Pertanyaan
Dalam salat, saat tahiyat awal dan akhir, mengangkat/ mengacungkan jari telunjuk dilakukan saat pertama kali duduk atau saat membaca syahadat?
Jawaban
-
Menurut Tarjih Muhammadiyah, jari telunjuk diacungkan sejak mulai membaca tasyahud, yaitu sejak lafal at-taḥiyyātu lillāh, bukan menunggu sampai bacaan syahadat. Ketentuan ini sama untuk tahiyat awal maupun tahiyat akhir; yang berbeda hanyalah cara duduknya (iftirasy pada tahiyat awal, tawarruk pada tahiyat akhir).
-
Dasarnya hadis Ibnu Umar riwayat Muslim: Nabi saw. duduk untuk tasyahud lalu mengacungkan jari telunjuknya — tanpa keterangan bahwa acungan itu dikhususkan pada lafal tertentu. Karena itu yang dipahami secara tersurat adalah sejak awal tasyahud.
Hadis yang dikutip Fatwa 14/1999:
عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَعَدَ فِي التَّشَهُّدِ وَضَعَ يَدَهُ الْيُسْرَى عَلَى رُكْبَتِهِ الْيُسْرَى وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى رُكْبَتِهِ الْيُمْنَى وَعَقَدَ ثَلَاثَةً وَخَمْسِينَ وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ [رواه مسلم]
Artinya: "Dari Ibnu Umar ra., bahwa Rasulullah saw. apabila duduk untuk tasyahud meletakkan tangannya yang kiri pada lutut kiri dan meletakkan tangan kanannya pada lutut kanan dan mengikatnya seperti membuat isyarat lima puluh tiga dengan mengacungkan jari telunjuk." [HR. Muslim]
-
Perkembangan naskah lintas tahun:
-
Tanya Jawab Agama 2 (tanpa tahun): "Adapun mulainya mengacungkan telunjuk ialah sejak awal membaca tasyahhud itu, karena membaca tasyahhud adalah berdoa."
-
Fatwa 43/1998: membahas lama-tidaknya gerakan telunjuk; disebut bahwa setelah menelaah kitab fikih, belum ditemukan pemahaman menggerak-gerakkan telunjuk kecuali mazhab Maliki.
-
Fatwa 14/1999: "Menurut ulama Majlis Tarjih dimulai saat membaca tasyahud, yaitu menurut pengertian yang tersurat." Disebutkan pula variasi mazhab: Syafi'iyah pada kata "illallāh", Hanafi pada kata "lā", Maliki digerakkan ke kanan-kiri, Hambali pada lafal jalalah — dan ditegaskan bahwa mengacungkan pada "illallāh" atau lafal jalalah "dasarnya tidak shahih, tetapi berdasar pemahaman terhadap nash-nash yang ada".
-
Fatwa 16/1999: "Muhammadiyah seperti yang tertulis dalam HPT menetapkan bahwa mengacungkan telunjuk sejak mulai bacaan tahiyat."
-
Fatwa 30/2009: "kebanyakan riwayat terkait tema tasyahud ini tidak ada yang memerintahkan untuk menggerakkan telunjuk jari, hanya mengacungkannya sejak awal tasyahud hingga salam."
-
Kitab Salat HPT (Tuntunan Salat Lima Waktu): jari telunjuk "diacungkan pada saat memulai membaca doa tasyahud (at-taḥiyyātu lillāh)", dan untuk tahiyat awal "Semuanya dilakukan persis seperti apa yang dilakukan pada duduk tasyahud akhir."
Jadi posisinya konsisten sejak naskah paling awal sampai HPT: sejak awal tasyahud, bukan saat syahadat.
Dalil
- Hadis Ibnu Umar riwayat Muslim di atas, serta hadis Wail bin Hujr riwayat Ahmad yang menyebut Nabi saw. "berisyarat dengan (menjulurkan) jari telunjuknya" ketika duduk tasyahud (lihat Kitab Salat 09) — Hpt Jilid 1 Kitab Shalat, Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu
Catatan
- Mengenai menggerak-gerakkan telunjuk: Fatwa 14/1999 menyatakan "Menggerak-gerakkan telunjuk juga diperbolehkan dan hadisnya tentang ini sahih", sedangkan Fatwa 30/2009 dan Kitab Salat HPT menyimpulkan yang rajih adalah tidak menggerakkannya, karena tambahan kata "yuḥarrikuha" dalam riwayat Zaidah dinilai syaz. Perkembangan ini menyangkut gerakan, bukan waktu mulai mengacungkan.
Kesimpulan
- Jari telunjuk diacungkan sejak permulaan membaca tasyahud (at-taḥiyyātu lillāh), bukan saat membaca syahadat, dan berlaku sama pada tahiyat awal dan tahiyat akhir menurut putusan Tarjih Muhammadiyah.
Sumber
- Fatwa 14 1999 Bacaan Sujud Sahwi Memulai Acungan Telunjuk Bacaan Tahiyat Awal (1999)
- Fatwa 16 1999 Bacaan Hamdan Katsira Setelah Ruku Pertanyaan Seputar Salat Dan Sa (1999)
- Fatwa 43 1998 Menggerakkan Telunjuk Imam Dan Khatib Jumat Imam Ahli Bidah (1998)
- Fatwa 30 Posisi Telunjuk Saat Tahiyat Dan Soal Ahmadiyah Dan Pornografi (2009)
- Tanya Jawab Agama 2 Masalah Bacaan Dan Gerakan Dalam Shalat, Tanya Jawab Agama 5 Shalat
- Hpt Jilid 1 Kitab Shalat, Kitab Shalat Bagian 09 Tuntunan Salat Lima Waktu
Wallahu a'lam bish-shawab.