ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
SumberJelajah arsip
Sumber

KITAB HAJI BAGIAN 17 HAJI BERULANG UMRAH

Folder: Fikih Muhammadiyah#auto-import

Summary

Naskah lengkap sudah disalin ke KITAB HAJI BAGIAN 17 HAJI BERULANG UMRAH.

Entitas yang Disebut

  • ‘Abd ar-Raḥmān — Saudara ‘Ā’isyah yang menemaninya umrah dari Tan‘im atas perintah Rasulullah.
  • ‘Aisyah — Istri Nabi yang melakukan umrah Tan'im karena haid saat haji tamatuk.
  • Abdurrahman bin Abi Bakar — Saudara ‘Aisyah yang menemaninya ke Tan'im untuk umrah.
  • Abu Daud — Perawi hadis tentang manasik haji.
  • Abu Hurairah — Perawi hadis tentang kewajiban haji yang melarang pertanyaan berlebihan.
  • Ahmad bin Hanbal — Ulama yang berpendapat sama dengan Malik dan Syafi‘i.
  • Aḥmad ibn Ḥanbal — Imam mazhab yang membolehkan umrah lebih dari satu kali dalam setahun.
  • Al Albani — Ulama yang mensahihkan hadis tentang manasik haji.
  • Al Baihaqy — Perawi hadis tentang mengambil manasik dari Nabi.
  • al-Bukhārī — Perawi hadis tentang umrah dan haji mabrur.
  • al-Ḥasan al-Baṣrī — Ulama yang sepakat dengan Ibn Sīrīn dalam memakruhkan umrah berulang.
  • al-Ḥaṭṭāb — Pengarang Mawāhib al-Jalīl yang dirujuk dalam catatan kaki.
  • An Nasaiy — Perawi hadis riwayat Abu Hurairah tentang kewajiban haji.
  • an-Nasā’ī — Perawi hadis yang meriwayatkan ucapan ‘Ā’isyah tentang dua ibadah.
  • Arafah — Padang tempat wukuf haji.
  • Asy Syafi’i — Ulama yang berpendapat sama dengan Malik tentang haji qiran.
  • At Tirmidzy — Perawi hadis tentang manasik haji.
  • at-Tirmiżī — Perawi hadis bersama al-Bukhārī tentang keutamaan umrah.
  • Baitullah — Sebutan untuk Kakbah.
  • Beirut — Kota di Lebanon, tempat penerbitan kitab.
  • Hasbah — Tempat di Mekah, disebut dalam konteks malam Hasbah.
  • Hisyam — Perawi tambahan dalam hadis ‘Aisyah yang menyatakan tidak ada denda.
  • Hudaibiyah — Tempat umrah pertama Nabi tahun 6 H.
  • Ibn ‘Abbās — Perawi hadis yang menyebutkan empat kali umrah Nabi saw.
  • Ibn al Qayyim — Ulama yang mengomentari hadis ‘Aisyah dengan interpretasi kedua.
  • Ibn al-Mājisyūn — Pengikut Malik yang membolehkan umrah lebih dari satu kali.
  • Ibn Sīrīn — Ulama yang menganut pendapat makruh umrah lebih dari satu kali.
  • Indonesia — Negara asal jemaah haji yang mengalami problem kuota.
  • Jabir bin ‘Abdullah — Sahabat yang meriwayatkan hadis tentang kasus ‘Ā’isyah.
  • Ji'ranah — Tempat umrah ketiga Nabi seusai Perang Hunain.
  • Kakbah — Bangunan suci di Mekah, pusat tawaf.
  • Madinah — Kota tempat tinggal ‘Ā’isyah dan para sahabat.
  • Malik — Ulama yang berpendapat ‘Aisyah mengubah hajinya menjadi haji qiran.
  • Marwah — Bukit di Mekah tempat sa’i.
  • Masjidil Haram — Masjid suci di Mekah tempat ibadah haji.
  • Mekah — Kota suci tempat pelaksanaan haji dan umrah.
  • Muslim — Perawi hadis tentang manasik dan tentang tolong-menolong.
  • Muṭarrif — Pengikut Malik yang membolehkan umrah lebih dari satu kali dalam setahun.
  • Riyad — Kota di Arab Saudi, tempat penerbitan kitab.
  • Safa — Bukit di Mekah tempat sa’i.
  • Sarif — Tempat ‘Aisyah mengalami haid dalam perjalanan haji.
  • Tan'im — Tempat ‘Aisyah melakukan umrah pengganti setelah haji.

Istilah Kunci

  • Al-Mā‘ūn (سورة الماعون) — Nama surat yang menjadi dasar kewajiban penyantunan kaum duafa.
  • Asas prioritas — Mendahulukan yang wajib atas yang sunnat dalam ibadah haji.
  • Fukaha — Para ahli fikih yang berbeda pendapat tentang umrah berkali-kali.
  • Haji berulang — Penunaian ibadah haji untuk kali kedua dan seterusnya hukumnya sunat.
  • Haji ifrad (حج الإفراد) — Haji yang dilakukan tanpa umrah sebelumnya.
  • Haji Mabrur (الْحَجُّ الْمَبْرُورُ) — Haji yang diterima Allah dan tidak ada balasan selain surga.
  • Haji qiran (حج القران) — Haji dan umrah dilakukan secara bersamaan dalam satu ihram.
  • Haji tamatuk (حج التمتع) — Haji yang didahului umrah dan tahalul, lalu haji pada musim yang sama.
  • Hari Tarwiyah (يوم التروية) — Tanggal 8 Zulhijah, hari persiapan menuju Arafah.
  • Hari Tasyriq (أيام التشريق) — Hari-hari setelah Idul Adha (11-13 Zulhijah) untuk menyempurnakan ibadah haji.
  • Ihram — Niat dan keadaan memasuki ibadah haji/umrah.
  • Kaffarah (كَفَّارَة) — Penghapus dosa antara dua ibadah umrah.
  • Makruh — Hukum yang dibenci dalam fikih, diterapkan Malik pada umrah lebih dari satu kali.
  • Manasik (مناسك) — Tata cara dan ritual ibadah haji yang diajarkan Nabi.
  • Sa’i — Berjalan antara Safa dan Marwah sebagai rukun haji/umrah.
  • Tahalul — Keluar dari ihram setelah menyelesaikan ibadah haji/umrah.
  • Talbiyah — Ucapan labbaik saat memulai ihram haji/umrah.
  • Tawaf — Mengelilingi Kakbah sebagai rukun haji/umrah.
  • Umrah (عُمْرَة) — Ibadah umrah yang dibahas hukum berkali-kali dalam satu musim haji atau satu tahun.
  • Umrah berkali-kali — Praktik melakukan umrah berulang dalam satu musim haji yang tidak sesuai sunnah.

Rujukan Al-Qur'an

Source File

raw/Referensi Tarjih/Fikih Muhammadiyah/KITAB-HAJI/KITAB-HAJI-BAGIAN-17-HAJI-BERULANG-UMRAH.md

Menampilkan 30 dari 65 catatan
Kembali ke Fikih Muhammadiyah
ChatHPTMajelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

ChatHPT membantu menjelajahi dan memahami khazanah keilmuan Tarjih Muhammadiyah melalui percakapan dengan AI. Jawaban AI merupakan alat bantu pemahaman, bukan fatwa atau putusan resmi.

Powered by AIMU

Ekosistem

MASASatuMuMuhammadiyah ID
© 2026 Muhammadiyah. Hak cipta dilindungi.Dikembangkan oleh MPI PP Muhammadiyah bersama LabMu