ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
Buatkan draft doa selesai shalat
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 16:55 WIB
Buatkan draft doa selesai shalat

📖 Draft Dzikir dan Doa Selesai Shalat

Draf ini disusun mengikuti Matan Dzikir dan Doa Sesudah Shalat Fardhu dalam Kitab Zikir Doa (Kitab Zikir dan Doa, hasil Munas Tarjih XXV Jakarta 2000, diterbitkan dalam buku Tuntunan Dzikir dan Doa Menurut Putusan Tarjih Muhammadiyah), dengan tambahan keterangan dari fatwa-fatwa Tarjih yang relevan.

Sebelum draftnya, satu catatan penting dari naskah: bacaan di bawah tidak wajib dibaca seluruhnya dan tidak harus berurutan (tertib). Yang dikemukakan adalah hadis-hadis yang menerangkan bahwa Rasulullah saw. membaca dzikir dan doa setelah shalat fardhu.


☝️ Bagian 1 — Dzikir (sesudah salam)

1. Istighfar tiga kali

أَسْتَغْفِرُ اللهَ (٣ مَرَّاتٍ)

Astaghfirullaah [3x] — “Aku mohon ampun kepada Allah” (3 kali)

2. Doa keselamatan

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Allaahumma antas-Salaam, wa minkas-salaam, tabaarakta yaa Dzal-jalaali wal-ikraam.
“Ya Allah, Engkau Maha Pemberi keselamatan, dan daripada-Mu keselamatan. Maha Berkah Engkau, wahai Dzat yang mempunyai keagungan dan kemuliaan.”

Dalilnya: عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنْصَرِفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ اللهَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ قَالَ: اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ — “Adalah Rasulullah saw., apabila selesai melaksanakan shalatnya beristighfar kepada Allah tiga kali, kemudian mengucapkan: Allaahumma antas-Salaam…” (HR. at-Tirmidzi, dinilai hasan sahih) — Kitab Zikir Doa

3. Tahlil dan penutupnya

Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, biyadihil khairu yuhyii wa yumiit wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir, laa hawla wa laa quwwata illaa billaah, laa ilaaha illallaah, wa laa na'budu illaa iyyaah, lahun-ni'matu wa lahul-fadhlu, wa lahuts-tsanaa'ul hasan, laa ilaaha illallaahu mukhlishiina lahud-diin walau karihal-kaafiruun.

“Tiada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Esa, tidak bersekutu bagi-Nya; bagi-Nya segala kerajaan dan pujian; di tangan-Nya segala kebaikan; Dia menghidupkan dan mematikan; dan Ia berkuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (kehendak) Allah. Tiada Tuhan melainkan Allah, dan kami tidak menyembah melainkan kepada-Nya; bagi-Nya kenikmatan dan anugerah, dan bagi-Nya pujian yang baik. Tiada Tuhan selain Allah dengan mengikhlaskan agama karena-Nya, walau orang-orang kafir benci.”

4. Doa tentang pemberian dan penolakan

Allaahumma laa maani'a limaa a'thaita wa laa mu'thiya limaa mana'ta wa laa yanfa'u dzal-jaddi minkal-jadd.

“Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalang-halangi terhadap apa yang telah Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi terhadap apa yang telah Engkau tolak, dan kemuliaan itu tidak akan memberi manfaat kepada yang mempunyainya di sisi-Mu.”

5. Ayat Kursi

Allaahu laa ilaaha illa huwal-hayyul-qayyuum… (Al-Baqarah [2]: 255, sebagaimana tertulis dalam naskah).

6. Doa permohonan bimbingan

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allaahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik.
“Ya Allah! Tolonglah aku untuk (dapat) mengingat kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan bagusnya pengabdian kepada-Mu.”
Dalil: pesan Nabi saw. kepada Mu'adz bin Jabal, “setiap selesai shalat janganlah kamu tinggalkan mengucapkan…” (HR. Abu Dawud, an-Nasa'i, Ahmad, dan al-Hakim).

7. Tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil penyempurna

سُبْحَانَ اللهِ (٣٣) — Subhaanallah [33x]
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (٣٣) — Alhamdulillaah [33x]
اَللهُ أَكْبَرُ (٣٣) — Allaahu Akbar [33x]

Kemudian disempurnakan menjadi seratus dengan:
Laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir.

Dalil: “Barangsiapa bertasbih pada setiap selesai melaksanakan shalat sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali, dan bertakbir 33 kali — itu semua berjumlah 99 kali — kemudian menyempurnakan menjadi seratus (dengan bacaan tahlil di atas), maka dosanya diampuni oleh Tuhan meskipun sebanyak buih di laut.” (HR. Muslim dan Ahmad)

8. Doa perlindungan

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Allaahumma innii a'uudzu bika minal 'ajzi wal kasali wal jubni wal harami wal bukhli wa a'uudzu bika min 'adzaabil qabri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (HR. Muslim)
“Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah, malas, penakut, pikun, dan kikir; dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta fitnah kehidupan dan kematian.”


☝️ Bagian 2 — Tambahan khusus Subuh dan Maghrib

Sesudah Subuh, setelah bacaan nomor 1 dan 2:

  • Tahlil Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, biyadihil khairu yuhyii wa yumiit, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir — 10 kali
  • اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ — Allaahumma ajirnii minan-naar — 7 kali (“Ya Allah, selamatkanlah aku daripada api neraka”)

Sesudah Maghrib, setelah bacaan nomor 1 dan 2:

  • Tahlil yang sama — 10 kali
  • Allaahumma ajirnii minan-naar — 7 kali

Dalil tahlil 10 kali: “Barang siapa sebelum beranjak dan mengangkat kaki dari tempat shalat saat shalat Maghrib dan Subuh mengucapkan Laa ilaaha illallahu wahdahu… sebanyak sepuluh kali, maka setiap sekali ucapan dicatat sepuluh kebaikan baginya, dihapuskan sepuluh keburukan, diangkat derajatnya sepuluh tingkat…” (HR. Ahmad) — Kitab Zikir Doa


☝️ Bagian 3 — Doa-doa pilihan sesudah shalat

Naskah Tanya Jawab Agama juga menghimpun doa-doa Nabi saw. sesudah shalat fardhu, antara lain:

  • Allaahumma innii as-aluka rizqan thayyiban wa 'ilman naafi'an wa 'amalan mutaqabbalan — “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu rezeki yang baik, ilmu yang bermanfaat, serta amal yang diterima.”
  • Allaahumma innii a'uudzu bika minal jubni wa a'uudzu bika an uradda ilaa ardzalil 'umur, wa a'uudzu bika min fitnatid-dunya wa a'uudzu bika min 'adzaabil qabr — “Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan dari dikembalikan kepada umur yang hina (pikun); aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan dari siksa kubur.”
  • Allaahummaghfirlii khathi'atii wa jahlii wa israafii fii amrii wa maa anta a'lamu bihii minnii… Antal muqaddimu wa antal muakhkhiru wa anta 'alaa kulli syai'in qadiir. (Muttafaq 'alaih)

Semuanya bersumber dari Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Sesudah Shalat.

Penutup doa: naskah mengakhiri doa dengan hamdalah, sesuai gambaran QS Yunus [10]: 9–10: “Dan penutup doa mereka ialah alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin.” Adapun membaca Al-Fatihah sesudah berdoa, “tidak didapati dasar yang kuat sebagai amalan sunnah Nabawiyyah, karenanya Muhammadiyah tidak mengamalkannya.” (TJA 1)


☝️ Bagian 4 — Sesudah shalat Witir

Disunahkan berdzikir dengan suara nyaring:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ — Subhaanal malikil qudduus (3x) — “Maha suci Allah yang Maha Merajai dan Maha Bersih”
رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ — Rabbil malaaikati war-ruuh (1x) — “Yang menguasai para Malaikat dan Ruh/Jibril”

Berdasarkan riwayat Ubay bin Ka'ab dan Abdurrahman bin Abza (HR. an-Nasa'i, Abu Dawud, Ibnu Majah, at-Thabrani) — Fatwa 20 2014 Doa Sesudah Shalat Tarawih (Fatwa 20/2014).


✍️ Catatan pelaksanaan

  • Doa sesudah shalat itu pribadi, tidak dijadikan doa bersama yang dipimpin imam. Tanya Jawab Agama menegaskan: “Berdoa bersama antara imam dan makmum sesudah shalat seperti yang penanya persoalkan, tidak ada tuntunan dari Nabi.” Doa bersama yang pernah dilakukan Nabi ialah pada khutbah shalat Istisqa'. Dan “doa-doa yang sifatnya pribadi, seperti doa sesudah shalat, baik shalat fardhu ataupun shalat sunat,” termasuk yang disertai pujian, salawat, dan mengangkat tangan — Tanya Jawab Agama 5 Shalat.

  • Mengangkat tangan ketika berdoa sesudah shalat wajib adalah adab yang berdasar, bukan bid'ah. Ini ditegaskan Fatwa Tarjih terbaru (disidangkan 1 Syakban 1446 H/31 Januari 2025 M): “berdoa setelah shalat wajib sambil mengangkat tangan adalah bukan suatu bid'ah karena telah ada dalil-dalilnya dari Al-Qur'an maupun sunah yang maqbûlah sehingga bukan hanya dibolehkan tetapi sangat dianjurkan sebagai waktu istimewa untuk dikabulkannya doa seorang hamba oleh Allah SwT.” — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib

  • Lafal dzikir dan doa pada dasarnya dari Al-Qur'an dan sunah yang maqbûlah; namun “untuk doa-doa tertentu yang memang tidak ditemukan dalam Al-Qur'an dan sunah yang maqbûlah, boleh menggunakan lafal dan bahasa yang lain seperti menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan sebagainya.” — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib


📚 Perkembangan posisi Tarjih lintas tahun

  • Tanya Jawab Agama 1 — menghimpun sembilan doa Nabi saw. sesudah shalat fardhu, adab memuji Allah dan membaca salawat sebelum berdoa, serta penegasan bahwa membaca Al-Fatihah sesudah doa tidak berdasar — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Sesudah Shalat.
  • Fatwa 18 Tahun 1999 — menjawab kekhawatiran warga yang takut berzikir sesudah shalat karena dianggap bid'ah; Tarjih menegaskan “Hadis tentang zikir sesudah shalat banyak dijumpai dalam berbagai kitab hadis” dan merinci lafalnya — Fatwa 18 1999 Bid Ah Sunnah Hasanah Dan Sunnah Sayyiah.
  • Fatwa 20 Tahun 2014 — khusus dzikir sesudah witir; untuk bacaan setelah rakaat keempat tarawih dinyatakan “sejauh ini kami belum menemukan riwayat yang menjelaskan tentang dzikir yang disunnahkan” — Fatwa 20 2014 Doa Sesudah Shalat Tarawih.
  • Fatwa 2025 (Edisi 15, 1–15 Agustus) — menegaskan kembali bahwa doa (bukan hanya dzikir) sesudah shalat wajib beserta mengangkat tangan bukan bid'ah, dengan dalil QS Ghafir [40]: 60, QS Al-Baqarah [2]: 186, dan hadis Abu Umamah: “Doa di tengah malam terakhir serta setelah shalat-shalat wajib” (HR. at-Tirmidzi) — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib.

Intinya konsisten sejak TJA 1 hingga 2025: dzikir dan doa sesudah shalat fardhu ada tuntunannya; yang ditegaskan bukan-bagian dari tuntunan adalah doa bersama yang dipimpin imam setelah shalat dan pembacaan Al-Fatihah sebagai penutup doa.


⚠️ Keterbatasan penelusuran

  • Untuk beberapa lafal panjang (tahlil, doa Allaahumma laa maani'a…, dan doa perlindungan dari pikun), teks Arab pada bagian naskah yang saya baca tampil tidak terbaca utuh, sehingga saya sajikan transliterasinya apa adanya sesuai naskah. Untuk teks Arabnya secara lengkap, rujuk langsung halaman Kitab Zikir Doa.
  • Rincian sanad dan nomor hadis tiap lafal termuat dalam Bab IV halaman tersebut; saya belum menelusuri seluruh 184 bagiannya.

✅️ Kesimpulan

  • Susunlah dzikir sesudah shalat dengan urutan: istighfar 3x → Allaahumma antas-Salaam → tahlil → Allaahumma laa maani'a… → Ayat Kursi → Allaahumma a'innii… → tasbih/tahmid/takbir 33x + tahlil penyempurna → doa perlindungan; ditambah tahlil 10x dan Allaahumma ajirnii minan-naar 7x pada Subuh dan Maghrib, serta Subhaanal malikil qudduus sesudah witir. Urutan ini tidak wajib, dan doanya dilakukan secara pribadi, bukan doa bersama.

💎 Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT; yang benar dari-Nya, yang keliru dari keterbatasan saya.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.