ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
Apa hukumnya mengeluh kepanasan?
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 14:48 WIB
Apa hukumnya mengeluh kepanasan?

Pertanyaan

  • Apa hukumnya mengeluh kepanasan?

Jawaban

  • Dalam bagian khazanah tarjih yang berhasil saya telusuri, belum saya temukan fatwa yang secara khusus membahas "mengeluh kepanasan" (keluhan atas cuaca/udara panas). Yang tersedia adalah kaidah umum Tarjih tentang mengeluh dan tentang sabar menghadapi keadaan yang tidak menyenangkan, dan itulah yang saya sajikan apa adanya.

  • Mengeluh dinilai tercela. Fatwa Tarjih menegaskan:

    "Mengeluh, meskipun merupakan sifat bawaan pada diri manusia, tapi ia merupakan perbuatan yang tercela." — Fatwa 36 2015 Berdoa Dan Mengeluh Di Media Sosial (2015)

  • Namun ada pembedaan penting. Masih dari fatwa yang sama:

    "Mengeluh dalam makna mengadukan kesusahan kepada Allah sebenarnya tidak masuk dalam kategori yang dicela ayat di atas. Bahkan para Nabi pun mengeluhkan kesusahan hidupnya kepada Allah. Namun perlu dicatat bahwa keluhan tersebut hanya dialamatkan kepada Allah semata dan sifatnya intim antara seorang hamba dan Tuhannya. Oleh karena itu mempublikasikannya di media sosial yang dibaca oleh banyak orang tidaklah patut dilakukan." — Fatwa 36 2015 Berdoa Dan Mengeluh Di Media Sosial

  • Yang dicela adalah sikap tidak rela terhadap ketentuan Allah. Fatwa 2004 menyimpulkan:

    "mengumpat musibah yang ditimpakan Allah adalah haram, sebab dibalik musibah terkandung hikmah yang sangat besar." — Fatwa 15 2004 Membaca Tarji Untuk Musibah (2004)

  • Sikap yang dituntunkan adalah sabar, yang oleh Fikih Kebencanaan dirumuskan:

    "Bersabar merupakan upaya hati, lisan, dan perbuatan dalam mensikapi musibah keburukan." — Keputusan Tarjih Ke 29 Fikih Kebencanaan Bab Iii Memaknai Bencana

Dalil

  • QS. al-Ma'arij (70): 19-20 — sebagaimana dikutip dalam fatwa:

    إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا. إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا.

    "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah." — Fatwa 36 2015 Berdoa Dan Mengeluh Di Media Sosial

  • QS. Yusuf (12): 86 — keluhan Nabi Ya'qub a.s. yang hanya ditujukan kepada Allah:

    قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللهِ مَا لا تَعْلَمُونَ.

    "Ya'qub menjawab: 'Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku...'" — Fatwa 36 2015 Berdoa Dan Mengeluh Di Media Sosial

  • Hadis riwayat at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, sebagaimana dikutip Fatwa 2004:

    إِنَّ عُظْمَ الْجَزَاءِ مَعَ عُظْمِ الْبَلاَءِ، وَإِنَّ اللهَ تَعَاليَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا اِبْتَلاَهُمْ. فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَى وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ.

    "Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan; dan sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum, maka Dia memberikan cobaan kepada mereka. Barangsiapa rela terhadap cobaan itu, maka Allah meridainya, barangsiapa marah (tidak rela) terhadap cobaan itu, maka Allah akan marah kepadanya." — Fatwa 15 2004 Membaca Tarji Untuk Musibah (2004)

Perkembangan lintas tahun:

  • 2004 (Fatwa 15) menegaskan haramnya mengumpat musibah dari Allah dan menganjurkan tarji' serta hamdalah. 2015 (Fatwa 36) memperluas pembahasan: mengeluh dinilai tercela, tetapi mengadu kepada Allah secara intim tidak termasuk yang dicela; yang tidak patut adalah mempublikasikannya. Keputusan Tarjih ke-29 (Fikih Kebencanaan) menambahkan uraian sistematis tentang sabar hati, lisan, dan perbuatan. Ketiganya sejalan, bukan saling menggantikan.

Catatan

  • Saya belum menemukan naskah yang membicarakan secara khusus keluhan atas panas udara sebagai objek hukum. Karena itu, penerapan kaidah di atas pada "mengeluh kepanasan" merupakan pembacaan saya atas naskah-naskah tersebut, bukan bunyi putusan. Perlu dicatat pula bahwa dalam Tanya Jawab Agama, panas disebut dalam konteks lain, yaitu hadis "sesungguhnya sangat panas itu termasuk hembusan jahanam, dan apabila (udara atau sengatan matahari) sangat panas, tunggulah sebentar sampai dingin untuk melakukan shalat" — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Adzan — yang merupakan tuntunan perbuatan (menunda shalat), bukan ketentuan tentang mengeluh.

Kesimpulan

  • Tidak ada fatwa khusus soal mengeluh kepanasan dalam bagian yang berhasil saya telusuri. Kaidah umumnya: mengeluh sebagai sikap tidak rela dinilai tercela, sedangkan mengadukan kesulitan kepada Allah secara intim tidak termasuk yang dicela. Untuk kasus personal, silakan berkonsultasi dengan Majelis Tarjih dan Tajdid setempat.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.