Jawaban
Pertanyaan:
Bagaimana ketentuan doa bersama sesudah salat berjamaah?
Jawaban:
-
Arsip Tarjih membedakan dua hal yang sering dicampur: (a) berdoa sesudah salat fardhu secara pribadi, dan (b) doa bersama yang dipimpin imam lalu diamini makmum sebagai rangkaian tetap sesudah salat berjamaah.
-
Untuk yang kedua, Tanya Jawab Agama Jilid 5 menyatakan tegas: "Berdoa bersama antara imam dan makmum sesudah shalat seperti yang penanya persoalkan, tidak ada tuntunan dari Nabi." Naskah yang sama melanjutkan: "Doa bersama yang pernah dilakukan oleh Nabi ialah pada waktu khutbah dalam shalat Istisqa'." — Tanya Jawab Agama 5 Shalat
-
Untuk yang pertama, arsip justru menganjurkannya. Tanya Jawab Agama 2025 (disidangkan 31 Januari 2025) menegaskan: "berdoa setelah shalat wajib sambil mengangkat tangan adalah bukan suatu bid'ah karena telah ada dalil-dalilnya dari Al-Qur'an maupun sunah yang maqbûlah sehingga bukan hanya dibolehkan tetapi sangat dianjurkan sebagai waktu istimewa untuk dikabulkannya doa seorang hamba oleh Allah SwT." — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib
-
Yang dituntunkan sesudah salam adalah zikir dan doa yang dibaca oleh masing-masing orang, bukan wirid berjamaah dengan suara keras. Tanya Jawab Agama Jilid 9: "Perkataan wirid yang diucapkan setiap selesai shalat fardu tidak ada tuntunannya. Yang ada tuntunannya ialah dikir dan doa yang diucapkan oleh seseorang setiap selesai shalat fardu." — Tanya Jawab Agama 9 Bab 12 Zikir Doa Dan Shalawat
-
Untuk suara keras dalam zikir berjamaah, Tanya Jawab Agama Jilid 1: "Dalam Hadis tidak didapati anjuran untuk melakukan dzikir bersama-sama dengan suara keras, apalagi di masjid yang dapat mengganggu orang lain yang sedang menjalankan shalat. Kesimpulannya, berdzikir itu ada tuntunannya, sedang berdzikir bersama-sama dengan suara keras, tidak didapati tuntunan yang demikian." — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Shalat Jamaah
Dalil:
-
Kaidah yang dikutip Majelis Tarjih dalam Fatwa 09/2018:
الأَصْلُ فِي العِبَادَةِ البُطْلَانُ حَتَّى يَقُوْمَ الدَّلِيْلُ عَلَى الأَمْرِ
"Hukum asal dalam ibadah adalah batal sampai ada dalil yang memerintahkannya." — Fatwa 09 2018 Doa Setelah Khutbah Pertama Shalat Jumat
- Hadis tuntunan salat:
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي [رواه البخاري]
"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat" [HR al-Bukhari no. 628]. — Fatwa 09 2018 Doa Setelah Khutbah Pertama Shalat Jumat
-
Hadis tentang doa yang paling didengar (HR at-Tirmidzi dari Abu Umamah) — "Doa di tengah malam terakhir serta setelah shalat-shalat wajib" — dan hadis tentang adab mengangkat tangan (HR Ibnu Majah dari Salman), keduanya dikutip sebagai dasar anjuran berdoa sesudah salat wajib. — Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib
-
Doa-doa yang dituntunkan Nabi sesudah salat fardhu, antara lain istighfar tiga kali dan Allahumma antas-salam, berdasarkan riwayat Muslim dari Tsauban; serta bacaan tasbih–tahmid–takbir 33 kali. — Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Sesudah Shalat, Kitab Zikir Doa
Catatan:
-
Perkembangan lintas naskah: Jilid 1, Jilid 5, dan Jilid 9 konsisten menolak zikir/doa berjamaah dengan suara keras dan menyatakan doa bersama imam–makmum sesudah salat tidak ada tuntunannya. Naskah 2025 tidak mencabut pernyataan itu; ia menjawab tuduhan bahwa berdoa setelah salat wajib adalah bid'ah, dan menjawab pada ranah doa pribadi, bukan pada pola doa bersama yang dipimpin imam. Sejauh naskah yang berhasil saya baca, tidak ada naskah yang membolehkan doa bersama berjamaah sesudah salat.
-
Perkara yang ada tuntunannya dan sering tertukar: imam berbalik menghadap makmum sesudah salam (HR al-Bukhari dari Samurah), dan itu dinilai sunnah, bukan wajib — Fatwa 42 Imam Hadap Makmum Usai Salat. Juga dzikir witir Subhanal malikil quddus tiga kali dengan suara nyaring, yang merupakan dzikir, bukan doa bersama yang dipimpin imam — Fatwa 20 2014 Doa Sesudah Shalat Tarawih.
-
Mengenai bacaan "amin" saat mendengar orang berdoa, Tanya Jawab Agama Jilid 2 menyatakan tidak didapati dasar langsung bahwa hukumnya wajib; yang ada tuntunannya adalah "amin" bersama imam di dalam salat — Tanya Jawab Agama 2 Masalah Doa Untuk Orang Sakit.
-
Mengenai doa sesudah salat jenazah yang biasa dipimpin imam dan diamini makmum, pertanyaan itu tercatat dalam arsip, namun pada bagian jawaban yang berhasil saya baca tidak termuat penetapan hukum atas praktik tersebut; yang ditegaskan di sana ialah bahwa doa setelah salat jenazah tidak memiliki tuntunan khusus, tetapi boleh dimaknai sebagai doa umum, dan tidak boleh dianggap wajib — Fatwa 08 2022 Doa Setelah Shalat Jenaazah Dan Salawat Sebelum Azan. Saya belum dapat memastikan apakah ada bagian lain dalam naskah itu yang membahasnya.
-
Perlu dibedakan: berdoa sesudah salat sunah juga tidak selalu memiliki lafal khusus. Untuk salat duha, misalnya, tidak ditemukan hadis yang mengajarkan lafal doa tertentu sesudahnya, sehingga seseorang dapat melafalkan doa apa saja yang baik — Fatwa 15 Doa Sesudah Salat Duha.
Kesimpulan:
-
Doa bersama yang dipimpin imam dan diamini makmum sebagai rangkaian tetap sesudah salat berjamaah tidak memiliki tuntunan dalam arsip Tarjih; doa bersama yang pernah dicontohkan Nabi terjadi dalam khutbah salat Istisqa'. Yang dituntunkan adalah zikir dan doa masing-masing orang sesudah salat fardhu, dan itu justru sangat dianjurkan, termasuk dengan mengangkat tangan.
Sumber:
-
Tanya Jawab Agama 5 Shalat (Tanya Jawab Agama Jilid 5)
-
Tanya Jawab Agama 1 Masalah Shalat Jamaah (Tanya Jawab Agama Jilid 1)
-
Tanya Jawab Agama 9 Bab 12 Zikir Doa Dan Shalawat (Tanya Jawab Agama Jilid 9)
-
Tanya Jawab Agama 1 Masalah Doa Sesudah Shalat (Tanya Jawab Agama Jilid 1)
-
Tanya Jawab Agama 2025 Edisi 15 1 15 Agustus Hukum Berdoa Setelah Shalat Wajib (2025)
-
Fatwa 09 2018 Doa Setelah Khutbah Pertama Shalat Jumat (2018)
-
Fatwa 08 2022 Doa Setelah Shalat Jenaazah Dan Salawat Sebelum Azan (2022)
Wallahu a'lam bish-shawab.
Catatan
Saya dibatasi 10 kali turn dan sebenarnya masih ada beberapa halaman yang belum saya baca.