salat sunnah duhah berapa rakaat
☝️ Pertanyaan:
🔹 Berapa rakaat salat sunnah dhuha?
✨️ Jawaban:
🔹 Ketetapan HPT dan fatwa Tarjih tidak menetapkan satu bilangan yang tunggal. Dua rakaat sudah sah dan cukup, dan boleh ditambah hingga empat atau delapan rakaat, dengan salam pada setiap dua rakaat.
🔸 HPT — Kitab Shalat, Bab Shalat Tathawwu' (naskah dasar, tanpa tahun):
"Hendaklah engkau kerjakan shalat Dluha pada waktu matahari meninggi dua raka'at, atau empat, atau delapan raka'at singkat-singkat dengan salam pada tiap-tiap dua raka'at."
🔸 Fatwa 57 Tahun 1998 merinci hadis-hadis yang menyebut dua rakaat, empat rakaat, delapan rakaat, dan dua belas rakaat, lalu menyimpulkan:
"Dari hadis-hadis di atas dapat diketahui bahwa salat Dhuha itu dikerjakan maksimal 12 rakaat dan ini bukan merupakan satu paket yang harus dikerjakan. Artinya boleh memilih jumlah rakaat sesuai dengan waktu/kesempatan yang ada. Artinya apabila mampu/sempatnya hanya dua atau empat rakaat, sudah dinilai cukup, demikian seterusnya."
🔸 Fatwa 14 Tahun 2009 (Tata Cara Salat Tahajud dan Duha) menyebut empat kemungkinan:
"a. Dua rakaat (berdasarkan HR. Muslim dari Abu Hurairah). b. Empat rakaat (berdasarkan HR. Muslim dari 'Aisyah). c. Delapan rakaat dengan melakukan salam tiap dua rakaat (berdasarkan HR. Abu Daud dari Ummu Hani'). d. Boleh dikerjakan dengan jumlah rakaat yang kita inginkan."
Fatwa ini juga mengutip al-'Iraqi dan as-Suyuti bahwa tidak ada sahabat atau tabi'in yang membatasi jumlahnya pada dua belas rakaat, serta menyebut bahwa hadis-hadis yang menyatakan dua belas rakaat tidak lepas dari cacat.
🔸 Fatwa 33 Tahun 2013 tidak membahas bilangan rakaat, tetapi menegaskan waktunya:
"Shalat dhuha ialah shalat sunnah yang dikerjakan pada permulaan siang, yaitu pada waktu naiknya matahari sampai matahari berkulminasi yaitu berada di tengah."
🔸 Fatwa 11 Tahun 2015 (Shalat Duha Tiap Hari) menyebut dua rakaat sebagai kecukupan harian, berdasarkan hadis Abu Dzarr: "...dan memadailah dari semua itu dua rakaat yang dikerjakan pada waktu dhuha" (HR. Muslim).
📚 Dalil:
🔹 Wasiat Nabi saw. tentang dua rakaat dhuha:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ بِصِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ
"Kekasihku (Rasulullah) saw. mewasiatiku tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, salat Dhuha dua rakaat, dan salat Witir sebelum tidur." (HR. Muttafaq 'Alaih) — Fatwa 57 1998 Puasa Sunat Tiga Hari Tiap Bulan Salat Duha Tidak Urut Kotoran Cic
🔹 Boleh lebih dari dua rakaat:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ
"Nabi saw. pernah salat Dhuha empat rakaat dan pernah lebih sesuai kehendak Allah." (HR. Ahmad, Muslim, dan Ibnu Majah) — Fatwa 14 Tatacara Salat Tahajud Dan Duha
🔹 Delapan rakaat dengan salam tiap dua rakaat:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ
"Sesungguhnya Nabi saw. mengerjakan salat Dhuha delapan rakaat dan salam setiap dua rakaat." (HR. Abu Daud dengan sanad sahih) — Kitab Shalat Bagian 03 Shalat Tathawwu
✍️ Catatan:
🔹 Ada perkembangan penekanan antar naskah, bukan pertentangan: naskah HPT dan Fatwa 1998 menyebut batas "maksimal 12 rakaat" dengan hadis dua belas rakaat sebagai salah satu dasarnya, sedangkan Fatwa 2009 tidak membatasi pada dua belas dan menilai hadis-hadis bilangan dua belas itu tidak lepas dari cacat, sehingga membuka bilangan "sesuai keinginan". Keduanya sejalan pada prinsip bahwa dhuha bukan satu paket rakaat yang wajib digenapkan.
🔹 Arsip yang berhasil saya telusuri tidak memuat ketentuan terperinci mengenai tata cara memisah-misah waktu pelaksanaan dhuha (misalnya dua rakaat pagi lalu empat rakaat kemudian); saya belum menemukan jawaban rinci atas sisi itu.
✅️ Kesimpulan:
🔹 Salat dhuha paling sedikit dua rakaat, dan itu sudah dinilai cukup. Boleh empat rakaat, boleh delapan rakaat dengan salam tiap dua rakaat, dan menurut Fatwa 2009 boleh menambah sesuai kesanggupan. Yang tidak dibenarkan adalah menganggapnya satu paket yang harus selalu digenapkan sampai dua belas rakaat.
💎 Sumber:
🔹️ Kitab Shalat Bagian 03 Shalat Tathawwu (HPT, Kitab Shalat Bab Shalat Tathawwu')
🔹️ Fatwa 57 1998 Puasa Sunat Tiga Hari Tiap Bulan Salat Duha Tidak Urut Kotoran Cic (1998)
🔹️ Fatwa 14 Tatacara Salat Tahajud Dan Duha (2009)
🔹️ Fatwa 33 2013 Salat Duha Untuk Minta Rizki (2013)
🔹️ Fatwa 11 2015 Shalat Duha Tiap Hari (2015)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sajikan dalam Format
Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.