ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
doa terbaik ⅓ malam
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 11:54 WIB
doa terbaik ⅓ malam

Pertanyaan

  • Doa apa yang paling utama dibaca pada sepertiga malam yang terakhir?

Jawaban

  • Arsip Tarjih tidak menetapkan satu lafal doa tertentu sebagai "doa terbaik" untuk sepertiga malam terakhir. Yang ditegaskan adalah keutamaan waktunya, lalu ditunjukkan doa-doa yang dituntunkan Nabi saw pada shalat malam. Karena itu, jawabannya tersusun dari dua hal: keutamaan waktunya, dan lafal doa yang ada tuntunannya.

1. Keutamaan sepertiga malam terakhir (1998). Fatwa 62/1998 menyatakan: "Waktu yang sebaik-baiknya untuk melakukan sholat malam adalah pada tengah/sepertiga malam terakhir." Dasarnya hadis Abu Hurairah:

يَنْزِلُ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

"Tuhan Allah Azza wajalla turun setiap malam ke langit dunia ketika malam tinggal sepertiga akhir, seraya berfirman: Siapa yang mendoa kepadaKu, Aku kabulkan baginya, siapa yang meminta sesuatu, Aku berikan kepadanya dan siapa yang memohon ampunanKu, Aku ampuni baginya." — Fatwa 62 1998 Waktu Salat Malam Dan Posisi Tangan Ketika Berdoa

2. Syarat dan adab doa yang makbul (2003). Fatwa 05/2003 menyebut sepertiga malam terakhir sebagai salah satu "waktu yang afdal untuk berdo'a", dan menetapkan lima syarat: beriman serta menunaikan kewajiban dan menjauhi larangan; berdoa langsung kepada Allah tanpa perantara; memperbanyak istighfar; meyakini doa akan dikabulkan; dan berdoa disertai usaha. Fatwa ini menegaskan bahwa bila syarat itu terpenuhi, "niscaya Allah akan mengabulkan do'anya, kapan dan dimanapun ia berdo'a" — Fatwa 05 2003 Waktu Membayar Dam Pahala Shalat Di Masjid Nabawi Dan Syarat Doa M

3. Istighfar pada waktu sahur (2016). Fatwa 34/2016 menyatakan tidak ada ketentuan waktu khusus untuk beristighfar, tetapi "terdapat beberapa waktu yang lebih utama dalam beristighfar seperti pada waktu sahur atau pada waktu sepertiga malam yang terakhir":

كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ، وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

"Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar." (QS. adz-Dzaariyaat, 51: 17-18) — Fatwa 34 2016 Istighfar 1000 Kali Setelah Tahajud

4. Doa yang dituntunkan Nabi saw saat shalat malam (2012). Untuk doa iftitah tahajud, Fatwa 09/2012 membolehkan beberapa ragam bacaan "dengan syarat bahwa bacaan tersebut ada tuntunannya dalam hadis Nabi Muhammad saw", di antaranya:

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ... أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ

(Ya Allah bagi-Mu segala puji, Engkau adalah cahaya langit dan bumi ... Engkaulah kebenaran, dan janji-Mu adalah benar, dan perkataan-Mu adalah benar, dan pertemuan dengan-Mu adalah benar, dan surga adalah benar, neraka adalah benar) [HR. al-Bukhari, dan riwayat Muslim dari Ibnu Abbas dengan tambahan: اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ ... فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَأَخَّرْتُ]). Penegasan yang sama diulang pada Fatwa 27/2020 — Fatwa 09 2012 Bacaan Iftitah Salat Tahajud · Fatwa 27 2020 Tata Cara Salat Tahajud

5. Doa penutup setelah witir (2007, ditegaskan lagi 2019). Fatwa 28/2007 dan Fatwa 39/2019 menuntunkan bacaan setelah salam witir:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ (3x) — رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

"Mahasuci Allah yang Maha Merajai dan Maha Bersih" (3x), "Yang menguasai para Malaikat dan Ruh/Jibril" (1x), dengan suara nyaring dan dipanjangkan pada bacaan ketiga [HR. an-Nasa'i, ath-Thabrani]. Fatwa 39/2019 juga menyatakan: "sejauh dalil-dalil hadis yang kami ketahui, belum ditemukan dalil tentang doa di antara rakaat shalat malam. Yang ada adalah dalil bahwa Rasulullah saw berdoa setelah selesai melaksanakan shalat malam dan ditutup dengan witir." — Fatwa 28 Zakat Fitrah Bacaan Setelah Witir Dan Hari Raya · Fatwa 39 2019 Shalat Iftitah Dan Doa Shalat Malam

Dalil

Catatan

  • Perlu dibedakan: pernyataan "waktu mustajabnya doa" pada sepertiga malam terakhir juga muncul dalam naskah hadis shalat khifdzi, dan Fatwa 05/2015 menilai sanad hadis tersebut tidak dapat dijadikan dalil dengan kaidah الجَرْحُ مُقَدَّمٌ عَلَى التَّعْدِيلِ (yang cacat didahulukan atas yang kuat). Namun keutamaan waktunya tetap berdiri melalui hadis Abu Hurairah di atas yang dikutip Fatwa 62/1998, 05/2003, dan 34/2016 — Fatwa 05 2015 Shalat Khifdzi
  • Arsip tidak memuat satu lafal doa baku yang ditetapkan Tarjih khusus untuk sepertiga malam. Karena itu jangan menyimpulkan bahwa "karena tidak ditetapkan, bebas membuat lafal apa saja"; yang dapat dipegang adalah doa-doa yang ada tuntunannya dari Nabi saw sebagaimana dikutip di atas, dan selebihnya berdoa dengan permohonan yang mudah dipahami.
  • Saya belum menelusuri seluruh halaman khazanah yang mungkin memuat doa malam lain (misalnya halaman Kitab Zikir dan Doa); yang saya sampaikan di atas terbatas pada naskah yang telah saya baca penuh.

Kesimpulan

  • Sepertiga malam terakhir adalah waktu paling utama untuk shalat malam dan berdoa. Tidak ada satu lafal "doa terbaik" yang ditetapkan; yang dituntunkan adalah memperbanyak istighfar di waktu sahur, membaca doa iftitah yang ma'tsur saat shalat malam, dan menutup dengan doa setelah witir: Subhanal-malikil-quddus 3x lalu Rabbil-malaikati war-ruh — disertai terpenuhinya syarat-syarat doa makbul.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.