ChatHPT — Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah
TanyaPercakapan baru
Buatkan pantun tentang Waktu Salat.
Dari Basis Pengetahuan. Kamu sedang melihat hasil tanya jawab pengguna lain.Masuk untuk bertanya
Hari ini, jam 09:51 WIB
Buatkan pantun tentang Waktu Salat.

Pantun Waktu Salat

Burung pipit hinggap di ranting,
beterbangan menuju ladang;
Subuh bermula saat fajar sadik menyingsing,
sebelum mentari terbit memancar terang.

Angin berembus sejuk mengalir,
burung merpati terbang ke pasar;
Zuhur bermula saat matahari tergelincir,
dan berakhir ketika masuk waktu Asar.

Adik bermain di halaman rumahnya,
sampai lupa waktu makan malam;
Asar bermula saat bayangan sama panjang dengan bendanya,
Magrib masuk ketika matahari terbenam.

Cahaya lampu di beranda berkilau terang,
sambil ayah membaca kitab kuning;
Isya masuk saat mega merah telah hilang,
berlangsung sampai fajar Subuh menyingsing.

Ilmu falak dihitung dengan cermat,
supaya waktu salat tidak keliru;
awal Subuh kini minus delapan belas derajat,
ditetapkan Munas Tarjih agar ibadah tepat waktu.


Keterangan isi pantun

  • Batas waktu tiap salat fardu di atas diambil dari Pedoman Hisab Muhammadiyah, Bab III: "Waktu salat Zuhur dimulai sejak matahari tergelincir (zawal) … sampai tiba waktu salat Asar"; "Waktu salat Asar dimulai pada saat bayang-bayang suatu benda sama panjangnya dengan bendanya sendiri ditambah dengan bayang-bayang zawal"; "Waktu salat Magrib dimulai sejak matahari terbenam sampai tibanya waktu salat Isya"; "Waktu salat Isya dimulai sejak hilang mega (syafak) merah sampai masuknya waktu salat Subuh"; "Waktu salat Subuh dimulai sejak terbit fajar sampai terbit matahari" — Kitab Shalat Bagian 10 Waktu Salat Hisab dan Keputusan Tarjih Ke 27 Pedoman Hisab Muhammadiyah Bab Iii Waktu Waktu Salat.

  • Perkembangan yang perlu dicatat: Pedoman Hisab Muhammadiyah (Munas Tarjih ke-27) masih memakai ketinggian matahari minus 20 derajat untuk awal Subuh. Kemudian Musyawarah Nasional Tarjih XXXI (2020) menetapkan kriteria baru: "Mengubah ketinggian matahari awal waktu Subuh minus 20 derajat yang selama ini berlaku … Menetapkan ketinggian matahari awal waktu Subuh yang baru, yaitu minus 18 derajat di ufuk bagian timur", ditanfidzkan melalui Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 734/KEP/I.0/B/2021 — Tanfidz Waktu Subuh 2025. Jadi angka minus delapan belas derajat pada bait terakhir adalah ketetapan yang berlaku sekarang, bukan angka lama.

  • Soal keutamaan waktu: Tarjih menegaskan salat di awal waktu sangat dianjurkan, namun berjamaah di pertengahan waktu lebih utama bila diyakini jamaah akan terlaksana — Fatwa 06 2016 Keutamaan Salat Munfarid Dan Jamaah (2016, Fatwa No. 06/Tahun 2016).

  • Perlu diingat pula lima waktu yang dilarang salat sunat tanpa sebab, salah satunya "waktu setelah shalat Ashar sampai terbenamnya matahari", sedangkan salat fardu yang tertinggal dan salat sunat yang ada sebabnya tetap boleh dikerjakan — Fatwa 01 2018 Waktu Waktu Dilarang Shalat (2018, Fatwa No. 01/Tahun 2018).

Catatan

pantun di atas adalah gubahan penulis, sedangkan seluruh isi hukumnya dikutip dari putusan-putusan di atas sebagaimana tertaut.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Sajikan dalam Format
Enter untuk kirim · Shift+Enter untuk baris baruHPT & Fatwa Tarjih
Jawaban disusun otomatis dari HPT; periksa rujukan sebelum diamalkan. Percakapan dapat dibaca pengguna lain, jadi hindari data pribadi.

Saat pertanyaan dikirim, Anda akan diminta masuk terlebih dahulu.