Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 15:46 WIB
Bacaan doa setelah shalat
Pertanyaan
Apa bacaan dzikir dan doa yang dituntunkan setelah shalat fardhu menurut putusan Tarjih?
Jawaban
Tarjih membahas hal ini secara khusus melalui Munas XXV Tarjih Muhammadiyah di Jakarta tahun 2000, yang diterbitkan dalam buku Tuntunan Dzikir dan Doa; matan lengkapnya termuat dalam Kitab Zikir Doa pada "BAB III MATAN DZIKIR DAN DOA SESUDAH SHALAT FARDHU". Urutan bacaan yang termuat di sana:
Membaca istighfar tiga kali: أَسْتَغْفِرُ اللهَ (٣ مَرَّاتٍ) Astaghfirullaah [3x]
Membaca Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik — berdasarkan hadis Mu'adz bin Jabal: "setiap selesai shalat janganlah kamu tinggalkan mengucapkan…" (HR. Abu Dawud, an-Nasa'i, Ahmad dan al-Hakim).
Membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, takbir 33 kali, lalu menyempurnakan menjadi seratus dengan laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir (HR Muslim dan Ahmad).
Membaca Allaahumma innii a'uudzu bika minal jubni… (doa perlindungan dari sifat pengecut, kikir, pikun, fitnah dunia, dan siksa kubur).
Membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas.
Khusus sesudah shalat Subuh, setelah bacaan nomor 1 dan 2, dibaca dua bacaan tambahan: laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, biyadihil khairu yuhyii wa yumiit wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir10 kali, dan Allaahumma innii as'alukal-jannah, Allahumma ajirnii minan-naar7 kali.
Catatan penting dari naskah: "Bacaan zikir dan doa di atas tidak wajib dibaca seluruhnya dan tidak harus berurutan (tertib). Apa yang dikemukakan di atas berasal dari hadits-hadits Nabi SAW yang menerangkan bahwa Rasulullah membaca dzikir dan doa setelah shalat fardu."
Dalil
أَسْتَغْفِرُ اللهَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ قَالَ: اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ — "Adalah Rasulullah SAW, apabila selesai melaksanakan shalatnya beristighfar kepada Allah tiga kali, kemudian mengucapkan…"; Abu 'Isa berkata: ini hadis hasan sahih — Kitab Zikir Doa
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللهَ — "Jika kamu telah menunaikan salat, maka berzikirlah (ingatlah) Allah" [QS an-Nisa' (4): 103] — Fatwa 15 Doa Sesudah Salat Duha
Perkembangan lintas naskah:
Tanya Jawab Agama 5 (Shalat): "Kesimpulan dari jawaban ini adalah bahwa dzikir itu dianjurkan setelah melaksanakan shalat." Mengenai doa yang menyertakan tahmid, tasyahud, salawat, dan mengangkat tangan, disimpulkan mencakup "doa-doa yang sifatnya pribadi, seperti doa sesudah shalat, baik shalat fardhu ataupun shalat sunat". Namun untuk "berdoa bersama antara imam dan makmum sesudah shalat… tidak ada tuntunan dari Nabi" — Tanya Jawab Agama 5 Shalat
Fatwa 15 (2011, salat duha): "sepanjang penelusuran kami memang tidak ditemukan adanya hadis yang menerangkan atau mengajarkan lafal-lafal atau doa-doa tertentu setelah selesai menunaikan salat duha", sehingga seseorang "dapat melafalkan doa apa saja yang baik". Fatwa ini juga mengutip doa ta'awwudz setelah salat: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ… [HR al-Bukhari, Muslim, Ahmad, an-Nasa'i] — Fatwa 15 Doa Sesudah Salat Duha
Fatwa 20 (2014, tarawih): mengenai bacaan setelah empat rakaat tarawih, "sejauh ini kami belum menemukan riwayat yang menjelaskan tentang dzikir yang disunnahkan". Setelah witir disunahkan berdzikir dengan suara nyaring: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ (3x) lalu رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ (1x) — Fatwa 20 2014 Doa Sesudah Shalat Tarawih
Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15: menegaskan bahwa berdoa setelah shalat wajib "adalah bukan suatu bid'ah karena telah ada dalil-dalilnya dari Al-Qur'an maupun sunah yang maqbûlah sehingga bukan hanya dibolehkan tetapi sangat dianjurkan sebagai waktu istimewa untuk dikabulkannya doa", dan salah satu adabnya adalah mengangkat tangan — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib
Jadi, posisi Tarjih sejak Munas 2000 konsisten: dzikir dan doa setelah shalat fardhu dianjurkan, matannya sebagaimana di atas, dan tidak wajib seluruhnya serta tidak harus berurutan. Yang tidak dituntunkan adalah berdoa secara berjamaah dipimpin imam.
Catatan: Pembacaan saya atas Kitab Zikir Doa terbatas pada bagian-bagian yang berhasil ditelusuri; beberapa lafal pada daftar di atas (nomor 4 dan 6) saya sebutkan judul bacaannya tanpa menyalin teks Arab penuhnya karena bagian tersebut belum terbaca utuh. Untuk bacaan yang sangat panjang itu, rujuk langsung halaman tersebut atau buku Tuntunan Dzikir dan Doa.
Kesimpulan
Bacaan setelah shalat fardhu menurut Tarjih: istighfar 3x, Allaahumma antas-Salaam, tahlil panjang, Allaahumma laa maani'a…, ayat kursi, Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika…, tasbih-tahmid-takbir 33-33-33 lalu tahlil penyempurna, doa perlindungan dari sifat pengecut dan kikir, serta al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas; tidak wajib seluruhnya dan tidak harus berurutan.
Bagaimana urutan bacaan dzikir dan doa setelah shalat fardhu menurut Tarjih?
Jawaban
Urutan bakunya termuat dalam BAB III "Matan Dzikir dan Doa Sesudah Shalat Fardhu"Kitab Zikir Doa, hasil Munas XXV Tarjih Muhammadiyah di Jakarta tahun 2000 yang diterbitkan sebagai buku Tuntunan Dzikir dan Doa. Urutannya sembilan bacaan:
Istighfar tiga kali — أَسْتَغْفِرُ اللهَ (٣ مَرَّاتٍ)Astaghfirullaah [3x]
al-Mu'awwidzaat — Surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas
Sisipan khusus shalat Subuh: "Khusus sesudah shalat Subuh, setelah membaca bacaan nomor 1 dan 2 di atas, dibaca bacaan 'a' dan 'b' di bawah ini. Bacaan 'a' dibaca 10 kali dan bacaan 'b' dibaca 7 kali."
b. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ، اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ [7x]
Soal urutan itu sendiri — naskah menutup bab dengan: "Bacaan zikir dan doa di atas tidak wajib dibaca seluruhnya dan tidak harus berurutan (tertib). Apa yang dikemukakan di atas berasal dari hadits-hadits Nabi SAW yang menerangkan bahwa Rasulullah membaca dzikir dan doa setelah shalat fardu."
Dalil
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنْصَرِفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ اللهَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ قَالَ: اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ — "Adalah Rasulullah SAW, apabila selesai melaksanakan shalatnya beristighfar kepada Allah tiga kali, kemudian mengucapkan…"; Abu 'Isa (at-Tirmidziy) berkata: ini hadis hasan sahih — Kitab Zikir Doa
Dari Mu'adz Ibn Jabal, Nabi bersabda: "setiap selesai shalat janganlah kamu tinggalkan mengucapkan Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik" (HR Abu Dawud, an-Nasa'i, Ahmad, dan al-Hakim) — Kitab Zikir Doa
Dari Abu Hurairah: "Barangsiapa bertasbih pada setiap selesai melaksanakan shalat sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali dan bertakbir 33 kali… Sempurnakanlah menjadi seratus (bacalah): Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah… maka dosanya diampuni… meskipun sebanyak buih di laut" (HR Muslim dan Ahmad) — Kitab Zikir Doa
Ayat kursi yang dibaca pada urutan kelima adalah QS al-Baqarah (2): 255 — teks Arabnya dari mushaf rujukan: اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ… وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Perkembangan dan naskah lain:
Tanya Jawab Agama Jilid 1: menyajikan sembilan doa sesudah shalat wajib, tetapi susunannya tidak identik dengan Bab III di atas — dimulai dari istighfar dan Allaahumma antas-Salaam, lalu tahlil, lalu doa "Ya, Allah selamatkanlah aku daripada api neraka 7x", hauqalah-tahlil, tasbih-tahmid-takbir 33-33-33, Allaahumma a'innii…, doa perlindungan dari sifat penakut dan pikun, doa rizki yang baik dan ilmu yang bermanfaat, serta "Ya, Allah! Jagalah aku daripada siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu". Pada naskah ini ayat kursi dan tiga surat perlindungan tidak disebut, sedangkan dua doa terakhir tidak muncul di Bab III — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Sesudah Shalat
Tanya Jawab Agama Jilid 5: menegaskan doa sesudah shalat termasuk "doa-doa yang sifatnya pribadi", dan bahwa "Berdoa bersama antara imam dan makmum sesudah shalat… tidak ada tuntunan dari Nabi" — Tanya Jawab Agama 5 Shalat
Fatwa 15 (2011): untuk salat duha "tidak ditemukan adanya hadis yang menerangkan atau mengajarkan lafal-lafal atau doa-doa tertentu", sehingga "dapat melafalkan doa apa saja yang baik" — Fatwa 15 Doa Sesudah Salat Duha
Fatwa 20 (2014): mengenai sela-sela tarawih, "sejauh ini kami belum menemukan riwayat yang menjelaskan tentang dzikir yang disunnahkan"; setelah witir disunahkan سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ 3x lalu رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ — Fatwa 20 2014 Doa Sesudah Shalat Tarawih
Catatan: Rentang tahun naskah yang terbaca adalah 2000 (Munas XXV) hingga 2025. Perbedaan susunan antara Bab III dan TJA Jilid 1 tidak saya nilai sebagai pertentangan, karena naskah Bab III sendiri menyatakan bacaannya tidak harus berurutan. Teks Arab lengkap bacaan nomor 4 tidak berhasil saya salin dari halaman; rujuk langsung Kitab Zikir Doa.
Kesimpulan
Urutan sebagaimana Bab III: istighfar 3x → Allaahumma antas-Salaam → tahlil panjang → Allaahumma laa maani'a… → ayat kursi → Allaahumma a'innii… → tasbih-tahmid-takbir 33-33-33 lalu tahlil penyempurna → doa perlindungan dari pengecut, pikun, fitnah dunia, siksa kubur → al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas. Khusus Subuh disisipkan setelah bacaan 1–2: tahlil 10x dan doa jannah/nar 7x. Semuanya tidak wajib lengkap dan tidak wajib berurutan.