ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
SumberJelajah arsip
Sumber

Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib

Tahun 2025Folder: Fatwa 2025#auto-import

Summary

Naskah lengkap sudah disalin ke Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib.

Entitas yang Disebut

  • Abu 'Utsman — Perawi hadits yang meriwayatkan dari Salman.
  • Abu Al-Ula Muhammad Abdurrahman — Ulama yang menegaskan ketetapan doa setelah shalat fardu dari Rasulullah.
  • Abu Ayyub — Sahabat yang memberikan kesaksian tentang kebiasaan Nabi berdoa setelah shalat.
  • Abu Hurairah — Perawi hadits tentang murka Allah bagi yang tidak berdoa.
  • Abu Umamah — Perawi hadits tentang doa yang paling didengar setelah shalat wajib.
  • Ahmad Mukhtar Umar — Penulis Mu'jam al-Lughah al-'Arabiyyah al-Mu'âṣirah yang menjelaskan akar kata dzikir.
  • Al-Hakim — Perawi yang meriwayatkan kesaksian Abu Ayyub tentang kebiasaan Nabi berdoa setelah shalat.
  • Al-Mubarakfuri — Penulis kitab syarah hadits Tuhfah Al-Ahwazi yang menjelaskan riwayat-riwayat tersebut.
  • Ibnu Al-Qayyim — Ulama yang disebutkan membolehkan doa setelah shalat dalam kondisi spesifik.
  • Ibnu Hibban — Perawi yang meriwayatkan anjuran Nabi untuk membaca doa perlindungan dari neraka setelah shalat Subuh dan Magrib.
  • Ibnu Manzhur — Penulis Lisân al-'Arab yang menjelaskan akar kata doa.
  • Ispandi Noor — Penanya dari Kalimantan Selatan yang mengajukan pertanyaan tentang hukum berdoa setelah shalat wajib.
  • Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah — Lembaga yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.
  • Musyawarah Nasional (Munas) XXV Tarjih Muhammadiyah — Forum yang membahas permasalahan ibadah dan menerbitkan buku Tuntunan Dzikir dan Doa.
  • Salman — Perawi hadits tentang adab mengangkat tangan saat berdoa.

Istilah Kunci

  • Bid'ah — Perbuatan atau perkataan baru dalam urusan ta'abbudiy yang tidak pernah diperintahkan dan dicontohkan Nabi.
  • Doa (دَعْوَةً وَدُعَاءً) — Permohonan manusia kepada Allah dengan penuh pengharapan agar tercapai yang diinginkan dan terhindar dari yang ditakuti.
  • Doa Perlindungan Dari Neraka — Doa yang dianjurkan Nabi setelah shalat Subuh dan Magrib, diriwayatkan Ibnu Hibban.
  • Dzikir (ذِكْرًا وَذُكُورًا) — Mengingat Allah dengan mengucapkan lafal-lafal tertentu seperti tahlil, tahmid, tasbih, dan takbir.
  • Mengangkat Tangan — Adab berdoa yang dicontohkan Nabi, termasuk setelah shalat wajib.
  • Shalat Wajib — Shalat fardu yang setelahnya dianjurkan untuk berdoa, sebagaimana dalil-dalil yang disebutkan.
  • Sunah Yang Maqbûlah — Sumber dalil yang digunakan untuk lafal dzikir dan doa.
  • Tahlil (لَا إِلَهَ إِلَّا الله) — Lafal dzikir yang termasuk dalam kategori dzikir dengan lafal tertentu.
  • Tahmid (الْحَمْدُ لِلَّه) — Lafal dzikir yang termasuk dalam kategori dzikir dengan lafal tertentu.
  • Takbir (اللهُ أَكْبَر) — Lafal dzikir yang termasuk dalam kategori dzikir dengan lafal tertentu.
  • Tasbih (سُبْحَانَ الله) — Lafal dzikir yang termasuk dalam kategori dzikir dengan lafal tertentu.
  • Tuhfah Al-Ahwazi — Kitab syarah hadits yang menjelaskan riwayat-riwayat tentang doa setelah shalat.
  • Tuntunan Dzikir dan Doa — Buku yang diterbitkan berdasarkan putusan Tarjih Muhammadiyah tentang dzikir dan doa.

Rujukan Al-Qur'an

Source File

raw/Naskah Fatwa Tarjih/Fatwa 2025/TJA-2025-Edisi-15-1-15-Agustus-Hukum-Berdoa-Setelah-Shalat-Wajib.md

Kembali ke Fatwa 2025
ChatHPTMajelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

ChatHPT membantu menjelajahi dan memahami khazanah keilmuan Tarjih Muhammadiyah melalui percakapan dengan AI. Jawaban AI merupakan alat bantu pemahaman, bukan fatwa atau putusan resmi.

Powered by AIMU

Ekosistem

MASASatuMuMuhammadiyah ID
© 2026 Muhammadiyah. Hak cipta dilindungi.Dikembangkan oleh MPI PP Muhammadiyah bersama LabMu