Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 09:13 WIB

bolehkan membaca surat tabarok hanya 3 ayat awal dalam salat wajib?

☝️ Pertanyaan:

🔹 Bolehkah dalam salat wajib membaca surat Tabarok (al-Mulk) hanya tiga ayat awalnya saja?

✨️ Jawaban:

🔹 Arsip Tarjih membolehkan membaca ayat tidak dari permulaan surat dan tidak satu surat utuh, baik dalam salat wajib maupun salat sunnah. Fatwa 33 (2009) menyimpulkan:

"Diperbolehkan (mubah) membaca ayat tidak dari permulaan surat, baik pada shalat wajib maupun pada shalat sunnah." — Fatwa 33 Bacaan Surat Dalam Shalat

🔹 Tanya Jawab Agama 1 menegaskan hal yang sama dengan contoh dari Nabi:

"Bacaan Surat Tidak Utuh — Tanya: Bacaan surat dalam shalat tidak utuh, seperti membaca alif lam miem tetapi tidak selesai satu surat. Bolehkah kita membaca surat yang hanya sepotong itu dalam shalat? Jawab: Boleh, karena Nabi juga pernah dalam shalat fajar membaca surat sesudah Fatihah, satu ayat saja." — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Iftitah Basmalah Dan Membaca Surat

🔹 Di halaman yang sama disebutkan batas minimal bila hendak membaca:

"Adapun bacaan surat atau ayat menurut riwayat Ad-Darimy; Ahmad dan Al Tirmidzy hendaknya paling sedikit tiga ayat (sekiranya mau membaca), sehingga kalau setelah tiga ayat ada kelupaan ayat selanjutnya, maka tidak perlu membaca ayat atau surat lain." — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Iftitah Basmalah Dan Membaca Surat

🔹 Jadi membaca tiga ayat awal al-Mulk sudah memenuhi keterangan riwayat tersebut.

⚠️ Namun ada catatan dari naskah yang lebih baru (2010), yang menyebut bahwa memotong-motong surat tidak sejalan dengan sunnah Nabi:

"Perbedaan kedua adalah Rasulullah saw tidak pernah membaca surat secara sepotong-sepotong. Dalam keterangan hadis-hadis ditemukan bahwa Rasulullah saw selalu membaca ayat secara sempurna, baik diselesaikan dalam satu rakaat, ataupun dibagi ke dalam dua rakaat." — Fatwa 15 2010 Adab Membaca Al Quran Membaca Sayyidina Dalam Salat Menjelaskan Ha

Dan pada fatwa yang sama, untuk masalah bacaan yang tidak sesuai sunnah Nabi:

"…kami berpandangan hal tersebut tidaklah dilarang, karena tidak ada nash yang secara tegas melarangnya. Namun kami berpandangan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang mafdhul-tidak utama (kebalikan dari afdhal) karena tidak sesuai dengan sunah Nabi saw. Dengan demikian kami berpandangan sebaiknya tidak dilakukan." — Fatwa 15 2010 Adab Membaca Al Quran Membaca Sayyidina Dalam Salat Menjelaskan Ha

📚 Dalil:

🔹 Keumuman perintah membaca yang mudah dari Al-Qur'an:

فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآَنِ

Artinya: "…karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an." [QS. al-Muzzammil (73): 20] — Fatwa 15 2010 Adab Membaca Al Quran Membaca Sayyidina Dalam Salat Menjelaskan Ha

🔹 Praktik Nabi membaca satu ayat saja sesudah al-Fatihah:

عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ فِي اْلأُولَى مِنْهُمَا اْلآيَةَ الَّتِي فِي الْبَقَرَةِ…

Artinya: "Diriwayatkan dari Said bin Yasar, Ibnu Abbas memberitahu bahwa Rasulullah saw pada dua rakaat dalam shalat fajar, pada rakaat pertama membaca ayat yang ada dalam surat al-Baqarah… hingga akhir ayat dan pada rakaat lainnya (kedua) membaca ayat… (QS. Ali Imran {3}: 52)." [Ditakhrijkan oleh an-Nasa'i] — Fatwa 33 Bacaan Surat Dalam Shalat

✍️ Catatan:

🔹 Posisi arsip perlu dibedakan: kebolehan membaca sebagian ayat/sebagian surat dinyatakan jelas oleh Fatwa 33 (2009) dan Tanya Jawab Agama 1. Sementara Fatwa 15 (2010) menilai memotong surat sebagai mafdhul dan menyarankan tidak dilakukan, karena sunnah Nabi yang terbaca dalam hadis adalah menyempurnakan ayat. Keduanya saya sampaikan apa adanya, bukan disatukan sendiri.

🔹 Keterangan Fatwa 18 (2018) menegaskan bahwa salat adalah ibadah mahdlah yang mengikuti ketentuan Nabi, dan untuk rakaat ketiga dan keempat tidak terdapat tuntunan spesifik membaca surat setelah al-Fatihah — Fatwa 18 2018 Bacaan Surah Rakaat Ketiga Dan Keempat.

🔹 Sepanjang penelusuran saya, belum saya temukan naskah Tarjih yang secara khusus membahas pembacaan tiga ayat awal surat Tabarok/al-Mulk di dalam salat. Yang ada di arsip adalah pembahasan umum bacaan surat dalam salat (di atas) serta penyebutan al-Mulk dalam konteks zikir/bacaan malam, bukan sebagai bacaan salat yang ditentukan — lihat Fatwa 42 A 2004 Dasar Bacaan Yasin Untuk Orang Mati. Saya belum dapat memastikan apakah tidak ada naskah lain yang membahasnya secara persis.

✅️ Kesimpulan:

🔹 Boleh — membaca sebagian surat, termasuk hanya tiga ayat awal surat Tabarok (al-Mulk) setelah al-Fatihah dalam salat wajib, termasuk yang dinyatakan mubah oleh Fatwa 33 (2009) dan dibolehkan oleh Tanya Jawab Agama 1. Hanya saja, memotong surat dinilai kurang utama (mafdhul) oleh Fatwa 15 (2010) karena tidak sejalan dengan kebiasaan Nabi yang menyempurnakan ayat; menyempurnakan surat atau membaginya utuh dalam dua rakaat lebih utama.

💎 Sumber:

🔹️ Fatwa 33 Bacaan Surat Dalam Shalat (2009)

🔹️ Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Iftitah Basmalah Dan Membaca Surat (Tanya Jawab Agama 1)

🔹️ Fatwa 15 2010 Adab Membaca Al Quran Membaca Sayyidina Dalam Salat Menjelaskan Ha (2010)

🔹️ Fatwa 18 2018 Bacaan Surah Rakaat Ketiga Dan Keempat (2018)

🔹️ Tanya Jawab Agama 5 Shalat (Tanya Jawab Agama 5)

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format

Hari ini, jam 09:16 WIB

tidak sejalan dengan kebiasaan Nabi yang menyempurnakan ayat? bukannya nabi suka dengan al baqarah 3 ayat terakhir?

☝️ Pertanyaan:

🔹 Benarkah pernyataan Fatwa 15 (2010) bahwa memotong surat "tidak sejalan dengan kebiasaan Nabi yang menyempurnakan ayat" — bukankah Nabi biasa membaca ayat-ayat terakhir al-Baqarah?

✨️ Jawaban:

🔹 Dua koreksi kecil lebih dahulu, lalu inti persoalannya.

🔸 Pertama, yang diriwayatkan dalam arsip adalah dua ayat terakhir al-Baqarah (285–286), bukan tiga. Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 09 menukilnya:

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاه

"Nabi saw bersabda, siapa saja yang membaca dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah pada suatu malam, niscaya kedua ayat itu akan mencukupinya [HR Al-Bukhari, No. 4722]." — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 09 1 15 Mei Doa Dan Ayat Pilihan Untuk Mengusir Menangkal Dan Mel

🔸 Kedua, konteks hadis itu adalah bacaan pada malam hari (fī lailah) sebagai perlindungan dari gangguan setan, bukan penetapan bacaan salat. Naskah yang sama menjelaskannya sebagai salah satu cara menangkal setan: "membaca dua ayat terakhir surah Al-Baqarah". Yang dimaksud "tiga ayat" dalam arsip justru muncul di Tanya Jawab Agama 1 sebagai batas minimal bila hendak membaca surat/ayat — bukan tentang tiga ayat terakhir al-Baqarah — lihat Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Iftitah Basmalah Dan Membaca Surat.

🔹 Justru ayat itu adalah kasus yang persis ditangani Fatwa 15 (2010). Pertanyaan yang diajukan kepada Majelis Tarjih saat itu berbunyi:

"Bagaimana hukumnya imam dalam salat jamaah membaca al-Quran dalam satu surat terbalik urutannya? Dalam rakaat pertama membaca: آمَنَ الرَسُوْلُ بِمَا أُنْزِلَ sampai dengan فَانْصُرْنَا عَلَي اْلقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ [الْبَقَرَةُ: 285-286]" — Fatwa 15 2010 Adab Membaca Al Quran Membaca Sayyidina Dalam Salat Menjelaskan Ha

🔹 Jadi ayat terakhir al-Baqarah itu memang dibaca dalam salat oleh penanya, lalu Tarjih menjawab bahwa perbuatan itu tidak dilarang, tetapi mafdhul (tidak utama) dan sebaiknya tidak dilakukan:

"Berkenaan dengan membaca ayat tidak berdasarkan urutan dalam rakaat pertama dan rakaat kedua, kami berpandangan hal tersebut tidaklah dilarang, karena tidak ada nash yang secara tegas melarangnya. Namun kami berpandangan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang mafdhul-tidak utama (kebalikan dari afdhal) karena tidak sesuai dengan sunah Nabi saw. Dengan demikian kami berpandangan sebaiknya tidak dilakukan." — Fatwa 15 2010 Adab Membaca Al Quran Membaca Sayyidina Dalam Salat Menjelaskan Ha

🔹 Adapun kalimat "menyempurnakan ayat" dalam Fatwa 15, bunyi lengkapnya begini:

"Perbedaan kedua adalah Rasulullah saw tidak pernah membaca surat secara sepotong-sepotong. Dalam keterangan hadis-hadis ditemukan bahwa Rasulullah saw selalu membaca ayat secara sempurna, baik diselesaikan dalam satu rakaat, ataupun dibagi ke dalam dua rakaat. Dalam salat Maghrib misalnya, beliau membaca surat al-A'raf dalam dua rakaat…" — Fatwa 15 2010 Adab Membaca Al Quran Membaca Sayyidina Dalam Salat Menjelaskan Ha

🔹 Di sinilah letak ketegangannya, dan saya sampaikan apa adanya. Satu tahun sebelumnya, Fatwa 33 (2009) justru membolehkan membaca ayat tidak dari permulaan surat, dengan dasar bahwa Nabi sendiri melakukannya:

"Hadis ketiga dari Sa'id bin Yasar menjelaskan bahwa ketika shalat fajar, beliau membaca ayat tidak dari permulaan surat, yaitu al-Baqarah (2): 136, dan Ali Imran (3): 52. Hadis tersebut diperkuat dengan hadis No. 6 dari Ziyad bin Alaqah, yang menjelaskan bahwa Nabi saw membaca ayat dari ayat 10 surat Qaf. Demikian pula hadis yang ke tujuh dari Abu Ishaq, menjelaskan bahwa Nabi saw membaca sebagian dari surat Luqman dan surat adz-Dzariyat." — Fatwa 33 Bacaan Surat Dalam Shalat

"Kesimpulan: 2. Diperbolehkan (mubah) membaca ayat tidak dari permulaan surat, baik pada shalat wajib maupun pada shalat sunnah." — Fatwa 33 Bacaan Surat Dalam Shalat

🔹 Tanya Jawab Agama 1 sejalan dengan itu:

"Bacaan sesudah Fatihah, tidak mesti satu surat utuh. Pernah Nabi membaca satu surat untuk dua rakaat, atau membaca bacaan beberapa ayat saja dalam satu rakaat." — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Iftitah Basmalah Dan Membaca Surat

📚 Dalil:

🔹 Bacaan Nabi satu ayat saja sesudah al-Fatihah dalam salat fajar:

عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ فِي اْلأُولَى مِنْهُمَا اْلآيَةَ الَّتِي فِي الْبَقَرَةِ…

Artinya: "…pada rakaat pertama membaca ayat yang ada dalam surat al-Baqarah (QS. al-Baqarah {2}: 136) hingga akhir ayat dan pada rakaat lainnya (kedua) membaca ayat آمَنَّا بِاللهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ (QS. Ali Imran {3}: 52)." [Ditakhrijkan oleh an-Nasa'i] — Fatwa 33 Bacaan Surat Dalam Shalat

🔹 Hadis dua ayat terakhir al-Baqarah (malam hari, perlindungan dari setan) — teks Arab di atas — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 09 1 15 Mei Doa Dan Ayat Pilihan Untuk Mengusir Menangkal Dan Mel

🔹 Keumuman perintah membaca yang mudah dari Al-Qur'an:

فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآَنِ

Artinya: "…karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an." [QS. al-Muzzammil (73): 20] — Fatwa 15 2010 Adab Membaca Al Quran Membaca Sayyidina Dalam Salat Menjelaskan Ha

✍️ Catatan:

🔹 Kalimat Fatwa 15 (2010) memang berbunyi bahwa Nabi "tidak pernah membaca surat secara sepotong-sepotong" dan "selalu membaca ayat secara sempurna". Namun pada tahun yang sama naskah itu juga menyatakan bacaan dengan urutan terbalik "tidaklah dilarang" dan hanya dinilai mafdhul. Sementara Fatwa 33 (2009) dan Tanya Jawab Agama 1 mendaftar hadis-hadis yang menunjukkan Nabi membaca ayat tidak dari permulaan surat, sebagian surat, bahkan satu ayat saja. Arsip memuat keduanya dan tidak memuat naskah yang merekonsiliasi keduanya; saya tidak menyatukan sendiri.

🔹 Yang belum saya temukan dalam penelusuran ini adalah naskah Tarjih yang secara khusus membahas "tiga ayat terakhir al-Baqarah" sebagai bacaan salat. Yang ada: hadis dua ayat terakhir al-Baqarah dalam konteks malam (Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 09 1 15 Mei Doa Dan Ayat Pilihan Untuk Mengusir Menangkal Dan Mel), serta pembahasan umum bacaan sebagian surat dalam salat (Fatwa 33 Bacaan Surat Dalam Shalat, Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Iftitah Basmalah Dan Membaca Surat).

✅️ Kesimpulan:

🔹 Benar bahwa membaca ayat-ayat terakhir al-Baqarah memiliki dasar riwayat — tetapi riwayatnya menyebut dua ayat terakhir (285–286) dan konteksnya bacaan malam, bukan bacaan salat. Dan justru bacaan itulah yang menjadi kasus Fatwa 15 (2010): Tarjih menilai membaca ayat dalam satu surat dengan urutan terbalik tidak dilarang, tetapi mafdhul dan sebaiknya tidak dilakukan. Sementara Fatwa 33 (2009) dan Tanya Jawab Agama 1 menyatakan membaca ayat tidak dari permulaan surat dan membaca sebagian surat dalam salat adalah mubah. Keduanya berasal dari tahun berbeda dan saya sampaikan tanpa memilih salah satu.

💎 Sumber:

🔹️ Fatwa 15 2010 Adab Membaca Al Quran Membaca Sayyidina Dalam Salat Menjelaskan Ha (2010)

🔹️ Fatwa 33 Bacaan Surat Dalam Shalat (2009)

🔹️ Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Iftitah Basmalah Dan Membaca Surat (Tanya Jawab Agama 1)

🔹️ Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 09 1 15 Mei Doa Dan Ayat Pilihan Untuk Mengusir Menangkal Dan Mel (2025)

🔹️ Qs Al Baqarah 2 285 286

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format

Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.