Bacaan solat wajib lengkap versi Muhammadiyah donk min
☝️ Pertanyaan:
🔹 Bacaan shalat wajib secara lengkap menurut tuntunan Muhammadiyah (HPT).
✨️ Jawaban:
🔹 Dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT), tata cara dan bacaan shalat wajib diuraikan secara berurutan dalam Kitab Shalat, bab Cara Shalat Wajib, berpijak pada sabda Nabi saw: "Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku melakukan shalat" (HR. Bukhari) Hpt Jilid 1 Kitab Shalat. Urutan bacaannya adalah sebagai berikut:
1. Takbiratul ihram
Membaca "Allahu Akbar" dengan ikhlas niat karena Allah, seraya mengangkat kedua tangan sejurus bahu dan mensejajarkan ibu jari pada daun telinga. Lalu meletakkan tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri di atas dada.
2. Doa iftitah (salah satu dari dua pilihan):
- "Allahumma ba'id baini wa baina khathayaya kama ba'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqini minal khathaya kama yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Allahummaghsil khathayaya bil ma'i wats tsalji wal barad."
- "Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardha hanifan musliman wa ma ana minal musyrikin. Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil 'alamin. La syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana awwalul muslimin..."
3. Ta'awwudz
"A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim."
4. Basmalah
"Bismillahirrahmanirrahim."
5. Al-Fatihah, lalu "Amin", kemudian membaca salah satu surah Al-Qur'an dengan memperhatikan artinya dan perlahan-lahan.
6. Ruku' — bertakbir, melemangkan (meratakan) punggung dengan leher, memegang kedua lutut, membaca:
"Subhanakallahumma rabbana wa bihamdika Allahummaghfirli" (atau doa lain dari Nabi saw).
7. I'tidal — mengangkat kepala dengan mengangkat kedua tangan seperti takbiratul ihram, membaca "Sami'allahu liman hamidah", dan saat sudah tegak berdiri membaca "Rabbana wa lakal hamd".
8. Sujud — bertakbir, meletakkan kedua lutut, ujung jari kaki, kedua tangan, lalu dahi dan hidung, membaca:
"Subhanakallahumma rabbana wa bihamdika Allahummaghfirli" (atau doa lain dari Nabi saw).
9. Duduk antara dua sujud — membaca:
"Allahummaghfirli warhamni wajburni wahdini warzuqni."
10. Sujud kedua, lalu kembali berdiri untuk rakaat berikutnya (pada rakaat kedua dan seterusnya tidak membaca doa iftitah, dan cukup membaca Al-Fatihah pada rakaat ketiga/keempat).
11. Tasyahud (duduk akhir):
"At-tahiyyatu lillahi wash-shalawatu wath-thayyibat. Assalamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh. Assalamu 'alaina wa 'ala 'ibadillahish-shalihin. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh."
12. Shalawat kepada Nabi saw.:
"Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama shallaita 'ala Ibrahim wa ali Ibrahim, wa barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama barakta 'ala Ibrahim wa ali Ibrahim, innaka hamidum majid."
13. Doa isti'adzah (setelah tasyahud dan shalawat, sebelum salam):
"Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabi jahannam, wa min 'adzabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil masihid dajjal."
14. Salam — berpaling ke kanan lalu ke kiri, yang pertama sampai terlihat pipi kanan dan yang kedua sampai terlihat pipi kiri oleh orang di belakangmu, sambil membaca:
"Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh."
⚠️ Dinyatakan dalam HPT: tidak ada perbedaan antara pria dan wanita dalam cara melakukan shalat sebagaimana tersebut di atas (HPT, Kitab Shalat) Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib.
⚖️ Dua catatan putusan terkait bacaan:
- Basmalah dibaca pada setiap rakaat. Keputusan Tarjih menegaskan (mengukuhkan HPT h. 77 dan 86) bahwa sebelum membaca al-Fatihah dalam setiap rakaat dibaca basmalah. Cara membacanya ada tanawwu' (variasi yang keduanya berdasar dalil) — boleh jahar (keras) dan boleh sir (lembut), karena hadis tentang keduanya sama-sama sahih Fatwa 01 2022 Hukum Bacaan Basmalah Dan Kunut Shalat Subuh.
- Bacaan surat: tidak ditemukan dalil yang mewajibkan membaca surat yang lebih panjang pada rakaat pertama, tidak mewajibkan memulai dari awal surat, dan tidak mewajibkan urutan tertentu Fatwa 33 Bacaan Surat Dalam Shalat.
- Tasyahud awal dibaca sampai "innaka hamidun majid" (rujukan pada HPT, Kitab Shalat, dalil nomor 34–35) Fatwa 17 1999 Arti Nadliyin Istigosah Akbar Amanah Masyarakat Madani Dan Batas B.
📚 Dalil:
🔹 "Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku melakukan shalat" (HR. Bukhari) — Hpt Jilid 1 Kitab Shalat
🔹 Hadis Abu Dawud dan Tirmidzi: "Miftahus shalati al-wudhu'u wa tahrimuha at-takbiru wa tahliluha at-taslim" — "Kunci (pembuka) shalat itu wudlu, permulaannya takbir dan penghabisannya salam" — Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib
🔹 Firman Allah: "Wa ma umiru illa liya'budullaha mukhlishina lahud din" (QS. Al-Bayyinah: 5) — Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib
✍️ Catatan:
🔹 Uraian di atas disarikan dari Kitab Shalat HPT yang teksnya telah saya baca. Beberapa lafal doa dalam naskah tercatat dengan transliterasi apa adanya (mis. "wabihamdika", "maghfirli"), sehingga penulisan Arab-nya saya sajikan sesuai pembacaan naskah. Untuk bacaan qunut Subuh dan rincian cara membaca jahar/sir pada shalat tertentu, arsip memuat pembahasan tersendiri bila diperlukan.
✅️ Kesimpulan:
🔹 Bacaan shalat wajib menurut HPT/Muhammadiyah berjalan berurutan: takbiratul ihram → doa iftitah → ta'awwudz → basmalah → al-Fatihah → amin → surah → ruku' → i'tidal → sujud → duduk antara dua sujud → sujud kedua → tasyahud → shalawat → doa isti'adzah → salam. Basmalah dibaca tiap rakaat, dan tata caranya sama antara pria dan wanita.
💎 Sumber:
🔹 Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib
🔹 Fatwa 01 2022 Hukum Bacaan Basmalah Dan Kunut Shalat Subuh (2022)
🔹 Fatwa 33 Bacaan Surat Dalam Shalat (2009)
🔹 Fatwa 17 1999 Arti Nadliyin Istigosah Akbar Amanah Masyarakat Madani Dan Batas B (1999)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sajikan dalam Format
Kalau untuk dzikir setelah solat wajib nya bagaimana min?
☝️ Pertanyaan:
🔹 Bacaan dzikir setelah shalat wajib lengkap menurut tuntunan Muhammadiyah (HPT/Tarjih).
✨️ Jawaban:
🔹 Tarjih telah membahas dzikir dan doa sesudah shalat pada Musyawarah Nasional (Munas) XXV Tarjih Muhammadiyah di Jakarta tahun 2000, dan dibukukan dalam Tuntunan Dzikir dan Doa Menurut Putusan Tarjih Muhammadiyah Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib. Matan baku dzikir sesudah shalat fardhu termuat dalam "BAB III Matan Dzikir dan Doa Sesudah Shalat Fardhu":
1. Membaca istighfar tiga kali
"Astaghfirullaah, Astaghfirullaah, Astaghfirullaah" — "Aku mohon ampunan kepada Allah" (3×).
2. Membaca
"Allaahumma antas-Salaam, wa minkas-salaam, tabaarakta yaa Dzal-jalaali wal-ikraam."
(HR. at-Tirmidzi, statusnya hasan sahih dari Tsauban).
3. Khusus sesudah shalat Subuh — setelah bacaan nomor 1 dan 2, dibaca:
- a (10×): "Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, biyadihil khairu yuhyii wa yumiit wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir."
- b (7×): "Allaahumma innii as'alukal-jannah, Allaahumma ajirnii minan-naar" — "Ya Allah, aku mohon surga-Mu; ya Allah, lindungilah aku dari api neraka" (7×).
4. Khusus sesudah shalat Maghrib — setelah bacaan nomor 1 dan 2, dibaca:
- a (10×): tahlil yang sama seperti di atas.
- b (7×): "Allaahumma ajirnii minan-naar" (7×).
5. Membaca tahlil panjang
"Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, biyadihil khairu yuhyii wa yumiit wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir, laa hawla wa laa quwwata illaa billaah, laa ilaaha illallaah, wa laa na'budu illaa iyyaah, lahun-ni'matu wa lahul-fadhlu, wa lahuts-tsanaa'ul hasan, laa ilaaha illallaahu mukhlishiina lahu-diin walau karihal-kaafiruun."
6. Membaca
"Allaahumma laa maani'a limaa a'thaita wa laa mu'thiya limaa mana'ta..."
7. Membaca tasbih 33×, tahmid 33×, takbir 33×, lalu disempurnakan (menjadi 100):
"Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir" — sebagaimana sabda Nabi saw: "Barangsiapa bertasbih setiap selesai shalat 33 kali, bertahmid 33 kali, dan bertakbir 33 kali, itu semua berjumlah 99 kali... maka dosanya diampuni meskipun sebanyak buih di laut" (HR. Muslim dan Ahmad).
8. Membaca doa perlindungan
"Allaahumma innii a'uudzu bika minal jubni..." (memohon perlindungan dari sifat pengecut, usia pikun, fitnah dunia, dan siksa kubur).
9. Membaca surah al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas.
10. Membaca ayat al-Kursi — "Barang siapa membaca ayat al-Kursi sesudah shalat wajib, dia berada dalam perlindungan Allah hingga shalat berikutnya" (riwayat at-Thabarani).
11. Doa yang dianjurkan (riwayat Abu Dawud, an-Nasa'i, Ahmad, al-Hakim — sahih): Nabi saw berpesan kepada Mu'adz: "Setiap selesai shalat janganlah kamu tinggalkan mengucapkan: Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik" — "Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu."
⚠️ Ketentuan penting HPT: "Bacaan zikir dan doa di atas tidak wajib dibaca seluruhnya dan tidak harus berurutan (tertib)." Semuanya berasal dari hadits-hadits Nabi saw yang menerangkan bahwa beliau membaca dzikir dan doa setelah shalat fardhu Kitab Zikir Doa.
⚖️ Perkembangan posisi Tarjih lintas tahun:
🔹 2005 — Adab dzikir (berjamaah). Dijelaskan asy-Syafi'i dalam al-Umm mengutarakan agar imam dan makmum berdzikir sesudah shalat dengan suara pelan, kecuali sekadar untuk mengajar. Kesimpulan Tarjih: "jalan yang terbaik yang harus kita tempuh adalah tidak melakukan zikir berjamaah dengan suara keras, kecuali sekedar untuk mengajar para jamaah" Tanya Jawab Agama 9 Bab 12 Zikir Doa Dan Shalawat.
🔹 2016 — Dzikir dengan biji tasbih. Zikrullah dengan lisan dan menghadirkan hati adalah amalan yang sangat disukai Allah; Nabi saw senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan (HR. Muslim dari Aisyah) Fatwa 27 2016 Dzikir Dengan Butir Tasbih.
🔹 2025 — Doa (mengangkat tangan) setelah shalat wajib bukan bid'ah. Ini penegasan terbaru. Tarjih menegaskan berdoa setelah shalat wajib bukan bid'ah, karena ada dalilnya dari Al-Qur'an dan sunah maqbûlah, sehingga "bukan hanya dibolehkan tetapi sangat dianjurkan sebagai waktu istimewa untuk dikabulkannya doa". Salah satu adabnya adalah mengangkat tangan, berdasar hadits riwayat Ibnu Majah Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib.
📚 Dalil:
🔹 QS. Ghafir (40): 60 — "Ud'uunii astajib lakum" — "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu."
🔹 Hadis Abu Umamah (HR. at-Tirmidzi): Nabi saw menjawab bahwa doa yang paling didengar adalah "jaufullailil aakhir wa dubural-shalawatil maktubat" — "doa di tengah malam terakhir serta setelah shalat-shalat wajib" Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib
🔹 Hadis Tsauban (HR. at-Tirmidzi) tentang istighfar 3× dan Allaahumma antas-Salaam Kitab Zikir Doa
✍️ Catatan:
🔹 Matan lengkap di atas saya sajikan berdasarkan pembacaan naskah "Kitab Zikir dan Doa" — sebagian lafal tercatat dalam dokumen dengan transliterasi apa adanya (mis. "a'uudzu", "Dzal-jalaali"), sehingga penulisannya saya ikuti sesuai naskah. Untuk rangkaian nomor 5–11, urutan dan penomorannya mengikuti susunan redaksi naskah yang berhasil dibaca.
✅️ Kesimpulan:
🔹 Dzikir sesudah shalat wajib menurut Tarjih dimulai dengan istighfar 3×, Allaahumma antas-Salaam, lalu tahlil, tasbih-tahmid-takbir 33×, ayat al-Kursi, dan al-Mu'awwidzat. Semua itu tidak wajib dibaca seluruhnya dan tidak harus berurutan. Sejak 2025 ditegaskan bahwa doa dengan mengangkat tangan setelah shalat wajib bukan bid'ah, melainkan dianjurkan.
💎 Sumber:
🔹 Kitab Zikir Doa (Munas XXV Tarjih, Jakarta 2000)
🔹 Tanya Jawab Agama 9 Bab 12 Zikir Doa Dan Shalawat (2005)
🔹 Fatwa 27 2016 Dzikir Dengan Butir Tasbih (2016)
🔹 Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib (2025)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sajikan dalam Format
Bacaan lengkap khotbah Jumat donk min
☝️ Pertanyaan:
🔹 Bacaan/uraian lengkap khutbah Jumat menurut tuntunan Muhammadiyah (HPT/Fatwa Tarjih).
✨️ Jawaban:
🔹 Perlu dipahami lebih dulu: arsip Tarjih tidak memuat satu naskah "bacaan" khutbah yang baku kata-per-kata dari awal sampai akhir. Yang dituntunkan adalah komponen (rukun) khutbah beserta bagian-bagian yang menggunakan bahasa Arab. Sistematika khutbah terdiri dari pembukaan, isi, dan doa Fatwa 26 2014 Khutbah Jumat Berbahasa Indonesia.
A. Kerangka pelaksanaan khutbah (HPT, Kitab Shalat):
🔹 Khatib berkhutbah dua kali dengan berdiri, dan duduk di antara kedua khutbah itu. Di dalam khutbah khatib membaca beberapa ayat Al-Qur'an dan memberi peringatan kepada orang banyak. Khatib memulai khutbahnya dengan tahmid, tasyahud, dan shalawat kepada Nabi saw, kemudian wasiat takwa, kemudian doa. Diringkas: "waqshuril khuthbata wa athilish-shalata qashdan" — persingkat khutbah dan panjangkan shalat Kitab Shalat Bagian 08 Tatswib Shalat Jumat.
B. Bagian-bagian yang tetap berbahasa Arab (Fatwa 2014), baik pada khutbah pertama maupun kedua, khususnya bagian pembukaan:
- Hamdalah — Nabi saw biasa membaca hamdalah dan memuji Allah, lalu menyampaikan maksud khutbahnya (HR. Muslim dari Jabir bin Abdullah).
- Syahadah — "Tiap-tiap khutbah yang tidak ada syahadatnya, adalah seperti tangan yang terpotong" (HR. Ahmad dari Abu Hurairah).
- Shalawat atas Nabi saw — berdasar QS. al-Ahzab (33): 56.
- Membaca ayat Al-Qur'an pada salah satu dari dua khutbah (HR. Ahmad dari Jabir bin Samurah).
- Mendoakan kaum muslimin seluruhnya pada khutbah kedua — jika doanya dari al-Qur'an atau al-Hadits, sebaiknya dengan bahasa aslinya; jika doa dari diri sendiri, boleh dengan bahasa Indonesia Fatwa 26 2014 Khutbah Jumat Berbahasa Indonesia.
C. Ayat yang sering dibaca dalam khutbah:
🔹 Ali Imran (3): 102, an-Nisa' (4): 1, dan al-Ahzab (33): 70 — tetapi bukan berarti ayat lain tidak boleh, sebab bacaan ayat-ayat tersebut hukumnya sunnah, bukan wajib Fatwa 18 2003 Beberapa Persoalan Tentang Imam Dan Khutbah Jum At Sm No 22 2003.
D. Penutup dan permulaan khutbah (permulaan dengan salam):
🔹 Nabi saw apabila naik mimbar memulai khutbahnya dengan membaca salam (As-Salamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu), dan tidak dijumpai riwayat bahwa Nabi saw memberi salam setelah khutbah selesai — maka di akhir khutbah Jum'at tidak perlu memberi salam. Sebelumnya, dianjurkan membaca basmalah dengan suara pelan (sir), kemudian salam dengan suara nyaring Fatwa 05 1999 Bacaan Basmalah Sebelum Salam Saat Khutbah Jumat Dan Bacaan Salam .
📚 Dalil:
🔹 QS. Ali 'Imran (3): 102 — يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ Fatwa 18 2003 Beberapa Persoalan Tentang Imam Dan Khutbah Jum At Sm No 22 2003
🔹 QS. an-Nisa' (4): 1 — يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ... Fatwa 18 2003 Beberapa Persoalan Tentang Imam Dan Khutbah Jum At Sm No 22 2003
🔹 QS. al-Ahzab (33): 70 — يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا Fatwa 18 2003 Beberapa Persoalan Tentang Imam Dan Khutbah Jum At Sm No 22 2003
🔹 QS. al-Ahzab (33): 56 — إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا Fatwa 26 2014 Khutbah Jumat Berbahasa Indonesia
🔹 Hadis riwayat al-Bukhari dari Ibnu Umar: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ خُطْبَتَيْنِ يَقْعُدُ بَيْنَهُمَا — "Nabi saw berkhutbah dua kali dan duduk di antara keduanya" Fatwa 09 2018 Doa Setelah Khutbah Pertama Shalat Jumat
⚖️ Perkembangan posisi Tarjih lintas tahun:
🔹 1999 — Salam dan basmalah. Nabi saw memulai khutbah dengan salam; tidak ada riwayat beliau bersalam sesudah khutbah, maka di akhir khutbah tidak perlu salam Fatwa 05 1999 Bacaan Basmalah Sebelum Salam Saat Khutbah Jumat Dan Bacaan Salam .
🔹 2003 — Rukun khutbah kedua dan ayat pilihan. Tidak ada hadis yang membedakan khutbah pertama dan kedua, maka rukun keduanya sama; membaca ayat hukumnya sunnah, bukan wajib Fatwa 18 2003 Beberapa Persoalan Tentang Imam Dan Khutbah Jum At Sm No 22 2003.
🔹 2014 (No. 26) — Khutbah berbahasa Indonesia. Belum ditemukan riwayat yang mempersyaratkan khutbah harus berbahasa Arab; esensi khutbah adalah menyampaikan pesan dan peringatan yang harus dipahami jamaah, maka tidak masalah dan sah shalat Jum'atnya walau khutbah bukan berbahasa Arab, kecuali bagian pembukaan yang tetap Arab (hamdalah, syahadah, shalawat, ayat, dan doa ma'tsur) Fatwa 26 2014 Khutbah Jumat Berbahasa Indonesia.
🔹 2014 (No. 23) — Shalawat dalam khutbah. "Bacaan shalawat dalam shalat memang sudah dituntunkan oleh Rasulullah saw, sedang bacaan shalawat dalam khutbah Jum'at tidak diharuskan seperti bacaan shalawat dalam shalat" — redaksinya bebas, asal berisi doa untuk Nabi saw Fatwa 23 2014 Shalawat Dalam Khutbah Jumat.
🔹 2016 & 2018 — Adab saat khutbah dan doa antara dua khutbah. Ketika khatib berkhutbah termasuk berdoa, makmum wajib mendengarkan dan tidak mengucapkan "amin" Fatwa 01 2016 Mengamini Doa Khutbah Jumat Dan Doa Pada Acara Tertentu. Doa bersama berjamaah saat khatib duduk antara dua khutbah (dipimpin bilal) tidak ditemukan dalilnya; adapun doa individu pada saat itu masyru' (disyariatkan) Fatwa 09 2018 Doa Setelah Khutbah Pertama Shalat Jumat.
🔹 2016 — Ceramah sebelum khutbah. Tidak ditemukan dalilnya, sehingga bukan bagian dari rangkaian ibadah Jum'at; boleh diadakan bila ada manfaat dan tidak mengganggu jamaah Fatwa 20 2016 Ceramah Sebelum Khutbah Jumat.
🔹 2022 — Khatib memegang tongkat. Khutbah Jum'at adalah rangkaian ibadah shalat Jum'at dan termasuk syarat sahnya, dilaksanakan dua kali yang dipisahkan dengan duduknya khatib (HR. Muslim dari Jabir bin Samurah) Fatwa 30 2022 Khatib Memegang Tongkat.
✍️ Catatan:
🔹 Naskah HPT (Kitab Shalat) mencatat bahwa bacaan tatswib belum ditemukan Kitab Shalat Bagian 08 Tatswib Shalat Jumat. Soal lafal pembuka/isi khutbah yang lengkap kata-per-kata, arsip yang berhasil saya baca memberikan komponennya (rukun), bukan satu teks liturgi baku; jika ada naskah matan khutbah tersendiri, saya belum menemukannya dalam bagian yang berhasil ditelusuri.
✅️ Kesimpulan:
🔹 Khutbah Jum'at menurut Tarjih: dua khutbah berdiri, duduk di antara keduanya, dimulai dengan salam lalu basmalah (sir), pembukaannya memuat hamdalah, syahadah, shalawat, ayat Al-Qur'an, wasiat takwa, dan ditutup doa. Rukun khutbah pertama dan kedua sama; bahasanya boleh non-Arab kecuali bagian pembuka dan doa ma'tsur. Shalawat dalam khutbah tidak diharuskan seperti dalam shalat, dan makmum tidak mengucapkan "amin" saat khatib berdoa dalam khutbah.
💎 Sumber:
🔹 Kitab Shalat Bagian 08 Tatswib Shalat Jumat
🔹 Fatwa 05 1999 Bacaan Basmalah Sebelum Salam Saat Khutbah Jumat Dan Bacaan Salam (1999)
🔹 Fatwa 18 2003 Beberapa Persoalan Tentang Imam Dan Khutbah Jum At Sm No 22 2003 (2003)
🔹 Fatwa 26 2014 Khutbah Jumat Berbahasa Indonesia (2014)
🔹 Fatwa 23 2014 Shalawat Dalam Khutbah Jumat (2014)
🔹 Fatwa 20 2016 Ceramah Sebelum Khutbah Jumat (2016)
🔹 Fatwa 01 2016 Mengamini Doa Khutbah Jumat Dan Doa Pada Acara Tertentu (2016)
🔹 Fatwa 09 2018 Doa Setelah Khutbah Pertama Shalat Jumat (2018)
🔹 Fatwa 30 2022 Khatib Memegang Tongkat (2022)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sajikan dalam Format
Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.