Buatkan grafik konsep tentang Manhaj Tarjih.
Gambar Pohon Konsep Manhaj Tarjih
Manhaj Tarjih
├── Definisi
│ └── Sistem wawasan, sumber, pendekatan, metode
├── Wawasan (Semangat/Perspektif)
│ ├── Wawasan paham agama
│ ├── Wawasan tajdid
│ ├── Wawasan toleransi
│ ├── Wawasan keterbukaan
│ ├── Wawasan tidak berafiliasi mazhab
│ └── Wawasan wasatiah
├── Sumber Ajaran
│ ├── Sumber Utama
│ │ ├── Al-Qur'an
│ │ └── Sunah makbulah
│ │ ├── Hadis sahih
│ │ └── Hadis hasan
│ └── Sumber Paratekstual
│ ├── Ijmak
│ ├── Qiyas
│ ├── Maslahah mursalah
│ ├── Istihsan
│ ├── Istishab
│ ├── Sadduz-zari'ah
│ ├── Qaul sahabi
│ ├── Syar'u man qablana
│ └── 'Urf
├── Pendekatan
│ ├── Bayani
│ ├── Burhani
│ └── Irfani
└── Prosedur Teknis (Metode)
├── Asumsi Metode
│ ├── Asumsi integralistik
│ ├── Asumsi hierarkis
│ └── Asumsi kebermaksudan
├── Ragam Metode
│ ├── Metode bayani (interpretasi)
│ ├── Metode kausasi
│ └── Metode sinkronisasi
├── Kaidah Hadis
└── Kaidah Perubahan Hukum
Penjelasan Tiap Simpul
Definisi. Manhaj Tarjih dirumuskan sebagai "suatu sistem yang memuat seperangkat wawasan (atau semangat/perspektif), sumber, pendekatan, dan prosedur-prosedur teknis (metode) tertentu yang menjadi pegangan dalam kegiatan ketarjihan." Empat unsur inilah yang menjadi cabang utama pohon di atas — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 03 Lampiran 2 A Pendahuluan Dan B P dan Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan .
Wawasan (semangat/perspektif). Enam wawasan yang dilandasi: wawasan paham agama, wawasan tajdid, wawasan toleransi, wawasan keterbukaan, wawasan tidak berafiliasi mazhab tertentu, dan wawasan wasatiah. Wawasan tajdid dijelaskan punya dua arti: pemurnian akidah dan ibadah mahdah sesuai Sunah Nabi Saw., dan dinamisasi kehidupan masyarakat di bidang muamalat duniawiah — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan .
Sumber ajaran. Sumber pokok adalah Al-Qur'an dan Sunah. Istilah yang dipakai ialah "sunah makbulah", bukan "sunah sahihah", agar hadis hasan tidak terlempar dari kehujahan. Hadis daif dapat menjadi hujah dengan lima syarat: banyak jalur periwayatannya sehingga saling menguatkan, ada indikasi berasal dari Nabi Saw., tidak bertentangan dengan Al-Qur'an, tidak bertentangan dengan hadis sahih, dan kedaifannya bukan karena rawi tertuduh dusta atau pemalsu hadis. Sumber paratekstual yang diakui dalam praktik ketarjihan meliputi ijmak, qiyas, maslahah mursalah, istihsan, istishab, sadduz-zari'ah (tindakan preventif), qaul sahabi (pendapat sahabat), syar'u man qablana (syariat umat terdahulu), dan 'urf — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 05 Lampiran 2 D Sumber Sumber Ajara.
Pendekatan. Bayani bertitik tolak pada nas-nas syariah dan banyak dipakai untuk ibadah mahdah; burhani memakai capaian ilmu pengetahuan, seperti falak dalam penentuan awal bulan kamariah; irfani bertumpu pada kepekaan nurani dan ketajaman intuisi batin melalui pembersihan jiwa. Ketiganya tidak dipakai secara alternatif, melainkan sirkular dan saling melengkapi — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 06 Lampiran 2 E Pendekatan.
Prosedur teknis (metode). Tiga asumsi pokok: integralistik (keabsahan koroboratif antarelemen sumber), hierarkis (nilai dasar, asas-asas, lalu norma konkret), dan kebermaksudan (maqāṣid asy-syarī'ah: umum, parsial, partikular; daruriyyat, hajjiyat, tahsiniyyat). Ragam metodenya: metode bayani untuk nas yang kabur, metode kausasi untuk kasus tanpa nas langsung, dan metode sinkronisasi untuk ta'arud dalil dengan urutan al-jam'u wa at-taufiq, at-tarjih, an-naskh, lalu at-tawaqquf. Dilengkapi sebelas kaidah tentang hadis dan kaidah perubahan hukum — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 07 Lampiran 2 F Prosedur Teknis Met.
Perkembangan Kronologis
- Putusan Tarjih Jakarta 2000 menegaskan sumber ajaran Islam adalah Al-Qur'an dan as-Sunnah al-Maqbulah, serta pendekatan ijtihad Muhammadiyah memakai bayani, burhani, dan irfani. Putusan ini masih dirujuk sebagai dasar dalam naskah-naskah berikutnya.
- Keputusan Tarjih ke-26 hanya memuat penegasan metodologis: rumusan Manhaj Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam Muhammadiyah "perlu terus dikaji dan dikembangkan", dan Majelis Tarjih ditugaskan mengkaji pengembangan manhaj lebih lanjut sembari memasyarakatkan manhaj yang sudah ada — Keputusan Tarjih Ke 26 Bab Ii Manhaj Tarjih Dan Pengembangan Pemikiran Islam.
- Keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah, ditanfidzkan melalui Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 68/KEP/I.0/B/2026 tanggal 19 Syakban 1447 H/07 Februari 2026, menetapkan "Pengembangan Manhaj Tarjih Muhammadiyah" yang menyusun manhaj secara empat unsur (wawasan, sumber, pendekatan, metode) seperti pohon di atas. Naskah ini sendiri menyebut dirinya "evolusi dari keputusan sebelumnya tentang Manhaj Tarjih" — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 01 Keputusan Pimpinan Pusat Muhamma.
Perlu dicatat satu pergeseran istilah yang dibahas dalam rapat perbaikan Munas XXXII: "pendekatan bayani dalam ragam metode" diubah menjadi pendekatan lughawi, agar tidak tertukar dengan "bayani" sebagai pendekatan — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 02 Lampiran 1 Keputusan Munas Xxxii.
Catatan
Peta ini disusun dari Lampiran 2 Keputusan 68/2026 yang terbaca dalam penelusuran ini; rincian tiap cabang (misalnya seluruh syarat dan dawabit maslahah mursalah, atau uraian lengkap sebelas kaidah hadis) ada pada bagian naskah masing-masing dan belum seluruhnya terbaca di sini.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sajikan dalam Format
Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.