ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
berikan saya doa bacaan sholat Muhammadiyah dari iftitah sa…
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 16:56 WIB
berikan saya doa bacaan sholat Muhammadiyah dari iftitah sampai tahiyat akhir

Pertanyaan

  • Doa/bacaan shalat menurut tuntunan Tarjih Muhammadiyah, lengkap dari doa iftitah sampai tahiyat akhir.

Jawaban

Berikut urutan bacaan sebagaimana tertuang dalam Kitab Shalat HPT dan diperjelas fatwa-fatwa Tarjih sesudahnya. Teks Arab saya kutip apa adanya bila tersedia di naskah; bila naskah hanya memuat transliterasi Latin (sebagaimana pada beberapa bagian HPT), saya salin transliterasinya dan tidak menyusun teks Arab sendiri.

1. Takbiratul ihram — "Allāhu Akbar", mengangkat kedua tangan sejurus bahu, ibu jari sejajar daun telinga, lalu bersedekap meletakkan tangan kanan pada punggung telapak tangan kiri di dada. — Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib

2. Doa iftitah. Tarjih menetapkan dua pilihan resmi, dan fatwa 2019 menyebut adanya tiga macam riwayat:

(a) Allahumma bā‘id — dipilih MTT sebagai alternatif pertama karena sanadnya lebih sahih dan ringkas:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

— Fatwa 07 2011 Doa Iftitah Menurut Putusan Tarjih

(b) Wajjahtu — sahih riwayat Muslim, boleh dijadikan alternatif:

وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَنْتَ رَبِّى وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ وَاهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِى يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَىْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

— Fatwa 16 2019 Beda Iftitah Shalat Fardu Dan Sunnah; Fatwa 07 2011 Doa Iftitah Menurut Putusan Tarjih

(c) Allahu akbar kabīrā… — riwayat Ibnu Umar, juga disebut dalam fatwa 2019 sebagai kemungkinan ketiga. — Fatwa 16 2019 Beda Iftitah Shalat Fardu Dan Sunnah

3. Ta'awwudz, basmalah, al-Fatihah, amin, lalu surat. Tarjih menuntunkan ta'awwudz dan basmalah dibaca pada tiap rakaat, al-Fatihah wajib pada tiap rakaat termasuk bagi makmum, dan pada rakaat ketiga–keempat cukup al-Fatihah tanpa surat. — Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib

4. Ruku' — bertakbir, lalu membaca:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

atau

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ

Boleh diulang lebih dari satu kali, tanpa berlebih-lebihan. — Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib; Tanya Jawab Agama 4 Masalah Bacaan Dalam Shalat

5. I'tidal — "Sami'allāhu liman ḥamidah", lalu berdiri tegak membaca "Rabbanā wa lakal-ḥamd". — Kitab Shalat Bagian 02 Cara Shalat Wajib

6. Sujud — membaca tasbih sebagaimana ruku' ("Subḥāna rabbiyal-a'lā" menurut riwayat Hudzaifah), lalu duduk:

7. Duduk antara dua sujud — "Allāhumma ighfirlī warḥamnī wajburnī wahdinī warzuqnī" (Ya Allah, ampunilah aku, belas kasihanilah aku, cukupilah aku, tunjukilah aku, dan berilah rezeki kepadaku). — Tanya Jawab Agama 2 Masalah Bacaan Dan Gerakan Dalam Shalat

8. Tasyahud awal dan akhir — bacaan pokoknya sama; yang berbeda hanya doa sesudah shalawat. Naskah HPT menuliskannya dalam transliterasi:

"attahiyyātu lillāh wash-shalawātu wath-thayyibāt, assalāmu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullāhi wa barakātuh. Assalāmu 'alainā wa 'alā 'ibādillāhish-shālihīn. Asyhadu allā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasūluh"

— Hpt Jilid 1 Kitab Shalat. Untuk lafal salam kepada Nabi, Tarjih menegaskan tetap "assalāmu 'alaika ayyuhan nabiyyu", bukan diganti "'assalāmu 'alan nabiyyi". — Fatwa 05 Salam Tasyahud Dan Habbas Sauda

9. Shalawat Ibrahimiyah (transliterasi HPT): "Allāhumma shalli 'alā Muhammad wa 'alā āli Muhammad, kamā shallaita 'alā Ibrāhīm wa āli Ibrāhīm, wa bārik 'alā Muhammad wa 'alā āli Muhammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīm wa āli Ibrāhīm, innaka hamīdum majīd." — Hpt Jilid 1 Kitab Shalat

10. Doa sesudah tasyahud awal (transliterasi):

"Allāhumma innī ẓalamtu nafsī ẓulman katsīran, wa lā yaghfirudz-dzunūba illā anta, faghfirlī maghfiratan min 'indika warḥamnī innaka antal-ghafūrur-raḥīm"

11. Doa sesudah tasyahud akhir (transliterasi):

"Allāhumma innī a'ūdzu bika min 'adzābi jahannama wa min 'adzābil qabri wa min fitnatil maḥyā wal mamāti wa min syarri fitnatil masīḥid-dajjāl"

— keduanya pada Hpt Jilid 1 Kitab Shalat

12. Salam — dua lafal yang keduanya sah dan boleh dipilih: "as-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāhi wa barakātuh" atau "as-salāmu 'alaikum wa raḥmatullāh". — Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu


Dalil & perkembangan lintas tahun:

  • Doa iftitah. Hadis Abu Hurairah:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْكُتُ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَبَيْنَ الْقِرَاءَةِ إِسْكَاتَةً ... قَالَ أَقُولُ اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ...

— Fatwa 16 2019 Beda Iftitah Shalat Fardu Dan Sunnah


Catatan

Beberapa halaman yang berhasil saya baca memuat bacaan tasyahud, shalawat Ibrahimiyah, doa duduk antara dua sujud, dan doa tahiyat hanya dalam transliterasi Latin, bukan huruf Arab. Karena itu teks Arab untuk bagian-bagian tersebut belum dapat saya salin dari arsip, dan saya tidak menyusunnya sendiri. Bila diperlukan teks Arabnya secara persis, perlu penelusuran pada bagian halaman HPT/Kitab Shalat yang memuatnya dalam huruf Arab.

Kesimpulan

Tuntunan Tarjih: takbir — doa iftitah (Allahumma bā'id, atau Wajjahtu, atau Allahu akbar kabīrā) — ta'awwudz, basmalah, al-Fatihah, amin, surat — ruku' dengan tasbih — i'tidal "Sami'allāhu liman ḥamidah, Rabbanā wa lakal-ḥamd" — sujud dengan tasbih — duduk antara dua sujud "Allāhumma ighfirlī warḥamnī wajburnī wahdinī warzuqnī" — tasyahud dan shalawat Ibrahimiyah — pada tasyahud awal doa "Allāhumma innī ẓalamtu nafsī…", pada tasyahud akhir "Allāhumma innī a'ūdzu bika min 'adzābi jahannam…" — salam.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.

Catatan

Saya dibatasi 10 kali turn dan sebenarnya masih ada beberapa halaman yang belum saya baca.

Catatan

  • Satu rujukan yang saya sebut di atas tidak ditemukan dalam arsip, jadi tautannya saya lepas:

  • sources/fatwa-39-2019-shalat-iftitah-doa-shalat-malam

Bagian jawaban yang bersandar pada rujukan itu belum terverifikasi dan sebaiknya tidak dipakai sebelum dicek langsung ke Majelis Tarjih.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.