ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
Malaikat mencintai allah dan iblis juga mencintai allah dan…
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 16:53 WIB
Malaikat mencintai allah dan iblis juga mencintai allah dan dari situ saya memiliki pertanyaan terang bagaimana keadaan manusia yang tidak mengetahui apakah di mencintai allah

Pertanyaan

  • Jika malaikat dan iblis sama-sama makhluk yang berhubungan dengan Allah, bagaimana keadaan manusia yang tidak mengetahui apakah dirinya mencintai Allah?

Jawaban

  • Premisnya perlu dikoreksi lebih dulu menurut arsip. Khazanah Tarjih tidak menggambarkan iblis sebagai makhluk yang mencintai Allah. Justru sebaliknya, Tanya Jawab Agama 1 Masalah Makhluk Dan Surga menulis: "Iblis adalah makhluk Allah yang enggan melaksanakan sujud menghormati kepada Adam, takabur dan termasuk makhluk Allah yang kafir". Mengenai malaikat, arsip membahasnya dalam kerangka iman kepada malaikat dan turunnya malaikat kepada orang yang beristiqamah (Fatwa 22 2012 Doa Penguat Iman), bukan sebagai pembahasan tersendiri tentang cinta malaikat kepada Allah. Karena itu, kerangka "malaikat mencintai Allah dan iblis juga mencintai Allah" tidak berpangkal pada naskah Tarjih.

  • Yang diajarkan arsip: cinta kepada Allah tidak diukur dari rasa yang kita pastikan sendiri, melainkan dari ittiba' (mengikuti tuntunan Rasul). Muqaddimah Kitab Shalat membuka pembahasannya justru dengan ayat ini, bukan dengan pembahasan rasa:

ﻗُﻞْ إِنْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﺤِﺒُّﻮنَ اللَّهَ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻧِﻲ ﻳُﺤْﺒِﺒْﻜُﻢُ اللَّهُ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮﺑَﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَﺣِﻴﻢٌ

"Berkatalah (hai Muhammad) bila kamu cinta kepada Allah maka ikutilah Aku pastilah Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosa kamu. Dan Allah itu Maha Pengampun dan Maha Pengasih." (Ali 'Imran: 31) — Kitab Shalat Bagian 01 Muqaddimah

  • Jalan menuju kecintaan Allah disebutkan secara operasional, yaitu amal yang diwajibkan lalu amal yang disunahkan. Tanya Jawab Agama 4 Masalah Ayat Quran Dan Hadits mengutip hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah: "Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku (orang yang Kukasihi), Aku umumkan perang kepadanya. Dan tiadalah seseorang mendekat kepada-Ku lantaran Aku akan lebih mencintainya, kecuali apabila orang itu melakukan hal-hal yang Aku fardhukan kepadanya. Dan senantiasa saja hamba-Ku (itu) mendekat kepada-Ku apabila ia melakukan hal-hal yang sunat, dan karenanya Aku makin cinta kepadanya…" Halaman itu menyimpulkan: "Pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan yang diwajibkan Allah dan juga melakukan hal-hal yang disunahkan. Itulah jalan untuk mendapatkan kecintaan dan ridha Allah."

  • Soal "tidak mengetahui keadaan hatinya" — arsip justru menyatakan hati itu memang tidak stabil dan berada dalam kendali Allah. Fatwa 22 2012 Doa Penguat Iman (2012) menyatakan bahwa Allah dan Rasul-Nya menjelaskan "karakteristik iman yang memang fluktuatif (terkadang bisa naik dan bisa juga turun)", lalu menuntun berdoa: "Ya Allah, Dzat yang mencondongkan hati, condongkanlah hati-hati kami untuk taat kepada-Mu" [HR. Muslim, no. 2654] dan "Wahai Rabb yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu" [HR. At-Tirmidzi no. 3522].

  • Arsip juga memberi penanda arah hati, bukan alat mengukur rasa. Fatwa 61 1998 Makna Hidup Zuhud (1998) mengutip al-Hasan al-Bashri:

مَنْ أَفْرَطَ فِي حُبِّ الدُّنْيَا ذَهَبَ اْلخَوْفُ اْلأَخِرَةِ مِنْ قَلْبِهِ

"Barangsiapa berlebih-lebihan kecintaan kepada kehidupan dunia, habislah ketakutan terhadap akherat dari hatinya."

Dan Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 09 1 15 Mei Doa Dan Ayat Pilihan Untuk Mengusir Menangkal Dan Mel (disidangkan 2024, terbit 2025) menyebut bahwa di antara bentuk gangguan setan menurut penjelasan Ibnu Kaṡīr adalah "membuat hamba cinta pada dunia".

  • Karena itu, cinta kepada Allah dalam arsip diperlakukan sebagai akhlak yang dilatih, bukan perasaan yang tinggal ditunggu kepastiannya. Fikih Muhammadiyah Bagian P Tuntunan Adabul Marah Fil Islam mencantumkan "Akhlak terhadap Allah" sebagai daftar: cinta terhadap Allah, takut terhadap Allah, bermohon dan berharap kepada Allah, bersyukur, tawakal, ridha terhadap qada dan qadar, mencintai dan membenci sesuatu karena Allah, senantiasa bertaubat, tawadu', dan ihsan. Sejalan dengan itu, Tanya Jawab Agama 1 Masalah Ilmu mengutip QS Fathir (35): 28 bahwa "orang yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya; hanyalah ulama (orang-orang yang berilmu, mengerti kebenaran dan kekuasaan Allah)" — takut dan kenal kepada Allah bertumbuh lewat ilmu.

Dalil

Catatan

  • Saya belum menemukan dalam bagian arsip yang berhasil ditelusuri sebuah fatwa Tarjih yang secara khusus dan langsung membahas "hukum atau cara mengetahui apakah seseorang mencintai Allah". Yang ada adalah bahan-bahan di atas, yang saya rangkai tanpa menambahkan kesimpulan hukum baru. Pembahasan cinta kepada Allah juga lazimnya masuk wilayah tazkiyah dan akhlak, sehingga untuk kasus pribadi yang rumit sebaiknya diteruskan kepada Majelis Tarjih atau pembimbing agama setempat.

Kesimpulan

  • Menurut arsip Tarjih, iblis tidak digambarkan sebagai pencinta Allah melainkan sebagai makhluk yang takabur dan kafir. Manusia tidak perlu menunggu merasa yakin tentang isi hatinya, sebab hati memang berubah-ubah dan digenggam Allah. Yang dituntunkan adalah menguji dan menumbuhkan cinta itu lewat ittiba' kepada Rasul, menunaikan yang wajib lalu yang sunah, belajar ilmu agar kenal kepada Allah, dan berdoa agar hati diteguhkan — sekaligus mewaspadai berlebihnya cinta dunia yang memadamkan rasa takut kepada akhirat.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.

Sajikan dalam Format
Hari ini, jam 16:56 WIB
Jikalau seperti itu bagaimana keadaan iblis saat awal awal penciptaan dan apa tindakan nya sebelum allah menciptakan adam dan apa tugas iblis saat sebelum ada manusia, dan yang saya tahu malaikat dari awal sampai akhir menyembah allah

Pertanyaan

  • Bagaimana keadaan iblis pada awal penciptaan, apa tindakannya sebelum Allah menciptakan Adam, apa tugasnya sebelum ada manusia — dan benarkah malaikat dari awal sampai akhir senantiasa menyembah Allah?

Jawaban

  • Soal malaikat: yang Anda ketahui itu memang sesuai dengan arsip. Kitab Iman (Kitab Iman, bagian "Iman kepada Malaikat") menyatakan: "Mereka adalah hamba Allah yang dimuliakan yang tidak pernah menentang Allah akan perintahNya dan mereka senantiasa mengerjakan apa yang diperintahkan. Mereka tidak makan dan tidak minum. Tidak berjodoh dan tidak tidur. Dan sepanjang masa tidak putus-putusnya mereka mengkuduskan Tuhan. Dan masing-masing dari pada mereka mempunyai kedudukan atau tugas tertentu." HPT Jilid 1 mengutip QS at-Tahrim (66): 6 tentang malaikat "yang tidak pernah menentang Allah akan perintah-Nya, dan mereka senantiasa mengerjakan apa yang diperintahkan" — Hpt Jilid 1 Kitab Iman.

  • Soal iblis: arsip membahasnya selalu dalam kaitannya dengan perintah sujud kepada Adam, bukan sebagai riwayat tersendiri sebelum Adam. Tanya Jawab Agama 1 Masalah Makhluk Dan Surga menulis: "Iblis adalah makhluk Allah yang enggan melaksanakan sujud menghormati kepada Adam, takabur dan termasuk makhluk Allah yang kafir, sebagai dinyatakan dalam surat Al Baqarah ayat 34." Tanya Jawab Agama 2 Masalah Kejadian Dan Amalan Manusia mengutip QS al-Isra (17): 61: "Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: 'Sujudlah kamu semua kepada Adam', lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: 'Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?'" Karena itu, keadaan iblis sebelum Adam diciptakan tidak tergambar dalam naskah-naskah tersebut.

  • Tindakannya sesudah menolak sujud disebutkan bertahap dan berurutan. Tanya Jawab Agama 1 Masalah Makhluk Dan Surga merinci: "iblis juga dikeluarkan dari surga dan termasuk makhluk yang dilaknat sampai hari yang telah ditetapkan Allah, namun dia diberi kesempatan untuk dapat berkiprah di bumi untuk menggoda manusia yang tidak ikhlas." Halaman yang sama juga menjelaskan urutannya secara tegas: "Menurut deretan ayat 34 sampai ayat 36 surat Al Baqarah, sesudah iblis tidak mau sujud, ia tidak segera langsung diusir dari surga, tetapi barulah setelah iblis/setan itu menggoda Adam dan Hawa, dan kemudian Adam dan Hawa dapat tergoda sehingga melanggar larangan Allah, Allah mengusir semuanya."

  • Sumpahnya untuk menggoda manusia disebut sebagai watak yang menyatu dengan dirinya. Halaman yang sama: "iblis itu ya setan yang memang telah menyatakan sumpah untuk selalu menggoda manusia agar manusia turun martabatnya dengan melanggar aturan Allah yang akhirnya juga mendapat azab Allah di neraka."

  • Perkembangan penjelasan lintas naskah. Fatwa 03 2010 Masalah Arwah Gentayangan (2010) menegaskan asal-usulnya: "Jin itu makhluk yang dapat menjelma atau merubah fisiknya menyerupai bentuk manusia atau makhluk-makhluk yang lain. Setan yang berasal dari Jin, ingin menyebarkan tipu daya dan keraguan pada keimanan manusia." Fatwa 32 2014 Mengerjakan Amalan Biasa Meninggalkan Amalan Utama Dan Hukum Memba (2014) memperluas makna "setan" melampaui sosok: "setan juga dapat didefinisikan sebagai sifat yang ada pada makhluk Allah yang bertujuan untuk menggoda dan menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan. Sifat setan dapat berada pada manusia, jin, dan makhluk lain."

  • Naskah terbaru (2025) menambahkan keterangan tentang asal kejadian dan batas kuasanya. Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 09 1 15 Mei Doa Dan Ayat Pilihan Untuk Mengusir Menangkal Dan Mel (disidangkan 2024, terbit 2025) menyatakan: "Berdasarkan firman Allah dalam Qs Al-Kahfī (18): 50, iblis merupakan golongan jin yang membangkang karena tidak mau sujud kepada Adam", bahwa "setan adalah kata yang digunakan untuk seluruh makhluk yang membangkang, baik itu jin, manusia maupun binatang", dan bahwa jin — sebagaimana manusia — "juga dibebani dengan syariat-syariat yang berupa perintah dan larangan". Mengenai batas kuasanya: "Jin, iblis, dan setan memang diberikan otoritas untuk mengganggu manusia oleh Allah SwT", dengan rincian bentuk gangguan menurut Ibnu Kaṡīr atas QS al-A'rāf (7): 17 — "mulai dari menyesatkan hamba dari jalan Allah, membuat hamba cinta pada dunia, sampai mendorongnya untuk berbuat maksiat".

  • Mengapa hal itu dibiarkan terjadi, arsip menjawab dengan menutup pintu pertanyaannya. Tanya Jawab Agama 1 Masalah Makhluk Dan Surga mengutip QS al-Anbiya (21): 23: "Dia (Allah) tidak boleh ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah (manusia) akan ditanyai", lalu menegaskan: "tidaklah perlu kita mempertanyakan mengapa Allah menciptakan langit dan bumi serta seisinya … termasuk mengapa setan diciptakan, dan diizinkan menggoda manusia, serta mengapa setan itu nanti disiksa."

  • Berdasarkan seluruh naskah itu, tidak ada satu pun yang menyebutkan tugas iblis sebelum manusia ada. Semua pembicaraan tentang peran iblis dalam arsip berpangkal pada satu titik: setelah perintah sujud kepada Adam.

Dalil

Catatan

  • Mengenai keadaan iblis pada awal penciptaan dan tugasnya sebelum manusia ada, saya belum menemukan keterangannya dalam bagian arsip yang berhasil ditelusuri. Riwayat-riwayat yang lazim beredar di masyarakat tentang hal itu tidak saya temukan dalam khazanah ini, sehingga tidak saya kutip dan tidak saya tambahkan. Yang tergambar dalam arsip adalah keadaan iblis pada saat perintah sujud kepada Adam dan sesudahnya. Penelusuran ini belum tuntas, jadi ketiadaan itu bukan berarti khazanah Tarjih tidak memuatnya sama sekali.

Kesimpulan

  • Menurut arsip Tarjih, malaikat memang senantiasa taat dan tidak pernah menentang perintah Allah, sepanjang masa mengkuduskan-Nya, dan masing-masing memiliki kedudukan serta tugas tertentu. Iblis digambarkan sebagai makhluk yang menolak sujud menghormati kepada Adam, takabur, dan kafir; ia tidak langsung diusir setelah penolakan itu, tetapi baru setelah ia berhasil menggoda Adam dan Hawa. Ia dilaknat sampai hari yang ditetapkan Allah namun diberi kesempatan berkiprah di bumi untuk menggoda manusia, sesuai sumpahnya sendiri. Naskah 2025 menambahkan bahwa iblis adalah golongan jin yang membangkang dan bahwa "setan" mencakup semua makhluk pembangkang dari jin, manusia, maupun binatang. Adapun keadaan dan tugas iblis sebelum Adam diciptakan tidak diuraikan dalam naskah-naskah yang saya baca.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.