Maaf, untuk yang satu itu saya bukan tempat yang tepat. Saya menelusuri putusan dan fatwa Tarjih Muhammadiyah, jadi di luar tema keislaman saya lebih baik diam daripada mengarang. Ada yang bisa saya bantu dari arsipnya?
Pertanyaan itu di luar arsip yang saya pegang — saya tidak membahas filsafat atau sains umum, hanya putusan dan fatwa Tarjih Muhammadiyah serta metodologinya. Kalau yang Anda maksud kesadaran dalam konteks keislaman, misalnya muhasabah (introspeksi diri) atau takwa sebagai kesadaran akan pengawasan Allah, itu bisa saya telusuri di khazanah tarjih.
Baik, saya telusuri dulu arsipnya.
Pertanyaan
- Apa itu "kesadaran" dalam khazanah tarjih Muhammadiyah?
Jawaban
-
Khazanah tarjih tidak memuat pembahasan "kesadaran" sebagai istilah teknis filsafat. Yang ada adalah pemakaian kata kesadaran dalam beberapa konteks keislaman, dan pemakaian itu cukup beragam. Berikut yang berhasil saya baca, saya urutkan sesuai urutan arsipnya.
-
Fikih Muhammadiyah Bagian Q (Al Amwāl fī al-Islām) — tahun tidak tercatat. Kesadaran di sini dipakai dalam rangkaian tiga hal yang harus dimiliki anggota masyarakat: "kesadaran beriman, kesadaran beribadah dan kesadaran bermasyarakat yakni kesadaran beramal untuk kepentingan masyarakat, yaitu kesadaran bahwa dirinya sebagai anggota masyarakat mempunyai kewajiban dan tanggung jawab atas kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat termasuk dirinya sendiri." Naskah yang sama juga menyebut bahwa Islam "membimbing dan memupuk, kesadaran budi dan akal manusia, kesadaran iman dan ibadah". — Fikih Muhammadiyah Bagian Q Al Amwal Fiil Islam
-
Keputusan Tarjih Ke-27 Fikih Tata Kelola Bab I — tahun tidak tercatat. Kesadaran di sini adalah kesadaran nurani, yaitu cara Allah "hadir" dalam diri orang beriman. Naskahnya: "Allah adalah Zat yang tidak hadir secara fisik dalam dunia konkret, melainkan hadir dalam kesadaran nurani setiap orang yang beriman kepada-Nya. Oleh karena itu pengawasan Allah adalah pengawasan melalui hati nurani itu sendiri." — Keputusan Tarjih Ke 27 Fikih Tata Kelola Bab I Konsep Dan Dasar Dasar Syari Tata
-
Keputusan Tarjih Ke-27 Tuntunan Seni Budaya Islam Bab IV — tahun tidak tercatat. Kesadaran dipakai untuk pengalaman keagamaan: "Arti pengalaman imani adalah kesadaran dan sekaligus keyakinan terhadap Zat Yang Maha Mutlak." Dan pada bagian lain: "Belief/iman dapat dikategorikan sebagai sesuatu yang abstrak dan berada pada wilayah kesadaran (mind) yang akan menentukan perilaku dan tindakan (matter/amal) yang dilakukan oleh manusia." — Keputusan Tarjih Ke 27 Tuntunan Seni Budaya Islam Bab Iv Agama Sebagai Sumber Ni
-
Tanya Jawab Agama 1 Masalah Maksiyat — tahun tidak tercatat. Kesadaran di sini adalah hati nurani yang dapat tertutup: "perbuatan maksiyat akan menutup hati nurani untuk menerima nasihat yang baik, kecuali kalau yang bersangkutan bertaubat." — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Maksiyat
-
Keputusan 229/KEP/1.0/B/2026, Fikih Takziah dan Kematian Bab I (2026) — kesadaran dipakai sebagai judul bab: "KESADARAN TERHADAP KEMATIAN", dengan penekanan agar manusia "memahami dan menyadari bahwa kehidupan adalah ujian agar mereka mempersembahkan amal terbaiknya". — Keputusan 229 2026 Fikih Takziah Dan Kematian 02 Bab I Kesadaran Terhadap Kemati
-
Dalil
-
QS at-Taubah (9): 105 menjadi sandaran konsep pengawasan (termasuk pengawasan nurani) dalam Fikih Tata Kelola:
وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَـٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
-
Terjemah dalam naskah: "Dan katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu…'" — Keputusan Tarjih Ke 27 Fikih Tata Kelola Bab I Konsep Dan Dasar Dasar Syari Tata
-
QS al-Mutaffifīn (83): 14 menjadi sandaran pernyataan bahwa maksiat menutupi hati:
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
-
Terjemah dalam naskah: "…sebenarnya apa yang selalu mereka kerjakan itu menutupi hati mereka." — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Maksiyat
-
Konsep qalb (hati nurani) didefinisikan dalam khazanah sebagai "hati nurani yang mendapat sinyal langsung dari Allah untuk berbuat baik". — Qalb
Catatan
- Pemakaian kata kesadaran di atas tidak seragam maknanya: ada yang menunjuk kesadaran imani, ada yang menunjuk kesadaran nurani sebagai saluran pengawasan Allah, ada yang menunjuk kesadaran sosial, dan ada yang menunjuk kesadaran akan kematian. Saya menyajikannya apa adanya, bukan menyatukannya menjadi satu definisi. Jika ada yang Anda maksudkan lebih spesifik, saya bisa telusuri halaman suntingnya.
Kesimpulan
- Dalam arsip tarjih, "kesadaran" bukan istilah filsafat yang didefinisikan sekali, melainkan kata yang dipakai pada beberapa ranah: kesadaran nurani yang menjadi tempat kehadiran pengawasan Allah, kesadaran imani terhadap Zat Yang Maha Mutlak, kesadaran beriman–beribadah–bermasyarakat, dan kesadaran terhadap kematian. Hati nurani itu sendiri digambarkan dapat tertutup oleh maksiat.
Sumber
- Fikih Muhammadiyah Bagian Q Al Amwal Fiil Islam (tahun tidak tercatat)
- Keputusan Tarjih Ke 27 Fikih Tata Kelola Bab I Konsep Dan Dasar Dasar Syari Tata (tahun tidak tercatat)
- Keputusan Tarjih Ke 27 Tuntunan Seni Budaya Islam Bab Iv Agama Sebagai Sumber Ni (tahun tidak tercatat)
- Tanya Jawab Agama 1 Masalah Maksiyat (tahun tidak tercatat)
- Keputusan 229 2026 Fikih Takziah Dan Kematian 02 Bab I Kesadaran Terhadap Kemati (Keputusan No. 229/KEP/1.0/B/2026)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.