Hukum membaca taawudz sebelum surat saat solat
Hukum Membaca Ta'awudz Sebelum Surat dalam Salat
☝️ Pertanyaan:
🔹 Bagaimana hukum dan tata cara membaca ta'awudz (istiadzah, permohonan perlindungan kepada Allah) sebelum membaca surat dalam salat?
✨️ Jawaban:
🔹 Membaca ta'awudz dalam salat dituntunkan, dibaca sesudah doa iftitah dan sebelum basmalah serta al-Fatihah, dilakukan secara sir (pelan) dan pada setiap rakaat. Ini adalah rumusan Kitab Salat hasil Musyawarah Nasional Tarjih ke-29:
"Sesudah membaca iftitah kemudian bacalah taawuz (istiazah) atau ucapan menyatakan berlindung kepada Allah swt dari segala kejahatan makhluk yang terkutuk. Rasulullah saw, setelah membaca doa iftitah dan sebelum membaca basmalah dalam salat, membaca taawuz (memohon perlindungan kepada Allah swt)."
— judul bagian: "6. Membaca Taawuz (Istiazah) Secara Sir"
🔹 Tarjih juga menegaskan bahwa istiadzah dibaca pada setiap rakaat, bukan hanya rakaat pertama:
"Tidak cukup satu istiazah tetapi dalam setiap rakaat harus beristiazah."
Lafal yang dituntunkan antara lain:
- أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ — A'ūżu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm
- atau dengan tambahan: أَعُوذُ بِاللهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ — min hamzihi wa nafkhihi wa nafśih.
Perkembangan posisi Tarjih:
🔸 Tanya Jawab Agama 2 — Menjawab pertanyaan apakah ta'awudz dibaca jahr. Tarjih menyatakan:
"Dari dasar-dasar yang disebutkan di muka tidak ada keterangan bahwa Nabi membaca ta'awwudz itu dengan keras baik dalam shalat jahr maupun sir, maka dapat diambil pengertian bahwa bacaan itu tidak keras tetapi bacaan itu dapat diketahui orang lain."
🔸 Tanya Jawab Agama 3 — Menjawab pertanyaan bacaan ta'awudz pada salat jahr, apakah dibaca jahr dan pada rakaat berikutnya. Tarjih menyatakan:
"…tidak dijelaskan hal itu, mengingat pada dalil-dalil yang dijadikan sandaran untuk menentukan hal itu tidak disebutkan apakah bacaan ta'awwudz itu jahr atau sir. Juga apakah bacaan ta'awwudz itu hanya pada rakaat pertama atau pada rakaat berikutnya…"
"…Melihat dalil itu, menunjukkan bacaan ta'awwudz juga dibaca pada rakaat seterusnya di kala membaca surat Al-Fatihah. Dan dalil-dalil yang dikemukakan di atas tidak didapati petunjuk bacaan ta'awwudz itu keras atau sir."
🔸 Kitab Salat Bagian 09 (Munas Tarjih ke-29) — Inilah rumusan terbaru dan paling tegas. Apa yang pada TJA 2 dan TJA 3 masih dipaparkan sebagai hal yang "tidak didapati petunjuknya" dalam dalil, di sini ditetapkan menjadi tuntunan praktik: judul bagiannya secara eksplisit "Membaca Taawuz (Istiazah) Secara Sir", dan ditegaskan dibaca pada setiap rakaat. Dasar yang dipakai adalah keumuman perintah surah an-Nahl (16): 98, bukan kesimpulan dari kesenyapan dalil.
📚 Dalil:
🔹 Firman Allah surah an-Nahl (16): 98:
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
(Terjemahan sumber: "Apabila kamu akan membaca al-Qur'an hendaklah kamu memohon perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk.") — Tanya Jawab Agama 3 Masalah Bacaan Dalam Shalat, Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu
🔹 Riwayat tentang lafal ta'awudz Nabi dan para sahabat:
"Dalam HPT disebutkan penukilan dari riwayat Abu Sa'id Al Khudriy yang tersebut dalam kitab Al-Muhadzdzab, bahwa Nabi saw di kala membaca ta'awwudz itu membaca bacaan 'A'uudzubillahi minasysyaithaanirrajiem'." — Tanya Jawab Agama 3 Masalah Bacaan Dalam Shalat
✍️ Catatan:
🔹 Perlu dibedakan tiga hal. (1) Isi putusan: tuntunan membaca ta'awudz sesudah iftitah, sebelum basmalah dan al-Fatihah, secara sir, pada setiap rakaat. (2) Paparan penjelasan pada TJA 2 dan TJA 3 yang mencatat bahwa dalil-dalil yang dipakai tidak merinci apakah jahr atau sir dan apakah hanya rakaat pertama — ini adalah keterangan tentang dalil, bukan penetapan hukum longgar. (3) Rangkuman di atas. Rumusan praktiknya sendiri justru datang dari keumuman perintah surah an-Nahl, sebagaimana ditegaskan pada bagian 6 Kitab Salat.
✅️ Kesimpulan:
🔹 Ta'awudz dibaca sesudah doa iftitah, sebelum basmalah dan al-Fatihah, secara sir (pelan, tidak dikeraskan), dan dilakukan pada setiap rakaat.
💎 Sumber:
🔹 Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu (Keputusan Munas Tarjih ke-29, Kitab Salat bagian 09)
🔹 Tanya Jawab Agama 2 Masalah Bacaan Dan Gerakan Dalam Shalat (pertanyaan nomor 4)
🔹 Tanya Jawab Agama 3 Masalah Bacaan Dalam Shalat (pertanyaan nomor 5)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sajikan dalam Format
Apakah ada tahiyat awal saat tahajud dan apakah membaca surat pendek dan iftitah saat tahajud
Tahiyat Awal dan Bacaan Surat serta Iftitah dalam Salat Tahajud
☝️ Pertanyaan:
🔹 Apakah salat tahajud memakai tahiyat awal? Apakah dalam tahajud dibaca surat pendek dan iftitah?
✨️ Jawaban:
🔹 Ada dua hal yang perlu dibedakan: doa iftitah (bacaan pembuka setelah takbiratul ihram) dan salat iftitah (dua rakaat ringan pembuka salat malam). Keduanya berbeda, dan keduanya dibahas dalam arsip.
1. Tahiyat awal dalam salat tahajud
🔹 Salat tahajud empat rakaat tidak memakai tahiyat awal. Bila dikerjakan 4-4-3, rakaat dilakukan langsung, dan tasyahud baru pada rakaat terakhir (keempat) lalu salam. Fatwa 27/2020 menegaskan:
"Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksanaan salat tahajud 4-4-3 tersebut dikerjakan secara langsung tanpa disertai duduk tasyahud awal di rakaat kedua."
— Fatwa 27 2020 Tata Cara Salat Tahajud
2. Bacaan surat dan doa iftitah
🔹 Pada rakaat pertama dibaca doa iftitah, lalu al-Fatihah, lalu surah pilihan; pada rakaat-rakaat berikutnya dibaca al-Fatihah dan surah pilihan:
"Pada rakaat pertama, dimulai dengan membaca doa iftitah, kemudian surah al-Fatihah, lalu surah al-Quran pilihan. Adapun pada rakaat kedua dan seterusnya, dibaca surah al-Fatihah dan surah al-Quran pilihan."
— Fatwa 27 2020 Tata Cara Salat Tahajud
🔹 Soal panjang atau pendeknya surah, bergantung dikerjakan sendiri atau berjamaah:
"Adapun tentang membaca dengan bacaan panjang ketika salat tahajud, jika salat tahajud dikerjakan sendirian, maka sangat bagus untuk memperpanjang bacaan salatnya… Namun jika salat tahajud dikerjakan secara berjamaah, hendaknya menyesuaikan bacaan surahnya dengan kondisi makmum, boleh dibaca surah pendek atau beberapa ayat saja…"
— Fatwa 27 2020 Tata Cara Salat Tahajud
Jadi tidak ada keharusan membaca surah panjang; surah pendek dibolehkan, terlebih bila berjamaah.
🔹 Doa iftitah yang dipakai boleh salah satu dari beberapa pilihan yang ada tuntunannya, antara lain Allahumma ba'id baini, atau bacaan tahajud yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim (dari Ibnu Abbas) — Allaahumma lakal-hamdu anta nuurus-samaawaati wal-ardli… — dengan syarat ada tuntunannya dari Nabi saw:
"Jadi, ada beberapa ragam bacaan iftitah salat tahajud yang boleh digunakan, dengan syarat bahwa bacaan tersebut ada tuntunannya dari Nabi Muhammad saw." — Fatwa 27 2020 Tata Cara Salat Tahajud, Fatwa 09 2012 Bacaan Iftitah Salat Tahajud
🔹 Salat iftitah (dua rakaat ringan pembuka salat malam) adalah amalan tersendiri yang dianjurkan sebelum tahajud, dan pada salat iftitah ini hanya membaca al-Fatihah tanpa surat lain:
"b. Hanya membaca surat al-Fatihah (tidak membaca surat lain) pada tiap rakaat."
— Fatwa 14 Tatacara Salat Tahajud Dan Duha
Perkembangan posisi Tarjih (kronologis):
🔸 1998 — Fatwa 08 dan Fatwa 41 telah menegaskan salat malam empat rakaat tidak memakai tahiyat awal. Fatwa 08:
"Karena disebutkan empat rakaat-empat rakaat, dengan tidak disebutkan memakai tahiyyat awal, maka shalat lail yang empat rakaat-empat rakaat tersebut dikerjakan dengan tidak melakukan tahiyyat awal." — Fatwa 08 1998 Tahiyat Awal Salat Sunat Empat Rakaat Dan Kirim Pahala
Fatwa 41 menyatakan bahwa hadis 'Aisyah tidak menyebut secara eksplisit tahiyat awal, dan dalam praktik warga Muhammadiyah salat empat rakaat itu "tidak memakai tahiyat awal, tahiyat dilakukan diakhir rakaat keempat." — Fatwa 41 1998 Tahiyat Awal Pada Salat Qiyamu Ramadan Empat Rakaat
🔸 1999 — Fatwa 26 menegaskan hal yang sama pada konteks takbir rakaat ketiga:
"Adapun dalam salat empat rakaat yang tidak memakai tahiyat awal, seperti dalam salat tahajud, salat lail, tidak ditemukan dasar hukumnya bahwa ketika berdiri untuk rakaat ketiga mengangkat tangan, melainkan hanya bertakbir saja."
— Fatwa 26 1999 Mengangkat Tangan Takbir Rakaat Ketiga Dan Cara Duduk Antara Dua S
🔸 2009 — Fatwa 14 merinci tata cara tahajud, termasuk salat iftitah dua rakaat dan bacanya.
🔸 2012 — Fatwa 09 memuat ragam doa iftitah tahajud (termasuk Allahumma lakal-hamdu anta nuurus-samaawaati wal-ardli).
🔸 2020 — Fatwa 27 menyimpulkan secara tegas dan utuh: tahajud 4-4-3 tanpa tasyahud awal, bacaan iftitah pada rakaat pertama lalu al-Fatihah dan surah pilihan pada tiap rakaat, serta panduan panjang/pendeknya surah.
🔹 Seluruh naskah dari 1998 sampai 2020 konsisten: salat tahajud empat rakaat tidak memakai tahiyat awal, dan surah pilihan dibaca pada setiap rakaat sesudah al-Fatihah.
📚 Dalil:
🔹 Hadis 'Aisyah tentang salat malam Nabi sebelas rakaat (4-4-3), yang menjadi dasar tidak adanya tahiyat awal dalam tahajud (dikutip dalam Fatwa 08, Fatwa 27, dan Fatwa 13):
عَنْ عَائِشَةَ حِينَ سُئِلَتْ عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ مَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا [رواه البخاري ومسلم]
🔹 Hadis doa iftitah tahajud dari Ibnu Abbas:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ… [رواه البخاري ومسلم]
🔹 Hadis teguran Nabi kepada Mu'adz tentang memanjangkan bacaan saat berjamaah: "Bacalah wasy-syamsi wadl-dluhāhā dan sabbihisma rabbikal a'la atau yang serupa dengannya" [HR. al-Bukhari] — Fatwa 27 2020 Tata Cara Salat Tahajud
✍️ Catatan:
🔹 Perlu dibedakan tiga hal: (a) isi putusan — tahajud tanpa tahiyat awal, bacaan iftitah pada rakaat pertama lalu al-Fatihah dan surah pilihan pada tiap rakaat; (b) penjelasan pada naskah tahun 1998 yang mencatat bahwa hadis memang tidak menyebut tahiyat awal secara eksplisit bagi salat malam empat rakaat — ini keterangan tentang teks dalil, bukan penetapan longgar; (c) rangkuman di atas. Ketentuan praktiknya justru ditetapkan melalui hadis 'Aisyah yang menyebut salat malam Nabi empat rakaat-empat rakaat, sebagaimana ditegaskan berulang kali.
✅️ Kesimpulan:
🔹 Salat tahajud empat rakaat tidak memakai tahiyat awal; tasyahud dilakukan pada rakaat terakhir lalu salam. Dibaca doa iftitah pada rakaat pertama, kemudian al-Fatihah dan surah pilihan pada tiap rakaat. Panjang atau pendeknya surah menyesuaikan keadaan — dianjurkan panjang bila sendiri, dan boleh surah pendek bila berjamaah.
💎 Sumber:
🔹 Fatwa 27 2020 Tata Cara Salat Tahajud (Fatwa 27, 2020)
🔹 Fatwa 14 Tatacara Salat Tahajud Dan Duha (Fatwa 14, 2009)
🔹 Fatwa 09 2012 Bacaan Iftitah Salat Tahajud (Fatwa 09, 2012)
🔹 Fatwa 26 1999 Mengangkat Tangan Takbir Rakaat Ketiga Dan Cara Duduk Antara Dua S (Fatwa 26, 1999)
🔹 Fatwa 08 1998 Tahiyat Awal Salat Sunat Empat Rakaat Dan Kirim Pahala (Fatwa 08, 1998)
🔹 Fatwa 41 1998 Tahiyat Awal Pada Salat Qiyamu Ramadan Empat Rakaat (Fatwa 41, 1998)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sajikan dalam Format
Tata cara salat iftitah
Tata Cara Salat Iftitah (Salat Pembuka Salat Malam)
☝️ Pertanyaan:
🔹 Bagaimana tata cara salat iftitah — jumlah rakaat, bacaan tiap rakaat, doa iftitahnya, serta boleh tidaknya berjamaah?
✨️ Jawaban:
🔹 Salat iftitah adalah salat sunat dua rakaat ringan (khafifatain) yang dikerjakan sebagai pembuka sebelum salat Lail/qiyamul-lail/qiyamu Ramadhan (tarawih). Ia masyru' (disyariatkan) dan berpahala, tetapi bukan rukun — karena itu tidak menjadi sebab sah atau batalnya salat malam.
Urutan pelaksanaannya:
"Maka urut-urutannya sebagai berikut: a. Niat, b. Takbir ihram, c. Membaca doa iftitah, d. Membaca al-Fatihah, e. Ruku, dan seterusnya." — Fatwa 17 2004 Shalat Iftitah, Tanya Jawab Agama 6 Bab Iv Shalat Tarawih Id Dan Jumat
🔸 Rakaat pertama: setelah takbiratul ihram membaca doa iftitah, kemudian al-Fatihah.
🔸 Rakaat kedua: cukup membaca al-Fatihah.
🔸 Dalam dua rakaat salat iftitah hanya membaca al-Fatihah, tidak membaca surat lain. Ini maksud khafifatain (ringan). Bacaan ruku', i'tidal, sujud dan lainnya sama seperti salat biasa.
"Salat iftitah dua rakaat dilakukan sebelum melaksanakan qiyamu lail atau qiyamu Ramadan. Cara melakukan salat iftitah dua rakaat tersebut yaitu pada rakaat pertama setelah takbiratul-ihram membaca doa iftitah 'Subhanallah dzil malakuti wal jabaruti wal kibriya-i wal-'adzamah', kemudian membaca surat al-Fatihah, dan pada rakaat kedua hanya membaca surat al-Fatihah (dalam dua rakaat salat iftitah hanya membaca al-Fatihah tidak membaca surat lain)." — Fatwa 03 2011 Dalil Salat Iftitah
Doa iftitahnya:
سُبْحَانَ اللهِ ذِي الْمَلَكُوْتِ وَالْجَبَرُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ
Subhānallāhi dzil-malakūti wal-jabarūti wal-kibriyā'i wal-'adzamah — "Maha suci Allah, Dzat yang memiliki kerajaan, kekuasaan, kebesaran, dan keagungan." — Fatwa 14 Tatacara Salat Tahajud Dan Duha
Berjamaah atau sendiri-sendiri?
"Shalat iftitah boleh dilakukan secara berjamaah maupun sendiri-sendiri." — Fatwa 14 Tatacara Salat Tahajud Dan Duha
Jahr atau sir?
🔸 HPT tidak menegaskan apakah salat iftitah dibaca jahr atau sir. Ada indikasi boleh jahr, sebab Hudzaifah (yang menjadi makmum Nabi) dapat menangkap dengan jelas bacaan Nabi. Namun riwayat Bukhari-Muslim menunjukkan salat malam Nabi kadang sir. Bila dilakukan jahr, bacaan al-Fatihah makmum dilakukan sir. — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Shalat Sunat
Perkembangan posisi Tarjih (kronologis):
🔸 1998 — Fatwa 40 menegaskan salat iftitah dua rakaat disyariatkan sebelum salat malam/tarawih, berdasar hadis Ahmad, Abu Dawud, dan Muslim dari Abu Hurairah. — Fatwa 40 1998 Shalat Iftitah Sebelum Shalat Tarawih
🔸 2004 — Fatwa 17 menguraikan urutan salat iftitah (niat, takbir, doa iftitah, al-Fatihah, dst.) dan menyatakan hanya al-Fatihah yang dibaca tiap rakaat. — Fatwa 17 2004 Shalat Iftitah
🔸 TJA Jilid 4 menjawab tiga hal: doa iftitah salat lail (tidak dikhususkan hanya untuk lail), salat iftitah jahr atau sir, dan kebolehan berjamaah. — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Shalat Sunat
🔸 2007 — Fatwa 17 menempatkan salat iftitah dalam rangkaian salat Lail. — Fatwa 17 Shalat Iftitah
🔸 2009 — Fatwa 14 merangkum tata cara tahajud, diawali salat iftitah dua rakaat, dengan doa iftitah Subhānallāhi dzil-malakūti dan hanya al-Fatihah tiap rakaat; boleh berjamaah maupun sendiri. — Fatwa 14 Tatacara Salat Tahajud Dan Duha
🔸 2011 — Fatwa 03 dan Fatwa 04: Fatwa 03 menyimpulkan rakaat pertama membaca doa Subhānallāhi dzil-malakūti… lalu al-Fatihah, rakaat kedua hanya al-Fatihah; Fatwa 04 menegaskan salat iftitah dapat berjamaah, berdasar hadis Ibnu Abbas dan Hudzaifah (posisi makmum di kanan imam). — Fatwa 03 2011 Dalil Salat Iftitah, Fatwa 04 2011 Dalil Salat Iftitah Berjamaah
🔸 2019 — Fatwa 39 melakukan revisi penting: dalil doa dalam salat iftitah yang ada di HPT ditinjau kembali, dan dalil yang dijadikan dasar kini adalah hadis Khudzaifah bin Yaman (bukan lagi yang lama). Fatwa ini juga menegaskan doa iftitah hukumnya sunah, tidak termasuk rukun, dan bahwa bagi imam sebaiknya memberi jeda sebelum al-Fatihah agar makmum dapat membaca doa iftitah. — Fatwa 39 2019 Shalat Iftitah Dan Doa Shalat Malam
🔹 Seluruh naskah 1998–2019 konsisten pada pokok tata caranya: dua rakaat ringan, doa iftitah pada rakaat pertama, hanya al-Fatihah tiap rakaat, boleh berjamaah maupun sendiri. Yang berubah adalah dalil doa iftitah — dari rumusan HPT dialihkan ke hadis Khudzaifah bin Yaman melalui Fatwa 39/2019.
📚 Dalil:
🔹 Perintah membuka salat malam dengan dua rakaat ringan:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنَ اللَّيْلِ فَلْيَفْتَتِحْ صَلاَتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ [رواه مسلم]
🔹 Hadis Khudzaifah bin Yaman (dasar doa iftitah menurut Fatwa 39/2019):
وَعَنْ خُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَتَوَضَّأَ وَقَامَ يُصَلِّى فَأَتَيْتُهُ فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ فَأَقَامَنِى عَنْ يَمِيْنِهِ فَقَالَ سُبْحَانَ اللهِ ذِى الْمَلَكُوْتِ وَالْجَبَرُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ [رواه الطبرانى فى الأوسط ورجاله موثّقون]
🔹 Hadis Kuraib dari Ibnu Abbas bahwa Nabi salat dua rakaat ringan, membaca Ummul Qur'an (al-Fatihah) tiap rakaat lalu salam: "...فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَدْ قَرَأَ فِيهِمَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ ثُمَّ سَلَّمَ…" [HR. Abu Dawud no. 1157] — Fatwa 04 2011 Dalil Salat Iftitah Berjamaah, Fatwa 03 2011 Dalil Salat Iftitah
✍️ Catatan:
🔹 Perlu dibedakan tiga hal. (1) Isi putusan: jumlah rakaat, bacaan, dan status sunahnya. (2) Penjelasan naskah tentang jahr/sir yang dalam HPT "tidak ditegaskan" — ini keterangan tentang dalil, bukan penetapan bebas; indikasinya justru dikaitkan dengan hadis Hudzaifah. (3) Rangkuman di atas. Soal dalil doa iftitah, Fatwa 39/2019 secara eksplisit menyatakan "merevisi dalil doa dalam shalat iftitah yang terdapat di dalam Himpunan Putusan Tarjih", sehingga rumusan dalil terkini adalah hadis Khudzaifah.
✅️ Kesimpulan:
🔹 Salat iftitah adalah dua rakaat ringan pembuka salat malam: rakaat pertama — doa iftitah (Subhānallāhi dzil-malakūti…) lalu al-Fatihah; rakaat kedua — hanya al-Fatihah; tanpa membaca surat lain. Dikerjakan sebelum salat malam/tarawih, boleh berjamaah maupun sendiri-sendiri.
💎 Sumber:
🔹 Fatwa 39 2019 Shalat Iftitah Dan Doa Shalat Malam (Fatwa 39, 2019 — revisi dalil doa iftitah)
🔹 Fatwa 04 2011 Dalil Salat Iftitah Berjamaah (Fatwa 04, 2011)
🔹 Fatwa 03 2011 Dalil Salat Iftitah (Fatwa 03, 2011)
🔹 Fatwa 14 Tatacara Salat Tahajud Dan Duha (Fatwa 14, 2009)
🔹 Fatwa 17 Shalat Iftitah (Fatwa 17, 2007)
🔹 Fatwa 17 2004 Shalat Iftitah (Fatwa 17, 2004)
🔹 Tanya Jawab Agama 4 Masalah Shalat Sunat (Tanya Jawab Agama Jilid 4)
🔹 Fatwa 40 1998 Shalat Iftitah Sebelum Shalat Tarawih (Fatwa 40, 1998)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sajikan dalam Format
Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.