Bagaimana manhaj tarjih Muhammadiyah
☝️ Pertanyaan:
🔹 Bagaimana manhaj Tarjih Muhammadiyah — apa definisinya dan apa saja unsur-unsurnya?
✨️ Jawaban:
🔹 Manhaj Tarjih didefinisikan resmi oleh Tarjih sebagai “suatu sistem yang memuat seperangkat wawasan (atau semangat/perspektif), sumber, pendekatan, dan prosedur-prosedur teknis (metode) tertentu yang menjadi pegangan dalam kegiatan ketarjihan.” Dari definisi itu jelas manhaj Tarjih memuat empat unsur: (1) wawasan, (2) sumber ajaran, (3) pendekatan, dan (4) metode — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan
🔹 Akar istilahnya dari usul fikih. Naskah Tarjih mengutip definisi Ar-Razi (w. 606/1209): “menguatkan salah satu dalil atas yang lain sehingga diketahui mana yang kuat lalu diamalkan yang lebih kuat itu dan ditinggalkan yang tidak kuat.” Namun di lingkungan Muhammadiyah makna tarjih bergeser: “Tarjih tidak lagi hanya diartikan kegiatan kuat-menguatkan suatu dalil atau pilih-memilih di antara pendapat yang sudah ada, melainkan jauh lebih luas sehingga identik atau paling tidak hampir identik dengan ijtihad itu sendiri.” — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 03 Lampiran 2 A Pendahuluan Dan B P
🔸 1. Wawasan (semangat/perspektif) — “Wawasan/perspektif tarjih itu meliputi: Wawasan paham agama, Wawasan tajdid, Wawasan toleransi, Wawasan keterbukaan, Wawasan tidak berafiliasi mazhab tertentu, Wawasan wasatiah.”
- Tajdid bermakna pemurnian pada akidah dan ibadah mahdah, dan dinamisasi pada muamalat duniawiah.
- Toleransi: “putusan Tarjih tidak menganggap dirinya saja yang benar, sementara yang lain tidak benar.”
- Keterbukaan: keputusan Tarjih “dapat dikritik dalam rangka melakukan perbaikan.”
- Tidak berafiliasi mazhab: memahami agama “langsung dari sumber-sumber pokoknya, Al-Qur’an dan Sunah serta sumber paratekstual melalui mekanisme ijtihad,” tanpa menafikan pendapat fukaha sebagai bahan pertimbangan.
— Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan
🔸 2. Sumber ajaran — Sumber pokok: “Sumber ajaran Islam adalah Al-Qur’an dan as-Sunnah al-Maqbulah.” Istilah maqbulah (yang diterima) adalah perbaikan atas rumusan lama “sunah sahihah”, agar hadis hasan tidak terbuang; hadis daif dapat menjadi hujah dengan lima syarat yang disebut naskah. Selain itu ada sumber paratekstual: “ijmak, qiyas, maslahah mursalah, istihsan, istishab, tindakan preventif (sadduz-zari'ah), pendapat sahabat (qaul sahabi), syariat umat terdahulu (syar‘u man qablana), dan ‘urf.” — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 05 Lampiran 2 D Sumber Sumber Ajara
🔸 3. Pendekatan — “pendekatan dalam ijtihad Muhammadiyah menggunakan pendekatan bayani, burhani, dan irfani.” Bayani bertolak dari nas syariah dan banyak dipakai pada ibadah mahdah; burhani memakai ilmu pengetahuan umum, seperti hisab dalam penentuan awal bulan kamariah; irfani bertumpu pada kepekaan nurani. Ketiganya “digunakan secara sirkular, yakni digunakan bersama-sama apabila diperlukan,” dan saling melengkapi. — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 06 Lampiran 2 E Pendekatan
🔸 4. Metode (prosedur teknis) — Berdiri di atas tiga asumsi: integralistik (koroborasi antarelemen sumber), hierarkis (nilai dasar – asas – norma konkret), dan kebermaksudan (maqāṣid asy-syarī‘ah). Ragam metodenya: metode bayani (interpretasi), metode kausasi, dan metode sinkronisasi untuk ta‘āruḍ, dengan urutan penyelesaian: “a. Al-Jam‘u wa at-taufiq … b. At-Tarjih … c. An-Naskh … d. At-Tawaqquf.” Dilengkapi sebelas kaidah tentang hadis serta syarat-syarat perubahan hukum. — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 07 Lampiran 2 F Prosedur Teknis Met
🔹 Perkembangan lintas tahun. Manhaj Tarjih bukan dokumen sekali jadi, dan naskah Tarjih sendiri menyatakannya: “Rumusan Manhaj Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam Muhammadiyah perlu terus dikaji dan dikembangkan…” (SK PP Muhammadiyah No. 21/SK-PP/II.A/8.c/2000; juga Keputusan Tarjih ke-26 Bab II) — Fikih Muhammadiyah Bagian O Manhaj, Keputusan Tarjih Ke 26 Bab Ii Manhaj Tarjih Dan Pengembangan Pemikiran Islam.
- 2000 (Munas Tarjih XXV, Jakarta): rumusan sumber (Al-Qur’an dan as-Sunnah al-maqbulah), pendekatan bayani–burhani–irfani, dan urutan penyelesaian ta‘āruḍ.
- 2024 (Munas Tarjih XXXII, Pekalongan) → ditanfidzkan 7 Februari 2026: naskah “Pengembangan Manhaj Tarjih Muhammadiyah”, yang menghadirkan rumusan empat unsur di atas secara lengkap. Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 68/KEP/I.0/B/2026, tanggal 19 Syakban 1447 H/07 Februari 2026 M, menetapkan: “Mentanfidzkan Pengembangan Manhaj Tarjih Muhammadiyah Keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah.” — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 01 Keputusan Pimpinan Pusat Muhamma
📚 Dalil:
🔹 QS an-Nisa (4): 59, dikutip naskah sebagai landasan semangat purifikasi (kembali kepada Al-Qur'an dan Sunah):
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunahnya)…” — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan
🔹 QS az-Zumar (39): 18, dikutip sebagai dasar wawasan keterbukaan:
ٱلَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ ٱلْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَىٰهُمُ ٱللَّهُ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمْ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
“(Yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya…” — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan
🔹 QS al-Hujurat (49): 13, dikutip sebagai dasar wawasan toleransi:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
— Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan
🔹 QS al-Hasyr (59): 7, dikutip sebagai dasar wawasan tidak berafiliasi mazhab tertentu:
مَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ … وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُوا۟ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah. Apa yang dilarangnya bagimu tinggalkanlah…” — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan
✍️ Catatan:
🔹 Naskah 2026 adalah naskah yang saya baca paling lengkap; bagian “Wawasan Wasatiah” saya peroleh melalui kutipan prinsip-prinsipnya pada Lampiran 2 huruf D, bukan pembacaan utuh seluruh bagian wawasan tersebut. Selain itu, rincian teknis (seperti rincian kaidah perubahan hukum dan kaidah hadis) sebagian tampil terpotong dalam pembacaan, sehingga saya tidak menguraikannya melebihi yang benar-benar terbaca.
✅️ Kesimpulan:
🔹 Manhaj Tarjih Muhammadiyah adalah sistem yang terdiri atas empat unsur — wawasan (paham agama, tajdid, toleransi, keterbukaan, tidak berafiliasi mazhab, wasatiah), sumber (Al-Qur'an dan Sunah maqbulah serta sumber paratekstual), pendekatan (bayani, burhani, irfani yang dipakai sirkular), dan metode (tiga asumsi metode, ragam metode bayani–kausasi–sinkronisasi, kaidah hadis, kaidah perubahan hukum) — dan ia bersifat terbuka untuk terus dikaji serta dikembangkan, sebagaimana dirumuskan dalam Keputusan Munas Tarjih XXXII Pekalongan 2024 yang ditanfidzkan melalui Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 68/KEP/I.0/B/2026.
💎 Sumber:
🔹️ Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 01 Keputusan Pimpinan Pusat Muhamma (2026, Keputusan PP Muhammadiyah No. 68/KEP/I.0/B/2026)
🔹️ Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 03 Lampiran 2 A Pendahuluan Dan B P (2026, Lampiran 2 huruf A–B)
🔹️ Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan (2026, Lampiran 2 huruf C)
🔹️ Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 05 Lampiran 2 D Sumber Sumber Ajara (2026, Lampiran 2 huruf D)
🔹️ Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 06 Lampiran 2 E Pendekatan (2026, Lampiran 2 huruf E)
🔹️ Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 07 Lampiran 2 F Prosedur Teknis Met (2026, Lampiran 2 huruf F)
🔹️ Fikih Muhammadiyah Bagian O Manhaj (SK PP Muhammadiyah No. 21/SK-PP/II.A/8.c/2000)
🔹️ Keputusan Tarjih Ke 26 Bab Ii Manhaj Tarjih Dan Pengembangan Pemikiran Islam
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sajikan dalam Format
Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.