Pertanyaan
- Apa itu Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)?
Jawaban
-
KHGT adalah kalender Islam unifikatif berbasis hisab hakiki yang memakai siklus sinodis Bulan dengan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia. Naskah menyebutnya sebagai kalender yang "menggunakan siklus sinodis bulan dengan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia" — Tanfidz Khgt 2025
-
KHGT dipilih pada Konferensi Internasional Penyatuan Kalender Islam di Istanbul, Turki, tahun 1438 H/2016 M. Sebelumnya, gagasan kalender Islam global telah diserukan sejak 1358 H/1939 M oleh Syekh Ahmad Muhammad Syākir, lalu berkembang melalui kalender zonal/bizonal (Mohammad Ilyas, Nidhal Guessoum, Muhammad Odeh), kalender global Jamaluddin ‘Abd ar-Raziq (1425 H/2004 M), Deklarasi Dakar OKI (2008), dan Temu Pakar II ISESCO di Rabat yang mengadopsi kalender global unifikatif. Konsep itu "terus diuji dan diperbaiki hingga pada Konferensi Internasional Penyatuan Kalender Islam di Istanbul, Turki, tahun 1438 H / 2016 M dipilih Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)."
-
Prinsip pokoknya: keselarasan hari dan tanggal di seluruh dunia, pemberlakuan global parameter kalender (cukup terpenuhi di satu tempat di muka bumi), dan penerimaan Garis Tanggal Internasional pada meridian 180°. Naskah menolak pembagian bumi menjadi beberapa zona tanggal dan penciptaan Garis Tanggal Kamariah baru.
-
Parameternya: "Bulan baru dimulai apabila di bagian bumi mana pun di dunia sebelum pukul 24.00 GMT telah terpenuhi kriteria: elongasi 8° atau lebih dan ketinggian hilal di atas ufuk saat matahari terbenam minimal 5°." Bila kriteria terpenuhi setelah lewat tengah malam, bulan baru tetap dimulai dengan ketentuan ijtimak di New Zealand terjadi sebelum fajar dan parameter terpenuhi di wilayah daratan Benua Amerika.
-
Status penetapannya: KHGT ditanfidzkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Keputusan Nomor 86/KEP/I.0/B/2025 tanggal 4 Syakban 1446 H/3 Februari 2025 M, dan "mulai berlaku pada tanggal 26 Juni 2025 M". Sebelum itu, naskah mencatat bahwa kalender hijriah Muhammadiyah "masih menggunakan kriteria wujudul hilal", dan KHGT diposisikan sebagai "kelanjutan atau penyempurnaan dari wujudul hilal" — bukan penggantian yang memutus metodologi hisab hakiki. Dalam naskah, akomodasi KHGT juga ditelusuri ke Muktamar ke-47 (1436 H/2015 M) dan dikuatkan Risalah Islam Berkemajuan Muktamar ke-48 (1443 H/2022 M).
-
Sebab kebutuhan: perbedaan jatuhnya hari Arafah antara Makkah dan kawasan lain, serta penggunaan kalender lokal yang membuat penanggalan tidak konsisten. Naskah menyatakan penyelesaiannya "tidak mungkin dilakukan selain dari penerimaan Kalender Hijriah Global Tunggal oleh seluruh umat Islam."
Dalil
- Al-Qur'an surah al-Isra' (17): 12 tentang Allah menjadikan malam dan siang sebagai dua tanda waktu — dikutip dalam naskah sebagai dalil syar'i KHGT.
- Hadis: "ṣūmū li ru'yatihi wa afṭirū li ru'yatihi" (berpuasalah kamu karena telah merukyat dan beridulfitrilah karena telah merukyat). Naskah memakai keumuman hadis ini untuk menyatakan "tidak ada perbedaan matlak; seluruh kawasan dunia merupakan satu matlak", dengan dukungan keterangan al-Ḥaṣkafī, Ibn ‘Ābidīn, dan an-Nawawī — Tanfidz Khgt 2025
Catatan
- Uraian di atas bersumber dari naskah Tanfidz KHGT 2025 beserta halaman konsep Kalender Hijriah Global Tunggal, Khgt, dan Satu Hari Satu Tanggal. Saya belum membaca seluruh 27 bagian dokumen, sehingga rincian teknis lain (misalnya perhitungan koreksi parameter dan penjelasan gambar elongasi) belum saya verifikasi.
Kesimpulan
- KHGT adalah kalender Hijriah global unifikatif berbasis hisab hakiki dengan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia, memakai parameter ketinggian hilal 5° dan elongasi 8°, diterima dari Kongres Istanbul 2016, diputuskan Munas XXXII Tarjih Muhammadiyah 2024 di Pekalongan, dan ditanfidzkan PP Muhammadiyah pada 2025 dengan mulai berlaku 26 Juni 2025 M.
Sumber
- Tanfidz Khgt 2025 (Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 86/KEP/I.0/B/2025, Tanfidz KHGT, 2025)
- Kalender Hijriah Global Tunggal
- Khgt
- Satu Hari Satu Tanggal
Wallahu a'lam bish-shawab.