ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
SumberJelajah arsip
Sumber

Fikih Muhammadiyah Bagian Q. AL AMWAL FIIL ISLAM

Folder: Fikih Muhammadiyah#auto-import

Summary

Naskah lengkap sudah disalin ke Fikih Muhammadiyah Bagian Q. AL AMWAL FIIL ISLAM.

Entitas yang Disebut

  • ‘Abdullāh Ibn al-Ḥāriṡ — Merupakan rawi yang memarfukkan hadis kepada Ḥakīm Ibn Ḥizām.
  • 'Aisyah — Perawi hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari, dan lainnya.
  • Abdul Karim Al Khathib — Penulis kitab 'assiyasatulmaaliyyah fiil Islaam' yang dijadikan rujukan.
  • Abdullah bin Abi Ja'far — Perawi dalam sanad hadis Thabrani.
  • Abi Khirasy — Perawi hadis tentang hak atas air, api, dan rumput yang diriwayatkan Ahmad dan Abu Daud.
  • Abi Shaleh — Perawi hadis tentang riba dalam kitab Shahih Muslim.
  • Abu Daud — Imam perawi hadis, penyusun Sunan Abu Daud.
  • Abu Hurairah — Perawi hadis tentang iri hati dalam dua perkara.
  • Abu Nu'aim — Perawi hadis bersama Thabrani.
  • Abu Said Al Hudri — Sahabat yang meriwayatkan hadis tentang riba dalam pertukaran dinar dan dirham.
  • Ahmad — Imam perawi hadis, kemungkinan Ahmad bin Hanbal.
  • Al Hakim — Perawi hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bazzar.
  • Al Jurjani — Pengarang At Ta’rifat yang memberikan definisi riba secara etimologis dan syar’i.
  • Al-Bazzar — Perawi hadis tentang hal-hal yang tidak disebutkan dalam Al-Quran dan As Sunnah dimaafkan.
  • Anas bin Malik — Perawi hadis tentang iman dan cinta sesama muslim.
  • Ath Thabrani — Perawi hadis tentang amal utama sesudah iman.
  • Bank Muhammadiyah — Bank yang direncanakan oleh Cabang Jakarta
  • Bank Negara Indonesia — Bank milik negara yang disebut dalam uraian
  • Bukhari — Imam perawi hadis, penyusun Shahih Bukhari.
  • Drs. D. Q. Muchtar — Sekretaris sidang Muktamar Tarjih ke XX
  • Garut — Kota tempat Muktamar Tarjih ke XX
  • H. A. Azhar Basyir MA — Ketua sidang Muktamar Tarjih ke XX
  • H.M. Wardan — Penyampai prasaran dalam Muktamar Tarjih
  • Ḥakīm Ibn Ḥizām — Sahabat Nabi yang diriwayatkan hadis tentang khiyar dan barakah dalam jual beli.
  • Hudzifah — Perawi hadis, kemungkinan Hudzaifah bin Yaman.
  • Ibnu 'Abbas — Perawi hadis tentang kewajiban zakat.
  • Ibnu Majah — Perawi hadis tentang zakat
  • Imam Syafi'i — Imam mazhab yang meriwayatkan hadis zakat.
  • Jabir — Perawi hadis tentang hutang piutang
  • Jabir bin Abdillah — Sahabat yang meriwayatkan hadits tentang kemudahan dalam hutang-piutang.
  • Jābir Ibn ‘Abdullāh — Perawi hadis tentang pengharaman jual beli khamr, bangkai, babi, dan arca berhala
  • Jakarta — Cabang Jakarta sebagai perencana Bank Muhammadiyah
  • Koperasi Indonesia — Organisasi koperasi berdasarkan UU No. 12/1967
  • Koperasi simpan pinjam — Lembaga keuangan yang memberikan pinjaman dengan tambahan pembayaran berdasarkan kesepakatan dan keikhlasan.
  • Ma’mar — Perawi yang menyampaikan sabda Rasulullah tentang menimbun barang
  • Mekah — Tempat terjadinya peristiwa dalam hadis Jābir Ibn ‘Abdullāh
  • Miqdam — Perawi hadis riwayat Bukhari, Abu Daud, Nasai.
  • Muhammad Al Ghazali — Penulis kitab Al Islam wal Istibdadus Siyasi yang dikutip dalam naskah.
  • Muhammad bin Abdillah Al Arzami — Perawi yang matruk dalam riwayat Ibnu Majah
  • Mujahid — Penafsir ayat tentang zakat perniagaan.
  • Muktamar Tarjih — Forum musyawarah tarjih Muhammadiyah
  • Muslim — Imam perawi hadis, penyusun Shahih Muslim.
  • Nabi Daud — Nabi yang disebut sebagai contoh memakan makanan dari hasil usahanya sendiri.
  • Nandang Komar — Direktur Bank Negara Indonesia Unit 1 Cabang Surabaya yang menyampaikan uraian masalah bank
  • Nasai — Imam perawi hadis, penyusun Sunan Nasai.
  • Nu'man bin Basyir — Perawi hadis tentang perumpamaan mukmin sebagai satu tubuh.
  • P.P. Muhammadiyah — Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang disarankan mengusahakan konsepsi sistem perekonomian Islam
  • Pakistan — Negeri Islam yang disebut dalam pembahasan bunga bank
  • Pekajangan Pekalongan — Tempat diselenggarakannya Muktamar Khusus Majelis Tarjih.
  • Pencongan — Tempat Muktamar Tarjih tahun 1972
  • Perum ASABRI — Perum Asuransi Sosial ABEI yang mengelola asuransi sosial bagi anggota ABRI.
  • Perum Husada Bhakti — Perusahaan negara di bidang asuransi kesehatan.
  • Perum Jasa Raharja — Perusahaan negara yang mengurus dana kecelakaan lalu lintas jalan.
  • Perum Taspen — Perum Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri yang mengelola asuransi pegawai negeri.
  • RPA — Lembaga di Negeri Islam yang dibahas tentang bunga bank
  • Sa'ad bin Abi Waqash — Sahabat yang meriwayatkan hadits tentang wasiat.
  • Sa‘īd Ibn al-Musayyab — Perawi yang memberitakan hadis tentang menimbun barang
  • Samurah bin Jundub — Perawi hadis tentang zakat perniagaan.
  • Saudi Arabia — Negeri Islam yang disebut dalam pembahasan bunga bank
  • Sidoarjo — Tempat Muktamar Tarjih yang dirujuk
  • Surabaya — Cabang Bank Negara Indonesia Unit 1
  • Ubadah bin Shamit — Perawi hadis riwayat Bukhari.
  • Usamah bin Zaid — Sahabat yang meriwayatkan hadis bahwa riba terjadi karena penundaan pembayaran.
  • Yaḥyā Ibn Sa‘īd — Perawi hadis tentang larangan menimbun barang
  • Zubair bin al Awam — Sahabat yang meriwayatkan hadits tentang keutamaan bekerja.

Istilah Kunci

  • Aḍ-Ḍarar (الضرر) — Prinsip bahwa tidak boleh ada kemudaratan dalam muamalah
  • Agama Islam — Agama yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, dan alam.
  • Al Amwaal fil Islam (الأموال في الإسلام) — Buku atau dokumen tentang fungsi harta menurut ajaran Islam yang menjadi sumber rujukan dalam naskah.
  • Al-‘Adalah (اْﻟَﻌْدِل) — Keadilan diperintahkan dalam menetapkan hukum dan berinteraksi, bahkan terhadap pihak yang dibenci.
  • Al-Akhlāq al-Karīmah (اْﻷَﺧْﻼَق اﻟْﻜَﺮِﯾْﻤَﺔ) — Kesopanan dan akhlak mulia dalam berinteraksi, termasuk dalam jual beli.
  • Al-Ibāḥah (اْﻟِﺑَﺎﺣَﺔ) — Kebolehan dasar terhadap segala sesuatu di muka bumi sebagai rezki dari Allah.
  • Al-Maslaḥah (اْﻟَﻣَﺻْﻠَﺣَﺔ) — Prinsip menarik kemaslahatan dan menolak kemafsadatan, dengan landasan rahmat bagi semesta alam.
  • Al-Quran dan Sunnah — Sumber hukum Islam yang dijadikan landasan dalam menetapkan hukum riba dan muamalah.
  • Amanat — Tugas pertanggungjawaban yang diberikan Allah kepada manusia, disebut dalam QS Al-Ahzab 33:72.
  • Amwaal 'ammah (أمْوَالٌ عَامَّةٌ) — Harta umum, termasuk Baitulmaal, untuk kemaslahatan umum.
  • Amwaal khashshah (أمْوَالٌ خَاصَّةٌ) — Harta khusus yang menjadi milik perorangan, diakui Islam.
  • An Taradlin — Prinsip kerelaan dalam transaksi perekonomian.
  • Arca Berhala (الأصنام) — Arca berhala haram diperjualbelikan
  • Aṣ-Ṣidq (اﻟﺻﱣِدْق) — Kejujuran merupakan nilai utama dalam akad jual beli yang membawa barakah.
  • Asuransi — Persetujuan antara penanggung dan tertanggung dengan premi untuk mengganti kerugian akibat peristiwa tertentu.
  • At-Tarāḍī (اﻟﱠﺗَﺮاَﺿِﻲ) — Saling kerelaan atau kata sepakat dalam transaksi perniagaan yang dihalalkan.
  • Babi (الخنزير) — Babi haram diperjualbelikan
  • Bagi Hasil — Sistem bagi hasil (mudlarabah) yang disarankan untuk pinjaman produktif di koperasi.
  • Bangkai (الميتة) — Bangkai haram diperjualbelikan
  • Benda Vital — Harta yang mutlak diperlukan bagi kepentingan negara dan hajat hidup rakyat, dikuasai negara.
  • Boros (التبذير) — Boros dilarang, termasuk pemborosan harta
  • Dirham (درهم) — Satuan berat untuk nisab perak.
  • Fakir (فقير) — Penerima zakat dari orang kaya.
  • Faraidl — Ilmu tentang pembagian harta warisan.
  • Fitnah — Cobaan yang dapat ditimbulkan oleh harta, anak, dan wanita.
  • Gharar (اْﻟَﻐَﺮَر) — Spekulasi dalam jual beli yang dilarang oleh Rasulullah SAW.
  • Hak milik (اْﻟَﻣِﻠُك) — Sesuatu yang diperoleh orang dengan jalan syar'i, baik berupa benda atau manfaat.
  • Hak Milik Umum — Benda yang tidak boleh dimiliki perorangan dan digunakan untuk kepentingan umum, diatur oleh Ulul-Amri.
  • Halal — Hukum yang ditetapkan Allah dalam KitabNya sebagai halal.
  • Haram — Hukum yang ditetapkan Allah dalam KitabNya sebagai haram, termasuk riba.
  • Ihtikar — Penimbunan yang dilarang dalam Islam.
  • Ijtihad — Penentuan hukum untuk muamalah yang tidak diatur dalam Al-Quran dan As Sunnah.
  • Infak — Sumbangan wajib atau sukarela untuk kepentingan umum dan agama.
  • Jahālah (اﻟْﺠَﮭَﺎﻟَﺔ) — Kesamaran atau ketidakjelasan dalam transaksi yang dilarang, harus transparan.
  • Jual beli (البيع) — Jual beli dihalalkan, berbeda dengan riba
  • Kadar Zkat — Jumlh zakt yang harus dikeluarkan dri harta yng mencapai nisab.
  • Kadilan — Prinsip kdilan dalam distribusi harta.
  • Kerja sama — Unsur koperasi sebagai usaha bersama
  • Kezaliman (اﻟﻈﱡﻠْﻢ) — Penindasan atau aniaya yang dilarang, termasuk dalam transaksi riba.
  • Khamr (الخمر) — Khamr (minuman keras) haram diperjualbelikan
  • Kikir (شح) — Sifat yang dihindari dengan zakat.
  • Kmaslahatan — Kbikan dan kpentingan umum yang mnjadi tujuan pengaturan harta.
  • Konglomerasi — Konglomerasi dilarang bersama monopoli
  • Koperasi Simpan Pinjam — Koperasi yang bergerak di bidang simpan pinjam
  • M — Harta kkayaan dalam istlah Islam.
  • Ma'din (معدن) — Hasil tambang yang wajib dizakati.
  • Maal (ماَل) — Segala yang dianggap sebagai benda yang dapat dipergunakan manfaatnya sebagai harta.
  • Madlarat (مَضَرَّةٌ) — Bahaya atau kerugian yang dilarang dalam penggunaan harta.
  • Mafsadah (مفْسَدَةٌ) — Kerusakan atau bahaya yang harus dihindari dalam pemanfaatan harta.
  • Maisir (اْﻟَﻤْﯿِﺴُﺮ) — Perjudian yang dilarang karena termasuk perbuatan keji dan syaitan.
  • Maslahat — Pertimbangan kemaslahatan dalam menentukan persamaan hasil perikanan
  • Mawaarits — Hukum waris dalam agama Islam.
  • Monopoli (الاحتكار) — Monopoli atau penimbunan barang dilarang
  • Mubah — Hukum koperasi simpan pinjam karena tambahan pembayaran tidak termasuk riba.
  • Mudlarabah — Perjanjian bagi hasil yang disarankan untuk pinjaman produktif di koperasi.
  • Musibah — Anggota yang terkena musibah dibebaskan dari tambahan pembayaran dan diberi bantuan.
  • Musytabihat — Bunga bank termasuk perkara musytabihat menurut Majelis Tarjih
  • Muttafaq alaih (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ) — Istilah untuk hadis yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim.
  • Nafkah — Kewajiban nafkah kepada istri, anak, dan keluarga dekat.
  • Ni'mah — Kenikmatan yang bisa berubah menjadi niqmah dalam konteks harta.
  • Niqmah — Bencana yang bisa timbul dari harta, kebalikan ni'mah.
  • Nisab (نصاب) — Jumlah miniml harta yang wajib dikelurkan zaktnya.
  • Penipuan (الغش) — Penipuan dilarang dalam jual beli, disebut dalam hadis
  • Perdagangan Saham — Perdagangan saham perlu dikaji aspek hukumnya
  • Riba (ربا) — Haram berdasarkan nash sharih Al-Quran dan Sunnah
  • Riba Fadhel — Jenis riba yang diharamkan bersama riba Nasiah
  • Riba fadl — Jenis riba dalam jual beli emas dan perak yang tidak seimbang
  • Riba Nasiah — Jenis riba yang diharamkan bersama riba Fadhel
  • Riba Syar’i — Riba yang diancam dalam Al-Quran
  • Rikaz (الرِّكَاز) — Benda terpendam dari orang dahulu kala yang dikenakan zakat 20%
  • Riqab — Golongan penerima zakat yaitu hamba sahaya
  • Shadaqah — Pemberian sukarela kepada yang membutuhkan, tidak mengurangi harta.
  • Ta’assuf (التعسف) — Ta’assuf (penyalahgunaan hak) dilarang dalam muamalah
  • Ta'awun (اﻟﺗﱠْﻌَﺎوُن) — Tolong-menolong sesuai ajaran Islam yang ditekankan dalam koperasi simpan pinjam.
  • Tambahan pembayaran — Tambahan yang diberikan peminjam kepada koperasi berdasarkan kesepakatan, dibedakan dari riba.
  • Tasharruf (تَصَرُّف) — Penggunaan atau pemanfaatan hak milik harta.
  • Tolong menolong — Prinsip saling membantu dalam koperasi
  • Valas — Valas (valuta asing) perlu dikaji aspek hukumnya
  • Wakaf — Menahan harta untuk kpentingan umum secara sukarela.
  • Wasak (وسق) — Satuan ukuran untuk nisab zakat pertanian.
  • Zakat (زكاة) — Kewajiban mengeluarkan sebagian harta tertentu setelah mencapai nisab, termasuk rukun Islam ketiga.
  • Zakat Tijarah — Zakat perdagangan yang masih diperselisihkan

Rujukan Al-Qur'an

Source File

raw/Referensi Tarjih/Fikih Muhammadiyah/Fikih Muhammadiyah Bagian Q. AL AMWAL FIIL ISLAM.md

Menampilkan 30 dari 303 catatan
Kembali ke Fikih Muhammadiyah
ChatHPTMajelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

ChatHPT membantu menjelajahi dan memahami khazanah keilmuan Tarjih Muhammadiyah melalui percakapan dengan AI. Jawaban AI merupakan alat bantu pemahaman, bukan fatwa atau putusan resmi.

Powered by AIMU

Ekosistem

MASASatuMuMuhammadiyah ID
© 2026 Muhammadiyah. Hak cipta dilindungi.Dikembangkan oleh MPI PP Muhammadiyah bersama LabMu