ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
Doa apa saja yang sebaiknya dibaca tiap selesai shalat waji…
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Jum, 6 Nov, jam 22:16 WIB
Doa apa saja yang sebaiknya dibaca tiap selesai shalat wajib? Secara lengkap beserta latin dan artinya.

Pertanyaan

  • Doa dan dzikir apa saja yang sebaiknya dibaca setiap selesai shalat wajib, lengkap dengan bacaan latin dan artinya?

Jawaban

  • Tuntunan bakunya ada pada Kitab Zikir dan Doa, Bab III "Matan Dzikir dan Doa Sesudah Shalat Fardhu", hasil Munas Tarjih XXV (Jakarta, 2000), yang dihimpun dari hadis-hadis sahih tentang dzikir dan doa Rasulullah saw. setelah shalat fardhu. Urutannya sebagai berikut:

1. Istighfar tiga kali
أَسْتَغْفِرُ اللهَ (٣×)
Astaghfirullaah (3×) — "Aku mohon ampun kepada Allah." (3×)

2. Doa keselamatan
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Allaahumma antas-Salaam, wa minkas-salaam, tabaarakta yaa Dzal-jalaali wal-ikraam.
"Ya Allah! Engkau Dzat yang selamat, daripada-Mu keselamatan. Maha Berkah Engkau, wahai Dzat yang mempunyai keagungan dan kemuliaan."

3. Tahlil dan tahlil penyempurna
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, biyadihil khairu yuhyii wa yumiit wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir, laa hawla wa laa quwwata illaa billaah, laa ilaaha illallaah, wa laa na'budu illaa iyyaah, lahun-ni'matu wa lahul-fadhlu, wa lahuts-tsanaa'ul hasan, laa ilaaha illallaahu mukhlishiina lahud-diin walau karihal-kaafiruun.
"Tiada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Esa, tidak bersekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Ia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (kehendak) Allah. Tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan kami menyembah melainkan hanya kepada Allah. Bagi-Nya kenikmatan dan anugerah, hanya bagi-Nya pujian yang baik. Tidak ada Tuhan selain Allah dengan mengikhlaskan agama karena-Nya, walau orang-orang kafir benci."

4. Doa tentang pemberian dan penolakan Allah
Allaahumma laa maani'a limaa a'thaita wa laa mu'thiya limaa mana'ta wa laa yanfa'u dzal-jaddi minkal-jadd.
"Ya Allah! Tidak ada yang dapat menghalang-halangi terhadap apa yang telah Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi terhadap apa yang telah Engkau tolak, dan kemuliaan itu tidak akan memberikan manfaat kepada yang mempunyainya di sisi-Mu."

5. Ayat Kursi (al-Baqarah 2: 255)
Allaahu laa ilaaha illa huwal-hayyul-qayyuum, laa ta'khudzuhuu sinatuw wa laa naum, lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardhi, man dzal-ladzi yasyfa'u 'indahuu illaa bi idznihi, ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiithuuna bi syai'in min 'ilmihii illaa bimaa syaa', wasi'a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardha, walaa ya'uuduhuu hifdzuhumaa, wa huwal-'aliyyul-'adziim.

6. Doa permohonan pertolongan untuk berzikir
Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik.
"Ya Allah! Tolonglah aku untuk (dapat) mengingat kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan bagusnya pengabdian kepada-Mu."

7. Tasbih, tahmid, takbir
سُبْحَانَ اللهِ (٣٣×) — Subhaanallaah — "Maha Suci Allah" (33×)
الْحَمْدُ لِلَّهِ (٣٣×) — Al-hamdulillaah — "Segala puji bagi Allah" (33×)
اللهُ أَكْبَرُ (٣٣×) — Allaahu Akbar — "Allah Maha Besar" (33×)
lalu disempurnakan dengan tahlil:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir.

8. Doa perlindungan
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
Allaahumma innii a'uudzu bika minal-jubni, wa a'uudzu bika an uradda ilaa ardzalil-'umuri, wa a'uudzu bika min fitnatid-dunyaa, wa a'uudzu bika min 'adzaabil-qabr.
"Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan aku berlindung kepada-Mu dari pada akan dikembalikan kepada umur yang hina (pikun). Dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur."

9. al-Mu'awwidzat (surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas)

  • Khusus shalat Subuh dan Maghrib, setelah bacaan nomor 1 dan 2 di atas, ditambah:
    اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ (٧×) — Allaahumma ajirnii minan-naar — "Ya Allah, selamatkanlah aku dari api neraka" (7×)
    Untuk Maghrib ditambah pula 10× tahlil laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah... dan 7×:
    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ، اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ
    Allaahumma innii as'alukal-jannah, Allaahumma ajirnii minan-naar. — "Ya Allah, aku mohon surga kepada-Mu; ya Allah, selamatkanlah aku dari api neraka."

  • Doa tambahan yang juga dituntunkan (dari Tanya Jawab Agama Jilid 1): Allaahumma innii as-aluka rizqan thayyiban wa 'ilman naafi'an wa 'amalan mutaqabbalan — "Ya Allah, aku mohon kepada-Mu rezeki yang baik, ilmu yang bermanfaat, serta amal yang diterima"; dan Allaahumma ajirnii minan-naar 7×; serta Allaahumma innii a'uudzu bika minal-jubni... sebagaimana di atas.

  • Catatan penting tentang cara mengamalkannya. Naskah Kitab Zikir dan Doa menegaskan: "Bacaan zikir dan doa di atas tidak wajib dibaca seluruhnya dan tidak harus berurutan (tertib)." Jadi boleh dibaca sebagian, dan tidak harus berurutan. Adapun pilihan lafal doa secara umum dibatasi: "Pada prinsipnya, lafal-lafal doa yang dapat dan baik digunakan untuk berdoa adalah lafal-lafal doa yang terdapat dalam al-Qur'an dan sunah maqbulah... Kecuali untuk doa-doa tertentu yang memang tidak ditemukan dalam al-Qur'an atau sunah maqbulah, maka boleh menggunakan lafal dan bahasa yang lain."

Dalil

  • Istighfar dan doa keselamatan — hadis Tsauban: "...Adalah Rasulullah SAW, apabila selesai melaksanakan shalatnya beristighfar kepada Allah tiga kali, kemudian mengucapkan: Allaahumma antas-Salaam, wa minkas-salaam, tabaarakta yaa Dzal-jalaali wal-ikraam." (HR at-Tirmidzi; ia menyebutnya hadis hasan sahih) — Kitab Zikir Doa

  • Tahlil — dari Ibnu az-Zubair: "Adalah Rasulullah SAW selalu mengucapkan laa ilaaha illallaah disertai dengan lainnya setiap selesai melaksanakan shalat" (HR Muslim) — Kitab Zikir Doa

  • Subuh dan Maghrib — dari Muslim bin al-Harits at-Tamimi: Rasulullah SAW bersabda, "Jika engkau selesai shalat Subuh, sebelum kamu berbicara dengan orang lain, bacalah Allaahumma ajirnii minan-naar sebanyak tujuh kali..." (HR Ahmad) — Kitab Zikir Doa

  • Tasbih, tahmid, takbir — dari Abu Hurairah: "Barangsiapa bertasbih pada setiap selesai melaksanakan shalat sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali dan bertakbir 33 kali, itu semua berjumlah 99 kali. Kemudian... (bacalah): Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah..., maka dosanya diampuni oleh Tuhan meskipun sebanyak buih di laut" (HR Muslim dan Ahmad) — Kitab Zikir Doa

  • Allaahumma a'innii... — dari Mu'adz bin Jabal: Nabi memegang tangannya dan berkata, "Demi Allah saya sungguh menyukaimu wahai Mu'adz... setiap selesai shalat janganlah kamu tinggalkan mengucapkan Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik" (HR Abu Dawud, an-Nasa'i, Ahmad dan al-Hakim) — Kitab Zikir Doa

  • Landasan berdoa setelah shalat fardhu — dari Abu Umamah: Rasulullah saw. ditanya, "Wahai Rasulullah, doa apakah yang paling didengar?" Beliau menjawab, "Doa di tengah malam terakhir serta setelah shalat-shalat wajib" (HR at-Tirmidzi). Juga QS Ghafir [40]: 60: وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ — "Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.'" — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib

Catatan

  • Perkembangan posisi Tarjih lintas naskah. Tanya Jawab Agama Jilid 1 sudah memuat daftar doa Nabi saw. sesudah shalat fardhu lengkap dengan artinya, karena penanya ketika itu menyatakan tidak menemukannya di HPT. Tanya Jawab Agama Jilid 5 menempatkan doa sesudah shalat — baik fardhu maupun sunat — sebagai doa pribadi yang didahului pujian dan salawat serta disertai mengangkat tangan; namun untuk berdoa bersama antara imam dan makmum sesudah shalat, naskah itu menyatakan "tidak ada tuntunan dari Nabi." Kemudian Tanya Jawab Agama edisi 2025 (disidangkan 31 Januari 2025) menegaskan bahwa berdoa setelah shalat wajib sambil mengangkat tangan bukan bid'ah, melainkan "bukan hanya dibolehkan tetapi sangat dianjurkan sebagai waktu istimewa untuk dikabulkannya doa." Ketiga naskah ini sejalan, tidak saling menggantikan: yang ditegaskan berbeda adalah soal status hukum berdoa sesudah shalat, bukan isi bacaannya.

  • Adab berdoa. Naskah TJA Jilid 1 menyebutkan doa hendaknya dimulai dengan memuji Allah, kemudian membaca salawat Nabi, lalu menyampaikan permohonan (berdasarkan hadis riwayat Abu Dawud, at-Tirmidzi, al-Hakim, Ibnu Hibban, dan al-Baihaqi), dan diakhiri dengan hamdalah. Mengenai membaca al-Fatihah sesudah berdoa, naskah itu menyatakan: "tidak didapati dasar yang kuat sebagai amalan sunnah Nabawiyyah, karenanya Muhammadiyah tidak mengamalkannya."

  • Satu hal yang belum berhasil saya periksa secara utuh: lafal lengkap nomor 4 (Allaahumma laa maani'a...) dalam naskah arsip tersaji dalam transliterasi Latin, tanpa terjemahan kata-per-kata pada bagian yang terbaca; artinya di atas dikutip dari Tanya Jawab Agama Jilid 1. Untuk keutamaan-keutamaan khusus tiap bacaan (fadhilah) saya belum menelusuri seluruh naskah, sehingga tidak saya sebutkan.

Kesimpulan

  • Yang sebaiknya dibaca setiap selesai shalat wajib: istighfar 3×, Allaahumma antas-salaam..., tahlil, Allaahumma laa maani'a..., Ayat Kursi, Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika..., tasbih–tahmid–takbir 33× lalu tahlil penyempurna, doa perlindungan dari sifat penakut dan siksa kubur, serta al-Mu'awwidzat — ditambah Allaahumma ajirnii minan-naar 7× khusus setelah Subuh dan Maghrib. Tidak wajib dibaca seluruhnya dan tidak harus berurutan, dan berdoa dengan mengangkat tangan setelah shalat wajib hukumnya dianjurkan, bukan bid'ah.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.