ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
bagaimana nabi isa nanti turun ke bumi?
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 15:45 WIB
bagaimana nabi isa nanti turun ke bumi?

Pertanyaan

  • Bagaimana Nabi Isa a.s. nanti turun ke bumi menurut Tarjih Muhammadiyah?

Jawaban

  • Khazanah Tarjih tidak merinci cara atau mekanisme turunnya (misalnya tempat, waktu, atau gambaran fisik peristiwanya). Yang ditemukan adalah keterangan tentang kedudukannya sebagai dalil dan tugas yang dijalankan Isa a.s. setelah turun.

  • 2004 — Fatwa 19 A 2004 Arti Al Masih Dan Masihid Dajjal hanya membahas arti al-Masih pada Isa dan al-Masih ad-Dajjal: kata al-Masih pada Isa adalah nama gelar kehormatan (seperti Raden, Kanjeng, Kiai), sedang al-Masih ad-Dajjal berarti "penipu" dan "pembohong". Turunnya Isa belum dibahas di sini.

  • 2009 — Fatwa 09 I Tiqad Muhammadiyah Tentang Kiamat Dan Imam Mahdi adalah naskah paling pokok. Tarjih menegaskan kaidahnya lebih dulu: "kalau tanda-tanda itu diterangkan oleh dalil-dalil al-Qur'an dan hadis-hadis yang mutawatir, maka Muhammadiyah meyakininya, karena sesuai dengan manhaj yang dipegang Muhammadiyah, menyangkut soal i'tiqad (keyakinan), dalilnya harus mutawatir. Turunnya Nabi Isa a.s. pada akhir zaman, tidak diterangkan oleh al-Qur'an dan juga oleh hadis-hadis yang mutawatir tetapi oleh hadis shahih saja."

  • Naskah itu lalu memaparkan dua penafsiran atas QS Ali Imran (3): 55. Penafsiran pertama (dengan taqdim dan ta'khir): "Sesungguhnya Aku (Allah) mengangkatmu kepada-Ku, mensucikanmu dari (tipu daya) orang-orang kafir dan (Aku) mewafatkan kamu sesudah kamu turun dan langit," artinya bahwasannya Allah mengangkatnya ke langit dalam keadaan hidup jasad dan ruhnya dan kelak dia akan turun pada akhir zaman, lalu dia menghukum dengan syariat Islam kemudian Allah mematikannya. Tentang penafsiran ini Tarjih menulis: "Pendapat ini untuk menampung sejumlah hadis shahih yang mengatakan bahwa Isa a.s. akan turun ke bumi pada akhir zaman, sekalipun hadis-hadis itu tidak sampai kepada derajat mutawatir."

  • Penafsiran kedua: "التوفى" (diwafatkan) berarti kematian biasa (fisik), sedangkan "الرفع" adalah pengangkatan ruh dan kedudukannya, bukan tempat. Posisi Tarjih: "Dalam masalah Isa a.s. ini Muhammadiyah condong kepada pendapat yang kedua dan memandang tidak perlu adanya 'taqdim dan ta'khir'…"

  • 2010 — Fatwa 04 2010 Pengejaran Dan Pembunuhan Isa menegaskan Isa a.s. tidak dibunuh dan tidak disalib, lalu mengutip QS an-Nisa' (4): 158: "Tetapi Allah telah mengangkat (Isa as) kepada-Nya." Naskah ini menyebut adanya dua penafsiran di kalangan ahli tafsir, ahli hadis, dan fukaha, tetapi tidak menguraikannya lebih jauh karena di luar substansi pertanyaan.

  • 2021 — Fatwa 04 Makna Al Masih memuat hadis yang paling gamblang mengenai tugas Isa a.s. saat turun (lihat bagian Dalil), dan menegaskan bahwa umat Islam dianjurkan berdoa memohon perlindungan dari fitnah al-Masih ad-Dajjal.

Dalil

  • QS Ali 'Imran (3): 55 —
    إِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَـٰعِيسَىٰٓ إِنِّى مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَىَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَجَاعِلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوكَ فَوْقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
    — Fatwa 09 I Tiqad Muhammadiyah Tentang Kiamat Dan Imam Mahdi

  • Hadis Abu Hurairah r.a., riwayat Ahmad —
    يُوشِكُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ أَنْ يَنْزِلَ حَكَماً قِسْطاً وَإِمَاماً عَدْلاً فَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَتَكُونَ الدَّعْوَةُ وَاحِدَةً
    — "Hampir saja Isa putra Maryam turun sebagai seorang hakim dan imam yang adil, ia akan membunuh babi dan menghancurkan salib, dan hanya akan ada satu dakwah (Islam)…" [H.R. Ahmad] — Fatwa 04 Makna Al Masih

  • QS an-Nisa' (4): 157–158 tentang Isa yang tidak dibunuh dan tidak disalib, tetapi diangkat Allah — Fatwa 04 2010 Pengejaran Dan Pembunuhan Isa

Catatan

  • Perlu dibedakan tiga hal: (a) bunyi putusan Tarjih 2009 yang menyatakan turunnya Isa a.s. hanya bersandar pada hadis shahih, bukan mutawatir, dan karena itu Muhammadiyah condong kepada penafsiran bahwa Isa telah wafat; (b) isi hadis shahih yang dikutip pada fatwa 2004 dan 2021 tentang turunnya Isa sebagai hakim yang adil, membunuh babi, dan menghancurkan salib; (c) rangkuman di atas, yang saya susun sendiri dari ketiga naskah itu. Rincian teknis "bagaimana" turunnya belum saya temukan dalam bagian khazanah yang berhasil ditelusuri, sehingga tidak saya lengkapi dari luar arsip.

Kesimpulan

  • Tarjih tidak menetapkan cara turunnya Nabi Isa a.s. secara rinci. Yang ditegaskan: peristiwanya bersandar pada hadis shahih (bukan mutawatir), dan bila terjadi, Isa a.s. turun sebagai hakim dan imam yang adil, menghukum dengan syariat Islam, membunuh babi, menghancurkan salib, dan menjadikan dakwah hanya satu; sesudah itu Allah mematikannya.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.