Tuntunan sholat ala muhammadiyah
☝️ Pertanyaan:
🔹 Bagaimana tuntunan (tata cara) shalat menurut Muhammadiyah?
✨️ Jawaban:
🔹 Tuntunan shalat Muhammadiyah berpijak pada kaidah bahwa shalat adalah ibadah mahdhah (ibadah khusus) yang tata caranya bersifat tawqifi — wajib mengikuti contoh Rasulullah saw. Dasarnya sabda beliau:
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
"Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku melakukan shalat." (HR al-Bukhari)
Karena itu urutan tata caranya diambil dari HPT, bukan dari kebiasaan umum semata.
🔸 1. Urutan pembuka (takbir & niat). HPT Kitab Shalat menuntunkan: "Bila kamu hendak menjalankan shalat, maka bacalah: 'Allahu Akbar' (1) dengan ikhlas niyatmu karena Allah (2) seraya mengangkat kedua belah tanganmu sejurus bahumu, mensejajarkan ibu jarimu pada daun telingamu (3)." Kata "dengan" di sini bukan berarti urutan (takbir dahulu baru niat), melainkan bahwa saat membaca takbir itu sekaligus disertai niat, yakni menyengaja melaksanakan shalat. Hal ini ditegaskan dalam Fatwa 28/1998.
🔸 2. Setelah takbiratul ihram. Meletakkan tangan kanan pada punggung telapak tangan kiri di atas dada, lalu membaca doa iftitah, lalu ta'awwudz dan basmalah, lalu al-Fatihah, lalu amin, kemudian membaca salah satu surat Al-Qur'an dengan perlahan.
🔸 3. Rukuk. Bertakbir seraya "melempangkan (meratakan) punggungmu dengan lehermu, memegang kedua lututmu dengan dua belah tanganmu", membaca tasbih rukuk.
🔸 4. Iktidal. Mengangkat kepala dengan mengangkat kedua tangan seperti takbiratul ihram, membaca "Sami'allahu liman hamidah", lalu saat berdiri tegak "Rabbana wa lakal hamd."
🔸 5. Sujud. Bertakbir, meletakkan kedua lutut dan jari kaki di tanah, lalu kedua tangan, kemudian dahi dan hidung, dengan ujung jari kaki menghadap kiblat dan merenggangkan tangan dari lambung (mengangkat siku).
🔸 6. Duduk. Duduk antara dua sujud membaca "Allahummaghfirli warhamni wajburni wahdini warzuqni." Duduk tasyahud awal dengan iftirasy (duduk di atas kaki kiri, kaki kanan ditegakkan); duduk tasyahud akhir dengan tawaruk (memajukan kaki kiri, kaki kanan bertumpu, duduk bertumpukan pantat). Ketentuan tawaruk pada tasyahud akhir berlaku untuk semua shalat, termasuk shalat dua rakaat — sebagaimana ditegaskan dalam Kitab Shalat Bagian 09 (Munas Tarjih ke-29) dan Fatwa 12/2010.
🔸 7. Salam. "Bersalamlah dengan berpaling ke kanan dan ke kiri, yang pertama sampai terlihat pipi kananmu dan yang kedua sampai terlihat pipi kirimu oleh orang di belakangmu, sambil membaca: 'Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.'"
⚠️ Catatan penting (perkembangan lintas naskah):
- Fatwa 28/1998 menegaskan bahwa persepsi bahwa Tarjih menempatkan "takbir dahulu baru niat" adalah persepsi pribadi penulis, bukan pendapat Majelis Tarjih. Niat dan takbir berjalan bersamaan.
- Tanya Jawab Agama 3 mengoreksi kekeliruan kata "tumit" pada TJA Jilid I — yang benar adalah lutut (rukuk meletakkan tangan pada lutut; sujud pada tujuh anggota: dua ujung kaki, dua lutut, dua telapak tangan, dan muka/dahi serta ujung hidung).
- Fatwa 12/2010 memperjelas bahwa pada shalat dua rakaat, duduk tasyahud akhirnya tetap tawaruk, bukan iftirasy.
📚 Dalil:
🔹 مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الوُضُوءُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ
"Kunci pembuka shalat itu wudhu, permulaannya takbir, dan penghabisannya salam." (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi) — Fatwa 28 1998 Antara Niat Dan Takbir Dalam Shalat
🔹 صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
"Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku melakukan shalat." (HR al-Bukhari) — Fatwa 12 2010 Cara Duduk Dalam Shalat 2 Rakaat
🔹 إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
"Sesungguhnya (sahnya) amal itu tergantung kepada niat." (HR al-Bukhari dan Muslim) — Fatwa 28 1998 Antara Niat Dan Takbir Dalam Shalat
✍️ Catatan:
🔹 Uraian di atas dirangkum dari beberapa naskah khazanah: HPT Kitab Shalat, Kitab Shalat Bagian 02 dan 09, serta fatwa-fatwa terkait. Beberapa rincian bacaan dan dalil hadis di dalam naskah sebagian tercetak dalam teks Arab yang perlu dibaca langsung pada halaman sumbernya.
✅️ Kesimpulan:
🔹 Tuntunan shalat Muhammadiyah mengikuti contoh Rasulullah saw secara rinci — dari takbir bersamaan niat, iftitah, Fatihah, rukuk dengan memegang lutut, iktidal, sujud pada tujuh anggota badan, hingga duduk iftirasy (tasyahud awal) dan tawaruk (tasyahud akhir) — dan tata cara ini sama antara pria dan wanita.
💎 Sumber:
🔹️ Hpt Jilid 1 Kitab Shalat (HPT Jilid 1 Kitab Shalat)
🔹️ Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib
🔹️ Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu (Munas Tarjih ke-29)
🔹️ Fatwa 28 1998 Antara Niat Dan Takbir Dalam Shalat (1998)
🔹️ Fatwa 12 2010 Cara Duduk Dalam Shalat 2 Rakaat (2010)
🔹️ Tanya Jawab Agama 3 Masalah Gerakan Dalam Shalat
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sajikan dalam Format
Bacaan sholat ala muhammadiyah
☝️ Pertanyaan:
🔹 Bagaimana bacaan-bacaan (lafal) dalam shalat menurut tuntunan Muhammadiyah?
✨️ Jawaban:
🔹 Bacaan shalat mengikuti kaidah bahwa shalat adalah ibadah mahdhah yang bersifat tawqifi (terbatas pada yang dituntunkan). Majelis Tarjih merumuskannya:
الأَصْلُ فِي الْعِبَادَةِ الْبَطْلَانُ حَتَّى يَقُوْمَ الدَّلِيْلُ عَلَى الْأَمْرِ
"Pada dasarnya dalam ibadah semuanya batal sampai ada dalil yang memerintahkannya."
Berikut urutan bacaan menurut putusan Tarjih:
🔸 1. Doa iftitah. HPT menuntunkan salah satu lafaz riwayat al-Bukhari: "Allahumma naqqini minal khathaya..." sampai "...allahummaghsil khathayaya bil ma'i wats-tsalji wal barad." TJA 1 dan TJA 3 menegaskan ada tiga lafaz sahih yang semuanya boleh diamalkan (riwayat Bukhari, Muslim, dan gabungan keduanya) — termasuk lafaz "Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamawati wal ardh." Untuk keseragaman, HPT memilih lafaz al-Bukhari.
🔸 2. Ta'awwudz. Dibaca sebelum basmalah dan al-Fatihah (bukan sebelum takbiratul ihram), lafaz "A'udzubillahi minasy-syaithanir-rajim." TJA 3 dan TJA 2 menegaskan dalilnya bersifat umum (QS an-Nahl 98) sehingga berlaku juga pada rakaat berikutnya. Mengenai jahar/sir-nya, dalilnya tidak merinci hal itu; namun TJA 2 menyimpulkan bacaan itu tidak dikeraskan tetapi dapat diketahui orang lain.
🔸 3. Basmalah. Dibaca sebelum al-Fatihah pada setiap rakaat. Mengenai jahar atau sir, Fatwa 01/2022 menetapkan ada tanawwu' — keduanya sahih sehingga boleh dibaca jahar maupun sir. Kitab Shalat Bagian 09 (Munas Tarjih ke-29) menjelaskan: pada salat sir (Zuhur, Asar) basmalah dibaca sir; pada salat jahar boleh jahar boleh sir, dengan menjamak hadis-hadis yang tampak berlawanan.
🔸 4. Al-Fatihah dan Amin. Al-Fatihah adalah rukun pada setiap rakaat. Setelah "wa ladldlallin" membaca Amin. TJA 2 mencatat bacaan "Rabbighfirli" sebelum Amin tidak lagi dituntunkan sejak Muktamar ke-26 karena hadisnya dinilai lemah.
🔸 5. Surat/ayat setelah Fatihah. Dibaca pada rakaat pertama dan kedua; rakaat ketiga dan keempat cukup al-Fatihah saja — berdasarkan hadis Abu Qatadah (Fatwa 18/2018). Bacaan tidak harus satu surat utuh; boleh beberapa ayat saja, dan rakaat pertama lebih panjang dari rakaat kedua.
🔸 6. Rukuk. Membaca tasbih rukuk; riwayat Hudzaifah: "Subhana rabbiyal 'azhim."
🔸 7. Iktidal. "Sami'allahu liman hamidah, rabbana wa lakal hamd."
🔸 8. Sujud. Membaca tasbih sujud; riwayat Hudzaifah: "Subhana rabbiyal a'la." Fatwa 17/2016 menegaskan bacaan sujud tidak boleh digabung beberapa lafaz dalam satu sujud; "memperbanyak doa" berarti mengulang-ulang bacaan sujud, bukan menambah doa lain. Fatwa 15/2019 menegaskan hal sama untuk sujud terakhir.
🔸 9. Duduk antara dua sujud. Bacaan riwayat at-Tirmidzi dari Ibnu Abbas: "Allahummaghfirli warhamni wajburni wahdini warzuqni."
🔸 10. Tasyahud/tahiyyat. Bacaan tahiyyat awal dan akhir pada pokoknya sama, termasuk salawatnya (tanpa sayyidina). Setelah tahiyyat awal membaca doa "Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman katsira..."; setelah tahiyyat akhir membaca doa "Allahumma inni a'udzubika min 'adzabi jahannam..." (TJA 1). Shalawat memakai lafaz riwayat Abu Mas'ud: "Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad..." tanpa sayyidina (TJA 2).
🔸 11. Salam. "Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh" ke kanan dan ke kiri.
⚠️ Catatan perkembangan lintas naskah:
- TJA 1 & TJA 3: HPT memilih satu lafaz iftitah demi keseragaman, tetapi lafaz lain tetap sahih.
- TJA 2: bacaan Rabbighfirli sebelum Amin dicabut sejak Muktamar ke-26 (sebelumnya dituntunkan sebelum 1937).
- Fatwa 18/2018: menegaskan rakaat ketiga-keempat cukup al-Fatihah.
- Fatwa 01/2022: menegaskan basmalah jahar/sir bersifat tanawwu'.
- TJA 2026: untuk shalat Tarawih formasi 4-4-3, bacaan dibaca jahar setiap rakaat dan tanpa tahiyat awal.
📚 Dalil:
🔹 صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat." (HR al-Bukhari) — Fatwa 17 2016 Bacaan Sujud Digabung Jadi Satu Dalam Satu Sujud
🔹 عَنْ نُعَيْمٍ الْمُجْمِرِ قَالَ صَلَّيْتُ وَرَاءَ أَبِيْ هُرَيْرَةَ فَقَرَأَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ ثُمَّ قَرَأَ بِأُمِّ الْقُرْآنِ...
"Dari Nu'aim al-Mujmir: aku shalat di belakang Abu Hurairah, ia membaca 'bismillahir-rahmanir-rahim', kemudian membaca Ummul-Qur'an..." (HR an-Nasa'i dll.) — Fatwa 01 2022 Hukum Bacaan Basmalah Dan Kunut Shalat Subuh
🔹 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
"Keadaan seorang hamba paling dekat dari Rabbnya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa." (HR Muslim) — Fatwa 15 2019 Hukum Membaca Doa Selain Bacaan Shalat Pada Sujud Terakhir
✍️ Catatan:
🔹 Uraian ini dirangkum dari beberapa naskah khazanah. Beberapa lafaz bacaan (iftitah, tahiyyat, tasbih) dalam naskah sebagian tercetak dalam teks Arab yang perlu dibaca langsung pada halaman sumbernya; penelusuran ini belum membaca seluruh 320 bagian Kitab Shalat Bagian 09 secara rinci.
✅️ Kesimpulan:
🔹 Bacaan shalat Muhammadiyah mengikuti contoh Rasulullah saw secara rinci: iftitah, ta'awwudz, basmalah (boleh jahar/sir), al-Fatihah, Amin, surat pada dua rakaat pertama saja, tasbih rukuk-sujud (tidak digabung), doa antara dua sujud, tahiyyat tanpa sayyidina, hingga salam.
💎 Sumber:
🔹️ Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib
🔹️ Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu (Munas Tarjih ke-29)
🔹️ Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Iftitah Basmalah Dan Membaca Surat
🔹️ Tanya Jawab Agama 2 Masalah Bacaan Dan Gerakan Dalam Shalat
🔹️ Tanya Jawab Agama 3 Masalah Bacaan Dalam Shalat
🔹️ Tanya Jawab Agama 4 Masalah Bacaan Dalam Shalat
🔹️ Tanya Jawab Agama 1 Masalah Bersedekap Sujud Dan Bacaan Tahiyyat
🔹️ Fatwa 17 2016 Bacaan Sujud Digabung Jadi Satu Dalam Satu Sujud (2016)
🔹️ Fatwa 18 2018 Bacaan Surah Rakaat Ketiga Dan Keempat (2018)
🔹️ Fatwa 15 2019 Hukum Membaca Doa Selain Bacaan Shalat Pada Sujud Terakhir (2019)
🔹️ Fatwa 01 2022 Hukum Bacaan Basmalah Dan Kunut Shalat Subuh (2022)
🔹️ Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 02 Tahiyat Awal Dan Bacaan Jahar Dalam Shalat Tarawih Empat Rakaa (2026)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sajikan dalam Format
Tuntunan bacaan sholat lengkap
☝️ Pertanyaan:
🔹 Bagaimana tuntunan bacaan shalat yang lengkap menurut Muhammadiyah?
✨️ Jawaban:
🔹 Shalat adalah ibadah mahdhah (ibadah khusus) yang tata caranya bersifat tawqifi — terbatas pada yang dituntunkan Rasulullah saw. Kaidah yang dipakai Majelis Tarjih:
الأَصْلُ فِي الْعِبَادَةِ الْبُطْلَانُ حَتَّى يَقُوْمَ الدَّلِيْلُ عَلَى الْأَمْرِ
"Pada dasarnya dalam ibadah semuanya batal sampai ada dalil yang memerintahkannya." — Fatwa 01 2022 Hukum Bacaan Basmalah Dan Kunut Shalat Subuh
Berikut urutan bacaan lengkap menurut HPT dan putusan-putusan Tarjih:
🔸 1. Takbiratul ihram. "Allahu Akbar" — dibaca bersamaan dengan niat di hati (bukan takbir dulu lalu niat). Niat adalah pekerjaan hati, tidak dilafalkan, dan tidak ada tuntunan melafalkannya dalam bahasa Arab. — Tanya Jawab Agama 3 Masalah Bacaan Dalam Shalat
🔸 2. Doa iftitah. HPT memilih lafaz riwayat al-Bukhari:
"Allahumma ba'id baini wa baina khathayaya kama ba'adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqini minal khathaya kama yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Allahummaghsil khathayaya bil mai wats tsalji wal barad."
Boleh juga lafaz riwayat Muslim: "Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamawati wal ardha hanifan musliman..." Ketiga lafaz sahih dan boleh diamalkan; HPT memilih satu demi keseragaman. — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Iftitah Basmalah Dan Membaca Surat, Tanya Jawab Agama 3 Masalah Bacaan Dalam Shalat
🔸 3. Ta'awwudz. "A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim" — dibaca sebelum basmalah dan al-Fatihah (bukan sebelum takbir), dan berlaku juga pada rakaat berikutnya. Dalilnya umum (QS an-Nahl 98). Mengenai jahar/sir-nya, dalil tidak merinci; TJA menyimpulkan bacaan itu tidak dikeraskan tetapi dapat diketahui orang lain. — Tanya Jawab Agama 3 Masalah Bacaan Dalam Shalat, Tanya Jawab Agama 2 Masalah Bacaan Dan Gerakan Dalam Shalat
🔸 4. Basmalah. "Bismillahirrahmanirrahim" — dibaca sebelum al-Fatihah pada setiap rakaat. Bacaan jahar atau sir bersifat tanawwu' (keduanya sahih dan boleh). Pada shalat sir dibaca sir; pada shalat jahar boleh jahar boleh sir. — Fatwa 01 2022 Hukum Bacaan Basmalah Dan Kunut Shalat Subuh
🔸 5. Al-Fatihah dan Amin. Al-Fatihah rukun pada setiap rakaat; setelah "wa ladldlallin" membaca Amin (bukan ayat Al-Qur'an, tetapi disepakati). Bacaan "Rabbighfirli" sebelum Amin tidak lagi dituntunkan sejak Muktamar ke-26. — Tanya Jawab Agama 2 Masalah Bacaan Dan Gerakan Dalam Shalat
🔸 6. Surat/ayat setelah Fatihah. Dibaca pada dua rakaat pertama; rakaat ketiga dan keempat cukup al-Fatihah saja. Boleh satu surat, beberapa ayat, tidak harus dari permulaan surat, tidak harus urut, dan boleh beberapa surat dalam satu rakaat. Disunnahkan rakaat pertama lebih panjang dari kedua. — Fatwa 33 Bacaan Surat Dalam Shalat, Fatwa 18 2018 Bacaan Surah Rakaat Ketiga Dan Keempat
🔸 7. Rukuk. Membaca "Subhana rabbiyal 'azhim" (riwayat Hudzaifah), atau "Subhanakallahumma rabbana wa bihamdikallahummaghfirli" (riwayat Aisyah). — Fatwa 17 2016 Bacaan Sujud Digabung Jadi Satu Dalam Satu Sujud
🔸 8. Iktidal. "Sami'allahu liman hamidah", lalu berdiri tegak membaca "Rabbana wa lakal hamd." Boleh juga "Allahumma rabbana wa lakal hamd" dan bacaan "mil'as samawati wal ardhi..." — Fatwa 16 1999 Bacaan Hamdan Katsira Setelah Ruku Pertanyaan Seputar Salat Dan Sa
🔸 9. Sujud. "Subhana rabbiyal a'la" (riwayat Hudzaifah), atau "Subhanakallahumma rabbana wa bihamdikallahummaghfirli" (riwayat Aisyah), atau "Subbuhun quddusun rabbul malaikati war ruh" (riwayat Muslim). Tidak boleh digabung beberapa lafaz dalam satu sujud; "memperbanyak doa" berarti mengulang-ulang bacaan, bukan menambah doa lain. — Fatwa 17 2016 Bacaan Sujud Digabung Jadi Satu Dalam Satu Sujud, Fatwa 15 2019 Hukum Membaca Doa Selain Bacaan Shalat Pada Sujud Terakhir
🔸 10. Duduk antara dua sujud. Riwayat at-Tirmidzi dari Ibnu Abbas: "Allahummaghfirli warhamni wajburni wahdini warzuqni." — Tanya Jawab Agama 2 Masalah Bacaan Dan Gerakan Dalam Shalat
🔸 11. Duduk tasyahud. Tasyahud awal dan akhir pokoknya sama:
"Attahiyyatu lillah wash-shalawatu wath-thayyibat, assalamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh. Assalamu 'alaina wa 'ala 'ibadillahish-shalihin. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh."
- Duduk iftirasy (tasyahud awal) dan tawarruk (tasyahud akhir).
- Shalawat riwayat Abu Mas'ud: "Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama shallaita 'ala Ibrahim wa ali Ibrahim, wa barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama barakta 'ala Ibrahim wa ali Ibrahim, innaka hamidum majid" — tanpa sayyidina.
- Batas tasyahud awal sampai "innaka hamidun majid".
— Hpt Jilid 1 Kitab Shalat, Fatwa 17 1999 Arti Nadliyin Istigosah Akbar Amanah Masyarakat Madani Dan Batas B
🔸 12. Doa setelah tasyahud. Setelah tahiyat awal: "Allahumma inni zhalamtu nafsi zhulman katsira..." Setelah tahiyat akhir: "Allahumma inni a'udzubika min 'adzabi jahannam wa min 'adzabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamati wa min syarri fitnatil masihid dajjal." — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Bersedekap Sujud Dan Bacaan Tahiyyat
🔸 13. Salam. "Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh" — berpaling ke kanan sampai terlihat pipi kanan, lalu ke kiri sampai terlihat pipi kiri. — Hpt Jilid 1 Kitab Shalat
⚠️ Catatan perkembangan lintas naskah (kronologis):
🔸 HPT Jilid 1 & Kitab Shalat Bagian 02 — menuntunkan urutan baku lengkap di atas; tidak ada perbedaan pria dan wanita dalam cara shalat.
🔸 TJA 1–4 — mengoreksi beberapa kekeliruan lafaz (mis. kata "tumit" yang benar "lutut"; lafaz iftitah HPT vs Bulughul Maram) dan menegaskan tiga lafaz iftitah sahih.
🔸 Fatwa 16/1999 — mengoreksi dua hal: (a) bacaan "Hamdan katsiran..." setelah rukuk bukan tambahan karena disetujui Nabi, tetapi dibolehkan pula; (b) telunjuk diacungkan sejak mulai bacaan tahiyat.
🔸 Fatwa 17/1999 — menegaskan tasyahud awal berakhir pada "innaka hamidun majid".
🔸 Fatwa 14/1999 — mengacungkan telunjuk sejak awal tasyahud berdasar hadis sahih; gerakan telunjuk juga sahih.
🔸 Fatwa 33/2009 — membolehkan (mubah) membaca surat tidak berurutan dan tidak dari permulaan surat.
🔸 Fatwa 12/2010 — duduk tasyahud akhir tawarruk berlaku untuk semua shalat (2, 3, atau 4 rakaat).
🔸 Fatwa 28/2014 — shalat malam sendirian boleh jahar atau sir; berjamaah jahar; dianjurkan mu'tadil.
🔸 Fatwa 17/2016 & 15/2019 — bacaan sujud tidak boleh digabung; "perbanyak doa" = mengulang bacaan sujud.
🔸 Fatwa 18/2018 — rakaat ketiga-keempat cukup al-Fatihah.
🔸 Fatwa 01/2022 — basmalah jahar/sir bersifat tanawwu'.
🔸 TJA 2026 — shalat Tarawih formasi 4-4-3 tanpa tahiyat awal, bacaan jahar setiap rakaat.
📚 Dalil:
🔹 صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat." (HR al-Bukhari) — Fatwa 17 2016 Bacaan Sujud Digabung Jadi Satu Dalam Satu Sujud
🔹 مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الْوُضُوءُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ
"Kunci pembuka shalat itu wudhu, permulaannya takbir, dan penghabisannya salam." (HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi) — Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib
🔹 إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
"Sesungguhnya (sahnya) amal itu tergantung kepada niat." (HR al-Bukhari dan Muslim) — Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib
🔹 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
"Keadaan seorang hamba paling dekat dari Rabbnya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa." (HR Muslim) — Fatwa 15 2019 Hukum Membaca Doa Selain Bacaan Shalat Pada Sujud Terakhir
✍️ Catatan:
🔹 Uraian ini dirangkum dari banyak naskah khazanah. Sebagian lafaz bacaan (iftitah, tahiyyat, tasbih) dalam naskah sebagian tercetak dalam teks Arab yang perlu dibaca langsung pada halaman sumbernya; penelusuran ini belum membaca seluruh bagian panjang Kitab Shalat Bagian 09 secara rinci.
✅️ Kesimpulan:
🔹 Tuntunan bacaan shalat Muhammadiyah lengkap dan berurutan: takbir bersamaan niat, iftitah, ta'awwudz, basmalah (boleh jahar/sir), al-Fatihah, Amin, surat pada dua rakaat pertama (rakaat 3–4 cukup Fatihah), tasbih rukuk-sujud (tidak digabung), doa antara dua sujud, tahiyyat tanpa sayyidina, doa perlindungan, hingga salam — dan tata caranya sama antara pria dan wanita.
💎 Sumber:
🔹️ Hpt Jilid 1 Kitab Shalat (HPT Jilid 1 Kitab Shalat)
🔹️ Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib
🔹️ Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu (Munas Tarjih ke-29)
🔹️ Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Iftitah Basmalah Dan Membaca Surat
🔹️ Tanya Jawab Agama 2 Masalah Bacaan Dan Gerakan Dalam Shalat
🔹️ Tanya Jawab Agama 3 Masalah Bacaan Dalam Shalat
🔹️ Tanya Jawab Agama 4 Masalah Bacaan Dalam Shalat
🔹️ Tanya Jawab Agama 1 Masalah Bersedekap Sujud Dan Bacaan Tahiyyat
🔹️ Fatwa 16 1999 Bacaan Hamdan Katsira Setelah Ruku Pertanyaan Seputar Salat Dan Sa (1999)
🔹️ Fatwa 17 1999 Arti Nadliyin Istigosah Akbar Amanah Masyarakat Madani Dan Batas B (1999)
🔹️ Fatwa 14 1999 Bacaan Sujud Sahwi Memulai Acungan Telunjuk Bacaan Tahiyat Awal (1999)
🔹️ Fatwa 33 Bacaan Surat Dalam Shalat (2009)
🔹️ Fatwa 12 2010 Cara Duduk Dalam Shalat 2 Rakaat (2010)
🔹️ Fatwa 28 2014 Bacaan Shalat Malam Sirr Atau Jahr (2014)
🔹️ Fatwa 17 2016 Bacaan Sujud Digabung Jadi Satu Dalam Satu Sujud (2016)
🔹️ Fatwa 18 2018 Bacaan Surah Rakaat Ketiga Dan Keempat (2018)
🔹️ Fatwa 15 2019 Hukum Membaca Doa Selain Bacaan Shalat Pada Sujud Terakhir (2019)
🔹️ Fatwa 01 2022 Hukum Bacaan Basmalah Dan Kunut Shalat Subuh (2022)
🔹️ Tanya Jawab Agama 2026 Edisi 02 Tahiyat Awal Dan Bacaan Jahar Dalam Shalat Tarawih Empat Rakaa (2026)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Sajikan dalam Format
Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.