Pertanyaan
- Apa keutamaan salat Tahajud menurut khazanah Tarjih Muhammadiyah?
Jawaban
-
Dalam khazanah tarjih, tahajud dibahas sebagai salat malam (salat lail) yang dikerjakan sesudah Isyak hingga menjelang terbit fajar, dan penjelasan tentang keutamaannya tersebar di beberapa naskah, bukan dalam satu fatwa khusus. Karena itu saya sajikan temuan itu secara kronologis.
-
Fatwa 62 tahun 1998 menyatakan waktu paling utama untuk salat malam adalah sepertiga malam terakhir: "Banyak hadis yang menyebutkan bahwa waktu sholat malam antara lain pada sepertiga malam yang terakhir." Keutamaan waktu itu dijelaskan dengan hadis tentang turunnya Allah ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, yang di dalamnya disebut pengabulan doa, pemberian permintaan, dan ampunan. Fatwa ini juga mengutip hadis tentang salat Nabi Daud sebagai "shalat yang paling disukai oleh Allah" — Fatwa 62 1998 Waktu Salat Malam Dan Posisi Tangan Ketika Berdoa
-
Fatwa 14 tahun 2009 menyebut hal yang sama dalam uraian tata cara: "Tetapi yang paling baik adalah pada sepertiga akhir malam" — Fatwa 14 Tatacara Salat Tahajud Dan Duha
-
Fatwa 17 tahun 2014 menegaskan keutamaan mengakhirkan witir bagi yang berniat bangun malam: "Sekiranya seseorang itu berniat bangun tengah malam untuk bertahajud, sebaiknya ia mengundurkan shalat witirnya, sebab hal itu lebih utama." — Fatwa 17 2014 Shalat Witir
-
Fatwa 34 tahun 2016 menempatkan sepertiga malam terakhir sebagai waktu yang lebih utama untuk beristighfar: "terdapat beberapa waktu yang lebih utama dalam beristighfar seperti pada waktu sahur atau pada waktu sepertiga malam yang terakhir." — Fatwa 34 2016 Istighfar 1000 Kali Setelah Tahajud
-
Fatwa 39 tahun 2019 menyinggung keutamaan secara lebih terbatas pada bacaan iftitah: "Bacaan doa iftitah dalam shalat hukumnya sunah. Sehingga orang yang membacanya akan mendapatkan keutamaan dalam shalatnya." — Fatwa 39 2019 Shalat Iftitah Dan Doa Shalat Malam
-
Fatwa 27 tahun 2020 menambahkan keutamaan pada sisi bacaan: "jika salat tahajud dikerjakan sendirian, maka sangat bagus untuk memperpanjang bacaan salatnya" — Fatwa 27 2020 Tata Cara Salat Tahajud
-
Fatwa 13 tahun 2022 mengaitkan istilah tahajud dengan firman Allah dalam surah al-Isra' ayat 79, yakni salat tahajud sebagai nafilah (ibadah tambahan) dengan harapan diangkat ke tempat yang terpuji — Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih
-
HPT Kitab Shalat, bab Shalat Tathawwu', memuat tuntunan agar salat malam dibiasakan, dengan dalil antara lain sabda Nabi saw.: "Janganlah engkau tinggalkan shalat malam, karena Rasulullah saw. tidak pernah meninggalkannya." Pada bagian lain ditegaskan bahwa salat sunah dikerjakan di rumah lebih utama: "Seutama-utamanya shalat ialah shalat orang di rumahnya, kecuali shalat fardlu." — Hpt Jilid 1 Kitab Shalat Shalat Tathawwu dan Kitab Shalat Bagian 03 Shalat Tathawwu
Dalil
-
Hadis tentang sepertiga malam terakhir (dikutip dalam Fatwa 62/1998):
يَنْزِلُ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ [رواه الجماعة]
"Tuhan Allah Azza wajalla turun setiap malam ke langit dunia ketika malam tinggal sepertiga akhir, seraya berfirman: Siapa yang mendoa kepadaKu, Aku kabulkan baginya, siapa yang meminta sesuatu, Aku berikan kepadanya dan siapa yang memohon ampunanKu, Aku ampuni baginya." — Fatwa 62 1998 Waktu Salat Malam Dan Posisi Tangan Ketika Berdoa
-
Hadis tentang mengakhirkan witir (Fatwa 17/2014):
عَنْ جَابِرٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اَيُّكُمْ خَافَ اَنْ لاَيَقُوْمَ مِنْ آَخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوْتِرُ ثُمَّ لِيَرْقُدُ وَمَنْ وَثَقَ بِقِيَامِ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوْثِرُ مِنْ آخِرهِ فَإِنَّ قِرَأَة آخِرِ اللَّيْلَ مَحْضُوْرَةً وَذَلِكَ أَفْضَلُ
"Siapa di antaramu khawatir tak akan dapat bangun pada akhir malam, maka hendaklah ia shalat witir lalu tidur. Dan barang siapa percaya akan dapat bangun pada akhir malam, hendaklah ia shalat witir pada akhir malam itu, sebab akhir malam itu disaksikan malaikat dan hal itu lebih utama." [HR. Muslim, Ahmad, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah] — Fatwa 17 2014 Shalat Witir
-
Firman Allah yang menjadi asal istilah tahajud (dikutip Fatwa 13/2022):
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا
"Pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." — Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih
-
Firman Allah tentang waktu sahur (dikutip Fatwa 34/2016):
كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ، وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
"Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar" [QS. adz-Dzaariyaat (51): 17-18] — Fatwa 34 2016 Istighfar 1000 Kali Setelah Tahajud
Catatan
-
Naskah-naskah di atas tidak memuat satu fatwa yang secara khusus berjudul "keutamaan salat tahajud"; keterangan tentang keutamaannya tersebar pada fatwa dan putusan bertema salat malam, witir, dan istighfar. Yang saya sampaikan di atas adalah apa yang tertulis pada halaman-halaman yang berhasil saya baca, bukan rangkuman dari luar khazanah tarjih.
-
Khazanah tarjih juga memuat peringatan yang menyertai pembahasan qiyamul lail, yaitu hadis yang dikutip dalam Keputusan Tarjih ke-26: "berapa banyaknya orang yang melakukan qiyamul-lail, namun yang ia peroleh dari qiyamul-lail tersebut hanyalah kelelahan tidak tidur belaka" [HR Aḥmad dan Ibn Mājah] — Keputusan Tarjih Ke 26 Bab Iii Pengembangan Himpunan Putusan Tarjih
Kesimpulan
- Sejak naskah 1998 sampai 2022, posisi tarjih konsisten: waktu paling utama untuk tahajud adalah sepertiga malam terakhir, karena pada waktu itu Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa, memberi permintaan, serta mengampuni; karena itu witir sebaiknya diakhirkan bagi yang yakin dapat bangun, dan tahajud termasuk nafilah yang dijanjikan pengangkatan ke tempat terpuji. Disertai tuntunan agar salat malam tidak ditinggalkan dan dikerjakan di rumah, dengan catatan bahwa yang dinilai bukan sekadar bangun malam, melainkan kualitas ibadahnya.
Sumber
- Fatwa 62 1998 Waktu Salat Malam Dan Posisi Tangan Ketika Berdoa (1998)
- Fatwa 14 Tatacara Salat Tahajud Dan Duha (2009)
- Fatwa 17 2014 Shalat Witir (2014)
- Fatwa 34 2016 Istighfar 1000 Kali Setelah Tahajud (2016)
- Fatwa 39 2019 Shalat Iftitah Dan Doa Shalat Malam (2019)
- Fatwa 27 2020 Tata Cara Salat Tahajud (2020)
- Fatwa 13 2022 Shalat Tahajud Dan Tarawih (2022)
- Hpt Jilid 1 Kitab Shalat Shalat Tathawwu
- Kitab Shalat Bagian 03 Shalat Tathawwu
- Keputusan Tarjih Ke 26 Bab Iii Pengembangan Himpunan Putusan Tarjih
Wallahu a'lam bish-shawab.