ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
SumberJelajah arsip
Sumber

KITAB SHALAT BAGIAN 09 TUNTUNAN SALAT LIMA WAKTU

Folder: Fikih Muhammadiyah#auto-import

Summary

Naskah lengkap sudah disalin ke KITAB SHALAT BAGIAN 09 TUNTUNAN SALAT LIMA WAKTU.

Entitas yang Disebut

Istilah Kunci

  • Al Jam’u — Mengkompromikan dalil-dalil yang tampak berlawanan.
  • Al-Fatihah (الفاتحة) — Surat pembuka al-Quran yang wajib dibaca dalam setiap rakaat salat.
  • al-Qur'an (الْقُرْآن) — Kitab suci umat Islam yang menjadi sumber bacaan dalam salat.
  • Amin (آمِينَ) — Ucapan yang diucapkan setelah membaca Al-Fatihah dalam salat.
  • Aurat (العورة) — Bagian tubuh yang wajib ditutup saat salat.
  • Basmalah (البسملة) — Bacaan bismillāhir-raḥmānir-raḥīm yang dibaca sebelum al-Fatihah dalam salat.
  • Daif (ضعيف) — Istilah untuk hadis lemah tentang meletakkan tangan lebih dahulu
  • Doa Iftitah (دعاء الاستفتاح) — Doa yang dibaca setelah takbiratul ihram sebelum membaca Al-Fatihah
  • Doa perlindungan (التعوذ) — Doa memohon perlindungan dari azab kubur, neraka, fitnah Dajjal, dll.
  • Duduk Iftirasy — Cara duduk di antara dua sujud dengan menjulurkan kaki kiri dan menegakkan kaki kanan.
  • Duduk Istirahat — Duduk sejenak sebelum berdiri ke rakaat berikutnya.
  • Duduk Tawaruk — Cara duduk pada tasyahud akhir dengan memasukkan kaki kiri ke bawah kaki kanan.
  • Hadas besar (حدث أكبر) — Keadaan tidak suci yang disebabkan keluarnya mani, hubungan seksual, haid, atau nifas.
  • Hadas kecil (حدث أصغر) — Keadaan tidak suci yang disebabkan buang air, tidur nyenyak, menyentuh kemaluan, atau hilang akal.
  • Hadis ahad (حَدِيثُ آحَاد) — Hadis yang diriwayatkan oleh satu atau beberapa perawi namun tidak mencapai mutawatir.
  • HPT — Himpunan Putusan Tarjih yang memuat ketentuan salam penutup salat.
  • Ibadah mahdah (عبادة محضة) — Ibadah khusus yang ketentuannya telah ditetapkan, seperti salat fardu.
  • Iftitah (الافتتاح) — Doa pembuka salat yang dibaca setelah takbiratul ihram.
  • Ijmak (إِجْمَاع) — Kesepakatan ulama.
  • Ikhlas (إخلاص) — Keikhlasan niat hanya karena Allah, menjadi syarat diterimanya ibadah.
  • Iktidal (الاعْتِدَال) — Berdiri tegak setelah rukuk sebelum sujud.
  • Imam (الإمام) — Pemimpin salat berjamaah.
  • Istiazah (الاستعاذة) — Sinonim taawuz, yaitu bacaan berlindung kepada Allah yang diucapkan dalam salat.
  • Istihadah (الاستحاضة) — Darah penyakit yang keluar dari rahim wanita di luar siklus haid.
  • Jahar (الجهر) — Bacaan dengan suara keras dalam salat, terutama pada salat Magrib, Isya, dan Subuh.
  • Jahr (جَهْر) — Bacaan keras dalam salat.
  • Jumhur (الجمهور) — Mayoritas fuqaha yang mewajibkan salam dalam salat.
  • Kaidah Fiqh — Kaidah bahwa mengamalkan dalil lebih utama daripada mengabaikannya.
  • Kaidah usul fikih (قَاعِدَةُ أُصُولِ الْفِقْه) — Prinsip dalam menetapkan hukum Islam.
  • Khusyuk (خشوع) — Konsentrasi penuh kepada Allah dalam salat.
  • Kiblat (قبلة) — Arah salat, yaitu Kakbah di Masjidil Haram.
  • Maklub (مقلوب) — Istilah untuk hadis yang terbalik matannya menurut Ibn al-Qayyim
  • Mandi (الغسل) — Cara bersuci dari hadas besar dengan membasahi seluruh tubuh.
  • Manhaj Tarjih — Pedoman penyelesaian taarud dalil dalam tarjih.
  • Marfuk (مرفوع) — Istilah untuk hadis yang disandarkan kepada Nabi saw
  • Marjuh (المرجوح) — Pendapat yang lemah atau tidak dipilih dalam tarjih.
  • Muttafaq 'alaih (متفق عليه) — Istilah untuk hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.
  • Nasakh — Mengganti dalil terdahulu dengan dalil yang datang kemudian.
  • Niat (نية) — Kehendak kuat dan ikhlas di hati untuk melakukan ibadah karena Allah.
  • Rabbanā lakal-ḥamd (رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ) — Bacaan makmum setelah imam membaca sami'allāhu.
  • Rabbanā Wa Lakal-ḥamdu (رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ) — Doa yang dibaca setelah bangkit dari rukuk.
  • Rajih (الراجح) — Pendapat yang kuat atau dipilih dalam tarjih.
  • Rakaat (ركعة) — Satuan unit dalam salat yang terdiri dari serangkaian gerakan dan bacaan.
  • Rukuk (ركوع) — Gerakan membungkuk dalam salat, disebutkan dalam konteks isyarat bagi yang sakit.
  • Salam (السلام) — Ucapan salam penutup salat.
  • Salat (الصلاة) — Ibadah berupa ucapan dan perbuatan tertentu, dimulai takbiratul-ihram diakhiri salam, merupakan rukun Islam kedua.
  • Salat fardu (صلاة الفرض) — Salat wajib lima waktu yang telah ditentukan waktunya.
  • Salat jamaah (صَلَاةُ الْجَمَاعَة) — Salat berjemaah.
  • Salat munfarid (صَلَاةُ الْمُنْفَرِد) — Salat sendirian.
  • Salat sunat (صلاة سنة) — Salat tambahan di luar salat wajib, disebut dalam hadis Ṭalḥah.
  • Salawat (الصلاة على النبي) — Doa untuk Nabi Muhammad yang dibaca setelah tasyahud.
  • Sami‘allāhu Liman ḥamidah (سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ) — Ucapan yang dibaca saat bangkit dari rukuk.
  • Sedekap — Posisi tangan saat berdiri dalam salat setelah takbiratul ihram.
  • Sir (السر) — Bacaan dengan suara lirih dalam salat, terutama pada salat Dzuhur dan Asar.
  • Sirr (سِرّ) — Bacaan pelan dalam salat.
  • Subbūḥun quddūsun (سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ) — Bacaan sujud yang memuji kesucian Allah.
  • Subḥāna rabbiyal-a'lā (سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى) — Bacaan tasbih saat sujud.
  • Sujud (سجود) — Gerakan bersujud dalam salat, disebutkan dalam konteks isyarat bagi yang sakit.
  • Syuzuz (شذوذ) — Anomali atau penyimpangan dalam sanad hadis karena perbedaan periwayatan.
  • Ta'arudh — Pertentangan dalil yang diselesaikan melalui jamak lalu tarjih, nasakh, atau tawakuf.
  • Taawuz (التعوذ) — Bacaan memohon perlindungan kepada Allah dari syaitan, dibaca setelah doa iftitah dalam salat.
  • Takbir (تَكْبِير) — Ucapan Allahu Akbar yang diucapkan saat memulai gerakan salat.
  • Takbiratul-ihram (تكبيرة الإحرام) — Ucapan takbir yang menandai dimulainya salat.
  • Tanawwu' (التنوع) — Keragaman dalam ibadah, di sini terkait pilihan lafal salam.
  • Tarjih — Memilih dalil yang lebih kuat setelah jamak tidak dapat dilakukan.
  • Tasyahud (التشهد) — Bacaan tahiyat dalam salat.
  • Tasyahud Akhir — Duduk tasyahud pada rakaat terakhir yang diakhiri salam.
  • Tasyahud Awal — Duduk tasyahud pada rakaat kedua sebelum rakaat terakhir.
  • Tawaqquf — Tidak mengambil keputusan ketika dalil tidak dapat dijamak.
  • Tawaruk — Salah satu posisi duduk dalam salat pada rakaat terakhir.
  • Tayammum (التيمم) — Bersuci dengan tanah sebagai pengganti wudhu atau mandi jika tidak ada air.
  • Tayamum (التيمم) — Cara bersuci pengganti wuduk atau mandi ketika tidak ada air atau tidak bisa menggunakannya.
  • Tumakninah (الطُّمَأْنِينَة) — Keadaan tenang dan khusyuk dalam setiap gerakan salat.
  • Ummul-Kitab (أُمُّ الْكِتَاب) — Nama lain al-Fatihah.
  • Wudhu (الوضوء) — Bersuci dengan air sebelum salat, disebutkan dalam ayat dan hadis.
  • Wuduk (الوضوء) — Cara bersuci dari hadas kecil dengan menggunakan air.

Rujukan Al-Qur'an

Source File

raw/Referensi Tarjih/Fikih Muhammadiyah/KITAB-SHALAT/KITAB-SHALAT-BAGIAN-09-TUNTUNAN-SALAT-LIMA-WAKTU.md

Menampilkan 30 dari 224 catatan
Kembali ke Fikih Muhammadiyah
ChatHPTMajelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

ChatHPT membantu menjelajahi dan memahami khazanah keilmuan Tarjih Muhammadiyah melalui percakapan dengan AI. Jawaban AI merupakan alat bantu pemahaman, bukan fatwa atau putusan resmi.

Powered by AIMU

Ekosistem

MASASatuMuMuhammadiyah ID
© 2026 Muhammadiyah. Hak cipta dilindungi.Dikembangkan oleh MPI PP Muhammadiyah bersama LabMu