Pertanyaan
- Apa saja doa dan dzikir setelah selesai shalat wajib menurut Tarjih Muhammadiyah, dan bagaimana hukum berdoanya?
Jawaban
-
Tarjih menetapkan bahwa berdoa setelah shalat wajib bukan bid'ah, melainkan dianjurkan, dan adabnya adalah dengan mengangkat tangan. Naskah terbaru menyebutnya "bukan hanya dibolehkan tetapi sangat dianjurkan sebagai waktu istimewa untuk dikabulkannya doa" — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib (2025, disidangkan 1 Syakban 1446 H/31 Januari 2025 M).
-
Matan dzikir dan doa sesudah shalat fardhu yang dibahas pada Munas XXV Tarjih di Jakarta tahun 2000 (diterbitkan sebagai buku Tuntunan Dzikir dan Doa) tersusun sebagai berikut — Kitab Zikir Doa:
-
- Membaca istighfar tiga kali (أَسْتَغْفِرُ اللهَ).
-
- Mengucapkan Allaahumma antas-Salaam, wa minkas-salaam, tabaarakta yaa Dzal-jalaali wal-ikraam. Khusus sesudah shalat Subuh, setelah bacaan nomor 1 dan 2, ditambah: (a) Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, biyadihil khairu yuhyii wa yumiit wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir 10 kali; dan (b) Allaahumma innii as'alukal-jannah, Allaahumma ajirnii minan-naar 7 kali.
-
- Membaca Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah... laa hawla wa laa quwwata illaa billaah... mukhlishiina lahud-diin walau karihal-kaafiruun.
-
- Membaca Allaahumma laa maani'a limaa a'thaita wa laa mu'thiya limaa mana'ta.
-
- Membaca ayat al-Kursi.
-
- Membaca Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik.
-
- Tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, takbir 33 kali, lalu disempurnakan menjadi seratus dengan tahlil Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir.
-
- Membaca Allahumma innii a'uudzu bika minal 'ajzi wal kasali wal jubni wal harami wal bukhli... (doa perlindungan).
-
- Membaca surah al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas.
-
-
Naskah yang sama menegaskan: "Bacaan zikir dan doa di atas tidak wajib dibaca seluruhnya dan tidak harus berurutan (tertib)" — semuanya berasal dari hadis-hadis yang menerangkan dzikir dan doa Rasulullah saw setelah shalat fardhu.
-
Untuk doa pribadi setelah shalat fardhu, TJA Jilid 5 memasukkan "doa sesudah shalat, baik shalat fardhu ataupun shalat sunat" ke dalam doa yang dituntunkan Nabi, sedangkan doa bersama antara imam dan makmum sesudah shalat dinyatakan "tidak ada tuntunan dari Nabi" — Tanya Jawab Agama 5 Shalat.
-
Perkembangan lintas tahun:
- TJA Jilid 5 (tanpa tahun tercatat): dzikir dianjurkan setelah shalat; doa sesudah shalat fardhu termasuk doa pribadi yang ada tuntunannya; doa berjamaah imam–makmum tidak ada tuntunannya.
- 2007 — Fatwa 20 (disidangkan 11 Sya'ban 1428 H/14 September 2007 M): riwayat Ibnu Abbas tentang zikir dengan suara keras selesai shalat wajib "bertentangan dengan al-Qur'an dan hadits shahih", maka "riwayat tersebut tidak dapat diamalkan" — Fatwa 20 Dzikir Suara Keras Ibnu Abbas.
- 2025 — Fatwa/TJA Edisi 15: berdoa setelah shalat wajib sambil mengangkat tangan bukan bid'ah, bahkan sangat dianjurkan; ini jawaban atas anggapan bahwa doa hanya boleh setelah shalat sunah. Posisi 2025 ini menegaskan dan memperjelas apa yang sudah ada pada TJA Jilid 5, serta tidak bertentangan dengan fatwa 2007 karena yang ditolak 2007 adalah pengERASan suara, bukan doanya.
Dalil
-
Hadis Tsauban tentang istighfar dan Allaahumma antas-Salaam:
ﻋَنْ ﺛَﻮْﺑَﺎنَ ﻗَﺎلَ: ﻛَﺎنَ رَﺳُﻮلُ اﷲِ ﷺ إِذَا أَرَادَ أَنْ ﻳَﻨْﺼَﺮِفَ ﻣِﻦْ ﺻَﻼَﺗِﻪِ اﺳْﺘَﻐْﻔَﺮَ اﷲَ ﺛَﻼَثَ ﻣَﺮَّاتٍ ﺛُﻢَّ ﻗَﺎلَ: اﻟﻠَّﻬُﻢَّ أَﻧْﺖَ اﻟﺴَّﻼَمُ وَﻣِﻨْﻚَ اﻟﺴَّﻼَمُ ﺗَﺒَﺎرَﻛْﺖَ ﻳَﺎ ذَا اﻟْﺠَﻼَلِ وَاﻹِْﻛْﺮَامِ
"Adalah Rasulullah SAW, apabila selesai melaksanakan shalatnya beristighfar kepada Allah tiga kali, kemudian mengucapkan: Allaahumma antas-Salaam, wa minkas-salaam, tabaarakta yaa Dzal-jalaali wal-ikraam." (HR at-Tirmidzi; ia berkata: hadis hasan sahih) — Kitab Zikir Doa -
Hadis Abu Umamah tentang waktu doa yang paling didengar:
ﻋَﻦْ أَﺑِﻲ أُﻣَﺎﻣَﺔَ ﻗَﺎلَ: ﻗِﻴﻞَ ﻳَﺎ رَﺳُﻮلَ اﷲِ ﺻَﻠَّﻰ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳَﻠَّﻢَ أَيُّ اﻟﺪُّﻋَﺎءِ أَﺳْﻤَﻊُ؟ ﻗَﺎلَ: ﺟَﻮْفُ اﻟﻠَّﻴْﻞِ اﻵﺧِﺮِ وَدُﺑُﺮَ اﻟﺼَّﻠَﻮَاتِ اﻟْﻤَﻜْﺘُﻮﺑَﺎت
"Wahai Rasulullah, doa apakah yang paling didengar? Beliau menjawab: Doa di tengah malam terakhir serta setelah shalat-shalat wajib" (HR at-Tirmidzi) — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib -
Hadis Salman tentang adab mengangkat tangan:
ﻋَﻦْ أَﺑِﻲ ﻋُﺜْﻤَﺎنَ ﻋَﻦْ ﺳَﻠْﻤَﺎنَ ﻋَﻦِ اﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﻗَﺎلَ: إِنَّ رَﺑَّﻜُﻢْ ﺣَﻴِﻲٌّ ﻛَﺮِﻳﻢٌ ﻳَﺴْﺘَﺤْﻴِﻲ ﻣِﻦْ ﻋَﺒْﺪِهِ أَنْ ﻳَﺮْﻓَﻊَ إِﻟَﻴْﻪِ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻓَﻴَﺮُدَّﻫُﻤَﺎ ﺻِﻔْﺮًا أَوْ ﻗَﺎلَ: ﺧَﺎﺋِﺒَﺘَﻴْﻦِ
"Sesungguhnya Tuhanmu adalah 'sangat malu' lagi Maha Pemurah, Dia 'merasa malu' kepada hamba-Nya yang menengadahkan kedua tangannya kepada-Nya, kemudian ditolak-Nya sama sekali atau sia-sia" (HR Ibnu Majah) — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib -
Perintah berdoa:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
"Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu...'" [QS Ghafir (40): 60] — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib -
Tuntunan merendahkan suara dalam berdoa dan berzikir:
"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut..." [QS al-A'raf (7): 55]; "Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara..." [QS al-A'raf (7): 205] — Fatwa 20 Dzikir Suara Keras Ibnu Abbas
Catatan
- Rincian lafal nomor 3, 4, 6, 8, dan 9 pada halaman Kitab Zikir dan Doa sebagian tersedia dalam transliterasi Latin, tidak seluruhnya dalam teks Arab; karena itu saya tidak menyusun ulang teks Arabnya sendiri.
- Sebagian naskah yang belum saya baca penuh (mis. TJA Jilid 9 Bab 12) mungkin memuat keterangan tambahan; kesimpulan di atas terbatas pada halaman yang telah saya baca.
Kesimpulan
- Setelah shalat wajib: istighfar 3x, Allaahumma antas-Salaam..., tahlil, Allaahumma laa maani'a limaa a'thaita, ayat al-Kursi, Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika..., tasbih–tahmid–takbir 33x, doa perlindungan, lalu al-Ikhlas–al-Falaq–an-Nas; khusus Subuh ditambah tahlil 10x dan doa perlindungan dari neraka 7x. Tidak wajib seluruhnya dan tidak harus berurutan. Doa pribadi setelah shalat fardhu dengan mengangkat tangan adalah tuntunan, bukan bid'ah, dan disunahkan bersuara lembut.
Sumber
- Kitab Zikir Doa (Putusan Munas XXV Tarjih, Jakarta 2000)
- Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib (2025)
- Fatwa 20 Dzikir Suara Keras Ibnu Abbas (2007)
- Tanya Jawab Agama 5 Shalat (Tanya Jawab Agama Jilid 5)
Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.