ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
Bagaimana pendapat Tarjih soal pertanyaan dalam kubur oleh …
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 11:56 WIB
Bagaimana pendapat Tarjih soal pertanyaan dalam kubur oleh malaikat Munkar dan Nankir

Pertanyaan

  • Bagaimana pendapat Tarjih Muhammadiyah tentang pertanyaan dalam kubur oleh malaikat Munkar dan Nakir?

Jawaban

  • Dari seluruh naskah yang berhasil saya telusuri, arsip HPT dan Fatwa Tarjih memuat penetapan adanya pertanyaan di alam kubur, tetapi belum saya temukan satu pun naskah yang menyebut secara harfiah nama "Munkar" dan "Nakir" sebagai dua malaikat yang bertanya. Nama "Munkar" yang muncul dalam khazanah hampir selalu dalam pengertian al-munkar (kemungkaran), misalnya "amar ma'ruf nahi munkar", bukan nama malaikat.

  • Yang ditegaskan Tarjih adalah adanya pertanyaan di kubur dan fitnah kubur, melalui dua jalur:

عَنْ عُثْمَانَ رضي الله عنه قَالَ: كَانَ رَسُولُ اَللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ وَقَالَ: اِسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ وَسَلُوا لَهُ التَّثْبِيتَ, فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ [رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَصَحَّحَهُ الْحَاكِم]

"Dari 'Usman bin Affan r.a. [diriwayatkan] bahwa Nabi saw. apabila telah selesai mengubur jenazah, maka beliau berhenti/berdiri di dekat kubur itu dan berkata: Mohonkanlah ampun dan keteguhan hati bagi saudaramu ini karena ia sekarang sedang ditanya" [HR. Abu Dawud].

  • Kedua, doa perlindungan dari fitnah kubur. Tarjih menetapkannya sebagai bagian doa yang dibaca pada duduk tahiyyat akhir, sebagaimana dikutip dalam Fatwa 29 1998 Siksa Kubur Dan Nikmat Kubur Ada Atau Tidak: memohon perlindungan "dari siksa jahanam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan fitnah mati, serta memohon perlindungan dari fitnah Dajjal. Dasar ini diriwayatkan antara lain oleh Muslim." Doa shalat jenazah juga memuat permohonan "Peliharalah dia dari fitnah kubur dan azabnya" Tanya Jawab Agama 5 Mayat Jenazah dan "peliharalah dia dari fitnah kubur dan azab neraka" [HR Muslim] Tanya Jawab Agama 9 Bab 2 Alam Kubur Dan Akhirat.

  • Tentang talqin — karena pertanyaan kubur itu — Tarjih menegaskan pembatasannya. Perintah laqqinū mautākum dipahami berlaku untuk orang yang sedang sakratul maut, bukan mayit yang sudah dikubur:

لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ [رواه مسلم]

"Talqinkanlah (tuntunlah membaca) orang yang akan meninggal dunia (yang ada pada)mu dengan kata Laa Ilaaha illa Allaah" [HR. Muslim].

Alasannya dinyatakan tegas dalam Tanya Jawab Agama 1 Masalah Janazah: kata mautākum "tidak dapat diartikan orang yang telah mati, karena tidak sesuai dengan Hadis-hadis lain… karena orang yang telah meninggal dunia tidak dapat dituntun untuk mengucapkan sesuatu." Fatwa 33/2016 menyimpulkan: "amalan yang dilakukan setelah pemakaman jenazah adalah mendoakan jenazah, bukan mentalqin jenazah" Fatwa 33 2016 Kewajiban Terhadap Jenazah.

Dalil

Catatan

  • Perkembangan lintas tahun. Posisi Tarjih tentang wujudnya pertanyaan dan siksa kubur konsisten sejak naskah tertua yang terbaca: 1998 (Fatwa 29/1998), Tanya Jawab Agama 2, Tanya Jawab Agama 9 Bab 2, 2015 (Fatwa 18/2015), 2016 (Fatwa 33/2016), 2019 (Fatwa 40/2019 tentang Talqin dan Mursyid), 2025 (Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 01 tentang Mengadzani Mayit di Dalam Kubur, yang kembali mengutip seruan "mintalah untuknya ketetapan hati, karena sesungguhnya ia sekarang sedang ditanya" [HR Abu Dawud]), hingga Keputusan 229/KEP/1.0/B/2026 tentang Tanfidz Fikih Takziah dan Kematian, yang menyebut "aman dari penjaga kubur (fitnah kubur)". Yang berkembang bukan penetapan adanya pertanyaan itu, melainkan penetapan amalan yang mengiringinya: doa, bukan talqin.

  • Yang belum terverifikasi. Penyebutan nama "Munkar" dan "Nakir" secara harfiah, jumlah malaikat yang bertanya, serta redaksi pertanyaannya (misalnya "siapa Tuhanmu", "apa agamamu") belum saya temukan dalam bagian khazanah yang berhasil ditelusuri. HPT Jilid 1 Kitab Iman hanya menyebut secara umum bahwa malaikat memiliki "kedudukan atau tugas tertentu", menyebut Jibril dan Mikail serta malaikat pencatat amal, dan menegaskan "Kita tidak boleh menggambarkan tentang Malaikat kecuali dengan apa yang diterangkan oleh syara'" Hpt Jilid 1 Kitab Iman. Ini bukan berarti hal itu tidak ada dalam khazanah, melainkan belum terjangkau penelusuran saya.

  • Karena itu, saya tidak menyimpulkan apa pun tentang nama, jumlah, atau isi pertanyaan malaikat tersebut. Yang dapat dinyatakan sebagai posisi Tarjih hanyalah apa yang tertulis: pertanyaan di kubur itu ada, dan yang dituntunkan bagi kita adalah memohonkan ampun serta keteguhan hati bagi mayit.

Kesimpulan

  • Tarjih menetapkan adanya pertanyaan di kubur dan fitnah kubur berdasarkan hadis sahih, serta menuntunkan kita mendoakan mayit agar diteguhkan menghadapinya, bukan mentalqinnya setelah dikubur. Nama "Munkar" dan "Nakir" sendiri belum ditemukan penyebutannya dalam naskah yang berhasil saya baca.

Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab.

Catatan

Saya dibatasi 10 kali turn dan sebenarnya masih ada beberapa halaman yang belum saya baca.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.