Pertanyaan
- Apa ideologi Muhammadiyah?
Jawaban
-
Dalam khazanah tarjih, "ideologi" Muhammadiyah tidak dirumuskan sebagai satu kata slogan, melainkan sebagai jati diri gerakan + manhaj berpikir yang saling terikat. Dua Rumusan resmi yang paling jelas:
-
Jati diri gerakan. Keputusan Munas XXXII Tarjih Muhammadiyah (2026) mengutip definisi resmi Muhammadiyah: "Muhammadiyah merupakan sebuah gerakan pembaruan sosial yang berbasis nilai-nilai agama Islam. Muhammadiyah sendiri mendefinisikan dirinya sebagai 'Gerakan Islam, Da'wah Amar Ma'ruf Nahi Munkar dan Tajdid, bersumber kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah, (serta) berasas Islam.'" — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 03 Lampiran 2 A Pendahuluan Dan B P (2026)
-
Ideologi gerakan secara operasional. Fikih Informasi menyebutnya eksplisit: "konstruksi Fikih Informasi ini dibangun di atas ideologi gerakan Muhammadiyah, yaitu amar makruf nahi mungkar, sebagaimana terkandung dalam QS Āli 'Imrān (3): 104" — Tanfidz Fikih Informasi 2025 (2025)
-
Wawasan/semangat tarjih (enam butir). Manhaj Tarjih 2026 merinci: "Wawasan/perspektif tarjih itu meliputi: Wawasan paham agama, Wawasan tajdid, Wawasan toleransi, Wawasan keterbukaan, Wawasan tidak berafiliasi mazhab tertentu, Wawasan wasatiah." — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan
-
Tajdid dua arah. "a. Dalam bidang pokok-pokok akidah dan ibadah (mahdah), tajdid bermakna pemurnian dalam arti mengembalikan akidah dan ibadah kepada kemurniannya sesuai dengan Sunah Nabi Saw., b. Dalam bidang muamalat duniawiah, tajdid berarti mendinamisasikan kehidupan masyarakat dengan semangat kreatif dan inovatif sesuai tuntutan zaman." — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan
-
Tidak bermazhab, tetapi bukan anti-mazhab. "Muhammadiyah tidak mengikatkan diri kepada mazhab tertentu. Namun ini tidak berarti menafikan berbagai pendapat fukaha yang ada." — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan ; ditegaskan pula dalam Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 04 16 29 Februari Dapatkah Muhammadiyah Berkembang Dengan Perbeda (2024): "Muhammadiyah tidak bermazhab, artinya Muhammadiyah tidak mengikatkan diri pada suatu mazhab tertentu tetapi juga bukan anti-mazhab."
-
Visi tajdid yang dirumuskan lebih awal. Dokumen Manhaj (Munas Tarjih XXV) menetapkan "Visi: Beriman, berilmu dan beramal salih", dengan penegasan bahwa sejak Muktamar Tarjih XXII 1989 Malang tajdid dipahami sebagai "gerakan purifikasi di satu sisi tetapi juga gerakan dinamisasi di sisi lain" — Fikih Muhammadiyah Bagian O Manhaj
-
Dalil
-
QS Āli 'Imrān (3): 104 —
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
("Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung") — Tanfidz Fikih Informasi 2025 -
QS Al-Baqarah (2): 143 (dasar wawasan wasatiah) —
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَـٰكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا
— Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan -
QS An-Nisā' (4): 59 (dasar kembali kepada Al-Qur'an dan Sunah) —
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَـٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ
— Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 04 16 29 Februari Dapatkah Muhammadiyah Berkembang Dengan Perbeda -
QS Al-Ḥujurāt (49): 13 (dasar wawasan toleransi) — "Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan… Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa" — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan
Catatan (perkembangan lintas tahun):
- Rumusan manhaj bukan naskah tunggal. Qa'idah Majelis Tarjih yang ditetapkan PP Muhammadiyah pada 2000 (SK 74/SK-PP/I.A/8.a/1993 yang disempurnakan) sudah menegaskan bahwa rumusan manhaj "perlu terus dikaji dan dikembangkan" — Fikih Muhammadiyah Bagian O Manhaj.
- Naskah 2026 menyatakan dirinya "merupakan evolusi dari keputusan sebelumnya tentang Manhaj Tarjih", dan salah satu pergeserannya tampak pada pengertian tarjih: dari sekadar kuat-menguatkan dalil menjadi "identik atau paling tidak hampir identik dengan ijtihad itu sendiri" — Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 03 Lampiran 2 A Pendahuluan Dan B P; lihat pula Manhaj Tarjih.
- Dalam rumusan 2024, Islam berkemajuan diuraikan dalam lima karakteristik (Risalah Islam Berkemajuan, Muktamar ke-48 Solo 2022), salah satunya "menghidupkan Ijtihad dan Tajdid", dengan prinsip ijtihad "berorientasi pada universalitas agama Islam, tidak berorientasi pada mazhab-mazhab di kalangan umat Islam, terbuka dan toleran terhadap perbedaan pemikiran" — Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 04 16 29 Februari Dapatkah Muhammadiyah Berkembang Dengan Perbeda; Islam Berkemajuan.
- Pendekatan manhajnya bersifat tiga arah: "pendekatan Bayani (teks-teks agama), Burhani (temuan ilmiah…), dan Irfani (kesantunannya)" — Manhaj Tarjih.
- Soal dasar keyakinan Muhammadiyah (MKCH) hanya disebut dalam arsip sebagai dokumen rujukan; saya belum membaca naskah MKCH secara utuh, sehingga tidak menguraikan isinya di sini.
Kesimpulan
- Ideologi Muhammadiyah dalam arsip tarjih = Gerakan Islam, dakwah amar makruf nahi munkar dan tajdid, bersumber kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah, berasas Islam; dijabarkan melalui manhaj tarjih dengan enam wawasan (paham agama, tajdid, toleransi, keterbukaan, tidak berafiliasi mazhab, wasatiah), di mana tajdid berarti pemurnian akidah-ibadah dan dinamisasi muamalah duniawiah, serta ijtihad dijalankan secara jama'i tanpa taklid pada mazhab tertentu.
Sumber
- Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 03 Lampiran 2 A Pendahuluan Dan B P (Keputusan PP Muhammadiyah No. 68/KEP/I.0/B/2026, Tanfidz Munas XXXII Tarjih)
- Keputusan 68 2026 Pengembangan Manhaj Tarjih 04 Lampiran 2 C Perspektif Wawasan (2026)
- Tanfidz Fikih Informasi 2025 (2025)
- Tanya Jawab Agama 2024 Edisi 04 16 29 Februari Dapatkah Muhammadiyah Berkembang Dengan Perbeda (2024)
- Fikih Muhammadiyah Bagian O Manhaj (Qa'idah Majelis Tarjih 2000; Munas Tarjih XXV)
Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.