Tata cara salat wajib saat berhaji waktu di arafah dan mina
☝️ Pertanyaan:
🔹 Bagaimana tata cara salat wajib (Zuhur, Asar, Magrib, Isya) saat berhaji ketika berada di Arafah dan Mina?
✨️ Jawaban:
🔹 Perjalanan haji pada dasarnya termasuk safar, sehingga berlaku rukhsah (keringanan) salat jamak dan qasar. Namun mengikuti tuntunan Rasulullah saw, salat jamak dan qasar dalam pelaksanaan haji hanya dilakukan ketika wukuf di Arafah dan ketika berada di Muzdalifah — Tanya Jawab Agama 5 Haji.
🔹 Di Mina (hari Tarwiyah, 8 Zulhijah) Rasulullah saw menunaikan salat lima waktu dengan diqasar saja tanpa dijamak:
"Di Mina, Rasulullah saw menunaikan salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya dan Subuh."
Lihat juga: "Di Mina pada saat Tarwiyah Nabi saw salat lima kali diqasar tidak dijamak" — Kitab Haji Bagian 15 Salat Dam Hadyu
🔹 Di Arafah (9 Zulhijah): setelah khutbah Arafah, salat Zuhur dan Asar dikerjakan dengan qasar dan jamak takdim (dikumpulkan pada waktu Zuhur). Bila tidak memungkinkan singgah di Namirah, boleh langsung ke Arafah dan di sana melakukan khutbah Arafah serta salat Zuhur dan Asar secara qasar dan jamak takdim — Kitab Haji Bagian 13 Tawaf Tarwiyah Wukuf.
🔹 Magrib dan Isya malam keberangkatan dari Arafah ke Muzdalifah (malam nahar) memiliki dua pilihan:
🔸 Pertama: salat Magrib dan Isya di Muzdalifah dengan jamak takhir dan qasar, sebagaimana dilakukan Nabi saw.
🔸 Kedua: bila pemberangkatan dari Arafah ke Muzdalifah melebihi waktu Magrib (misalnya karena keterlambatan transportasi dan penuhnya Muzdalifah), salat Magrib dan Isya dikerjakan di Arafah secara qasar dan jamak — Kitab Haji Bagian 15 Salat Dam Hadyu, Kitab Haji Bagian 13 Tawaf Tarwiyah Wukuf.
🔹 Salat Subuh dikerjakan pada waktunya di Muzdalifah dengan satu azan dan satu qamat — Kitab Haji Bagian 14 Muzdalifah Mina.
📚 Dalil:
🔹 Firman Allah:
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا
"Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qasar salatmu jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu." (QS an-Nisa' [4]: 101) — Fatwa 29 2013 Shalat Musafir Jamak Qasar
🔹 Hadis Jabir tentang haji Nabi saw: setelah berkhutbah di tengah wadi, "dilakukan azan dan qamat, lalu beliau salat Zuhur, kemudian salat Asar, dan tidak dilakukan salat sunat apa pun antara keduanya" [HR Muslim] — Kitab Haji Bagian 13 Tawaf Tarwiyah Wukuf
🔹 Hadis Jabir: "Sampai di Muzdalifah beliau salat Magrib dan Isya dengan satu kali azan dan dua qamat tanpa salat sunnah antara keduanya" [HR Muslim] — Kitab Haji Bagian 15 Salat Dam Hadyu
✍️ Catatan:
🔹 Fatwa Tarjih menegaskan bahwa jamak dan qasar tidak selalu menjadi satu paket. Orang yang menqasar salatnya karena musafir tidak mesti harus menjamaknya, demikian pula sebaliknya. Diperbolehkan pula menjamak dan menqasar sekaligus.
🔹 Khusus jamaah haji di Arab Saudi: selama dalam perjalanan, lebih baik menjamak dan menqasar; namun setelah menetap di sana (seperti saat di Mina), lebih utama menqasar saja tanpa menjamaknya, sebagaimana yang dilakukan Nabi saw ketika berada di Mina — Fatwa 29 2013 Shalat Musafir Jamak Qasar.
✅️ Kesimpulan:
🔹 Tata cara salat wajib saat haji mengikuti tuntunan Nabi saw: di Mina (Tarwiyah) salat diqasar tanpa dijamak; di Arafah salat Zuhur-Asar dengan qasar dan jamak takdim; Magrib-Isya dikerjakan di Muzdalifah dengan jamak takhir dan qasar, atau di Arafah jika pemberangkatan melewati waktu Magrib; Subuh pada waktunya.
💎 Sumber:
🔹 Kitab Haji Bagian 13 Tawaf Tarwiyah Wukuf
🔹 Kitab Haji Bagian 14 Muzdalifah Mina
🔹 Kitab Haji Bagian 15 Salat Dam Hadyu
🔹 Fatwa 29 2013 Shalat Musafir Jamak Qasar (2013)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sajikan dalam Format
Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.