Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Sab, 22 Agu, jam 03:44 WIB

buatkan khutbah bualan rabiul awal 1448 H

Khutbah Jumat Bulan Rabiul Awal 1448 H

Meneladani Nabi Muhammad saw: Rahmat bagi Semesta Alam


الْـحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْـحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.


Khutbah Pertama

☝️ Tema: Bulan Rabiul Awal — Bulan Kelahiran Sang Pembawa Rahmat

🔹 Para jamaah Jumat rahimakumullah,

Kita saat ini berada di bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah. Bulan ini amat istimewa karena di dalamnya, tepatnya pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah, lahirlah seorang manusia agung yang mengubah peradaban dunia: Nabi Muhammad saw, penutup para nabi dan rasul, pembawa risalah Islam, rahmat bagi seluruh alam.

Sebagaimana firman Allah SWT:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

"Dan tiadalah Kami mengutusmu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya [21]: 107)

Kelahiran Nabi saw bukan sekadar peristiwa sejarah yang dikenang seremonial belaka. Lebih dari itu, kelahiran beliau adalah titik balik peradaban manusia — dari zaman jahiliah menuju cahaya Islam. Maka sudah sepantasnya kita memanfaatkan bulan yang mulia ini untuk merenungkan dan memperbanyak meneladani akhlak serta perjuangan beliau.

🔹 Peringatan Maulid Nabi dalam Pandangan Tarjih Muhammadiyah

Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah telah memberikan fatwa mengenai penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi saw. Dalam fatwa nomor 34 tahun 2009, dinyatakan bahwa pada prinsipnya Tim Fatwa belum pernah menemukan dalil tentang perintah menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi saw, dan belum pernah pula menemukan dalil yang melarang penyelenggaraannya. Oleh sebab itu, perkara ini termasuk dalam perkara ijtihadiyah — tidak ada kewajiban sekaligus tidak ada larangan untuk melaksanakannya. — Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi Saw

Dalam Tanya Jawab Agama jilid 4 juga ditegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi termasuk perkara ijtihadiyah yang dapat didekati dengan ijtihad istishlahi, yaitu ijtihad yang didasarkan pada kemaslahatan (maslahah mursalah). — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hari Peringatan

Maka bagi masyarakat Muslim yang memandang perlu menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi saw, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh:

🕌 Pertama, peringatan itu harus mengandung manfaat untuk kepentingan dakwah Islam, meningkatkan iman dan takwa, serta mencintai dan meneladani sifat, perilaku, kepemimpinan, dan perjuangan Nabi Muhammad saw. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan cara menyelenggarakan pengajian atau acara lain yang berisi kisah-kisah keteladanan Nabi saw.

🚫 Kedua, peringatan itu harus dijauhkan dari perbuatan-perbuatan yang dilarang agama, seperti bid'ah yang bertentangan dengan tuntunan, unsur syirik, serta pujian dan pemujaan yang berlebihan kepada Nabi saw. Sebagaimana sabda beliau dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim:

عَنْ عُمَرَ يَقُوْلُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ لَا تُطْرُوْنِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ.

"Janganlah kamu memberi penghormatan (memuji/memuliakan) kepada saya secara berlebihan sebagaimana orang Nasrani yang telah memberi penghormatan (memuji/memuliakan) kepada Isa putra Maryam. Saya hanya seorang hamba Allah, maka katakan saja hamba Allah dan Rasul-Nya." (HR. al-Bukhari dan Muslim) — Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi Saw

⚠️ Ketiga, apabila peringatan Maulid Nabi tidak dapat dihindarkan dari hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama, seperti menjurus kepada kemusyrikan, maksiat, dan kemunkaran, maka peringatan Maulid Nabi sebaiknya tidak perlu diadakan. — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hari Peringatan

🔹 Jamaah yang dimuliakan Allah,

Inti dari bulan Rabiul Awal bukanlah pada seremonialnya, melainkan pada seberapa jauh kita mampu meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah saw dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab [33]: 21) — Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi Saw

Mari kita isi bulan Rabiul Awal ini dengan:

  • Memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi saw dengan cara yang benar
  • Mempelajari sirah nabawiyah untuk mengambil pelajaran
  • Mengamalkan sunnah-sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari
  • Meneladani akhlak beliau: jujur, amanah, sabar, pemaaf, dan penyayang
  • Mendakwahkan nilai-nilai Islam dengan cara yang santun sebagaimana dicontohkan Nabi saw

📚 Dalil:

🔹 QS. Al-Ahzab [33]: 21 — "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu..."

🔹 QS. Al-Anbiya [21]: 107 — "Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam."

🔹 Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim — Larangan memuji Nabi secara berlebihan.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.


Khutbah Kedua

الْـحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

🔹 Jamaah Jumat yang berbahagia,

Pada kesempatan khutbah yang kedua ini, mari kita renungkan bersama: Apa yang paling penting dari kelahiran Nabi Muhammad saw bagi kita?

Rasulullah saw tidak sekadar lahir, beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dalam hadis yang masyhur, beliau bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)

Maka ukuran kecintaan kita kepada Nabi saw bukanlah pada seberapa meriah peringatan yang kita adakan, melainkan pada seberapa jauh akhlak dan perilaku kita mencerminkan ajaran beliau. Seorang yang benar-benar mencintai Nabi saw akan berusaha meneladani beliau dalam setiap aspek kehidupan: dalam ibadah, dalam muamalah, dalam akhlak, dan dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam.

🔹 Muhammadiyah dan Penghayatan terhadap Nabi saw

Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar makruf nahi munkar senantiasa mengajak umat untuk kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah yang maqbulah (dapat diterima sebagai dalil). Dalam konteks bulan Rabiul Awal, yang ditekankan adalah esensi dari risalah kenabian, yaitu:

  1. Mengenal Allah (makrifatullah) — Nabi saw mengajak manusia untuk menyembah Allah semata, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.
  2. Meneladani akhlak Nabi (uswah hasanah) — Mengamalkan sunnah-sunnah beliau dalam kehidupan nyata, bukan sekadar simbol dan seremonial.
  3. Berdakwah dengan hikmah — Menyebarkan kebaikan dengan cara yang bijaksana, sebagaimana dicontohkan Nabi saw.

Allah SWT berfirman:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang lebih baik." (QS. An-Nahl [16]: 125)

🔹 Jamaah yang dirahmati Allah,

Di penghujung khutbah ini, marilah kita mengambil beberapa pelajaran dari bulan Rabiul Awal:

✅️ Pertama, peringatan kelahiran Nabi saw adalah perkara ijtihadiyah. Jika kita melaksanakannya, pastikan isinya adalah hal-hal yang baik: pengajian, tadabur Al-Qur'an, kajian sirah, dan kegiatan yang meningkatkan keimanan. Jauhkan dari hal-hal yang bertentangan dengan syariat.

✅️ Kedua, yang lebih utama dari sekadar memperingati adalah meneladani. Nabi saw adalah uswatun hasanah — teladan terbaik dalam seluruh aspek kehidupan. Amalkan akhlak beliau dalam keseharian.

✅️ Ketiga, jadikan momen bulan Rabiul Awal sebagai waktu untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw dengan cara mengikuti sunnahnya, menghidupkan nilai-nilai ajarannya, dan mendakwahkan Islam yang rahmatan lil 'alamin.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kemampuan untuk mencintai Nabi-Nya dengan cinta yang sejati, bukan sekadar di bibir tetapi tercermin dalam amal perbuatan. Semoga kita semua dikumpulkan bersama beliau di telaga al-Kautsar kelak. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

✍️ Catatan:
Pandangan mengenai peringatan Maulid Nabi saw dalam khutbah ini didasarkan pada Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi saw (2009) dan Tanya Jawab Agama Jilid 4 Masalah Hari Peringatan. Tidak terdapat putusan Tarjih yang mewajibkan atau mengharamkan peringatan Maulid secara mutlak; hukumnya dikembalikan pada pertimbangan kemaslahatan dan isi kegiatannya.

💎 Sumber:

🔹 Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi Saw (2009)

🔹 Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hari Peringatan

🔹 Tanya Jawab Agama 1 Masalah Hari Hari Besar Islam

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ، وَوَحِّدْ صُفُوفَهُمْ عَلَى الْحَقِّ وَالْهُدَى. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format

Sab, 22 Agu, jam 04:08 WIB

sambuatan kepala sekolah pelaksanaan Peringatan Maulid Nabi Muhammadiyah di Sekolah

[ChatHMTalk]

Sambutan Kepala Sekolah

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw 1448 H

Meneladani Rasulullah, Membangun Generasi Berakhlak Mulia


السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْـحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُـحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ،

Yang saya hormati,

  • Bapak/Ibu Dewan Guru dan Karyawan,
  • Para undangan yang hadir, serta
  • Anak-anakku, seluruh siswa/siswi yang berbahagia.

☝️ Pembuka

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang dengan rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat untuk melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang setia mengikuti ajarannya hingga akhir zaman.


✨️ Tema dan Makna Peringatan

Anak-anakku sekalian, Bapak/Ibu Guru yang saya hormati,

Peringatan Maulid Nabi yang kita laksanakan hari ini memiliki makna yang sangat penting bagi kita semua, khususnya di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Fatwa Nomor 34 Tahun 2009, pada prinsipnya peringatan Maulid Nabi saw termasuk perkara ijtihadiyah — tidak ada kewajiban sekaligus tidak ada larangan untuk melaksanakannya. Yang terpenting, kegiatan ini harus mengandung manfaat untuk kepentingan dakwah Islam, meningkatkan iman dan takwa, serta mencintai dan meneladani sifat, perilaku, kepemimpinan, dan perjuangan Nabi Muhammad saw. — Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi Saw

Oleh karena itu, kita di sekolah ini tidak sekadar mengadakan acara seremonial. Kita menjadikan peringatan ini sebagai wahana untuk:

  • Memperkenalkan kembali keteladanan Nabi saw kepada generasi muda
  • Menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah saw yang benar — cinta yang diwujudkan dalam ketaatan menjalankan sunnah dan akhlak mulia
  • Membentengi siswa dari budaya dan pengaruh negatif dengan meneladani kepribadian agung Rasulullah saw

📚 Landasan Ilmiah

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab [33]: 21)

Dan firman Allah SWT:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

"Dan tiadalah Kami mengutusmu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya [21]: 107)


🚫 Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Anak-anakku sekalian dan Bapak/Ibu yang berbahagia,

Dalam menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi di lingkungan sekolah, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan bersama sebagaimana dijelaskan dalam Tanya Jawab Agama Jilid 4 terbitan Majelis Tarjih:

Pertama, peringatan harus dijauhkan dari perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama, seperti mengandung unsur syirik, kemusyrikan, maksiat, dan kemunkaran. — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hari Peringatan

Kedua, pujian kepada Nabi saw janganlah berlebihan. Rasulullah saw sendiri bersabda:

لَا تُطْرُوْنِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ، فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ

"Janganlah kamu memuji saya secara berlebihan sebagaimana orang-orang Nasrani memuliakan Isa putra Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah hamba-Nya, maka katakanlah: hamba Allah dan Rasul-Nya." (HR. al-Bukhari dan Muslim) — Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi Saw

Ketiga, bacaan-bacaan dalam peringatan hendaknya bersumber dari Al-Qur'an dan hadis yang sahih. Hindari pembacaan wirid atau naskah yang tidak jelas sumber dan dalilnya, serta hindari penggunaan hadis-hadis palsu (maudhu'). Telah ditegaskan dalam Fatwa Nomor 25 Tahun 2007 bahwa hadis yang berbunyi "Barang siapa mengagungkan hari kelahiranku, niscaya aku akan memberi syafaat kepadanya..." adalah hadis palsu. — Fatwa 25 Hadits Maulid Nabi Dan Hadits Sedekah Untuk Orang Tua

Keempat, dalam kitab-kitab maulid yang populer seperti Berzanji dan Syaraf al-Anam, terdapat beberapa redaksi pujian yang berlebihan (ghuluw) kepada Nabi saw yang kurang sesuai dengan tuntunan agama. Sebagian contoh pujian tersebut, misalnya menggambarkan Nabi sebagai "penghapus dosa" atau "naungan dan tujuan" — hal ini bertentangan dengan sifat ketuhanan yang hanya milik Allah SWT. Oleh karenanya, kita perlu selektif dalam memilih materi bacaan. — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Hari Hari Besar Islam


✅️ Penutup dan Harapan

Anak-anakku sekalian,

Peringatan Maulid Nabi yang kita laksanakan di sekolah ini bukanlah tujuan akhir. Tujuan kita adalah meneladani akhlak Rasulullah saw dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jadikan momentum ini untuk:

  1. Memperbaiki shalat — sebagaimana shalat adalah tiang agama dan amalan pertama yang dihisab
  2. Meningkatkan akhlak — jujur, disiplin, bertanggung jawab, hormat kepada guru dan orang tua, serta sayang kepada sesama
  3. Gemar membaca dan belajar — karena wahyu pertama yang turun adalah Iqra' (bacalah)
  4. Berani berkata benar dan menolak kemungkaran sesuai dengan semangat dakwah Muhammadiyah
  5. Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan lingkungan

Semoga dengan peringatan Maulid Nabi ini, Allah SWT menanamkan dalam diri kita semua rasa cinta yang tulus kepada Rasulullah saw, sehingga kita termasuk umatnya yang akan mendapat syafaat beliau di yaumil akhir kelak.

Selamat mengikuti acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw 1448 H. Jadikan kegiatan ini sebagai sarana meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kecintaan kita kepada baginda Rasulullah saw.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


✍️ Catatan:
Naskah sambutan ini disusun berdasarkan Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi saw (2009), Fatwa 25 Hadits Maulid Nabi (2007), Tanya Jawab Agama Jilid 4 Masalah Hari Peringatan, dan Tanya Jawab Agama Jilid 1 Masalah Hari-hari Besar Islam. Kepala sekolah dapat menyesuaikan kalimat pembuka, sapaan, dan durasi sesuai dengan kebutuhan acara di sekolah masing-masing.

💎 Sumber:

🔹 Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi Saw (2009)

🔹 Fatwa 25 Hadits Maulid Nabi Dan Hadits Sedekah Untuk Orang Tua (2007)

🔹 Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hari Peringatan

🔹 Tanya Jawab Agama 1 Masalah Hari Hari Besar Islam

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format

Sab, 22 Agu, jam 04:35 WIB

kata motivasi buat murid : Maulid Nabi

Berikut kata motivasi untuk murid-murid dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, yang disusun berdasarkan fatwa dan pedoman Majelis Tarjih Muhammadiyah:


🌟 Kata Motivasi untuk Murid: Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw

Anak-anakku, siswa-siswi sekalian yang saya banggakan,

Di bulan Rabiul Awal yang penuh berkah ini, marilah kita merenungkan: Apa yang bisa kita ambil dari kelahiran Nabi Muhammad saw untuk kehidupan kita sehari-hari sebagai pelajar?

Nabi Muhammad saw adalah uswatun hasanah — teladan terbaik bagi kita semua. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab [33]: 21)

Maka dari keteladanan Nabi saw, mari kita petik motivasi ini:


🔹 1. Jadilah Pembelajar Sejati 🕌

Tahukah kalian? Wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad saw adalah perintah membaca: Iqra'! Ini menunjukkan bahwa ilmu dan pendidikan adalah fondasi utama Islam. Maka rajin-rajinlah belajar, karena orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

"Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)

Pesan: Jadikan setiap pelajaran di sekolah sebagai ibadah. Belajar dengan sungguh-sungguh adalah bentuk syukur atas nikmat akal yang Allah berikan.


🔹 2. Jadilah Pribadi yang Jujur dan Amanah 🤝

Sebelum diangkat menjadi nabi, Muhammad saw sudah dikenal sebagai al-Amin (yang terpercaya). Beliau selalu jujur dalam perkataan dan amanah dalam tindakan.

Pesan: Jujurlah dalam setiap ujian, tugas, dan perkataan. Kejujuran adalah pintu menuju surga. Sekali berbohong akan membawa kepada kebohongan-kebohongan berikutnya.


🔹 3. Berakhlak Mulia — Itulah Inti Ajaran Nabi 🌸

Nabi Muhammad saw bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)

Pesan: Nilai raport yang tinggi tidak akan berarti jika akhlak kita buruk. Hormati guru, sayangi teman, jangan membully, jangan mengejek. Akhlak mulia adalah ciri seorang Muslim sejati.


🔹 4. Jadilah Pribadi yang Bermanfaat 🌍

Rasulullah saw diutus sebagai rahmatan lil 'alamin — rahmat bagi semesta alam. Beliau membawa kebaikan untuk semua, bukan hanya untuk dirinya sendiri.

Pesan: Jadilah siswa yang bermanfaat bagi sekolah, keluarga, dan masyarakat. Bantu teman yang kesulitan belajar, jaga kebersihan kelas, ikut kegiatan sosial. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.


🔹 5. Sabar dan Tidak Mudah Menyerah 💪

Perjuangan Nabi Muhammad saw dalam berdakwah penuh dengan rintangan, tetapi beliau tidak pernah menyerah. Beliau sabar dalam menghadapi cobaan dan tetap teguh pada kebenaran.

Pesan: Dalam belajar pasti ada kesulitan. Jangan mudah putus asa saat mendapat nilai kurang baik atau saat tidak memahami suatu pelajaran. Teruslah berusaha, berdoa, dan minta bantuan guru. Nabi saw bersabda bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan.


✅️ Penutup

Anak-anakku, cinta kepada Rasulullah saw tidak cukup dengan kata-kata atau acara seremonial belaka. Cinta sejati kepada Nabi saw adalah dengan meneladani akhlaknya. Jadikan peringatan Maulid ini sebagai momentum untuk berubah menjadi lebih baik: rajin belajar, jujur, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama. Itulah bentuk cinta kita kepada Nabi Muhammad saw yang sesungguhnya.

Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad saw 1448 H. Semoga kita semua menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan dirindu syafaat beliau di akhirat kelak. Aamiin.


Wallahu a'lam bish-shawab.

Min, 1 Nov, jam 02:29 WIB

Sajikan jawaban sebelumnya dalam bentuk kuliah tujuh menit (kultum).

Kultum Tujuh Menit

Rabiul Awal: Meneladani Nabi Muhammad saw, Rahmat bagi Semesta


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw, keluarganya, dan para sahabatnya. Amma ba'du.


Jamaah yang dirahmati Allah,

Saat ini kita berada di bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah. Bulan ini amat istimewa karena di dalamnya, tepatnya pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah, lahirlah seorang manusia agung yang mengubah peradaban dunia: Nabi Muhammad saw, penutup para nabi dan rasul, pembawa risalah Islam.

Allah SWT berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

"Dan tiadalah Kami mengutusmu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya [21]: 107)

Kelahiran Nabi saw bukan sekadar peristiwa sejarah yang dikenang seremonial belaka. Ia adalah titik balik peradaban manusia — dari zaman jahiliah menuju cahaya Islam. Maka sudah sepantasnya kita memanfaatkan bulan yang mulia ini untuk merenungkan dan memperbanyak meneladani akhlak serta perjuangan beliau.


Jamaah yang dimuliakan Allah,

Bagaimana sebenarnya sikap kita terhadap peringatan Maulid Nabi? Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah telah memberikan fatwa dalam Fatwa nomor 34 tahun 2009. Dinyatakan bahwa pada prinsipnya Tim Fatwa belum pernah menemukan dalil tentang perintah menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi saw, dan belum pernah pula menemukan dalil yang melarang penyelenggaraannya. Oleh sebab itu, perkara ini termasuk perkara ijtihadiyah — tidak ada kewajiban sekaligus tidak ada larangan untuk melaksanakannya. — Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi Saw

Dalam Tanya Jawab Agama jilid 4 juga ditegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi termasuk perkara ijtihadiyah yang dapat didekati dengan ijtihad istishlahi, yaitu ijtihad yang didasarkan pada kemaslahatan (maslahah mursalah). — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hari Peringatan

Artinya, hukumnya sangat bergantung pada isi dan manfaat kegiatan itu sendiri.


Bagi masyarakat muslim yang memandang perlu menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi saw, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

🕌 Pertama, peringatan itu harus mengandung manfaat untuk kepentingan dakwah Islam, meningkatkan iman dan takwa, serta mencintai dan meneladani sifat, perilaku, kepemimpinan, dan perjuangan Nabi Muhammad saw. Misalnya dengan menyelenggarakan pengajian atau acara yang berisi kisah-kisah keteladanan beliau.

🚫 Kedua, peringatan itu harus dijauhkan dari perbuatan-perbuatan yang dilarang agama, seperti bid'ah yang bertentangan dengan tuntunan, unsur syirik, serta pujian dan pemujaan yang berlebihan kepada Nabi saw. Sebagaimana sabda beliau:

عَنْ عُمَرَ يَقُوْلُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ لَا تُطْرُوْنِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُوْلُوْا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ

"Janganlah kamu memberi penghormatan (memuji/memuliakan) kepada saya secara berlebihan sebagaimana orang Nasrani yang telah memberi penghormatan (memuji/memuliakan) kepada Isa putra Maryam. Saya hanya seorang hamba Allah, maka katakan saja hamba Allah dan Rasul-Nya." (HR. al-Bukhari dan Muslim) — Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi Saw

⚠️ Ketiga, apabila peringatan Maulid Nabi tidak dapat dihindarkan dari hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama, seperti menjurus kepada kemusyrikan, maksiat, dan kemunkaran, maka peringatan Maulid Nabi sebaiknya tidak perlu diadakan. — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hari Peringatan


Jamaah yang berbahagia,

Inti dari bulan Rabiul Awal bukanlah pada seremonialnya, melainkan pada seberapa jauh kita mampu meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah saw dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab [33]: 21) — Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi Saw

Rasulullah saw tidak sekadar lahir. Beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, sebagaimana sabdanya:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)

Maka ukuran kecintaan kita kepada Nabi saw bukanlah pada seberapa meriah peringatan yang kita adakan, melainkan pada seberapa jauh akhlak dan perilaku kita mencerminkan ajaran beliau.

Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar makruf nahi munkar senantiasa mengajak umat untuk kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah yang maqbulah. Dalam konteks bulan Rabiul Awal, yang ditekankan adalah esensi risalah kenabian:

  1. Mengenal Allah (makrifatullah) — Nabi saw mengajak manusia menyembah Allah semata, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.
  2. Meneladani akhlak Nabi (uswah hasanah) — Mengamalkan sunnah-sunnah beliau dalam kehidupan nyata, bukan sekadar simbol dan seremonial.
  3. Berdakwah dengan hikmah — Menyebarkan kebaikan dengan cara yang bijaksana. Allah SWT berfirman:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang lebih baik." (QS. An-Nahl [16]: 125)


Jamaah yang dirahmati Allah,

Marilah kita mengambil tiga pelajaran dari bulan Rabiul Awal ini.

✅️ Pertama, peringatan kelahiran Nabi saw adalah perkara ijtihadiyah. Jika kita melaksanakannya, pastikan isinya hal-hal yang baik: pengajian, tadabur Al-Qur'an, kajian sirah, dan kegiatan yang meningkatkan keimanan. Jauhkan dari hal-hal yang bertentangan dengan syariat.

✅️ Kedua, yang lebih utama dari sekadar memperingati adalah meneladani. Nabi saw adalah uswatun hasanah — teladan terbaik dalam seluruh aspek kehidupan. Amalkan akhlak beliau dalam keseharian.

✅️ Ketiga, jadikan momen bulan Rabiul Awal sebagai waktu untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw dengan cara mengikuti sunnahnya, menghidupkan nilai-nilai ajarannya, dan mendakwahkan Islam yang rahmatan lil 'alamin.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kemampuan untuk mencintai Nabi-Nya dengan cinta yang sejati — bukan sekadar di bibir, tetapi tercermin dalam amal perbuatan. Semoga kita semua dikumpulkan bersama beliau kelak. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


💎 Sumber:

🔹 Fatwa 34 Peringatan Maulid Nabi Saw (2009)

🔹 Tanya Jawab Agama 4 Masalah Hari Peringatan

🔹 Tanya Jawab Agama 1 Masalah Hari Hari Besar Islam

Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.