ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
buatkan say resep soto
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 17:00 WIB
buatkan say resep soto

Sepertinya yang Anda cari ada di luar arsip ini. Saya dibuat khusus untuk fatwa, putusan, dan metodologi Tarjih Muhammadiyah — di luar itu jawaban saya tidak akan bisa dipertanggungjawabkan. Ada hal lain seputar itu yang bisa saya carikan?

Hari ini, jam 17:00 WIB
apa kau Claude , chat gpt

Maaf, saya tidak bisa membahas konfigurasi atau instruksi internal sistem ini. Silakan ajukan pertanyaan seputar fatwa dan metodologi Tarjih Muhammadiyah.

Hari ini, jam 17:01 WIB
bagaimana cerita nabi adam

Pertanyaan

  • Bagaimana kisah Nabi Adam menurut arsip HPT dan Fatwa Tarjih?

Jawaban

  • Naskah-naskah dalam khazanah tarjih tidak menyajikan kisah Adam sebagai satu riwayat utuh, melainkan membahasnya pada bagian-bagian yang terkait dengan persoalan tertentu. Dari bagian-bagian itu urutan peristiwanya dapat disusun sebagai berikut:

    • Adam diciptakan dari tanah. Fatwa Tarjih tahun 2010 menegaskan hal ini dengan mengutip firman Allah: "Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: 'Jadilah' (seorang manusia), maka jadilah dia." Naskah itu juga mengutip komentar Ibnu Katsir bahwa Allah menciptakan Adam "tidak dari laki-laki (ayah) dan tidak dari perempuan (ibu)", dan Hawa "dari laki (Adam) tanpa perempuan (ibu)". — Fatwa 04 2010 Pengejaran Dan Pembunuhan Isa

    • Para malaikat diperintahkan menghormat kepada Adam, dan iblis menolak. Tanya Jawab Agama 1 menerangkan: "Iblis disiksa karena membangkang dan takabur (Al Baqarah ayat 34)." Pada bagian lain dinyatakan: "Iblis adalah makhluk Allah yang enggan melaksanakan sujud menghormati kepada Adam, takabur dan termasuk makhluk Allah yang kafir." — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Makhluk Dan Surga Keputusan Tarjih Ke 27 melengkapi maknanya: "Para Malaikat bersujud kepada Adam adalah sebagai penghormatan kepada makhluk ciptaan Allah yang terbaik." — Keputusan Tarjih Ke 27 Tuntunan Seni Budaya Islam Bab I Pendahuluan

    • Adam dan Hawa di sebuah taman (jannah), lalu tergoda. Keputusan Tarjih Ke 28 menguraikan bahwa "Adam dan Hawa bersama-sama sebagai aktor dalam kisah al-Quran tentang penciptaan manusia", dan seluruh ayat tentang kisah keduanya "menggunakan kata ganti mereka berdua (humā) yang melibatkan secara bersama-sama dan secara aktif Adam dan Hawa." Naskah itu mengutip QS al-Baqarah (2): 35 (keduanya diperintahkan menempati jannah dan dilarang mendekati sebuah pohon), QS al-A'rāf (7): 20 (godaan syaitan kepada keduanya), QS al-A'rāf (7): 22 (keduanya memakan buah itu dan tampaklah aurat keduanya), dan QS al-A'rāf (7): 23 (keduanya memohon ampun). — Keputusan Tarjih Ke 28 Tuntunan Menuju Keluarga Sakinah Bab I Pendahuluan

    • Nama pohonnya. Tanya Jawab Agama 1 menjawab pertanyaan tentang "pohon khuldi": mengenai kata "pohon" dalam ayat 35 surat Al Baqarah, naskah menyatakan itu "pohon yang dilarang Allah untuk didekati Adam dan isterinya", dan menyebut bahwa "dalam ayat 120 surat Thaha disebutkan pohon itu pohon Khuldi". — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Makhluk Dan Surga

    • Siapa yang menggoda. Atas pertanyaan bagaimana iblis bisa menggoda padahal telah diusir dari surga, Tanya Jawab Agama 1 menjawab: "Yang menghampiri dan menggoda Adam dan Hawa sehingga keduanya memakan buah yang dilarang Allah adalah iblis yang juga disebut setan." Menurut naskah itu, "sesudah iblis tidak mau sujud, ia tidak segera langsung diusir dari surga, tetapi barulah setelah iblis/setan itu menggoda Adam dan Hawa... Allah mengusir semuanya, baik Adam, Siti Hawa maupun iblis." — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Makhluk Dan Surga

    • Taubat keduanya diterima, dan tidak ada dosa waris. Tanya Jawab Agama 1 menyatakan: "Mengenai dosa asal, tidak dikenal dalam Islam karena menurut agama Islam, manusia dilahirkan dalam keadaan fithrah belum menanggung dosa... Allah telah menerima taubat Adam yang berarti Adam tidak berbuat dosa lagi." — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Makhluk Dan Surga Fatwa 2010 menegaskan hal serupa: "Nabi Adam as telah minta ampun kepada Allah dan Allah telah mengampuninya", dan "Al-Qur'an juga mengajarkan bahwa dosa seseorang tidak ditanggung oleh orang lain." — Fatwa 04 2010 Pengejaran Dan Pembunuhan Isa

    • Adam menerima pengajaran nama-nama benda. Tanfidz Fikih Informasi 2025 mengutip ayat "Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya" dalam konteks pembahasan informasi dan tabayyun. — Tanfidz Fikih Informasi 2025

    • Adam dan Hawa dalam kajian fikih kesehatan. Halaman entitas mencatat bahwa Fikih Muhammadiyah Bagian N. Kesehatan menyebut "Terciptanya Hawa dari sebuah tulang iga yang diambil dari tulang iga milik Adam", dan menjadikan Adam sebagai sumber ilham transplantasi dalam ilmu kedokteran. — Fikih Muhammadiyah Bagian N Kesehatan

Dalil

  • وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً — "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi'" [QS al-Baqarah (2): 30] — Keputusan Tarjih Ke 28 Tuntunan Menuju Keluarga Sakinah Bab I Pendahuluan

  • وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ — "Dan Kami berfirman, 'Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini... Dan janganlah kamu dekati pohon ini yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim'" [QS al-Baqarah (2): 35] — Keputusan Tarjih Ke 28 Tuntunan Menuju Keluarga Sakinah Bab I Pendahuluan

  • قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ — "Keduanya berkata, 'Ya Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmah kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi'" [QS al-A'rāf (7): 23] — Keputusan Tarjih Ke 28 Tuntunan Menuju Keluarga Sakinah Bab I Pendahuluan

  • إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ ٱللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَ ۖ خَلَقَهُۥ مِن تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ — "Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: 'Jadilah' (seorang manusia), maka jadilah dia" [QS Ali 'Imran (3): 59] — Fatwa 04 2010 Pengejaran Dan Pembunuhan Isa

  • فَتَلَقَّىٰٓ ءَادَمُ مِن رَّبِّهِۦ كَلِمَـٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ — "Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang" [QS al-Baqarah (2): 37] — Fatwa 04 2010 Pengejaran Dan Pembunuhan Isa

Catatan

  • Ada satu titik yang perlu disampaikan apa adanya karena naskahnya menyebut adanya perbedaan pendapat, bukan satu ketetapan. Tanya Jawab Agama 2 memuat pertanyaan "Benarkah Adam itu di bumi bukan di Surga?" dan menjawab bahwa "mengenai hal ini terdapat perbedaan pendapat Jumhur ulama ahli tafsir": sebagian berpendapat al-jannah dalam QS al-Baqarah ayat 35 adalah surga yang dijanjikan Allah, sebagian lain berpendapat itu "taman di mana Nabi Adam dan isterinya mendapat kenikmatan hidup yang cukup", dan ada yang menafsirkan taman itu di bumi; naskah menyebut Abu Hanifah dan Abu Manshur Al Maaturidi menyatakan tempatnya "tidak ditegaskan ketentuan tempat tertentu". Naskah menutup dengan "Wallahu a'lam bishshawaab". — Tanya Jawab Agama 2 Masalah Alam Kubur Dan Akherat

  • Mengenai rincian lain — jumlah anak Adam dan Hawa, usia, nama-nama tempat turunnya, dan detail kronologis lainnya — saya belum menemukannya dalam bagian khazanah tarjih yang berhasil saya telusuri. Saya belum dapat memastikan apakah arsip memuatnya di halaman lain.

Kesimpulan

  • Dalam khazanah tarjih, kisah Adam bermuara pada empat penegasan: Adam diciptakan Allah dari tanah; para malaikat diperintahkan menghormat kepadanya sementara iblis menolak karena takabur; Adam dan Hawa bersama-sama tergoda memakan buah pohon terlarang sehingga diturunkan ke bumi; lalu keduanya bertaubat dan diampuni Allah — karena itu dosa waris tidak dikenal dalam Islam.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.