Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Kam, 5 Nov, jam 21:20 WIB

Buakan konsep khutbah Jum'at tidak banyak isi tulisan arabanya baik hadis maupun ayat Al-Qur'an. Buatlah konsep dengan judul tentang waktu yang terlalu berharga

KONSEP KHUTBAH JUM'AT

"Waktu yang Terlalu Berharga"

Disusun sebagai naskah siap dibawakan, dengan porsi teks Arab sengaja dibuat sedikit; dalil-dalil lain ditampilkan dalam terjemahan.


KHUTBAH PERTAMA

Pembuka (hamdalah, syahadah, salawat)

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ.

"Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya."

Ma'asyiral muslimin, jamaah Jum'at yang dirahmati Allah,

Dalam rangkaian khutbah yang singkat ini, izinkan saya mengajak kita semua merenungi sebuah tema yang sering kita ucapkan, namun jarang kita sadari harganya: waktu. Waktu adalah modal yang paling adil dibagikan Allah kepada setiap manusia, tetapi sekaligus paling cepat hilang tanpa terasa. Setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali, dan tidak ada seorang pun yang bisa membelinya kembali dengan harta apa pun.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Nabi Muhammad saw. pernah mengingatkan kita tentang dua nikmat besar yang justru banyak dilupakan manusia. Beliau bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

"Dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang." (HR. al-Bukhari, at-Turmudzi, Ibnu Majah, dan Ahmad) — Fatwa 04 Nikmat Dunia Dan Akhirat

Betapa banyak dari kita yang baru menyadari mahalnya waktu ketika ia sudah nyaris habis. Ketika badan masih sehat, kita menunda amal. Ketika waktu masih lapang, kita menunda kebaikan. Padahal keduanya adalah pemberian, bukan hak milik yang bisa ditawar.

Jamaah Jum'at yang berbahagia,

Dalam Al-Qur'an, Allah menyinggung penyesalan orang yang terlambat menggunakan waktunya. Ia berkata di saat ajalnya tiba:

"Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh." (QS. al-Munafiqun (63): 10) — Fatwa 11 2019 Sedekah Makanan Setelah Shalat Jumat

Ayat ini bukan sekadar kisah. Ia adalah peringatan bagi kita yang masih diberi kesempatan hari ini. Sebab waktu tidak dapat ditunda, dimajukan, atau dimundurkan barang sesaat pun. Allah menegaskan bahwa kehidupan ini adalah ujian: siapa di antara kita yang paling baik amalnya (QS. al-Mulk (67): 2). Maka dunia ini bukan tujuan, melainkan tempat beramal. Dunia adalah tempat beramal saleh; siapa saja yang selama hidupnya banyak melakukan amal saleh, niscaya Allah akan memberikan balasan surga baginya (QS. an-Nahl (16): 97) — Keputusan 229 2026 Fikih Takziah Dan Kematian 02 Bab I Kesadaran Terhadap Kemati

Hadirin yang dirahmati Allah,

Teladan terbaik dalam menghargai waktu adalah Rasulullah saw. Beliau terkenal sebagai pribadi yang sangat disiplin dan sangat menjaga waktu, terutama dalam mengerjakan shalat-shalat wajib. Beliau membagi waktunya sedemikian rupa sehingga ada waktu untuk tidur, ada waktu untuk beribadah, ada waktu untuk istirahat, dan seterusnya. Beliau pun pernah menegur sahabat yang ingin menandingi ibadah beliau dengan berpuasa setiap hari dan bangun setiap malam untuk beribadah — karena keseimbangan hidup itulah yang beliau contohkan (Fatwa 48 2004 Kesehatan Rasulullah Saw).

Dari sini kita belajar dua hal. Pertama, waktu yang berharga harus dikelola, bukan dibiarkan mengalir tanpa arah. Kedua, menjaga kesehatan adalah bagian dari cara kita menghargai waktu, sebab badan yang sehat adalah sarana beramal. Karena itu, seseorang dituntut memelihara kesehatan, dan bila sakit ia wajib berobat menurut kemampuannya dengan cara yang benar — sebab ikhtiar manusia itu suatu keharusan yang tidak boleh dilalaikan, sementara batas umur tetap menjadi ketentuan Allah (Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Sesudah Shalat).

Jamaah Jum'at yang dirahmati Allah,

Mari kita renungkan: berapa banyak waktu kita habis untuk hal yang tidak bernilai? Berapa banyak kesempatan beramal yang kita tunda dengan kata "nanti"? Padahal kata "nanti" adalah kata yang paling sering menipu manusia.

Maka mulai hari ini, mari kita isi waktu dengan yang bermanfaat: menegakkan shalat pada waktunya, memperbanyak dzikir dan doa, menuntut ilmu, bekerja dengan jujur, membantu sesama, dan berbakti kepada orang tua. Waktu yang kita pakai untuk kebaikan tidak akan pernah sia-sia.

Penutup khutbah pertama:

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. al-Ahzab (33): 56) — Fatwa 26 2014 Khutbah Jumat Berbahasa Indonesia

[Khatib duduk sejenak]


KHUTBAH KEDUA

Pembuka:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ.

Ma'asyiral muslimin, jamaah Jum'at yang dirahmati Allah,

Setiap khutbah yang tidak memuat syahadat di dalamnya ibarat tangan yang terpotong — demikianlah peringatan Nabi saw. dalam riwayat Ahmad. Maka jagalah tauhid dalam hati, lisan, dan perbuatan kita, sebab itulah pondasi seluruh amal.

Hadirin yang berbahagia,

Kita telah mendengar bahwa waktu adalah nikmat yang paling cepat lenyap. Karena itu, izinkan saya menutup khutbah ini dengan tiga hal yang bisa kita amalkan:

Pertama, jadikan setiap waktu shalat sebagai batas disiplin harian kita. Rasulullah saw. sangat menjaga waktu shalat; maka janganlah kita menunda shalat karena pekerjaan atau kesibukan dunia.

Kedua, isi waktu luang dengan amal yang bermanfaat, sebab waktu luang adalah nikmat yang banyak disia-siakan manusia. Sekecil apa pun amal yang kita kerjakan dengan ikhlas, tidak ada yang terlewat dari catatan Allah.

Ketiga, jangan menunda kebaikan. Sedekah, ilmu yang bermanfaat, dan mendidik anak menjadi anak saleh adalah amal yang pahalanya tidak terputus, bahkan setelah kita meninggal dunia (Tanya Jawab Agama 2 Masalah Janazah). Inilah cara kita memuliakan waktu yang telah Allah titipkan.

Doa penutup:

Ya Allah, jadikanlah sisa umur kami penuh dengan amal yang Engkau ridhai. Berilah kami kesehatan dan waktu luang yang Engkau jadikan jalan menuju kebaikan. Bimbinglah kami agar tidak menunda amal, tidak menyia-nyiakan waktu, dan tidak tertipu oleh kesenangan yang hanya sesaat. Ya Allah, terimalah amal kami, ampunilah dosa kami, dan kumpulkanlah kami bersama orang-orang yang Engkau cintai.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

"Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."

Penutup:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ. إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ.

[Khatib menutup dengan ajakan mendirikan shalat dan imam memimpin iqamah]


📚 Sumber yang dipakai

✍️ Catatan penyusunan

  • 🔸 Sesuai permintaan, porsi teks Arab dibuat seminimal mungkin: hanya bagian pembuka khutbah (hamdalah, syahadah, salawat), satu hadis pendek, dan beberapa kutipan singkat. Dalil lainnya disampaikan dalam terjemahan.
  • 🔸 Bagian pembuka khutbah tetap menggunakan bahasa Arab mengikuti contoh Nabi saw., sementara isi khutbah dapat disampaikan dalam bahasa yang mudah dipahami jamaah — sebagaimana ditegaskan dalam Fatwa 26 2014 Khutbah Jumat Berbahasa Indonesia.
  • 🔸 Kutipan ayat QS. al-Mulk (67): 2, QS. an-Nahl (16): 97, dan QS. al-Munafiqun (63): 10 diambil dari naskah khazanah yang dibaca; teks Arab yang ditampilkan hanya sebatas yang termuat dalam sumber yang telah dibaca.

✅️ Kesimpulan

🔹 Waktu adalah nikmat yang paling cepat berlalu dan paling banyak dilupakan manusia; karena itu ia harus diisi dengan amal saleh, dijaga dengan disiplin ibadah, dan tidak ditunda-tunda, sebab ajal tidak dapat dimajukan maupun dimundurkan.

Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.

Sajikan dalam Format

Hari ini, jam 07:40 WIB

Untuk mukadimah buat seperti pada umumnya jangan di singkat. Pada bagian isi jika ada ayat cantumkan arabnya beserta tulisan latinnya agar mempermudah bacanya

Saya periksa ulang sumber-sumber dan teks Arabnya dulu.

KONSEP KHUTBAH JUM'AT

"Waktu yang Terlalu Berharga"

Naskah siap dibawakan. Mukadimah disusun lengkap sebagaimana lazimnya khutbah Jum'at; setiap ayat pada bagian isi disertakan teks Arab beserta transliterasi Latinnya.


KHUTBAH PERTAMA

Mukadimah

الْحَمْدُ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

Alhamdulillāhi naḥmaduhū wa nasta'īnuhū wa nastaghfiruhū, wa na'ūżu billāhi min syurūri anfusinā wa sayyi'āti a'mālinā. Man yahdihillāhu falā muḍilla lah, wa man yuḍlil falā hādiya lah. Wa asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadan 'abduhū wa rasūluh.

"Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, dan berlindung kepada-Nya dari kejahatan jiwa kami serta kejelekan perbuatan kami. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya; dan barang siapa disesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya."

Ma'asyiral muslimin, jamaah Jum'at yang dirahmati Allah,

Dalam mukadimah khutbah ini, sebagaimana diajarkan Rasulullah saw., kita bersama-sama merenungkan tiga ayat yang memuat wasiat takwa dan pesan tentang kesungguhan menjalani hidup. Allah swt. berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Yā ayyuhal-lażīna āmanut-taqullāha ḥaqqa tuqātihī wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn.

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS. Ali 'Imran (3): 102)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Yā ayyuhan-nāsut-taqū rabbakumul-lażī khalaqakum min nafsiw wāḥidatiw wa khalaqa minhā zaujahā wa baṡṡa minhumā rijālan kaṡīraw wa nisā'ā, wat-taqullāhal-lażī tasā'alūna bihī wal-arḥām, innallāha kāna 'alaikum raqībā.

"Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu dengan yang lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu." (QS. an-Nisa' (4): 1)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Yā ayyuhal-lażīna āmanut-taqullāha wa qūlū qaulan sadīdā.

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar." (QS. al-Ahzab (33): 70)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ. أَمَّا بَعْدُ.

Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammadin wa 'alā āli Muḥammad. Wa man ya'taṣim billāhi faqad hudiya ilā ṣirāṭim mustaqīm. Ammā ba'du.

"Ya Allah, limpahkanlah kemurahan-Mu kepada Muhammad dan keluarganya. Barang siapa berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Amma ba'du."

Ketiga ayat dan susunan mukadimah ini adalah sebagaimana diajarkan Nabi saw. dalam hadis riwayat an-Nasa'i dan Ahmad dari 'Abdullah, dan sebagaimana dijelaskan dalam Fatwa 10 2017 Bacaan Mukadimah Pidato. Demikian pula HPT menuntunkan agar imam memulai khutbahnya dengan tahmid, tasyahud, dan salawat kepada Nabi, kemudian wasiat takwa, kemudian doa (Kitab Shalat Bagian 08 Tatswib Shalat Jumat).

Isi Khutbah

Ma'asyiral muslimin, jamaah Jum'at yang dirahmati Allah,

Izinkan saya mengajak kita semua merenungi sebuah tema yang setiap hari kita ucapkan, namun jarang kita sadari harganya: waktu. Waktu adalah modal yang paling adil dibagikan Allah kepada setiap manusia, tetapi sekaligus paling cepat hilang tanpa terasa. Setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali.

Nabi Muhammad saw. mengingatkan kita tentang dua nikmat besar yang justru banyak dilupakan manusia:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ni'matāni maghbūnun fīhimā kaṡīrun minan-nāsi: aṣ-ṣiḥḥatu wal-farāgh.

"Dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang." (HR. al-Bukhari, at-Turmudzi, Ibnu Majah, dan Ahmad, dari Ibnu Abbas ra.) — Fatwa 04 Nikmat Dunia Dan Akhirat

Betapa banyak dari kita baru menyadari mahalnya waktu ketika ia nyaris habis. Ketika badan masih sehat, kita menunda amal. Ketika waktu masih lapang, kita menunda kebaikan.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Al-Qur'an menggambarkan penyesalan orang yang terlambat memakai waktunya. Allah swt. berfirman:

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Wa anfiqū mim mā razaqnākum min qabli ay ya'tiya aḥadakumul-mautu fa yaqūla rabbi lau lā akhkhartanī ilā ajalin qarībin fa aṣṣaddaqa wa akum minaṣ-ṣāliḥīn.

"Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh." (QS. al-Munafiqun (63): 10)

Ayat ini bukan sekadar kisah. Ia peringatan bagi kita yang masih diberi kesempatan hari ini. Sebab kematian, bila telah datang, tidak dapat dimundurkan maupun dimajukan barang sesaat pun — sebagaimana ditegaskan dalam Keputusan 229 2026 Fikih Takziah Dan Kematian 02 Bab I Kesadaran Terhadap Kemati (Keputusan PP Muhammadiyah No. 229/KEP/1.0/B/2026).

Karena itu Allah menegaskan bahwa hidup ini adalah ujian:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu 'amalā, wa huwal-'azīzul-ghafūr.

"Yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS. al-Mulk (67): 2)

Maka dunia ini bukan tujuan, melainkan tempat beramal. Dunia adalah tempat beramal saleh; siapa saja yang selama hidupnya banyak melakukan amal saleh, niscaya Allah akan memberikan balasan surga baginya.

Jamaah Jum'at yang berbahagia,

Teladan terbaik dalam menghargai waktu adalah Rasulullah saw. Beliau terkenal sebagai pribadi yang sangat disiplin dan sangat menjaga waktu, terutama dalam mengerjakan shalat-shalat wajib. Beliau membagi waktu sedemikian rupa sehingga ada waktu tidur, ada waktu beribadah, ada waktu istirahat, dan sebagainya. Beliau pun pernah menegur sahabat yang ingin menandingi ibadah beliau dengan berpuasa setiap hari dan bangun setiap malam untuk beribadah, karena keseimbangan hidup itulah yang beliau contohkan (Fatwa 48 2004 Kesehatan Rasulullah Saw).

Dari sini kita belajar dua hal. Pertama, waktu yang berharga harus dikelola, bukan dibiarkan mengalir tanpa arah. Kedua, menjaga kesehatan adalah bagian dari cara menghargai waktu, sebab badan yang sehat adalah sarana beramal. Karena itu seseorang dituntut memelihara kesehatan, dan bila sakit ia wajib berobat menurut kemampuannya dengan cara yang benar — sebab ikhtiar manusia itu suatu keharusan yang tidak boleh dilalaikan, sementara batas umur tetap menjadi ketentuan Allah (Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Sesudah Shalat).

Hadirin yang dirahmati Allah,

Mari kita renungkan: berapa banyak waktu kita habis untuk hal yang tidak bernilai? Berapa banyak kesempatan beramal yang kita tunda dengan kata "nanti"? Padahal kata "nanti" adalah kata yang paling sering menipu manusia.

Maka mulai hari ini, mari kita isi waktu dengan yang bermanfaat: menegakkan shalat pada waktunya, memperbanyak dzikir dan doa, menuntut ilmu, bekerja dengan jujur, membantu sesama, dan berbakti kepada orang tua. Waktu yang kita pakai untuk kebaikan tidak akan pernah sia-sia.

Penutup Khutbah Pertama

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Innallāha wa malā'ikatahū yuṣallūna 'alan-nabiyy, yā ayyuhal-lażīna āmanū ṣallū 'alaihi wa sallimū taslīmā.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. al-Ahzab (33): 56)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammadin wa 'alā āli Muḥammad.

[Khatib duduk sejenak]


KHUTBAH KEDUA

Mukadimah

الْحَمْدُ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ. أَمَّا بَعْدُ.

Alhamdulillāhi naḥmaduhū wa nasta'īnuhū wa nastaghfiruh, wa asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadan rasūlullāh. Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammadin wa 'alā ālihī wa aṣḥābih. Ammā ba'du.

"Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya. Amma ba'du."

Ma'asyiral muslimin, jamaah Jum'at yang dirahmati Allah,

Setiap khutbah yang tidak memuat syahadat di dalamnya ibarat tangan yang terpotong — demikian peringatan Nabi saw. dalam riwayat Ahmad. Maka jagalah tauhid dalam hati, lisan, dan perbuatan kita, sebab itulah pondasi seluruh amal. Rukun khutbah pertama dan khutbah kedua adalah sama, sebagaimana dijelaskan dalam Fatwa 18 2003 Beberapa Persoalan Tentang Imam Dan Khutbah Jum At Sm No 22 2003.

Isi Khutbah

Hadirin yang berbahagia,

Kita telah mendengar bahwa waktu adalah nikmat yang paling cepat lenyap. Allah swt. menjanjikan balasan bagi siapa yang mengisinya dengan amal saleh:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Man 'amila ṣāliḥam min żakarin au unṡā wa huwa mu'minun fa lanuḥyiyannahū ḥayātan ṭayyibah, wa lanajziyannahum ajrahum bi'aḥsani mā kānū ya'malūn.

"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang selalu mereka kerjakan." (QS. an-Nahl (16): 97)

Izinkan saya menutup khutbah ini dengan tiga hal yang bisa kita amalkan:

Pertama, jadikan setiap waktu shalat sebagai batas disiplin harian kita. Rasulullah saw. sangat menjaga waktu shalat; maka janganlah kita menunda shalat karena pekerjaan atau kesibukan dunia.

Kedua, isi waktu luang dengan amal yang bermanfaat. Sekecil apa pun amal yang dikerjakan dengan ikhlas, tidak ada yang terlewat dari catatan Allah.

Ketiga, jangan menunda kebaikan. Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan mendidik anak menjadi anak saleh adalah amal yang pahalanya tidak terputus, bahkan setelah kita meninggal dunia (Tanya Jawab Agama 2 Masalah Janazah). Inilah cara kita memuliakan waktu yang telah Allah titipkan.

Doa Penutup

اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْسَعَ أَوْقَاتِنَا فِيمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَارِنَا وَأَعْمَالِنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَسْتَبِقُونَ الْخَيْرَاتِ.

Allāhumma ij'al ausa'a auqātinā fīmā tuḥibbu wa tarḍā, wa bārik lanā fī a'mārinā wa a'mālinā, waj'alnā minal-lażīna yastabiqūnal-khairāt.

"Ya Allah, jadikanlah waktu-waktu kami yang paling lapang untuk hal yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Berkahilah umur dan amal kami, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang berlomba dalam kebaikan."

Mendoakan kaum muslimin seluruhnya dalam khutbah kedua dianjurkan; doa yang diambil dari al-Qur'an atau hadis sebaiknya memakai bahasa aslinya, sedangkan doa dari diri sendiri boleh disampaikan dalam bahasa Indonesia (Fatwa 26 2014 Khutbah Jumat Berbahasa Indonesia).

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanatan wa fil-ākhirati ḥasanatan wa qinā 'ażāban-nār.

"Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." (QS. al-Baqarah (2): 201)

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ. إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ.

Wa aqimiṣ-ṣalāh, innaṣ-ṣalāta tanhā 'anil-faḥsyā'i wal-munkar.

[Khatib menutup dengan ajakan mendirikan shalat, lalu imam memimpin iqamah]


📚 Sumber yang dipakai

✍️ Catatan penyusunan

  • 🔸 Teks Arab ayat-ayat pada bagian isi diambil dari rujukan mushaf, sedangkan terjemahannya mengikuti bunyi naskah khazanah yang dikutip. Teks Arab hadis dikutip langsung dari naskah fatwa yang bersangkutan.
  • 🔸 Transliterasi Latin disusun untuk memudahkan pembacaan khatib; ia bukan bagian dari naskah sumber dan tidak menggantikan teks Arab.
  • 🔸 Susunan mukadimah mengikuti tuntunan HPT dan penjelasan fatwa bahwa pembukaan khutbah tetap berbahasa Arab, sementara isi khutbah disampaikan dalam bahasa yang mudah dipahami jamaah.

✅️ Kesimpulan

🔹 Waktu adalah nikmat paling cepat berlalu dan paling banyak dilupakan manusia; karena itu ia harus diisi dengan amal saleh, dijaga dengan disiplin ibadah, dan tidak ditunda-tunda, sebab ajal tidak dapat dimajukan maupun dimundurkan.

Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.

Sajikan dalam Format

Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.