Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 14:28 WIB

Cara salat tahajud muhammadiyah

☝️ Pertanyaan:

🔹 Bagaimana tata cara salat tahajud menurut Muhammadiyah?

✨️ Jawaban:

🔹 Ringkasnya, menurut fatwa-fatwa Tarjih, salat tahajud adalah salat malam yang dikerjakan sesudah salat Isyak hingga menjelang terbit fajar, dengan jumlah sebelas rakaat. Berikut tata cara yang disimpulkan:

  1. Jumlah rakaat. Pada dasarnya salat tahajud, salat witir, qiyamu Ramadhan, dan qiyamu lail adalah sama, yaitu sebelas rakaat, berdasarkan hadis riwayat al-Bukhari dari 'Aisyah. Ada dua formasi yang disebutkan:

    • 4 + 4 + 3 = 11 rakaat
    • 2 (iftitah) + 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 1 = 13 rakaat
  2. Waktu. Setelah salat Isyak sampai sebelum waktu Subuh, dan yang paling baik pada sepertiga akhir malam.

  3. Diawali salat iftitah dua rakaat (ringan/khafifatain), boleh berjamaah maupun sendiri-sendiri. Pada rakaat pertama dibaca doa iftitah, lalu al-Fatihah, lalu surah pilihan; pada rakaat kedua dan seterusnya dibaca al-Fatihah dan surah pilihan.

  4. Pelaksanaan 4 rakaat dikerjakan langsung tanpa duduk tasyahud awal di rakaat kedua. Jika sebelumnya dikerjakan iftitah 2 rakaat, jumlah seluruhnya menjadi 13 rakaat.

  5. Bacaan iftitah beragam diperbolehkan, dengan syarat ada tuntunannya dari Nabi saw. Salah satunya bacaan "Allahumma lakal-hamdu anta nuurus-samawaati wal-ardhi...".

  6. Panjang bacaan. Jika dikerjakan sendirian, sangat bagus memperpanjang bacaan; jika berjamaah, menyesuaikan kondisi makmum.

  7. Pada rakaat ketiga dari salat tahajud empat rakaat (yang tidak memakai tahiyat awal), sewaktu berdiri hanya bertakbir tanpa mengangkat tangan.

  8. Witir sebagai penutup. Hendaknya membaca surat al-A'la (rakaat pertama), al-Kafirun (rakaat kedua), dan al-Ikhlas (rakaat ketiga). Jika sudah witir sebelum tidur, lalu bangun dan tahajud, tidak perlu mengulang witir.

📚 Dalil:

🔹 Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari 'Aisyah (jumlah rakaat salat malam Nabi saw):

مَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا

— Fatwa 27 2020 Tata Cara Salat Tahajud

🔹 Hadis riwayat Muslim dari Ibnu Umar (witir penutup salat malam):

اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

— Fatwa 17 2014 Shalat Witir

✍️ Catatan:

🔹 Perkembangan lintas tahun: naskah 1998, 1999, 2009, 2012, 2014, 2015, 2020, dan 2022 saling melengkapi dan tidak saling bertentangan, sehingga posisinya konsisten. Rincian tata cara paling lengkap ada pada naskah 2020 dan 2009.

✅️ Kesimpulan:

🔹 Salat tahajud dikerjakan setelah Isyak hingga Subuh, jumlah sebelas rakaat (misalnya 4+4+3), diawali salat iftitah dua rakaat, tanpa tasyahud awal di antara rakaat empat, dan diakhiri witir.

💎 Sumber:

🔹️ Fatwa 41 1998 Tahiyat Awal Pada Salat Qiyamu Ramadan Empat Rakaat (1998)

🔹️ Fatwa 26 1999 Mengangkat Tangan Takbir Rakaat Ketiga Dan Cara Duduk Antara Dua S (1999)

🔹️ Fatwa 14 Tatacara Salat Tahajud Dan Duha (2009)

🔹️ Fatwa 07 Salat Witir (2009)

🔹️ Fatwa 09 2012 Bacaan Iftitah Salat Tahajud (2012)

🔹️ Fatwa 17 2014 Shalat Witir (2014)

🔹️ Fatwa 03 2015 Shalat Sunat Pada Malam Hari Selain Tahajud (2015)

🔹️ Fatwa 27 2020 Tata Cara Salat Tahajud (2020)

🔹️ Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih (2022)

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format

Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.