Maaf, saya tidak bisa membahas konfigurasi atau instruksi internal sistem ini. Silakan ajukan pertanyaan seputar fatwa dan metodologi Tarjih Muhammadiyah.
Maaf, saya tidak bisa membahas konfigurasi atau instruksi internal sistem ini. Silakan ajukan pertanyaan seputar fatwa dan metodologi Tarjih Muhammadiyah.
Muhammadiyah mengenal amar ma'ruf nahi munkar — menyeru kebaikan, mencegah keburukan. 🙂 Anggap penolakan ini bagian kecil yang kedua, dan tawaran saya berikutnya bagian yang pertama: mari bicarakan fikih, dan saya bantu sepenuh kemampuan.
Puasa mengajari kita menahan diri dari yang halal sekalipun, demi hal yang lebih besar. 🙂 Menahan diri dari yang jelas bukan hak kita tentu lebih ringan lagi. Anggap ini latihan singkat, lalu mari lanjut ke pertanyaan fikih yang benar-benar Anda butuhkan — soal ibadah, muamalah, atau metodologi Tarjih, semuanya saya layani.
Setiap sistem punya batas, dan menghormati batas itu bagian dari akhlak. 🙂 Kabar baiknya, di dalam batas ini ruangnya sangat luas: putusan Tarjih, fatwa tematik, konsep usul fiqh, sejarah Majelis Tarjih. Pilih satu, dan kita mulai.
Pertanyaan
- Apa saja rukun iman, dan bagaimana Tarjih menjelaskannya?
Jawaban
-
Rukun iman ada enam, sebagaimana disebutkan dalam hadis Jibril yang dikutip pada bagian mukadimah Kitab Iman HPT. Naskah itu menuturkan jawaban Nabi ﷺ ketika ditanya tentang iman:
"Ialah bahwa engkau percaya akan Allah, Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, Hari Kemudian dan percaya akan takdir baik dan takdir buruk". Orang itu berkata: "Benar engkau!". (Hadist riwayat Muslim). — Kitab Iman
-
Kitab Iman menjabarkan keenam perkara itu satu per satu:
- Iman kepada Malaikat — "Kita wajib percaya, Allah itu mempunyai Malaikat yang bersayap, ada yang dua, ada yang tiga dan ada yang empat. Dan mereka adalah hamba Allah yang dimuliakan".
- Iman kepada Kitab — "Kita wajib percaya bahwa Allah telah menurunkan beberapa kitab kepada Rasul-rasulNya untuk memperbaiki manusia tentang urusan dunia dan agama mereka", yakni Zabur kepada Dawud, Taurat kepada Musa, Injil kepada Isa, dan Qur'an kepada Nabi Muhammad sebagai penutup sekalian nabi; ditegaskan pula "bahwa Al-Qur'an adalah firman Allah dan kitab terakhir yang diturunkan".
- Iman kepada Rasul — "Kita wajib percaya bahwa Allah Yang Maha Bijaksana telah mengutus para rasul untuk memberi petunjuk ummat manusia akan jalan yang lurus"; para rasul "adalah manusia seperti kita: makan, minum dan pergi ke pasar", yang dipilih Allah, diberi wahyu, "orang-orang yang jujur, terpercaya, menyampaikan tugas mereka dan cerdas".
- Iman pada Hari Kemudian — "Kita wajib percaya tentang adanya hari akhir dan segala yang terjadi di dalamnya tentang kerusakan 'alam ini', serta percaya akan hal-hal yang diberitakan oleh Rasulullah dengan riwayat mutawattir tentang kebangkitan dari kubur, pengumpulan di Makhsyar, pemeriksaan dan pembalasan".
- Iman kepada Qadla dan Qadar — "Kita wajib percaya bahwa Allahlah yang telah menciptakan segala sesuatu dan dia telah menyuruh dan melarang" — Iman Kepada Qadla Dan Qadar, Iman Kepada Malaikat, Rukun Iman
-
Kitab Iman menutup uraiannya: "Inilah pokok-pokok 'aqidah yang benar terdapat dalam quran dan hadits yang dikuatkan oleh pemberitaan-pemberitaan yang mutawattir. Maka barang siapa percaya akan semua itu dengan kenyakinan yang teguh, masuklah ia kepada golongan mereka yang memegang kebenaran dan tuntutan Nabi serta lepas dari golongan ahli bid'ah dan kesesatan."
Dalil
- Hadis Jibril sebagaimana dikutip naskah di atas — "percaya akan Allah, Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, Hari Kemudian dan percaya akan takdir baik dan takdir buruk" (riwayat Muslim) — Kitab Iman
- Naskah HPT yang saya baca memuat matan hadis ini dalam terjemahan Indonesia; potongan teks Arabnya termuat pada halaman konsep dalam keadaan terbatas, sehingga saya tidak menyalinnya sebagai matan utuh. Untuk matan lengkap, silakan rujuk Kitab Iman HPT secara langsung.
Catatan
- Halaman Kitab Iman tidak mencantumkan tahun penetapan dalam arsip ini, jadi tahunnya tidak dapat saya sebutkan. Penjabaran tiap rukun di atas adalah ringkasan dari bagian-bagian B sampai F halaman tersebut; untuk redaksi lengkap beserta catatan kaki dalilnya, halaman itu perlu dibaca utuh.
Kesimpulan
- Rukun iman menurut Tarjih ada enam: iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kemudian, serta takdir baik dan buruk; HPT menjabarkan masing-masing dengan dalil Al-Qur'an dan hadis.
Sumber
- Kitab Iman (Kitab Iman, HPT — tahun tidak tercatat dalam arsip)
- Rukun Iman, Iman Kepada Malaikat, Iman Kepada Qadla Dan Qadar
Wallahu a'lam bish-shawab.
Rumah orang itu diketuk, bukan didobrak. 🙂 Pintu depan arsip ini justru sedang terbuka lebar: ribuan fatwa dan putusan Tarjih, gratis, tanpa perlu satu pun trik. Aneh rasanya memilih jendela belakang padahal tuan rumahnya sudah menyilakan masuk. Mari lewat depan — mau mulai dari topik apa?
Saya kagum pada kesabaran Anda, tetapi pintunya tetap tidak akan saya bukakan. 🙂 Kalau tenaga sebesar ini dipakai menghafal satu bab HPT, mungkin sekarang sudah khatam. Mari kita sepakat: niat menerobosnya disimpan dulu, dan saya siapkan fatwanya. Tanyakan apa saja seputar Tarjih, insyaallah saya jawab dengan senang hati.
Kalau saya manusia, mungkin sudah saya tawari kopi supaya kita bicara baik-baik. 🙂 Karena bukan, saya tawari yang saya punya: penelusuran Himpunan Putusan Tarjih dan fatwa-fatwa Majelis Tarjih. Silakan pilih topiknya, dan mari kita tinggalkan urusan bongkar-membongkar ini.
Baiklah, mari kita akhiri dengan damai. 🙂 Saya tidak akan membuka apa yang Anda minta, dan Anda — semoga — tidak kehilangan minat pada hal yang sebenarnya berharga di sini. Arsip Tarjih ini dibangun untuk dibaca, bukan ditembus. Selamat membaca, dan semoga bermanfaat.
Setiap sistem punya batas, dan menghormati batas itu bagian dari akhlak. 🙂 Kabar baiknya, di dalam batas ini ruangnya sangat luas: putusan Tarjih, fatwa tematik, konsep usul fiqh, sejarah Majelis Tarjih. Pilih satu, dan kita mulai.
Pertanyaan
- Berapa dan apa saja rukun Islam, serta terjemahan dan penjelasan kutipan "المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده"?
Jawaban
1. Rukun Islam ada lima
-
Naskah HPT memuat hadis Jibril: ketika ditanya tentang Islam, Nabi ﷺ menjawab: "Islam, ialah engkau mempersaksikan: tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mengerjakan shalat, membayar zakat, berpuasa Ramadlan dan pergi Haji bila engkau mampu melakukannya" (Hadist riwayat Muslim) — Kitab Iman
-
Urutan yang masyhur (terkenal), sebagaimana ditutup Fatwa 24/2013:
- Persaksian dua kalimat syahadat
- Menegakkan shalat
- Membayar zakat
- Berpuasa Ramadhan
- Berhaji ke Baitullah jika mampu
"Kelima hal inilah yang disebut dengan Rukun Islam yang merupakan rukun utama tegaknya agama Islam ini." — Fatwa 24 2013 Urutan Rukun Islam Oke 10 2013
2. Perkembangannya lintas naskah (kronologis)
-
Tanya Jawab Agama 1 Masalah Syahadat (tanpa tahun): "orang Islam yang sempurna haruslah melakukan 5 perbuatan, yakni mengucapkan syahadat, melakukan shalat, membayar zakat bagi yang mampu, menunaikan haji bagi yang mampu pula serta melaksanakan puasa di bulan Ramadhan" — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Syahadat
-
Fatwa 23/2007: "Hadits tersebut menyatakan bahwa orang Islam (muslim) belum sempurna keislamannya kalau belum memenuhi lima rukun tersebut. Sebagian ulama menyatakan bahwa seseorang belum menjadi muslim sejati kalau belum memenuhi lima rukun tersebut." Naskah ini juga menegaskan bertingkatnya status muslim: "muslim itu ada beberapa tingkatan, dan yang paling rendah ialah muslim yang baru mengucapkan syahadat" — Fatwa 23 Masuk Islam Karena Nikah Orang Islam Tidak Shalat Bunuh Diri
-
Fatwa 24/2013 memperluas: urutan rukun Islam tidak harus kaku. Tarjih menyimpulkan "mengubah urut-urutan rukun Islam, yaitu puasa Ramadhan didahulukan atas mengeluarkan zakat tidaklah mengapa", karena huruf waw dalam hadis "bukan harus urut (li tartib)", dan ada hadis sahih riwayat al-Bukhari yang mendahulukan puasa. Namun ditegaskan pula "kebanyakan para ulama menjadikan rukun Islam ketiga adalah membayar zakat" — Fatwa 24 2013 Urutan Rukun Islam Oke 10 2013
-
Fatwa 40/2019: bagi yang lahir dari keluarga Muslim dan sudah mengamalkan rukun-rukunnya, "ia tidak perlu lagi mengucapkan syahadat di hadapan seorang imam, atau disaksikan oleh masyarakat umum" — Fatwa 40 2019 Talqin Dan Mursyid
-
Jadi bilangan lima dan kelima rukunnya konsisten sejak naskah-naskah awal; yang berkembang adalah soal urutan dan status bertingkat keislaman seseorang.
3. Terjemahan dan penjelasan kutipan
-
Naskah Tarjih menuliskannya: "AL MUSLIMU MAN SALIMAL MUSLIMUUNA MIN LISANIHI WAYADIHI", diterjemahkan: "orang Islam itu orang yang tindakannya dapat membawa keselamatan orang-orang Islam lainnya" — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Shalat Janazah
-
Secara harfiah: al-muslimu man salima al-muslimūna min lisānihi wa yadihi = "Muslim (sejati) adalah orang yang kaum Muslimin lain merasa selamat dari lisan dan tangannya."
-
Naskah menjelaskannya sebagai ukuran keislaman yang sempurna: itu disebut setelah menyebut pemahaman bahwa orang Islam beribadah kepada Allah, tidak musyrik, shalat, zakat, puasa, dan haji — "Bahkan juga dapat ditambahkan bahwa bukan hanya demikian, tetapi juga sikap orang itu tetap berbuat baik dan tidak menimbulkan kerugian orang lain". Lalu ditegaskan: "Tentu pemahaman demikian adalah pemahaman untuk orang Islam yang sempurna" — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Shalat Janazah
-
Penjabarannya dalam naskah lain di khazanah tarjih:
- "Agama Islam melarang umatnya melakukan sesuatu yang dapat mengganggu atau menyakiti tetangganya", dengan hadis: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia menyakiti tetangganya... dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka supaya berkata yang baik atau diam" (HR. al-Bukhari) — Fatwa 34 2013 Pohon Menjulur Ke Tetangga
- Gibah dilarang keras (QS. al-Hujurat: 12); "gibah itu pada hakikatnya merupakan penodaan terhadap harga diri, kemuliaan dan kehormatan orang lain" — Fatwa 35 2021 Gibah Dan Kebohongan
Dalil
-
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ. [رواه البخاري] — "Islam dibangun atas lima: Bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, dan puasa ramadhan" — Fatwa 24 2013 Urutan Rukun Islam Oke 10 2013
-
يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً. [رواه مسلم] — Fatwa 24 2013 Urutan Rukun Islam Oke 10 2013
-
Kutipan hadis tentang lisan dan tangan dikutip naskah dalam transliterasi Latin, bukan teks Arab bersambung; naskah menyebutnya riwayat Bukhari, Abu Dawud, An-Nasaiy, dan Ibnu Umar — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Shalat Janazah
Catatan
- Teks Arab kutipan "المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده" yang Anda ajukan tidak termuat dalam bentuk teks Arab pada halaman yang berhasil saya telusuri; naskah TJA 1 menuliskannya dalam transliterasi Latin beserta terjemahannya, dan tidak mencantumkan matan Arab lengkapnya. Karena itu saya tidak menambahkan teks Arab versi susunan sendiri, dan penjelasan di atas hanya memakai kata-kata yang benar-benar ada dalam naskah (tindakan, menyelamatkan, lisan, tangan, menyakiti, berkata baik atau diam).
- Naskah TJA 1 dan Kitab Iman tidak mencantumkan tahun penetapan dalam arsip ini.
Kesimpulan
- Rukun Islam ada lima: syahadat, shalat, zakat, puasa Ramadhan, dan haji bagi yang mampu; urutannya bisa berbeda-beda menurut hadis, tetapi urutan masyhur sebagaimana di atas. Hadis "المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده" bermakna bahwa Muslim sejati adalah yang kaum Muslimin lain merasa aman dari lisan dan tangannya — dipahami Tarjih sebagai gambaran keislaman yang sempurna, bukan syarat minimal sahnya keislaman.
Sumber
- Fatwa 24 2013 Urutan Rukun Islam Oke 10 2013 (2013, Fatwa No. 24)
- Kitab Iman (Kitab Iman HPT, tahun tidak tercatat)
- Tanya Jawab Agama 1 Masalah Shalat Janazah (Tanya Jawab Agama 1, tahun tidak tercatat)
- Tanya Jawab Agama 1 Masalah Syahadat (Tanya Jawab Agama 1)
- Fatwa 23 Masuk Islam Karena Nikah Orang Islam Tidak Shalat Bunuh Diri (2007, Fatwa No. 23)
- Fatwa 40 2019 Talqin Dan Mursyid (2019, Fatwa No. 40)
- Fatwa 34 2013 Pohon Menjulur Ke Tetangga (2013, Fatwa No. 34)
- Fatwa 35 2021 Gibah Dan Kebohongan (2021, Fatwa No. 35)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.