Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 04:08 WIB

Berapa rakaat salat tarawih yang dituntunkan Tarjih?”

☝️ Pertanyaan:

🔹 Berapa rakaat salat tarawih yang dituntunkan Tarjih?

✨️ Jawaban:

🔹 Tuntunan Tarjih adalah sebelas rakaat termasuk witir, yaitu salat malam 8 rakaat ditambah witir 3 rakaat. Formasi yang ditegaskan dalam fatwa-fatwa terbaru ada dua: 4-4-3 (empat rakaat salam, empat rakaat salam, tiga rakaat witir) atau 2-2-2-2-2-1 (dua rakaat salam hingga sepuluh rakaat, lalu witir satu rakaat).

🔹 Formasi 4-4-3 dikerjakan tanpa tahiyat awal pada tiap empat rakaat, dan bacaan al-Fatihah serta surat/ayat dibaca jahr (keras).

🔹 Salat tarawih 23 rakaat tidak ditemukan tuntunannya dari Rasulullah saw. dalam penelusuran Tim Fatwa; hadis-hadisnya dinilai lemah/daif.

📚 Dalil:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا

“‘Aisyah menjawab: Nabi saw tidak pernah melakukan salat sunah di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian beliau salat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau salat tiga rakaat” [HR al-Bukhari dan Muslim] — Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 02 Tahiyat Awal Dan Bacaan Jahar Dalam Shalat Tarawih Empat Rakaa

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي مَا بَيْنَ الْعِشَاءِ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ

“‘Aisyah berkata: Rasulullah saw melakukan salat antara Isyak dan Subuh sebanyak sebelas rakaat. Beliau mengucapkan salam pada setiap dua rakaat dan melakukan witir dengan satu rakaat” [HR ad-Darimi No. 1538] — Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih

📖 Perkembangan posisi Tarjih lintas tahun:

🔸 HPT, Kitab Keputusan Tarjih Wiradesa (Muktamar Tarjih 1972, ditanfidzkan PP Muhammadiyah 1973). Di bawah “Shalat Lail” dinyatakan: “Engkau kerjakan sebelas raka'at, dua raka'at, dua raka'at, atau empat raka'at, empat raka'at … Kemudian engkau akhiri tiga raka'at.” Disebutkan pula shalat itu “disebut juga: Tahajjud, Witir, Qiyamul Lail, Qiyamuhu Ramadlan”, dan variasinya boleh enam, delapan terus-menerus, atau witir lima, tujuh, sembilan rakaat — “asal jumlahnya gasal”. — Hpt Jilid 1 Kitab Keputusan Tarjih Wiradesa

🔸 1998 (Fatwa 41). Qiyamu Ramadhan dilaksanakan 4 rakaat berjamaah, 4 rakaat lagi, diakhiri 3 rakaat, merujuk BRM No. 03/1995–2000, tanpa tahiyat awal; tahiyat dilakukan di akhir rakaat keempat. Naskah ini menegaskan bahwa dalam hadis maupun BRM tidak disebutkan secara eksplisit soal tahiyat awal, dan praktik yang dipegang warga Muhammadiyah — khususnya para pimpinan Majelis Tarjih — adalah tanpa tahiyat awal. — Fatwa 41 1998 Tahiyat Awal Pada Salat Qiyamu Ramadan Empat Rakaat

🔸 2003 (Fatwa 12.A). Hadis ‘Aisyah r.a. yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim dinilai “sangat-sangat kuat, tidak ada dalam sanadnya perawi yang lemah”, dan itulah yang “dipegang oleh Majelis Tarjih Muhammadiyah sebagaimana termuat dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT)”. — Fatwa 12 A 2003 Hadits Shalat Tarawih Sm No 08 2003

🔸 Tanya Jawab Agama 9 (disidangkan 2006). Pertanyaan tentang tarawih 23 rakaat di Masjidilharam dijawab: “kami belum menemukan tuntunan dari Rasulullah saw.. Shalat tarawih menurut tuntunan Nabi saw. adalah hanya dikerjakan 11 dengan witirnya, dikerjakan empat rakaat lalu salam tanpa tahiyat awal, kemudian empat rakaat lalu salam, dan ditutup dengan shalat witir tiga rakaat lalu salam.” Dinyatakan pula hadis-hadis tarawih 23 rakaat “adalah lemah atau daif”, dan Muhammadiyah “berpegang kepada hadis Nabi saw riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah r.a. dan lain-lainnya yang sahih, tidak merujuk kepada pendapat ulama.” — Tanya Jawab Agama 9 Bab 6 Tarawih

🔸 2010 (Fatwa 16). Kaji ulang atas anggapan bahwa tarawih empat rakaat sekali salam itu batal: “hadis tentang shalat tarawih empat raka’at sekali salam tidak bermasalah, baik dari sisi matan maupun sanadnya.” Ditegaskan bahwa jumlah rakaat tarawih empat rakaat salam dan dua rakaat salam “merupakan tanawu’ (variasi) dalam beribadah, sehingga keduanya dapat diamalkan.” — Fatwa 16 2010 Salat Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam Batal

🔸 2022 (Fatwa 13). “Rasulullah saw tidak pernah menambah rakaat salat malam melebihi dari sebelas rakaat, baik di bulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan”, dengan cara 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1. Juga ditegaskan tarawih dan tahajud pada dasarnya salat yang sama. — Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih

🔸 Tanya Jawab Agama 2026. Dirumuskan tegas: “formasi shalat Tarawih menurut putusan dan fatwa Tarjih Muhammadiyah adalah 4-4-3 atau 2-2-2-2-2-1”, formasi 4-4-3 “dilakukan tanpa tahiyat awal dan bacaan shalat dibaca jahar.” — Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 02 Tahiyat Awal Dan Bacaan Jahar Dalam Shalat Tarawih Empat Rakaa

✍️ Catatan:

🔹 Sejak HPT 1972 hingga fatwa 2026, angka dasarnya konsisten: sebelas rakaat termasuk witir, tanpa penambahan rakaat. Yang berkembang adalah perincian: penegasan formasi 4-4-3 dan 2-2-2-2-2-1 (2010–2026), penegasan absennya tahiyat awal pada formasi empat rakaat (1998, ditegaskan kembali 2026), serta penilaian atas hadis tarawih 23 rakaat (2006).

🔹 Perlu dibedakan: angka “8 rakaat” yang sering disebut merujuk pada salat malamnya saja, sedangkan witir 3 rakaat menjadikan jumlahnya 11. Naskah 2010 secara khusus menyebut tanawu’ pada bentuk empat-empat atau dua-dua, bukan penambahan jumlah rakaat.

🔹 Penelusuran ini belum mencakup seluruh naskah bertema tarawih di khazanah; kesimpulan dibatasi pada halaman-halaman yang telah dibaca di atas.

✅️ Kesimpulan:

🔹 Tarawih menurut tuntunan Tarjih: 11 rakaat termasuk witir 3 rakaat, dikerjakan dengan formasi 4-4-3 (tanpa tahiyat awal) atau 2-2-2-2-2-1; 23 rakaat tidak ditemukan tuntunannya dari Nabi saw. menurut penelusuran Tim Fatwa.

💎 Sumber:

🔹 Hpt Jilid 1 Kitab Keputusan Tarjih Wiradesa (Muktamar Tarjih 1972, tanfidz 1973)

🔹 Fatwa 41 1998 Tahiyat Awal Pada Salat Qiyamu Ramadan Empat Rakaat (1998)

🔹 Fatwa 12 A 2003 Hadits Shalat Tarawih Sm No 08 2003 (2003, SM No. 08/2003)

🔹 Tanya Jawab Agama 9 Bab 6 Tarawih (SM No. 24/2005; fatwa 2006)

🔹 Fatwa 16 2010 Salat Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam Batal (2010)

🔹 Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih (2022)

🔹 Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 02 Tahiyat Awal Dan Bacaan Jahar Dalam Shalat Tarawih Empat Rakaa (disidangkan 2024, edisi 2026)

Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.

Sajikan dalam Format

Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.