ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
Apakah jika kita ingin sesuatu, lalu bersholawat pada nabi,…
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 11:58 WIB
Apakah jika kita ingin sesuatu, lalu bersholawat pada nabi, itu termasuk bid'ah?

☝️ Pertanyaan

  • Apakah bershalawat kepada Nabi ketika kita menginginkan sesuatu termasuk bid'ah?

✨ Jawaban

  • Bershalawatnya sendiri bukan bid'ah. Shalawat adalah amalan yang dituntunkan, dan justru termasuk adab doa yang diajarkan: memulai doa dengan memuji Allah, lalu bershalawat kepada Nabi, baru menyampaikan permohonan. Kitab Zikir Doa (HPT) memuatnya sebagai syarat/adab berdoa poin 2: "Memulai berdoa dengan memuji Allah dan bershalawat atas Nabi Muhammad SAW", dengan hadis Fudhalah bin Ubaid: "Apabila seseorang di antaramu berdoa, hendaklah ia mulai dengan mengagungkan dan memuji Tuhan yang Maha Agung dan Maha Perkasa, kemudian bershalawat untuk Nabi SAW, kemudian setelah itu berdoa dengan doa yang dikehendaki" (HR Ashhabus Sunan, lafal Abu Dawud) — Kitab Zikir Doa. Fatwa 16/2018 juga menyebut adab berdoa: "memulai berdoa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad saw" — Fatwa 16 2018 Memejamkan Mata Saat Shalat Dan Berdoa.

  • Karena itu, bershalawat untuk hajat tertentu tidak otomatis bid'ah. Yang dinilai menyimpang dalam arsip adalah lafaz atau cara pengamalan tertentu, bukan perbuatan bershalawatnya. Perkembangan posisinya lintas tahun:

    • 1999 — Fatwa 18/1999 (Bid'ah, Sunnah Hasanah dan Sunnah Sayyiah): bid'ah dibatasi pada akidah dan ibadah, dan "dalam pemahaman Muhammadiyah tidak ada bid'ah hasanah, yang ada adalah bahwa setiap bid'ah itu adalah sesat". Tentang shalawat: "Maksud bershalawat kalau dari Allah berarti memberi rahmat ... dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdo'a supaya diberi rahmat" — Fatwa 18 1999 Bid Ah Sunnah Hasanah Dan Sunnah Sayyiah. Lihat juga Bidah Hasanah dan Tawqifiy.

    • 2003 — Fatwa 28/2003 (Shalawat dan Kitab Barzanji): Muhammadiyah memandang "shalawat itu berarti do'a, memberi berkah dan ibadah", dan lafaz shalawat yang shahih dari Nabi ada yang panjang dan ada yang pendek. Fatwa ini juga memuat daftar waktu yang dituntunkan untuk bershalawat — antara lain "ketika hendak memulai sesuatu urusan yang penting" dan "ketika kesusahan dan kegundahan". Yang dikritik: shalawat susunan sendiri yang "berlebih-lebihan, bahkan ada yang menyimpang", serta Kitab Barzanji dan praktik berdiri (mahallul qiyam) yang disebut "jelas suatu bid'ah" — Fatwa 28 2003 Shalawat Dan Kitab Barzanji Sm No 15 2003.

    • Tanya Jawab Agama 2: mengenai "shalawat tunjina" (yang dibaca untuk memohon keselamatan): "kalau membaca shalawat dihubungkan dengan yang lain-lain, apalagi dihubungkan dengan amalan Syech Abdul Qadir Jailani dalam rangka memohon keselamatan dan dijauhkan dari penderitaan maka tidak ada tuntunannya dalam Al-Quran maupun As Sunnah", dan "Kalau akan membaca shalawat bacalah shalawat sesuai dengan shalawat yang dituntunkan Nabi" — Tanya Jawab Agama 2 Masalah Shalawat Dan Tasawuf.

    • 2016 — Fatwa 29/2016 (Shalawat Nariyah): lafal Nariyah dinilai mengandung kejanggalan karena menyatakan bahwa "yang melepaskan ikatan (kesulitan), menghilangkan kesedihan dan mengabulkan segala keinginan adalah Rasulullah saw., bukan Allah swt.", sehingga "dapat menjurus kepada syirik". Klaim pengamalan 4444 kali agar hajat cepat tercapai dinilai "tidak mempunyai dasar yang kuat" — Fatwa 29 2016 Shalawat Nariyah.

    • 2022 — Fatwa 11/2022 (Salat Hajat dan Salawat Nariyah), menegaskan kembali: "karena terdapat beberapa kejanggalan dan dinilai terlalu berlebihan itulah, maka salawat nariyah ini kurang tepat untuk diamalkan bagi seseorang yang sedang menghadapi masalah dengan harapan agar masalah yang dihadapi dapat cepat mendapat solusi", dan seorang muslim hendaknya berdoa dengan "doa yang masyru' (disyari'atkan)" — Fatwa 11 2022 Salat Hajat Dan Salawat Nariyah.

    • 2022 — Fatwa 08/2022: "Hukum membaca salawat Nabi menurut Majelis Tarjih dan Tajdid terbagi menjadi dua, yaitu wajib ketika dibaca di dalam salat dan sunah ketika dibaca di luar salat", dan "Secara umum membaca salawat di luar salat tidak memiliki pengkhususan waktu"; lafal yang dipakai hendaknya "salawat yang sudah diajarkan dalam Al-Qur'an maupun hadis sahih lagi makbul" — Fatwa 08 2022 Doa Setelah Shalat Jenaazah Dan Salawat Sebelum Azan.

📚 Dalil

  • QS al-Ahzab (33): 56

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." — Fatwa 08 2022 Doa Setelah Shalat Jenaazah Dan Salawat Sebelum Azan

  • Hadis adab berdoa (Fudhalah bin Ubaid), lihat kutipan pada Jawaban — Kitab Zikir Doa

✍️ Catatan

  • Naskah yang berhasil ditelusuri tidak memuat fatwa yang secara khusus membahas redaksi "setiap kali ingin sesuatu lalu bershalawat". Yang ada adalah ketentuan tentang shalawat, adab doa, dan penilaian atas lafaz/cara pengamalan shalawat tertentu. Kesimpulan di bawah disusun dari ketentuan-ketentuan itu, bukan dari fatwa yang persis sepadan.

  • Perlu dibedakan tiga hal: (a) bershalawat sebelum berdoa — dituntunkan sebagai adab doa; (b) lafaz shalawat — hendaknya yang ma'tsur, bukan susunan sendiri yang berlebihan atau mengandung makna yang menautkan pengabulan hajat kepada Nabi; (c) cara pengamalan — pengkhususan bilangan/waktu tertentu dengan keyakinan hajat cepat terkabul tidak ada tuntunannya dalam arsip.

✅️ Kesimpulan

  • Bershalawat ketika kita menginginkan sesuatu tidak termasuk bid'ah, karena bershalawat adalah amalan yang dituntunkan dan bahkan termasuk adab doa. Yang masuk kategori tercela adalah lafaz shalawat susunan sendiri yang menyimpang (misalnya yang menyatakan Nabi yang melepaskan kesulitan dan mengabulkan keinginan), atau pengamalan dengan bilangan dan keyakinan tertentu agar hajat cepat terkabul, atau pengaitan shalawat pada amalan seorang tokoh untuk tujuan keselamatan.

💎 Sumber

Wallahu a'lam bish-shawab. Kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.