bisa dijadikan "pintu masuk" percakapan dengan orang awam: "Muhammadiyah adalah gerakan Islam dakwah amar makruf nahi mungkar dan tajdid" — Kitab Zakat Bagian 02 Lampiran Zakat Profesi. Dua kata kunci inilah yang paling mudah ditangkap orang awam:
🔸 Amar makruf nahi munkar — mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran, bukan sekadar ibadah ritual.
🔸 Tajdid — pembaharuan, yang oleh Muhammadiyah dimaknai dua arah sekaligus: pemurnian (menjaga kemurnian ajaran) dan dinamisasi (pengembangan pemahaman sesuai perkembangan zaman) — Fikih Muhammadiyah Bagian O Manhaj.
🔹 Yang biasanya paling menarik bagi orang awam adalah sisi amal nyata, bukan perdebatan dalil. Fatwa Tarjih sendiri menyebut bahwa Muhammadiyah "berdakwah bil-hal yang diwujudkan dengan pendirian masjid, sekolah, dan amal usaha lainnya", dan menyarankan agar dakwah "mengedepankan dakwah kultural (dakwah bil-hikmah) sesuai dengan wisdom dan kultur masyarakat setempat" — Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 04 16 29 Februari Dapatkah Muhammadiyah Berkembang Dengan Perbeda. Jadi mulai dari hal yang kasat mata: masjid, sekolah, rumah sakit, panti asuhan.
🔹 Sebagai latar yang menyentuh hati, arsip mencatat bahwa gerakan amal Muhammadiyah diilhami surat al-Ma'un — Surat Al Maun. Ini bisa dipakai untuk menjelaskan mengapa Muhammadiyah identik dengan kerja sosial: kepedulian kepada anak yatim dan kaum lemah.
🔹 Bila muncul pertanyaan soal mazhab, arsip memberi rumusan yang lembut dan tidak menyerang: Muhammadiyah tidak bermazhab dalam arti tidak mengikatkan diri pada satu mazhab tertentu, tetapi juga bukan anti-mazhab, serta tidak membenarkan taklid dan mengajak warganya menjadi muttabi' (mengikuti pendapat dengan mengetahui dalilnya) — Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 04 16 29 Februari Dapatkah Muhammadiyah Berkembang Dengan Perbeda.
🔹 Salah satu ciri yang bisa diangkat sebagai daya tarik, menurut arsip, adalah "Islam berkemajuan", yang salah satu karakteristiknya adalah menghidupkan ijtihad dan tajdid (ihya' al-ijtihad wa al-tajdid) — Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 04 16 29 Februari Dapatkah Muhammadiyah Berkembang Dengan Perbeda.
Dalil:
🔹 QS Ali 'Imran (3): 103, tentang berpegang pada tali Allah dan menjaga persatuan, dikutip dalam fatwa di atas:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
🔹 QS An-Nisa (4): 59, tentang mengembalikan perselisihan kepada Allah dan Rasul:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
— Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 04 16 29 Februari Dapatkah Muhammadiyah Berkembang Dengan Perbeda
Catatan:
✍️ Arsip menyebut Muhammadiyah merumuskan ciri "Islam berkemajuan" dalam lima karakteristik, namun dari halaman yang saya baca baru dipastikan satu karakteristik (menghidupkan ijtihad dan tajdid). Untuk daftar lengkap kelima karakteristik, saya belum menemukan rinciannya dalam bagian yang berhasil ditelusuri. Selebihnya, ini bukan fatwa tentang cara berdakwah yang mengikat, melainkan bahan dari naskah Tarjih yang bisa dipakai sebagai kerangka menjelaskan Muhammadiyah.
Kesimpulan:
🔹 Jelaskan Muhammadiyah mulai dari identitas sederhananya — gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar dan tajdid — lalu tunjukkan wujud nyatanya (masjid, sekolah, rumah sakit, gerakan amal yang berakar pada surat al-Ma'un), dan sampaikan dengan pendekatan dakwah kultural yang sesuai kultur setempat serta tanpa menyerang keyakinan orang lain.
Sumber:
🔹 Kitab Zakat Bagian 02 Lampiran Zakat Profesi
🔹 Fikih Muhammadiyah Bagian O Manhaj
🔹 Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 04 16 29 Februari Dapatkah Muhammadiyah Berkembang Dengan Perbeda (2024)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sajikan dalam Format
coba kamu seakan akan jadi yang sedang menjelaskan
Baik, saya coba menjelaskan seperti orang yang sedang mengajak bicara langsung. Anggap saja kita duduk berhadapan, dan ini yang saya sampaikan.
"Coba bayangkan begini. Kalau ada seorang yang mengaku Muslim, lalu kita tanya: 'Apa ajaran Islam itu sebenarnya?' Banyak orang akan menjawab: shalat, puasa, zakat, haji. Betul, tapi belum selesai. Karena Islam itu, kata al-Qur'an, tidak berhenti di ruang ibadah pribadi. Ia harus keluar — menolong anak yatim, mengangkat orang miskin, membangun sekolah, mendirikan rumah sakit.
Nah, di situlah Muhammadiyah berdiri. Dan itu tergambar jelas dari namanya dalam Anggaran Dasar. Muhammadiyah menyebut dirinya 'gerakan Islam dakwah amar makruf nahi mungkar dan tajdid' — mengajak pada kebaikan, mencegah kemungkaran, dan memperbarui pemahaman." — Keputusan Tarjih Ke 27 Fikih Tata Kelola Bab Ii Tata Kelola Persyarikatan
"Perhatikan dua kata kunci itu, karena inilah yang paling mudah orang pahami.
Pertama, amar makruf nahi mungkar. Dalam naskah Tarjih, dakwah ini ditegaskan bukan sekadar pekerjaan segelintir orang. Ia 'wajib 'ain' — kewajiban setiap orang per orang — dan sekaligus 'wajib kifayah', yang dilakukan secara organisasi. Ambil contoh dari sabda Nabi yang dikutip di situ: 'Balligū 'annī wa lau āyah' — 'Sampaikan apa yang kau terima dariku, meskipun hanya satu ayat.' Artinya, kamu pun bagian dari dakwah itu." — Keputusan Tarjih Ke 27 Tuntunan Seni Budaya Islam Bab Ix Peran Muhammadiyah Seba
"Kedua, tajdid — pembaruan. Tapi jangan salah paham: tajdid di Muhammadiyah bukan mengganti agama. Ia punya dua sisi sekaligus. Satu sisi menarik kembali ke asal — pemurnian, membersihkan akidah dan ibadah dari hal-hal yang tidak ada tuntunannya. Sisi lain mendorong ke depan — dinamisasi, mengembangkan pemahaman dalam urusan keduniaan: pemikiran, politik, ekonomi, sosial, pendidikan, kebudayaan." — Fikih Muhammadiyah Bagian O Manhaj
"Maka kalau saya harus menjelaskan ke orang awam agar tertarik, saya tidak akan mulai dari perdebatan dalil. Saya akan mulai dari hal yang bisa mereka lihat sendiri.
Sejak lahirnya tahun 1912, dibidani K.H. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah bergerak pada amal nyata: masjid, sekolah, rumah sakit, panti asuhan, dan amal usaha lainnya. Tarjih sendiri menyebut bahwa Muhammadiyah 'berdakwah bil-hal yang diwujudkan dengan pendirian masjid, sekolah, dan amal usaha lainnya.' Inilah yang paling gampang dicerna siapa pun: kalau mau tahu Muhammadiyah, lihat sekolahnya, lihat rumah sakitnya, lihat panti asuhannya." — Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 04 16 29 Februari Dapatkah Muhammadiyah Berkembang Dengan Perbeda
"Dan ini yang menyentuh hati: gerakan sosial itu bukan proyek organisasi semata. Ia berakar pada surat al-Ma'un — surat yang menghardik orang yang shalat tapi menelantarkan anak yatim dan orang miskin. Naskah Tarjih menyebut 'surat al-Maun yang menjadi inspirasi gerakan amal di Muhammadiyah.' Jadi dari titik itu, kepedulian sosial bukan pelengkap — ia justru wajah iman." — Surat Al Maun
"Lalu bagaimana kalau ada yang bertanya soal mazhab, karena ini yang sering jadi ganjalan? Di sini saya akan jelaskan dengan lapang. Muhammadiyah tidak mengikatkan diri pada satu mazhab tertentu, tetapi juga bukan anti-mazhab. Pendapat para imam mazhab tetap dipertimbangkan secara proporsional. Yang tidak dibenarkan adalah taklid — mengikuti pendapat tanpa tahu dalilnya. Muhammadiyah mengajak warganya jadi muttabi' — mengikuti pendapat dengan mengetahui dalilnya. Yang menarik, sikap ini justru diilhami perkataan para imam sendiri. Imam Syafi'i berkata: 'Apabila kalian menemukan pendapat di dalam kitabku yang bertentangan dengan sunah Rasulullah, maka ambillah sunah tersebut dan tinggalkan pendapatku.' Itu bukan kata Muhammadiyah, itu kata Imam Syafi'i sendiri." — Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 04 16 29 Februari Dapatkah Muhammadiyah Berkembang Dengan Perbeda
"Terakhir, inilah yang bisa jadi daya tarik: Muhammadiyah merumuskan ciri 'Islam berkemajuan' dalam lima karakteristik. Salah satunya adalah Ihya' al-Ijtihad wa al-Tajdid — menghidupkan ijtihad dan pembaruan. Maksudnya, Islam tidak dibawa mundur ke belakang, tapi dibawa maju menjawab zaman. Dan penyampaiannya pun harus santun — naskahnya menyebut agar 'mengedepankan dakwah kultural sesuai dengan wisdom dan kultur masyarakat setempat.' Jadi cara mengajaknya pun tidak menyerang, tidak merasa paling benar, tapi merangkul." — Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 04 16 29 Februari Dapatkah Muhammadiyah Berkembang Dengan Perbeda
Catatan:
✍️ Ini saya susun sebagai rangkaian penjelasan dari naskah-naskah Tarjih yang saya baca, bukan fatwa resmi tentang "cara berdakwah." Satu hal yang saya sebut tiga ciri — mazhab, amal sosial, dan Islam berkemajuan — tapi naskah hanya memastikan satu dari lima karakteristik "Islam berkemajuan" (menghidupkan ijtihad dan tajdid). Untuk keempat karakteristik lainnya, saya belum menemukan rinciannya dalam bagian yang berhasil ditelusuri, jadi saya tidak mengarangnya.
Kesimpulan:
🔹 Kalau harus menjelaskan agar orang tertarik: mulai dari identitasnya yang sederhana — gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar dan tajdid — lalu tunjukkan bukti nyatanya (masjid, sekolah, rumah sakit), jelaskan akarnya pada surat al-Ma'un, dan tutup dengan jiwa "Islam berkemajuan" yang mengajak dengan cara yang santun, bukan menyerang.
Sumber:
🔹 Keputusan Tarjih Ke 27 Fikih Tata Kelola Bab Ii Tata Kelola Persyarikatan
🔹 Keputusan Tarjih Ke 27 Tuntunan Seni Budaya Islam Bab Ix Peran Muhammadiyah Seba
🔹 Fikih Muhammadiyah Bagian O Manhaj
🔹 Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 04 16 29 Februari Dapatkah Muhammadiyah Berkembang Dengan Perbeda (2024)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sajikan dalam Format
Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.