Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Sel, 20 Okt, jam 09:46 WIB

Rangkuman Manhaj Tarjih terbaru

Berikut rangkuman Manhaj Tarjih Muhammadiyah versi terbaru berdasarkan Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 68/KEP/I.0/B/2026 (tanfidz Pengembangan Manhaj Tarjih Muhammadiyah hasil Munas Tarjih XXXII di Pekalongan, 23–25 Februari 2024).

Latar belakang

🔹 Manhaj Tarjih adalah sistem istinbat (penetapan) hukum yang menjadi pegangan kegiatan ketarjihan di Muhammadiyah. Naskah 2026 merupakan evolusi dari keputusan-keputusan Manhaj Tarjih sebelumnya, dirumuskan agar sistem ini mampu menangani persoalan kontemporer. Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 03 Lampiran 2 A Pendahuluan Dan B P

🔹 Istilah tarjih berasal dari usul fikih. Ar-Razi mendefinisikannya sebagai "menguatkan salah satu dalil atas yang lain sehingga diketahui mana yang kuat lalu diamalkan yang lebih kuat itu dan ditinggalkan yang tidak kuat." Dalam Muhammadiyah maknanya berkembang: tarjih diartikan sama atau hampir sama dengan ijtihad — aktivitas intelektual merespons persoalan sosial dan kemanusiaan dari sudut pandang Islam. Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 03 Lampiran 2 A Pendahuluan Dan B P

Definisi dan empat unsurnya

🔹 Manhaj Tarjih didefinisikan sebagai: "suatu sistem yang memuat seperangkat wawasan (atau semangat/perspektif), sumber, pendekatan, dan prosedur-prosedur teknis (metode) tertentu yang menjadi pegangan dalam kegiatan ketarjihan." Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan

🔸 1) Wawasan (semangat/perspektif), meliputi enam hal: wawasan paham agama, wawasan tajdid, wawasan toleransi, wawasan keterbukaan, wawasan tidak berafiliasi mazhab tertentu, dan wawasan wasatiah. Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan

  • Tajdid bermakna purifikasi (pemurnian akidah dan ibadah mahdah sesuai Sunah) sekaligus dinamisasi (pembaruan di bidang muamalat duniawiah).
  • Wawasan toleransi menegaskan bahwa putusan Tarjih tidak menganggap dirinya satu-satunya yang benar.
  • Wawasan keterbukaan berarti putusan Tarjih terbuka dikritik dan dikoreksi bila ada dalil yang lebih kuat.
  • Wawasan tidak berafiliasi mazhab berarti pendapat fukaha tetap dihargai sebagai bahan pertimbangan, tetapi tidak mengikat.
  • Wawasan wasatiah berpegang pada prinsip umat pertengahan (ummatan wasatan).

🔸 2) Sumber ajaran: sumber utama adalah Al-Qur'an dan as-Sunnah al-Maqbulah (hadis sahih dan hasan). Selain itu diakui sumber paratekstual: ijmak, qiyas, maslahah mursalah, istihsan, istishab, sadduz-zari'ah (menutup jalan menuju kerusakan), qaul sahabi, syar'u man qablana, dan 'urf — masing-masing dengan batasan (dawabit) tertentu. Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 05 Lampiran 2 D Sumber Sumber Ajara

🔸 3) Pendekatan: bayani (berbasis nas), burhani (berbasis ilmu pengetahuan/burhān), dan irfani (kepekaan nurani/intuisi batin melalui pembersihan jiwa). Ketiganya dipakai secara sirkular, saling melengkapi, bukan alternatif. Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 06 Lampiran 2 E Pendekatan

🔸 4) Prosedur teknis (metode): bertumpu pada tiga asumsi — integralistik (kekuatan norma lahir dari koroborasi dalil), hierarkis (jenjang norma: nilai dasar/al-qiyam al-asasiyyah → asas/al-ushul al-kulliyyah → norma konkret/al-ahkam al-far'iyyah), dan kebermaksudan (maqasid: daruriyyat, hajiyyat, tahsiniyyat). Tiga ragam metode: bayani (interpretasi nas yang masih kabur), kausasi (menggali illat/maqasid untuk kasus yang tidak ada nas langsung), dan sinkronisasi (menyelesaikan ta'arud: al-jam'u wa at-taufiq → tarjih → naskh → tawaqquf). Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 07 Lampiran 2 F Prosedur Teknis Met

Kaidah perubahan hukum

🔹 Perubahan hukum diakui dan harus memenuhi empat syarat: (a) ada tuntutan kemaslahatan, (b) tidak menyangkut pokok ibadah mahdah, (c) hukum itu tidak bersifat qath'i, dan (d) perubahan berlandaskan dalil syar'i. Contohnya perubahan dari rukyat ke hisab dan kebolehan kepemimpinan perempuan. Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 07 Lampiran 2 F Prosedur Teknis Met

Perbaikan dan rekomendasi Munas XXXII

🔹 Keputusan diterima dengan sejumlah perbaikan, antara lain: menambahkan penjelasan tentang irfani, menegaskan redaksi "tarjih sama dengan ijtihad", memasukkan aspek akhlak dalam wawasan tajdid, menyempurnakan redaksi kehujjahan hadis dhaif, dan melengkapi dalil naqli. Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 02 Lampiran 1 Keputusan Munas Xxxii

🔹 Direkomendasikan kajian lanjutan: pendekatan bayani (ragam metode) menjadi pendekatan lughawi, perumusan ulang kaidah hadis mauquf mujarrad, dan penelusuran kembali sumber Pokok-Pokok Manhaj Tarjih. Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 02 Lampiran 1 Keputusan Munas Xxxii

Status hukum

⚖️ Ditetapkan dalam Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 68/KEP/I.0/B/2026 tertanggal 19 Syakban 1447 H/07 Februari 2026 M, ditandatangani Ketua Umum Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Abdul Mu'ti, berlaku sejak tanggal ditetapkan. Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 01 Keputusan Pimpinan Pusat Muhamma

✍️ Catatan: pengertian tarjih sebagai ijtihad dan karakter manhaj yang "menyeluruh, fleksibel, fungsional, toleran, terbuka, dan responsif terhadap perkembangan keilmuan" juga ditegaskan dalam fatwa Tarjih 2020, yang sekaligus menjelaskan bahwa tidak ada putusan yang membid'ahkan hasil metode lain selama berpegang pada semangat manhaj. Fatwa 26 2020 Ar Ruju Ila Quran Sunah Metode Tarjih Dan Hermeneutika

✅️ Kesimpulan: Manhaj Tarjih terbaru (tanfidz 2026) adalah sistem istinbat hukum yang terdiri atas empat unsur — wawasan, sumber, pendekatan, dan metode — dengan Al-Qur'an dan Sunah makbulah sebagai sumber utama, pendekatan bayani-burhani-irfani yang saling melengkapi, serta landasan tajdid purifikasi-dinamisasi yang terbuka dan wasathiyah.

💎 Sumber:

🔹 Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 03 Lampiran 2 A Pendahuluan Dan B P (2026)

🔹 Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan (2026)

🔹 Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 05 Lampiran 2 D Sumber Sumber Ajara (2026)

🔹 Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 06 Lampiran 2 E Pendekatan (2026)

🔹 Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 07 Lampiran 2 F Prosedur Teknis Met (2026)

🔹 Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 02 Lampiran 1 Keputusan Munas Xxxii (2026)

🔹 Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 01 Keputusan Pimpinan Pusat Muhamma (2026)

🔹 Fatwa 26 2020 Ar Ruju Ila Quran Sunah Metode Tarjih Dan Hermeneutika (2020)

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format

Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.

Rangkuman Manhaj Tarjih terbaru — ChatHPT