ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
berapa jumlah hari raya islam
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 11:55 WIB
berapa jumlah hari raya islam

Pertanyaan

  • Berapa jumlah hari raya dalam Islam?

Jawaban

  • Menurut naskah-naskah dalam khazanah, hari raya dalam Islam berjumlah dua, yaitu Idulfitri dan Iduladha. Keduanya disebut berpasangan secara konsisten dalam beberapa naskah dari tahun yang berbeda.
  • Dasarnya adalah hadis Anas yang dikutip Fatwa Tarjih: "Sungguh Allah telah mengganti hari raya kalian dengan yang lebih baik, yaitu Iduladha dan Idulfitri [HR. Abu Dawud]." — Fatwa 02 2018 Hukum Merayakan Hut Republik Indonesia

Dalil

  • Dari Anas (diriwayatkan), ia berkata: Pada masa Rasulullah baru hijrah ke Madinah, warga Madinah memiliki dua hari raya yang biasanya di hari itu mereka bersenang-senang. Rasulullah kemudian bertanya: Perayaan apakah yang dirayakan dalam dua hari ini? Warga Madinah menjawab: Pada dua hari raya ini, dahulu di masa Jahiliyyah kami biasa merayakannya dengan bersenang-senang. Maka Rasulullah bersabda: Sungguh Allah telah mengganti hari raya kalian dengan yang lebih baik, yaitu Iduladha dan Idulfitri [HR. Abu Dawud]. — Fatwa 02 2018 Hukum Merayakan Hut Republik Indonesia
  • Catatan: naskah halaman tersebut memuat terjemahan hadis ini tanpa teks Arabnya, sehingga kutipan disajikan apa adanya dalam terjemahan.

Catatan

  • Posisi lintas naskah konsisten sejak naskah paling awal: Tanya Jawab Agama 3 menyebut "Hari Raya Iedul Fitri dan Hari Raya Iedul Adha" sebagai dua hari raya; Fatwa 29 (2009) menyebut "momentum dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha)"; Fatwa 08 (2012) membahas pernikahan "di antara dua hari raya (hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha)"; Fatwa 02 (2018) menegaskan penggantian hari raya jahiliyah dengan kedua hari raya itu.
  • Yang perlu dibedakan: hari-hari yang dimuliakan dalam Islam tetapi bukan "hari raya" dalam pengertian di atas — misalnya hari Arafah dan hari-hari Tasyriq yang disebut dalam Fatwa 29 (2009) sebagai waktu bertakbir, serta "Hari Raya Ketupat" yang oleh Tanya Jawab Agama 3 dinyatakan "bukan syariat Islam, tetapi budaya bangsa Indonesia."

Kesimpulan

  • Hari raya dalam Islam ada dua: Idulfitri dan Iduladha.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format
Hari ini, jam 11:57 WIB
400

Pertanyaan

  • Bukankah hari Jumat juga termasuk hari raya? Mengapa jawaban sebelumnya hanya menyebut dua?

Jawaban

  • Anda benar bahwa khazanah memang menyebut hari Jumat sebagai "hari raya". Tetapi sebutan itu muncul dalam konteks yang berbeda dari "dua hari raya" pada jawaban sebelumnya. Keduanya tidak saling membatalkan.
  • Pertama, "dua hari raya" (al-'īdain) — Idulfitri dan Iduladha. Ini yang dimaksud hadis Anas: hari raya jahiliyah diganti dengan "Iduladha dan Idulfitri," dan inilah pengertian yang dipakai seluruh naskah ketika menyebut "dua hari raya."
  • Kedua, Jumat disebut "hari raya" (yaum 'īd) dalam hadis — dan penyebutan itu dipakai justru untuk menetapkan larangan mengkhususkan puasa hari Jumat. Redaksinya: "Sesungguhnya hari Jum'ah itu merupakan hari rayamu, oleh karena itu janganlah berpuasa pada hari itu, kecuali jika kamu berpuasa sebelum atau sesudahnya." — Kitab Shiyam Bagian 06 Puasa Sunnah, diulang sama pada Keputusan Tarjih Ke 26 Bab Iii Pengembangan Himpunan Putusan Tarjih
  • Selain itu Jumat juga disebut sayyidul-ayyām (pemimpin hari-hari) dan "hari yang terbaik dibandingkan dengan hari-hari lain," berdasar hadis Abu Hurairah — Fatwa 11 2019 Sedekah Makanan Setelah Shalat Jumat. Tetapi fatwa itu tidak menyebutnya sebagai hari raya; ia menyebutnya hari terbaik untuk memperbanyak amal saleh.

Dalil

  • إِنَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ يَوْمُ عِيدٍ، فَلَا تَجْعَلُوا يَوْمَ عِيدِكُمْ يَوْمَ صِيَامِكُمْ، إِلَّا أَنْ تَصُومُوا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ
    "Sesungguhnya hari Jum'ah itu merupakan hari rayamu, oleh karena itu janganlah berpuasa pada hari itu, kecuali jika kamu berpuasa sebelum atau sesudahnya. (HR. Ahmad)." — Kitab Shiyam Bagian 06 Puasa Sunnah
  • قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلَا تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِلَّا فِيْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ [رواه مسلم]
    "hari paling baik yang pada hari itu matahari terbit yaitu hari Jum'at; pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke surga dan dikeluarkan darinya, serta hari kiamat tidak akan berlangsung kecuali pada hari Jum'at" [HR Muslim]. — Fatwa 11 2019 Sedekah Makanan Setelah Shalat Jumat
  • Adapun hadis penggantian hari raya jahiliyah dengan dua hari raya, naskahnya hanya memuat terjemahan tanpa teks Arab: "Sungguh Allah telah mengganti hari raya kalian dengan yang lebih baik, yaitu Iduladha dan Idulfitri [HR. Abu Dawud]." — Fatwa 02 2018 Hukum Merayakan Hut Republik Indonesia

Catatan

  • Jadi ada dua pemakaian istilah yang berbeda dalam khazanah: (a) "dua hari raya" = Idulfitri dan Iduladha, dipakai untuk pembahasan shalat Id, takbir, larangan puasa, dan tradisi lebaran; (b) Jumat disebut "hari raya" dalam hadis larangan puasa, karena ia hari pertemuan ibadah mingguan umat.
  • Konsekuensi praktisnya juga berbeda dan tercatat di naskah: jika Idulfitri atau Iduladha jatuh pada hari Jumat, Tarjih membahasnya tersendiri — "bagi orang yang telah melakukan salat Id boleh tetap melakukan salat Jumat atau melakukan salat Zuhur sebagai ganti dari salat Jumat" — Keputusan Tarjih Ke 26 Bab Iii Pengembangan Himpunan Putusan Tarjih, sejalan dengan Tanya Jawab Agama 2 Masalah Shalat Hari Raya dan Tanya Jawab Agama 5 Shalat. Hal ini justru menunjukkan Jumat dan Id diperlakukan sebagai dua hal yang bisa "bertemu", bukan satu jenis yang sama.
  • Posisinya konsisten lintas naskah: Kitab Shiyam (HPT) dan Keputusan Tarjih ke-26 memuat hadis Jumat sebagai hari raya dengan redaksi yang sama; tidak ada naskah dalam penelusuran ini yang menyatakan Jumat menggantikan kedudukan dua hari raya.
  • Arsip belum memuat pembahasan yang secara eksplisit mengklasifikasi Jumat sebagai "hari raya" dalam pengertian istilah fiqih secara rinci; yang tersedia adalah redaksi hadis dan pemakaiannya. Saya belum dapat memastikan adanya pembahasan lain di luar bagian yang berhasil ditelusuri.

Kesimpulan

  • Hari raya besar yang ditetapkan syariat ada dua: Idulfitri dan Iduladha. Hari Jumat memang disebut "hari raya" dalam hadis — sebagai hari ibadah mingguan umat Islam dan alasan larangan mengkhususkan puasa padanya — tetapi penyebutan itu bukan pengganti atau tambahan atas dua hari raya tersebut.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.