Pertanyaan
- Berapa jumlah imam menurut Syiah?
Jawaban
-
Saya belum menemukan — dalam bagian khazanah tarjih yang berhasil saya telusuri — satu putusan atau fatwa Tarjih yang menyebutkan secara eksplisit bilangan imam dalam akidah Syiah. Yang direkam arsip adalah hal-hal berikut, dan perlu dibedakan dengan cermat:
-
Fatwa 16/2021 menyebut Syiah tidak satu macam, melainkan bercabang menjadi banyak sekte: "Syiah Kaisaniyyah, Syiah Imamiyyah (Rafidhah), Syiah Ghulat, Syiah Ismailiyyah, Syiah Zaidiyyah, dan lain sebagainya." Di antara sekte-sekte itu, arsip hanya membahas Syiah Imamiyah, dan itulah yang oleh naskah lain dirujuk dalam pembahasan Imam Mahdi.
-
Fatwa 09/2009 menulis: "paham tentang adanya Imam Mahdi berkembang dalam kalangan Syiah Imamiyah. Menurut Syiah Imamiyah pada akhir zaman akan datang seorang khalifah yang adil dari keturunan Ali bin Abi Thalib r.a. dengan nama-nama Mahdi, yang akan berkuasa di seluruh dunia Islam."
-
-
Perlu ditegaskan agar tidak salah paham: dalam Fatwa 09/2009 ada penyebutan struktur kepemimpinan spiritual Syiah, yaitu "seorang Quthub atau Qhaus yang diberi nama Insan Kamil, empat orang Autad sebagai menteri, tujuh orang Abdal, dua belas orang Nukaba' dan tiga ratus orang Nujaba." Angka dua belas di situ merujuk pada Nukaba' dalam struktur rijalul ghaib (tokoh-tokoh spiritual yang kasat mata) sebagaimana digambarkan naskah — bukan daftar dua belas imam. Naskahnya sendiri tidak menghubungkan keduanya, dan saya tidak menyimpulkan lebih jauh dari itu.
Dalil
- Naskah ini adalah bagian akidah, bukan bab fikih, sehingga tidak memuat ayat atau hadis sebagai dalil tata cara. Yang dikutip adalah riwayat tentang kelompok yang mendalam urusan agamanya, sebagaimana termuat pada bagian awal Fatwa 16/2021 (H.R. Ahmad, melalui 'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash) — Fatwa 16 2021 Pandangan Muhammadiyah Tentang Syiah Hti Dan Tarekat Revisi
Catatan
-
Karena arsip tidak memuat penetapan bilangan imam, saya tidak mengisinya dari rujukan di luar khazanah tarjih. Yang dapat dikutip dari arsip adalah tolok ukur Muhammadiyah dalam menilai paham keagamaan, yaitu: "pertama, Muhammadiyah meyakini bahwa hanya Nabi Muhammad yang memiliki predikat maksum; kedua, Muhammadiyah meyakini bahwa Nabi Muhammad tidak menunjuk siapa pun pengganti beliau sebagai Khalifah…; ketiga, Muhammadiyah menghormati Sahabat Ali bin Abi Thalib sebagaimana Sahabat-sahabat Nabi yang lain, tetapi Muhammadiyah tidak mengkultuskan salah satu atau lebih dari Sahabat; keempat, Muhammadiyah menerima al-Sunnah al-Maqbulah… dan tidak terbatas pada hadis-hadis yang melalui jalur Ahlul Bait." — Fatwa 16 2021 Pandangan Muhammadiyah Tentang Syiah Hti Dan Tarekat Revisi
-
Perkembangan lintas tahun yang relevan: 2009 — "Muhammadiyah tidak meyakini adanya Imam Mahdi, karena tidak berdasar kepada dalil-dalil yang mutawatir" (Fatwa 09 I Tiqad Muhammadiyah Tentang Kiamat Dan Imam Mahdi); 2022 — naskah berikutnya menyatakan "keyakinan terhadap al-Mahdi yang merupakan bagian dari keyakinan terhadap hal-hal gaib adalah benar menurut hadis-hadis mutawatir ma'nawi" (Fatwa 22 2022 Mimpi Bertemu Rasulullah Saw). Keduanya ditampilkan apa adanya, dan keduanya tetap menempatkan paham Imam Mahdi sebagai sesuatu yang berkembang dalam kalangan Syiah Imamiyah.
Kesimpulan
- Arsip tarjih yang berhasil saya telusuri tidak memuat angka jumlah imam menurut Syiah. Yang terekam adalah pengakuan bahwa Syiah beragam sekte (Imamiyah, Ismailiyyah, Zaidiyyah, Kaisaniyyah, Ghulat), penjelasan tentang keyakinan Syiah Imamiyah akan Imam Mahdi, dan tolok ukur Muhammadiyah dalam menilai paham tersebut.
Sumber
- Fatwa 09 I Tiqad Muhammadiyah Tentang Kiamat Dan Imam Mahdi (2009)
- Fatwa 17 2017 Hukum Doa Nadi Ali Kabir (2017) — menyebut al-Kafi karya al-Kulaini sebagai "kitab hadis utama Syiah" dan "Sahih al-Bukhari"-nya Syiah
- Fatwa 16 2021 Pandangan Muhammadiyah Tentang Syiah Hti Dan Tarekat Revisi (2021, Fatwa 16)
- Fatwa 22 2022 Mimpi Bertemu Rasulullah Saw (2022)
Wallahu a'lam bish-shawab.