Mohon maaf, itu bukan bidang saya. Yang saya punya adalah arsip Himpunan Putusan Tarjih dan fatwa-fatwa Majelis Tarjih. Silakan tanyakan apa saja dari situ — hukum, dalil, atau bagaimana Tarjih sampai pada kesimpulannya.
Pertanyaan
- Dalil-dalil tentang akhlak yang baik menurut arsip HPT dan Fatwa Tarjih.
Jawaban
-
Dalam arsip Tarjih, akhlak bukan pelengkap melainkan tujuan pokok syariat. Fikih Muhammadiyah menegaskan: "satu di antara tujuan pokok dari Agama Islam ialah memperbaiki budi pekerti umat manusia", dan merumuskan akhlak sebagai "sikap yang digerakkan oleh jiwa yang menimbulkan tindakan dan perbuatan dari manusia baik terhadap Tuhan, maupun terhadap sesama manusia ataupun terhadap dirinya sendiri." Karena itu rincian akhlak di arsip disusun menjadi: akhlak terhadap Allah, terhadap sesama manusia, bagi diri sendiri, antara suami-istri, dan terhadap ibu-bapak. — Fikih Muhammadiyah Bagian P Tuntunan Adabul Marah Fil Islam
-
Hadis pokok yang dipakai berulang dalam arsip adalah sabda Nabi saw. bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
"Aku ini diangkat menjadi Rasul semata-mata untuk menyempurnakan akhlak yang mulia" — riwayat lain dengan lafal "budi akhlak yang saleh" [HR. Hakim dan Baihaqi dari Abu Hurairah]. — Fikih Muhammadiyah Bagian P Tuntunan Adabul Marah Fil Islam, Akhlak
- Fatwa Tarjih tahun 2012 mengutip jalur Imam Malik dengan lafal "ḥusn al-akhlāq" (kebaikan akhlak), dan menjadikannya sebagai pangkal pembahasan: "Salah satu poin terpenting dari syariat Islam adalah membina umat manusia yang berakhlak karimah." — Fatwa 04 2012 Penghasilan Dari Pekerjaan Dengan Meninggikan Ipk
Dalil
-
Al-Qur'an — ciri orang bertakwa yang berakhlak baik (menahan amarah dan memaafkan), QS Ali 'Imran (3): 134:
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَـٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ
"(Orang-orang yang taqwa) yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik diwaktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang (lain). Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." Dari ayat ini Tanya Jawab Agama merangkum bahwa orang muttaqin ialah yang "g. mampu menahan amarah, h. memaafkan kesalahan orang." — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Akhlak
-
Al-Qur'an — akhlak sebagai penanda umat Nabi, QS Al-Fatḥ (48): 29, dikutip Fikih Muhammadiyah: "Nabi Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir (yang bersikap memusuhi), tetapi berkasih sayang sesama mereka…" Naskah menjelaskan ayat ini dimaksudkan sebagai "kekuatan dan kekukuhan iman dan akhlak dari Nabi Muhammad SAW beserta dengan pengikut Umat Islam." — Fikih Muhammadiyah Bagian P Tuntunan Adabul Marah Fil Islam (teks Arab ayat dalam naskah tidak terbaca utuh; terjemahan dikutip apa adanya)
-
Hadis — wasiat Nabi kepada Abu Dzar r.a.:
اِتَّقِ اللهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
"Bertaqwalah kepada Allah di manapun engkau berada, dan iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapuskannya, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik." [HR. at-Tirmidzi, ia mengatakan hadis ini hasan sahih] — Fatwa 04 2012 Penghasilan Dari Pekerjaan Dengan Meninggikan Ipk
-
Hadis — kejujuran sebagai pangkal akhlak:
إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ… وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ…
"Sesungguhnya kebenaran itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga… Dan dusta membawa kepada perbuatan keji sedangkan perbuatan keji membawa ke neraka." [Muttafaq Alaih] — Fatwa 04 2012 Penghasilan Dari Pekerjaan Dengan Meninggikan Ipk
-
Riwayat tentang hakikat agama — Fikih Muhammadiyah mencatat seorang lelaki bertanya di hadapan Nabi: "Apakah hakikat Agama ya Rasulullah?" Beliau menjawab: "Akhlak yang baik" — dan pertanyaan itu diulang tiga kali dengan jawaban yang sama. Naskah juga mencatat keterangan Aisyah r.a. bahwa "akhlaq Nabi itu adalah Qur'an." — Fikih Muhammadiyah Bagian P Tuntunan Adabul Marah Fil Islam, Akhlak
Catatan
- Halaman-halaman yang memuat tema ini (Tanya Jawab Agama 4, Tanya Jawab Agama 8 Bab I, Fikih Muhammadiyah Bagian P dan T) tidak mencantumkan tahun naskah; yang bertahun hanya Fatwa 04/2012. Karena itu saya tidak menyusun kronologi perkembangan. Sejauh naskah yang terbaca, posisinya konsisten: akhlak baik adalah tujuan pokok syariat dan buah dari takwa, bukan sekadar sopan santun lahiriah. Rincian per bidang akhlak (terhadap Allah, diri, keluarga, sesama) ada pada halaman Fikih Muhammadiyah Bagian P yang panjang dan baru terbaca sebagian.
Kesimpulan
- Dalil utama akhlak baik dalam arsip Tarjih adalah QS Ali 'Imran 134 dan Al-Fatḥ 29, serta hadis "innamā bu'itstu li-utammima makārim al-akhlāq", hadis wasiat takwa dan akhlak baik kepada Abu Dzar, dan hadis kejujuran. Akhlak baik ditempatkan sebagai tujuan pokok diutusnya Rasul dan sebagai ukuran takwa.
Sumber
- Fatwa 04 2012 Penghasilan Dari Pekerjaan Dengan Meninggikan Ipk (2012)
- Tanya Jawab Agama 4 Masalah Akhlak (tanpa tahun tercatat)
- Fikih Muhammadiyah Bagian P Tuntunan Adabul Marah Fil Islam (tanpa tahun tercatat)
- Fikih Muhammadiyah Bagian T Keluarga (tanpa tahun tercatat)
- Akhlak
Wallahu a'lam bish-shawab.
Akhlak Baik dalam Arsip Tarjih
├── Kedudukan Akhlak
│ ├── Tujuan pokok syariat
│ ├── Menyempurnakan budi pekerti
│ └── Ukuran ketakwaan
├── Definisi Akhlak
│ └── Sikap jiwa yang menimbulkan perbuatan
├── Cakupan Akhlak
│ ├── Terhadap Allah
│ ├── Terhadap sesama manusia
│ ├── Terhadap diri sendiri
│ ├── Antara suami dan istri
│ └── Terhadap ibu dan bapak
├── Dalil Al-Qur'an
│ ├── QS Ali 'Imran 134
│ │ ├── Menafkahkan saat lapang dan sempit
│ │ ├── Menahan amarah
│ │ └── Memaafkan kesalahan orang
│ └── QS Al-Fath 29
│ ├── Keras terhadap yang memusuhi
│ └── Berkasih sayang sesama
├── Dalil Hadis
│ ├── Diutus menyempurnakan akhlak mulia
│ ├── Wasiat kepada Abu Dzar
│ │ ├── Takwa di mana pun berada
│ │ ├── Iringi keburukan dengan kebaikan
│ │ └── Bergaul dengan akhlak baik
│ ├── Kejujuran membawa kepada kebajikan
│ └── Hakikat agama adalah akhlak baik
└── Catatan Epistemik
├── Tahun hanya tercatat pada Fatwa 2012
├── Posisi konsisten lintas naskah
└── Rincian akhlak baru terbaca sebagian
Penjelasan tiap simpul
-
Kedudukan Akhlak — tiga peran akhlak dalam arsip:
- Tujuan pokok syariat: naskah menyatakan bahwa "satu di antara tujuan pokok dari Agama Islam ialah memperbaiki budi pekerti umat manusia" — Fikih Muhammadiyah Bagian P Tuntunan Adabul Marah Fil Islam.
- Menyempurnakan budi pekerti: bersandar pada hadis innamā bu'itstu li-utammima makārim al-akhlāq, dengan riwayat lain berla fal "budi akhlak yang saleh" [HR. Hakim dan Baihaqi dari Abu Hurairah] — Fikih Muhammadiyah Bagian P Tuntunan Adabul Marah Fil Islam, Akhlak.
- Ukuran ketakwaan: Tanya Jawab Agama merangkum ciri muttaqin dari QS Ali 'Imran 134, antara lain "mampu menahan amarah" dan "memaafkan kesalahan orang" — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Akhlak.
-
Definisi Akhlak — arsip merumuskan akhlak sebagai "sikap yang digerakkan oleh jiwa yang menimbulkan tindakan dan perbuatan dari manusia baik terhadap Tuhan, maupun terhadap sesama manusia ataupun terhadap dirinya sendiri" — Fikih Muhammadiyah Bagian P Tuntunan Adabul Marah Fil Islam.
-
Cakupan Akhlak — rumusan di atas langsung melahirkan pembagian objek akhlak: terhadap Allah, terhadap sesama manusia, dan terhadap diri sendiri; dalam naskah yang sama tema ini diperluas hingga akhlak antara suami-istri dan terhadap ibu-bapak — Fikih Muhammadiyah Bagian P Tuntunan Adabul Marah Fil Islam, Fikih Muhammadiyah Bagian T Keluarga.
-
Dalil Al-Qur'an — dua ayat yang dikutip arsip: QS Ali 'Imran (3): 134 tentang menafkahkan harta di waktu lapang maupun sempit, menahan amarah, dan memaafkan kesalahan orang; serta QS Al-Fatḥ (48): 29 yang oleh naskah dijelaskan sebagai "kekuatan dan kekukuhan iman dan akhlak dari Nabi Muhammad SAW beserta dengan pengikut Umat Islam" — Tanya Jawab Agama 4 Masalah Akhlak, Fikih Muhammadiyah Bagian P Tuntunan Adabul Marah Fil Islam.
-
Dalil Hadis — empat jalur yang muncul dalam bahan sebelumnya:
- Diutus menyempurnakan akhlak — hadis pokok yang dipakai berulang.
- Wasiat kepada Abu Dzar — takwa di mana pun, mengiringi keburukan dengan kebaikan, dan bergaul dengan akhlak baik [HR. at-Tirmidzi, ia mengatakan hasan sahih] — Fatwa 04 2012 Penghasilan Dari Pekerjaan Dengan Meninggikan Ipk.
- Kejujuran membawa kepada kebajikan — hadis muttafaq 'alaih tentang aṣ-ṣidq menuju al-birr menuju surga, dan al-kadhib menuju al-fujūr — Fatwa 04 2012 Penghasilan Dari Pekerjaan Dengan Meninggikan Ipk.
- Hakikat agama adalah akhlak baik — jawaban Nabi atas pertanyaan "Apakah hakikat Agama ya Rasulullah?" yang diulang tiga kali, serta keterangan Aisyah r.a. bahwa "akhlaq Nabi itu adalah Qur'an" — Fikih Muhammadiyah Bagian P Tuntunan Adabul Marah Fil Islam.
-
Catatan Epistemik — tiga batas yang perlu dinyatakan: hanya Fatwa 04/2012 yang bertahun, sedangkan halaman Tanya Jawab Agama 4 dan Fikih Muhammadiyah Bagian P dan T tidak mencantumkan tahun sehingga kronologi perkembangan tidak disusun; sejauh naskah yang terbaca posisinya konsisten — akhlak baik adalah tujuan pokok syariat dan buah takwa, bukan sekadar sopan santun lahiriah; dan rincian per bidang akhlak pada halaman Bagian P yang panjang baru terbaca sebagian — Fatwa 04 2012 Penghasilan Dari Pekerjaan Dengan Meninggikan Ipk, Tanya Jawab Agama 4 Masalah Akhlak.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.